Menikah Dengan Artis

Menikah Dengan Artis
Kartun


__ADS_3

Pekerjaan rumah sudah selesai, waktunya untuk bersantai-santai. Ara terbilang sudah dewasa tapi soal tontonan ia termasuk anak-anak. Benar, Ara memang suka kartun apalagi kartun 2 anak kembar kepala botak.


Mereka berdua nonton begitu menikmati, Hafiz dan Ara begitu serius melihat kartun yang menampilkan dua anak kembar tersebut.


Ferdiansyah hang tidak ada jadwal pagi melihat Ara yang tampak serius menonton sampai-sampai mulutnya terbuka tanpa sadar.


Ferdiansyah lalu menutup mulut Ara dengan menekan dagu Ara dan hal tersebut membuat mulutnya ara tertutup begitu pula Ara yang menatap Ferdiansyah dengan tatapan intimidasi.


"kenapa sih ganggu aja." ucap Ara, Hafiz yang mendengar atuh tak atuh melihat om dan auntynya, ia bisa menebak pasti mereka berdua akan bergelut seperti kucing dan tikus.


"kamu udah tua masih nonton beginian."


"trus harus nonton apa?harus nonton plus-plus gitu? maaf pak Ferdiansyah saya tidak seperti itu." ucap Ara langsung.


"ya nggak juga lah, yang lain kan bisa. Tentang fashion kek, berita viral kan masih banyak lagi."


"nggak, ara maunya nonton ini."


"umur aja tua tapi kelakuan kayak anak kecil."


"biar aja dari pada anak kecil kelakuan kayak orang dewasa." balas Ara yang membuat Ferdiansyah gemas, ia langsung mencubit kedua pipi Ara lalu mengacak-acak kerudung Ara.


Hal tersebut membuat Ara menjadi kesal karena ia terganggu dan tidak bisa menikmati menonton secara hikmat.


"apaan sih, ganggu tau. Lihat ini kerudung Ara jadi berantakan." kesal Ara, yang juga membalas dengan mengacak rambut Ferdiansyah. Ferdiansyah yang tidak terima membalas Ara.


Terjadilah perkelahian antara Ferdiansyah dan Ara. Sedangkan Hafiz asyik dengan tontonanya yang tidak memperdulikan om dan Auntynya.


Tapa mereka sadari penampilan tersebut sangatlah berantakan, Kemeja yang di pakai Ferdiansyah tanpa di sadari terbuka 2 kancing. Hafiz duduk di kapet sambil menonton sedangkan mereka berdua sedang berada di sofa keluarga.


Tanpa mereka sadari Kakaknya Ferdiansyah yaitu Kakak Dinda melihat mereka berdua dengan tatapan terkejut. Dinda langsung berlari menuju ke arah adiknya lalu memukul pundak Ferdiansyah cukup keras. Gema sedang di luar mengambil barang untuk adik iparnya.


Dinda melihat Ferdiansyah yang tampak memaksa Ara yang berada di sofa dan mereka melihat Ara yang berusaha menolaknya. Tapi hal tersebut salah paham dari penglihatan Dinda yang melihatnya dari kejauhan.


Plak...


"Aduh." teriak Ferdiansyah, Ara terkejut begitu pula dengan Hafiz.


"mama." ucap Hafiz.


Suara tersebut keras yang membuat mereka berdua terdiam sesaat. Ara sesegera mungkin membereskan penampilannya karena jilbabnya sudah tidak karuan.


"Kamu itu ya, kalau mau itu di kamar bukan di sini." cerocos kak Dinda. "kamu nggak lihat ada anak kakak disini, dan Ara juga udah nolak tapi di paksa juga." lanjutnya,


"maksud kakak apaan sih, aku tu nggak ngapa-ngapain kok."


"kenapa yang?" ucap Gema yang tiap sambil menenteng paper bag di tangannya.


"Tuh lihat, Ferdiansyah maksa Ara di sini, padahal ada Hafiz." menunjuk Ferdiansyah. Gema terkejut melihat penampilan Ferdiansyah karena baju kemeja miliknya sudah terlepas 2 kancing.


ucapan kakaknya tersebut membuat Ferdiansyah terkejut dengan kesalahan pahaman yang kakaknya lihat, tapi hal tersebut membuat Ara menang.

__ADS_1


"Ya kak, abang duku yang mulai kak, dia yang ganggu padahal Ara sama Hafiz lagi nonton berdua."


"kamu juga." ucap Ferdiansyah


"Udah, kamu memang ya. Mentang-mentang sudah sah tapi nggak tau tempat, bereskan penampilan kamu."


"Hem."


***


"Bukannya kakak nantik sore jemputnya."


"kalau kakak nggak datang kamu pasti sudah gituan depan anak kakak."


"kakak salah paham, tadi aku sama Ara cuma main doang."


"Main tapi..."


"sudahlah yang."


"Tadi aunty sama om Ferdi kelahi ma, soalnya om ferdi yang duluan, jadi saling jambak rambut."


"Dengar kata Hafiz." ucap Ferdiansyah.


"benar hafiz, ara."


"ya ma, mbak." mereka serentak


"Lagian aku kalau gitu, lihat tempat juga kak." ucap Ferdiansyah yang membuat Ara menatatap tidak percaya.


"sudah jangan di bahas, di sini ada anak kecil."


Gema memberikan oleh-oleh kepada Ara dan Ferdiansyah, ara dan juga Dinda membereskan tas milik Hafiz.


"Terimakasih banyak Ara sudah jagain anak mbak."


"Ya mbak sama-sama."


"maaf kalau Hafiz buat kamu kerepotan."


"nggak kok mbak, malah Ara senang ada teman."


"kamu nggak ada rencana ikut program hamil?" ucap Dinda membuat Ara terkejut.


"Belum mbak, tapi kalau rezeki alhamdulillah."ucap Ara tersenyum.


"Ya, mbak dulu dapat Hafiz juga lama, yang penting usaha dan berdoa."


"ya mbak."


"Gimana mau hamil, usaha nya aja nggak ada. Jangan itu tidur aja kami pisah mbak." batin Ara.

__ADS_1


"terimakasih Ferdi, ara udah jaga anak kakak."


"ya mbak, kak."


"kalau gitu kami pulang, assalamualaikum." ucap Gema, Hafiz langsung menyalami Ara dan juga Ferdiansyah.


"waalaikumussalam mas, mbak." ara


"waalaikumussalam kak, mas." Ferdiansyah


***


Sore hari Ara juga menikmati film kartun tapi kali ini Ferdiansyah tidak ada mengganggu dirinya. kartun kali ini adalah super hero yang berasal.dari negara sebelah, Ara menyukainya karena cara berbicara mereka dan kelakuan kartun tersebut.


Beberapa kali Ara tertawa melihatnya meskipun sudah berulang-ulang episodenya di ulang sampai-sampai Ara hafal dengan dialognya. Memang humor Ara sebatas itu apalagi ia mendengar alien tersebut promosi belanja yang tidak masuk akal.


Sedang asyik menikmati kartun tersebut tiba-tiba saja tv di depannya mati. Ara langsung menoleh ke belakang dan ia melihat Ferdiansyah berdiri sambil memegang remote.


"Bukannya nyambung suami pulang, malah asyik nonton hijau-hijau." langsung duduk di sofa ruang keluarga.


"Biasanya nggak ada sambut, menyambut."


"mulai sekarang biasakan." ucapnya Ferdiansyah.


"Selamat datang di rumah pak Ferdiansyah, ada yang bisa saya bantu. Bapak ingin minum. atau makan?" ucap Ara formal dengan gaya seperti spg. Ferdiansyah yang melihat menatapnya datar.


"Buakn seperti itu."


"maunya gimana sih?ini salah, itu salah." kesal Ara, Ferdiansyah berdiri dari tempat duduknya lalu menghampiri ara. Ntah sadar atau tidak Ferdiansyah sudah berada di depan Ara dengan wajah yang berbeda.


Ara menatap Ferdiansyah dengan was-was ia sudah menyiapkan ancang-ancang apabila Ferdiansyah melakukan sesuatu.


Ferdiansyah menatapnya tanpa berbicara, posisi mereka juga berdekatan saling berhadapan.


"Apa dia mau kuatkan Jilbab aku lagi." batin Ara.


Tanpa Ara dan Ferdiansyah sadari, ia memberikan kecupan di kening Ara. Hal tersebut membuat mereka berdua seketika terdiam.


Ferdiansyah juga masih menatap Ara dengan wajah yang mulai sadar dengan apa yang ia lakukan. Ara masih mematuhi atas kejadian yang hanya beberapa detik tersebut, rasanya begitu lama bagi Ara.


"Saya ke kamar dulu." ucap Ferdiansyah dingin, Ara menjawab dengan mengangguk. seketika suasana di ruang keluarga menjadi awkward.


Ayaan memegang dari yang baru saja di cium oleh Ferdiansyah.


"apa dia sakit." batin Ara masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Sekian dulu ceritanya


ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.


jangan lupa vote dan follow

__ADS_1


__ADS_2