Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Butuh Proses


__ADS_3

setelah kejadian tersebut papa Ferdiansyah dan Ferdiansyah saling mengobrol begitu juga dengan mama dan ara.tetapi mereka mengobrol sambil menggulung risol. Ara yang diajak mengobrol tidak konsentrasi.


"kamu capek ya?."


"nggak kok ma." mengalihkan pandangannya ke mama Ferdiansyah.


"dari tadi mama lihat kamu lesu, padahal udah minum vitamin tadi. Apa masih kurang?."


"nggak kok ma, mungkin Ara kecapekan." ucap Ara tersenyum, Awalnya niat berbohong kalau ada pesanan ternyata benar dapat pesanan. Dan sekarang ia dibantu oleh bik Tutik dan mama Ferdiansyah. Mumpung isian yang dibuat berlebih jadi tinggal menggulung kulihat lumpia dengan isian saja.


"kamu mulai kapan jualan kayak gini?."


"sebenarnya nggak jualan sih ma, awalnya Ara bagi-bagikan ke tetangga. Eh rupanya sesuai lidah, pas itu Bu Gita ke rumah pesan kue dan Ara jawab bisa ya udah tersebar lah bahwa Ara jualan. Berkat Bu Gita yang promosikan hahaha" jelas Ara tertawa.


"emang risol kamu enak, mama aja ketagihan ya nggak bik?."


"ya buk, risol nak Ara emang enak." mengacungkan jempolnya.


"kamu istirahat saja, mama tau kok kamu kecapekan karena ulah Ferdi."


"mama tau dari mana?."


"gara-gara dia Ara capek."batin Ara.


"mama tadi dengar suara kalian."


"Oalah, kenapa nggak mama ketuk aja pintunya, kan ara bisa...." terpotong.


"bik tolong buatkan minum 2 gelas, ada tamu. Sekalian kopi untuk saya." ucap Ferdiansyah.


"siapa tamunya Ferdi?."


"teman papa ma."


"Ferdi kamu kalau mau main itu lihat kondisi istri dulu, lihat Ara kecapekan kan jadinya."


"Abang tanggung jawab, tangan Ara sakit." kesal Ara.


"salah kamu juga, Abang minta kuatkan tapi kamu lambat kali."


"mana Ara kuat, yang di urut aja besar. Pokoknya tanggung jawab."


"ya Abang tanggung jawab, kan masih di perut."


"maksudnya?." Ara bingung.


"ulu ulu bundanya lagi ngambek." mendekati Ara lalu mengusap perut Ara yang sedang duduk. Ara yang mendapat perlakuan seperti itu terkejut. Tetapi ia tidak bisa protes apabila Ara protes makan mama akan curiga dengan hubungan mereka.


"kalian berdua nggak malu apa? ngomong begitu depan mama? teriak mama Ferdiansyah mendengar pertengkaran anak dan mantunya.


"maksud mama?." Ferdiansyah bingung, sebenarnya ia mengerti arah pembicaraan mamanya tetapi ia hanya mengikuti alur cerita sedangkan Ara tidak mengerti sama sekali pembicaraan tersebut.


"udah lah mending mama ke depan, pening mama hadapin kalian berdua." pergi ke depan


"ngapain pegang-pegang?" tanya Ara protes karena Ferdiansyah memegang perutnya.

__ADS_1


"emang kenapa? nggak boleh? terserah saya dong." Ferdiansyah duduk di samping Ara.


"nggak boleh."


"kamu kan istri saya, kasih sah-sah aja kalau mau pegang, lebih dari pegang-pegang juga boleh." jawab Ferdiansyah tersenyum, Ara yang mendengarnya tidak merespon. Ia lebih baik mengerjakan pesanan tersebut dari pada mendengar perkataan Ferdiansyah.


"banyak ya pesanannya?."


"iya."


"oh, biar saya bantu. ini isiannya segini?." kata Ferdiansyah mengambil isian yang cukup banyak yang ia letakkan di kulit lumpia. Ara yang melihat menjadi protes karena ulah Ferdiansyah yang niatnya membantu malah membuat Ara menambah pekerjaannya.


"mending nggak usah di bantu bang, biar Ara aja. Abang ke depan aja temenin papa atau kerjakan yang lain gitu." kesal Ara.


"saya mau bantu kamu, biar cepat selesai." kekeh Ferdiansyah yang menggulung risol yang berantakan tersebut.


"bukan membantu, itu buat kerjaan Ara tambah, yang ada memperlama pekerjaan ara."


"kan saya baru belajar."


"belajarnya nantik aja kalau ada waktu senggang, sekarang Abang lihat aja dulu." ketika Ara sibuk dengan kerjaannya, tiba-tiba suara hp Ferdiansyah berdering.


drt .. drt....


Ferdiansyah melihat hpnya dengan wajah datar dan langsung pergi, Ara yang melihat ekspresi tersebut menatapnya dengan bertanya-tanya.


"nak, ini buat nak Ferdi tadi dia minta kopi." kata bibik meletakkan segelas kopi lalu membawa nampan berisi minum ke depan untuk tamu.


"oke bik, makasih bik."


***


"halo di.. kamu sibuk nggak?." Auristela


"tidak, kenapa Au?"


"kamu pergi ke acara nantik malam?"


"ya, kenapa Au?"


"kita bisa pergi bareng?"


"aku..."


"kalau nggak bisa bareng nggak papa kok." ucap Auristela, sebenarnya Auristela sedih ketika Ferdiansyah mengatakan sudah menikah, Ferdiansyah pernah melamar nya tetapi di tolak Auristela karena ia belum siap dan akhirnya mereka hanya TTM saja. Tetapi rasanya laki-laki dan perempuan apabila berdua tidak bisa di sebut berteman.


"Baiklah, nantik aku jemput kamu."


"terimakasih Di.. aku tutup dulu bye..."


"ya bye.." keduanya telah mengakhiri panggilan tersebut. Ketika berbalik badan Ferdiansyah terkejut melihat Ara di belakang nya.


"ngapain?"


"mau antar ini." membawa segelas kopi.

__ADS_1


"kamu udah lama di sini?"


"nggak kok, baru tiba. Ini letaknya dimana?"


"letak aja di meja." Mereka berdua sedang di luar dekat taman samping rumah, di sana tempat duduk dan meja untuk bersantai. Karena tugasnya sudah selesai Ara ingin melanjutkan pekerjaannya.


"tunggu."


"kenapa?" Ara menunggu apa yang akan Ferdiansyah ucapkan.


"nggak jadi." mendengar kalimat tersebut Ara langsung pergi dengan wajah kesal.


***


Tak terasa hari sudah menjelang sore, kedua orang tua Ferdiansyah akan pulang. Ferdiansyah dan Ara sedang di depan mengantar kedua orang tuanya.


"kalau gitu mama dan papa pulang dulu, kapan-kapan kalian berdua ke rumah." ucap mama Ferdiansyah.


"papa dan mama pulang dulu assalamualaikum." Ferdiansyah dan Ara menyalami keduanya.


"wa'alaikumussalam." ucap Ara dan Ferdiansyah serentak.


setelah orang tuanya pergi, Ferdiansyah langsung masuk tanpa menunggu Ara yang asyik melihat mobil kedua mertuanya.


"kenapa tu artis?" benak Ara melihat Ferdiansyah masuk ke rumah.


***


selesai shalat Maghrib, Ara yang masih memakai mukena sedang duduk di ruang keluarga bersama bik Tutik sambil mendengar Taksim di televisi, memang mereka sering menghidupkan televisi yang acaranya belajar tajwid. Ara yang masih fokus dengan televisi tidak mengetahui kalau Ferdiansyah lewat.


"eh nak Ferdiansyah mau kemana?" ucap bibik yang melihat Ferdiansyah memakai pakaian rapi. Mendengar perkataan tersebut Ara melihat Ferdiansyah.


"ada acara bik." Ferdiansyah melangkah pergi tanpa pamit dan mengucapkan sepatah kata kepada Ara, bibik yang melihat bingung.


Ara berdiri lalu menyusul ke depan untuk melihat Ferdiansyah yang sudah masuk ke dalam mobil. Ferdiansyah yang mengetahui Ara di depan pintu mengacuhkannya.


***


selesai belajar mengajar lalu shalat isya, Ara dan bik Tutik menikmati makan malam. Memang makan kali ini waktunya agak kemalaman. Mereka menikmati makan malam di ruang keluarga, awalnya bik Tutik menolak tetapi dengan alasan Ara tidak ada teman makan, jadi bik Tutik mau. Mereka menikmati makan malam sambil menonton TV.


"kok siarannya ini semua buk?" ucap Ara melihat Chanel semuanya sama.


"pasti ada acara artis nak Ara, yang kayak awards gitu."


"oh gitu ya bik."


"mungkin nak Ferdiansyah pergi ke sana." ucap bik Tutik, Ara yang mendengar langsung memberhentikan pencarian Chanel TV dan melihat buk Tutik. Dan Chanel yang di tampilkan adalah wajah Ferdiansyah dengan seorang wanita.


"kalau nggak percaya, lihat aja di sana nak Ara." kata bik Tutik menunjuk siaran Tv. Ara yang mendengar langsung melihat siaran tersebut dengan wajah sulit di artikan.


sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.


jangan lupa vote dan follow

__ADS_1


terimakasih 🙏🏻


__ADS_2