Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Anak


__ADS_3

"eh." ucap Ferdiansyah


"maaf mengganggu." ucap Auristela, Ara yang melihat Auristela dan juga Ferdiansyah yang sama-sama diam.


"oh ada tamu, silahkan masuk mbak."ucap Ara tersenyum agar membuat suasana hidup. Ara melangkah pergi meninggalkan keduanya. Auristela menanggapi dengan senyuman.


sepanjang jalan ke dapur Ara terus mengoceh.


"cinta lama kembali, harus gitu kayak sinetron aja saling diam, nantik tiba cewek yang satu lagi pergi baru ngomong. ehh... tunggu-tunggu bukannya cewek itu aku ya? kalau aku yang pergi berarti mereka sedang ngobrol dong. Memang parah kali artis satu ni."omel Ara mengaduk minuman.


"silahkan di minum mbak."


"terimakasih MMM..."


"Ara mbak." duduk di sebelah Ferdiansyah.


"terimakasih Ara." meminumnya.


"kalau gitu saya permisi dulu."


"kok cepat kali mbak? bukannya mbak baru tiba?"


"ya tadi saya cuma lewat saja, karena ada keperluan dekat sini jadi singgah sebentar. terimakasih minumannya Ara."


"ya mbak sama-sama."


Ferdiansyah dan juga Ara mengantar Auristela sampai di depan rumah. Mobil Auristela sudah pergi dan tinggallah merek berdua.


"kok mbak Auris pulangnya cepat banget ya?" ucap Ara bertanya kepada Ferdiansyah.


"mana saya tau." Ferdiansyah melangkah masuk ke dalam rumah.


flashback


"ada apa?"


"kamu sudah berubah di..."


"tidak ada yang berubah Au. lebih baik kita berbicara di dalam."ucap Ferdiansyah melangkah masuk.


"ada apa?"


"aku hanya ingin melihat kamu."


"sekarang sudah kamu lihat, jadi?"


"aku kangen masa kita dulu di."


"sekarang berbeda, aku sudah menikah dan sebentar lagi kamu akan menikah."


"aku ingin bilang sesuatu, pernikahan aku di batalkan." Auristela dengan nada sedih.


"kenapa?bukannya kamu ...."


ucapan Ferdiansyah menggantung karena Ara sudah datang dengan membawa minuman.


flashback off


"apa benar pernikahan Au di batalkan? kenapa jadi seperti ini." lirih Ferdiansyah di balkon kamar.


Ara yang berada di kamar asik dengan laptop. tetapi ia tidak fokus dengan laptopnya yang menayangkan film action melainkan ia mengingat kejadian yang baru saja terjadi yaitu Auristela.


"jangan-jangan mereka berdua merencanakan sesuatu." Ara sudah berlalang buana memikirkan yang tidak-tidak.


"oh tidak.... sebelum itu terjadi mending Ara cari tahu dulu, jangan sampai itu terjadi. Mana sanggup lihat wartawan sebanyak entah yang ada muka Ara di mana-mana." asik dengan pikirannya tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk.


tok tok tok


"ini saya..."terik Ferdiansyah dari tadi ketika Ara asik dengan pikirannya.


cklek...


"kenapa baru di buka?saya dari tadi di sini teriak-teriak."


"maaf Ara nggak dengar, tadi ada yang di kerjakan."

__ADS_1


"kerjakan apa?"


"kepo."


"ya ya ya.... saya mau ajak kamu keluar."


"mau ke mana?"


"keluar."


"ya keluar, tapi mau kemana?"


"jangan-jangan dia mau buang aku, kok dengarnya kayak sampah ya."batin Ara.


"jangan mikir macam-macam, saya mau cari udara segar diluar, jadi saya mau ngajak kamu supaya ada teman aja."


sesampainya mereka di tepi pantai, angin malam tepi pantai begitu sejuk, meskipun sudah malam, tetapi pengunjung begitu cukup ramai. Dari anak-anak hingga orang dewasa menikmati suasana tepi pantai tersebut.


Ara dan Ferdiansyah duduk di sebuah pondok yang dekat dengan warung yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Tetapi Ferdiansyah sama sekali tidak ada memesan makanan.


Tatapan Ferdiansyah hanya tertuju pada lautan tanpa mengeluarkan suara, sedangkan Ara sibuk dengan game smartphonenya karena di kacangin.


"sejuk."


"apa.. maksudnya?" Ara langsung menoleh ke samping karena mendengar suara Ferdiansyah.


"udaranya sejuk."


"yalah sejuk, jelas di tepi pantai." Ara mematikan smartphone nya, karena ingin mendengar apa saja yang akan di sampaikan Ferdiansyah. Jarang-jarang di bawa keluar apalagi setelah ketemu sang pujaan hati.


"kelihatannya artis satu ini lagi galau."batin Ara.


"kalau mau pesan makan atau minum silahkan, ini duitnya."ucap Ferdiansyah tanpa menoleh, ia memberikan 2 lembar pecahan 100 ribu.


"oh... kalau gitu terimakasih bang, Ara pesan dulu." melangkah pergi dengan senyuman sumringah.


"Hem."


Ferdiansyah mengingat tentang dirinya bersama Auristela, mulai dari pertemuan, saling pergi bersama dan segalanya berputar begitu saja hingga akhirnya ia menikah akibat Auristela yang tidak menerimanya.


Tanpa Ferdiansyah sadari Ara yang pergi cukup lama kembali dengan beberapa makanan yang ada di tangan kanan dan kirinya.


"kok cepat?"


"cepat dari mana? asal Abang tau Ara nunggu makanan ini lama. Ara ingatkan jangan sering melamun nantik kerasukan."


"saya nggak melamun."


"itu buktinya, katanya cepat padahal Ara pergi sekitar 15 menit." mengambil cilok


"itu apaan?"


"cilok, Abang mau? tadi Ara beli dua, ini." memberikan bungkusan cilok. Ferdiansyah menatap cilok tersebut dengan tanda tanya. "tenang aja bang, cilok nya nggak pedas kok."dengan senyuman.


mendengar kata tidak pedas, Ferdiansyah langsung melahapnya dengan menggunakan tusukan sate.


"enak."


"oh jelas enak, yang namanya cilok pasti enak. Tadi aja orang-orang pada rame beli cilok jadi Ara ikutan beli." jelas Ara dengan semangat.


"ini bang air minumnya." ucap Ara memberikan sebotol air mineral.


"terimakasih, tadi saya lihat kamu banyak beli makanan."


"iya ini masih banyak, kalau mau ambil aja bang." memperlihatkan belanjaannya. "oh hampir lupa ini balek uang tadi." memberikan uang pecahan 100 ribu dan uang 15 ribu.


"kamu simpan aja. Ngomong-ngomong belanja begini enak juga."


"kalau gitu terimakasih bang, lumayan bisa beli seblak, jangan di ragukan lagi bang. Belanja nggak perlu mewah yang penting rasa dan dengan siapa kita makan." ucap Ara dengan mengangkat kedua alisnya.


"berarti kalau makan sama saya."


"bisa di bilang tidak. Karena Ara biasa aja." asik dengan makanan lainnya. Ferdiansyah melirik Ara dengan menghela nafas.


"kamu pernah pacaran?" ucap Ferdiansyah tanpa melirik Ara di samping.

__ADS_1


"nanya sama Ara?"


"siapa lagi?"


"ya, kirain sama mbak ini." lirik Ara kepada mbak yang meletakkan teh susu pesanan Ara.


"terimakasih mbak."ucap Ara dengan senyuman.


"sama-sama mbak." dengan senyuman karena ia bertemu dengan Ferdiansyah. Mbak tersebut meminta foto.


"saya sudah punya suami mas Ferdiansyah." ucap mbak penjual tersebut dengan gembira. Ara yang mendengar tertawa.


"Hem..."ucap Ferdiansyah senyum dan mbak tersebut pergi karena akan menghantar pesanan lainnya.


"sejak kapan kamu pesan minuman itu?"


"tadi, Abang nggak fokus."


dret.... dret.....(suara hp Ferdiansyah)


"halo"


"….........."


"besok?" Ferdiansyah melirik Ara yang berada di samping yang asyik dengan cemilan sambil bermain game. "bisa kak."


"........."


"Hem.... "


Tut.


"kenapa lihat gitu?" merasa risih karena Ferdiansyah melihat dia makan.


"kamu mau punya anak nggak?" tanya Ferdiansyah


"APA?" teriak Ara dengan terkejut sambil menatap Ferdiansyah yang memasang wajah datar.


"Mak.... maksudnya?"


"kenapa bahas beginian... jangan-jangan dia bawa kesini mau melakukan sesuatu atau makanan yang aku makan di kasih obat tidur terus... akhh...."batin Ara.


Ara langsung melipat kedua tangan di bagian depan tubuhnya.


"kenapa? saya cuma nanya, apa salah saya nanya begitu?"


"bukan salah tapi.... aneh."


"kenapa tangannya."


"nggak ada." menormalkan keadaan tangannya.


"maksud saya bilang begitu, karena besok kakak saya minta tolong jagain anaknya, keponakan saya."


"oh bilang dong."


"orang mikir yang nggak-nggak jadinya."batin Ara.


"kamu mikir apa?"


"nggak ada, oh ya udah belum? udah dingin di sini."


"saya masih mau di sini, tapi gimana kita pesan kamar aja? di dekat sini ada hotel." ucap Ferdiansyah. sebenarnya ia tahu pikiran Ara dan ia ingin mengerjai gadis tersebut meskipun dengan wajah datar tetapi di dalam hati Ferdiansyah ia merasa lucu.


"lebih baik kita pulang."


"saya capek bawa mobil."


"yaudah Abang yang nginap Ara yang pulang pakai ojek."


"eh mana bisa begitu."


"bisa, karena Ara nggak mau nginap."


sekian dulu ceritanya

__ADS_1


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.


jangan lupa vote dan follow


__ADS_2