
"Rasanya sama seperti dulu." ucap Zian.Ara mengerti maksud dari perkataan Zian, iia mengatakan bahwa risoles yang Ara buat smaa seperti dulu ketika Ara beri. Ara tersenyum mengingat hal tersebut, mengingat bahwa dulu ia masih SD.
"Di makan lagi kalau enak bang Zian, mas, mbak." ucap Ara kepada semuanya. Dan mereka menganggukkan kepalanya kecuali Auristela yang tersenyum tanpa mengambilnya.
"Makan mbak."
"Maaf saya nggak makan gorengan, maaf saya makan yang lain saja." ucap Auristela segan dan mengambil makana lain sebagai tanda menghormati.
"Ya mbak nggak papa, nggak harus makan risolnya juga, yang lain kan ada juga." ucap Ara ramah, kalau gitu saya permisi ke belakang dulu semuanya.
"Nggak di sini aja Kia, bisa ngobrol bareng." cegah Zian.
"Maaf bang, soalnya ada kerjaan di belakang sedikit."
"Sini aja, kan bisa bibik yang kerjakan." ucap Ferdiansyah yang sudah muak melihat temannya simpati kepada istrinya.
Akhirnya Ara menuruti permintaan Ferdiansyah, pengen di bantah tapi ia juga pengen tahu kenapa bisa-bisanya Auristela di sini. Jiwa kekepoannya semakin menjadi-jadi.
"untung di tahan." batin Ara berserakan gembira.
Ara juga sudah melihat gerak-gerik Ferdiansyah yang tidak nyaman ketika Ara mengobrol dengan Ayana.
"Maaf nggak datang ke pernikahan kamu."ucap Zian sedikit menyesal tidak datang ke pernikahan Ferdiansyah.
"Ya bang, nggak papa."
"Abang keluar kota waktu itu, jadi nggak bisa datang ke pernikahan kamu." ucap Zian jelaskan kepada Ara, Niko dan Doni hanya bisa menjadi pendengar yang baik.
Mereka terkejut dengan cara berbicara Zian yang jarang mereka dengar. Auristela juga merasa hal tersebut, sebelumnya Zian tidak pernah berbicara seperti nada tersebut dan lebih terkesan irit.
Ferdiansyah yang mulai merasakan suasana yang berbeda ketika Ara berbicara dengan Zian langsung memutuskan pembicaraan mereka.
"hem...." deheman Ferdiansyah membuat Ara dan Zian berhenti begitu pula Niko dan Doni mengalihkan pandangannya ke Ferdiansyah.
Suasana seketika hening setelah Ferdiansyah berdehem. Auristela juga melihat perubahan dari sikap Ferdiansyah kepada dirinya, semenjak ia di sana Ferdiansyah sama sekali tidak menatap dirinya.
(iyalah Auristela, jelas dong setelah kau campakkan perhatiannya juga dan kini kau ingin di perhatikan, maaf seribu maaf bagimu."author")
"Gimana kita main games." ucap Doni memecahkan keheningan.
"Boleh juga tu... ups" ucap Ara senang dan langsung menutup mulutnya, ia ia baru sadar kalau ia sedang berada di sana bersama teman- teman Ferdiansyah.
"Santai aja Kia, ternyata bini lo asyik juga orangnya." Doni
"Dia bukan Kia, tapi Ara." koreksi Ferdiansyah
"Maaf tadi gue dengar Zian manggil bini lo Kia." ucap Doni.
"Jadi nama kamu siapa sebenarnya?" ucap Niko.
"Nama saya Kiara. Biasa di panggil Ara. Tapi biasanya pas kecil sering di panggil Kia. Tapi semenjak SMP sampai sekarang sering di panggil Ara." jelas Ara.
"Oh gitu, berarti Zian kenal kamu dari kecil dong." ucap Doni terkejut, Niko, Ferdiansyah dan Auristela menatap Ara dan juga Zian.
"Sejak kapan?" Niko
__ADS_1
"dulu...ketika aku lulus SMA dan kia masih SD. Aku kenal Kia sejak dia sering main ke rumah dan di bawa mamanya." jelas zian.
"oke sudah dulu flashback nya, kita langsung aja main gamesnya." ucap Niko setelah melihat raut wajah Ferdiansyah yang tampak tidak enak.
"oke." ucap Ara semangat.
"Keluarkan pendapat masing-masing game apa yang akan kita mainkan?" ucap Dino, sedangkan Niko asyik meletakkan kamera di sisi-sisi mereka.
"Buat apa kameranya mas?" ucap Ara melihat Niko.
"ini untuk vlog, tema hari ini adalah games." masih asyik memasang kamera.
"Jadi masuk Y*utube?"
"Iya."
"Aku ikut aja." ucap Zian.
"Tebak gambar, atau semacamnya?" Ferdiansyah
"Pilih kostume?" Auristela.
"Main kata baku?" ucap Ara, Dino dan Niko melihatnya.
"Memang agak beda istri lo Ferdiansyah, game yang menguras otak ku." ucap Dino.
"Selesai... Gue saran sih game Truth or dare, gimana?"ucap Niko setelah menyelesaikan pemasangan kamera.
"Setuju." ucap Zian dan Ferdiansyah serentak dengan semangat.
"Aku ikut aja." Auristela
"Sama ikut aja." jawab Ara.
"Baiklah, kita akan susun sesuai dengan kamera yang telah gue susun." ucap Niko yang mengeluarkan alat putar yang sudah ia bawa. Memang ia ke rumah Ferdiansyah akan melakukan sebuah vlog untuk chanelnya selain itu juga untuk silaturahmi.
Mereka melakukan pencabutan lot untuk menentukan urutan bermain. Nomor 1 Ara, 2 Auristela 3, Zian 4 Ferdiansyah 5 Dino dan 6 Niko.
"sesuai urutan yang pertama memutarkan adalah Ara." ucap Niko, ara memutar botol tersebut lalu berhenti di badan Dino.
"Truth or Dare?"
"Truth." Dino
"jujur, Kesan pertama mas Dino ketika lihat Ara apa?." ucal Ara.
"Kesan pertama.. oke kesan pertama mas lihat Ara adalah manis..dan baik." ucap Dino.
"wah... benarkah?" ucap Ara menompang dagunya dengan kedua tangannya dengan wajah penuh senyuman.
Ferdiansyah yang melihat kelakuan Ara langsung menyingkirkan tangan Ara yang membuat wajah Ara hilang penompang.
"his... dasar..." gumam Ara dengan wajah cemberut.
"oke Auristela lanjut." Dino.
__ADS_1
Ketika di putar botol mengarah kepada Zian.
"Truth or dare?"
"Truth."
"jujur, siapa selebriti wanita yang pertama membuatmu jatuh cinta?"kata Auristela.
"Nggak ada." ucap Zian tenang. ucapan Zian langsung Dino, Niko, Ara, dan Auristela menatapanya dengan tatapan tidak yakin. Ferdiansyah tidak menanggapi serius karena baginya tidak penting.
"Benaran nggak ada?" Dino memastikan.
"Ada."
"Siapa?"tanya Auristela kembali.
"Tapi dia bukan selebriti." ucap Zian
"Siapa?" ucap Niko penasaran, ara, Dino, Auristela dan Ferdiansyah tiba-tiba penasaran dengan jawaban yang akan di ucapkan Zian.
"Rahasia."
"Bukannya pilih Truth." kata Ferdiansyah tidak terima dengan jawaban Zian.
"Baiklah, dia di sini... Kia." ucap Zian. Semuanya terdiam termasuk Ara yang di sebut.
(Disini Zian panggil Ara dengan sebutan Kia)
"itu waktu dulu, sudah lama." sambung Zian.
"Jadi lo suka sama anak kecil dong dulu?" tanya Dino.
"Kalau di pikir-pikir iya juga, gue SMA dan Kia masih SD. Tapi sekarang beda, sekarang udah sama-sama dewasa. Tapi kalau di pikir-pikir umur kita bertiga samaan, jadi Ferdi bisa di katakan pedofil." ucap Zian tersenyum
"Enak aja, Dia sudah besar nggak anak-anak. Jadi sekarang masih suka?" ucap Ferdiansyah penasaran.
"jawaban habis karena pertanyaan hanya sekali dan itu pertanyaan dari Auristela." jelas Zian.
"kelihatannya ada yang cemburu nih..." goda Niko.
"Jadi Ara cinta pertama abang Zian? patutlah dulu abang sayang sama Ara, sering traktir Ara, trus..." terpotong karena Ferdiansyah.
"Trus apa lagi?" wajah Ferdiansyah kelihatan kesal.
"trus ajak Ara jalan-jalan." ucap Ara senang.
"kelihatannya ada yang tidak baik-baik saja hatinya." ucap Dino berbisik kepada Niko.
Permainan di lanjutkan karena Ferdiansyah tidak ingin mendengar lebih jauh lagi.
Sekian dulu ceritanya
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow
__ADS_1