
Ferdiansyah turun dengan tergesa-gesa, tanpa melihat kiri kanan, sambil menenteng tas dan juga sendal santai.
"om Ferdi mau kemana?"
"eh? kamu mau kemana?"
"mau keluar."
"sama siapa?"
"sama aunty."
"aunty ya ke mana?"
"aunty ke belakang katanya ada yang mau di ambil." hafiz dengan cadel.
"kok masih di sini om?"
"emangnya nggak boleh."
"boleh sih."
Ara datang dengan membawa botol minum dan juga tas. Ara melihat Ferdiansyah dengan tanda tanya, Ferdiansyah yang di tatap cuek saja, dan duduk di sofa.
"ayo, hafiz."
"ayo aunty."
"mau kemana?" tanya Ferdiansyah dengan cepat, padahal Ara ingin meminta izin keluar kepada dirinya tetapi Ferdiansyah langsung melayangkan pertanyaan yang membuat dirinya seperti laki-laki yang overprotektif.
"oh Ara mau izin keluar sebentar sama hafiz ke taman."
"ngapain ke taman." tanya sedikit cuek sambil memainkan hpnya, padahal ia hanya membolak-balikkan layar depan.
"main om."
"saya ikut."
"eh...." terkejut Ara karena Ferdiansyah langsung berdiri dan berjalan melewati mereka berdua.
"kamu jadi pergi atau tidak?" kata Ferdiansyah sudah di ambang pintu, ia sadar bahwa mereka berdua tidak mengikuti dirinya.
"jadi." ucap Ara.
***
Suasana taman memang di katakan tidak cukup ramai tetapi tidak sepi juga. Tamannya tidak jauh dari rumah mereka dan di taman ini juga banyak penjual kaki lima yang menjajakan makanan mulai dari siomay, batagor, cilok, dan masih banyak lagi dari makanan yang viral sampai makanan jadul.
Ferdiansyah yang memang banyak yang kenal, jadi ada beberapa orang yang meminta fotonya dan juga ada beberapa dari mereka tidak ingin mengganggu Ferdiansyah karena menurut mereka Ferdiansyah memerlukan privasi. Mereka melihat dari Ferdiansyah membawa istri dan juga keponakannya bermain di taman.
sebagian orang senang dan juga ada beberapa orang yang tidak suka. Namanya aja artis pasti ada netizen, maka dari itu tidak boleh menirunya 🤣🤣🤣.
selain makanan, di taman itu juga menyediakan beberapa alat berkendaraan bersantai seperti sekuter, sepeda dan masih banyak lagi.
__ADS_1
"aunty, hafiz mau main itu." hafiz menunjuk sekuter.
"oke, kita ke sana." ucap Ara senang, Ara dan hafiz meninggalkan Ferdiansyah yang tampak diam karena tidak di ajak.
"kalau begini lebih baik di rumah." ucap Ferdiansyah lirih dengan nada kesal.
hafiz asyik dengan sekuter nya sedangkan Ara asyik mengobrol dengan mantan ibu bosnya, tetapi mata Ferdiansyah menyipit karena ia penasaran dengan siapakah Ara berbicara. Ferdiansyah juga melihat anak-anak yang usianya hampir sama dengan hafiz menghampiri wanita paruh baya dan juga Ara.
"nggak asing." ucap Ferdiansyah mengingat-ingat, dan akhirnya ia ingat siapa anak tersebut. "oh itu bukannya anak duda, nggak salah lagi." Ferdiansyah langsung menghampiri Ara tetapi terhalang sebab ada ada pengunjung yang meminta foto bersama dirinya.
***
"assalamualaikum Bu." ucap Ara mencium tangan Bu Santi.
"wa'alaikumussalam Ara." ucap ibu Santi dengan senang. Benar Bu Santi adalah mamanya adnan dan juga mantan ibu bos dari Ara. Ibu Santi juga pernah mengatakan bahwa ia ingin menjodohkan Ara dengan anak kandungnya.
jadi Bu Lia dan Bu Santi adalah besanan. Bu Lia adalah mamanya indah sedangkan Bu Santi adalah mamanya yoga. indah dan yoga suami istri yang telah meninggal akibat kecelakaan dan meninggalkan seorang putri bernama Khanza.
sekarang Khanza di rawat oleh Adnan atas permintaan kakaknya, selain Adnan yang menjaga sesekali ibu Lia dan juga bu Santi menolongnya.
"apa kabar ibu?"
"Alhamdulillah baik Ara."
"oma-oma." ucap Khanza di samping Bu Santi memegang baju Omanya. Ara yang melihat seorang anak kecil langsung melihatnya. Matanya terkejut karena anak tersebut adalah Khanza.
"Khanza." ucap Ara, sedangkan Khanza yang mendengar langsung melihat Ara.
"unda." ucap Khanza, ibu Santi yang mendengar bingung.
"iya unda, anza ain Ama Oma di cini." ucap Khanza memeluk Bu Santi.
"sama Oma? bukannya Oma Khanza Oma Lia?" ucap Ara bingung, setau nya Oma Khanza adalah Bu Lia apakah Khanza salah orang atau Bu Santi adalah mama dari bang Adnan, itulah yang di pikiran Ara saat ini.
"ibu juga Omanya Khanza, Ara. Ibu mama dari papanya Ara. Kamu kok bisa tau cuci ibu?"
"Rumah Ara dekat dengan Khanza Bu, Khanza juga sering main ke rumah."
"Tadi ibu dengar Khanza panggil kamu bunda, apa nggak papa?"
"ya Bu, nggak papa, Ara juga senang di panggil bunda."
"apa suami kamu nggak marah?" ucap Bu Santi tidak enak.
"suami? oh nggak papa kok Bu." bingung karena sebelumnya Ara tidak ada membicarakan hal tersebut kepada Ferdiansyah, tapi kalau dia bicarakan apakah di respon.
"palingan dia bilang terserah kamu, bukan urusan saya."batin Ara membayangkan Ferdiansyah berbicara seperti itu.
"aunty....."teriak hafiz menghampiri Ara, begitu pula dengan Ferdiansyah yang lolos dari fansnya.
sekarang hafiz dan Ferdiansyah berada di samping Ara, Bu Santi yang melihat senang karena Ara tampak bahagia tetapi ia masih bertanya siapakah anak laki-laki yang hampir sebaya dengan cucunya.
"apakah dia anaknya Ferdiansyah?"batin Bu Santi.
__ADS_1
"hafiz salam dulu sama Oma Santi." ucap Ara, dan saja hafiz menyalami Bu Santi.
"ucap apa?" kata Ara
"assalamualaikum Oma." ucap hafiz dengan sedikit cadel sama seperti Khanza.
"Temannya nggak salam?" hafiz menyalami Khanza, Khanza terlihat malu-malu tetapi hafiz biasa saja.
"masih lama?" ucap Ferdiansyah berbisik kepada Ara.
"apaan sih." balas Ara berbisik juga, takut terdengar oleh Bu Santi, memang kalau di lihat Ferdiansyah seperti suami yang sedikit posesif.
"kalau gitu Ara balik ya Bu."
"oh ya Ara, ibu juga mau balik."
"kalau gitu bareng aja Bu."
"boleh."
"hore ulang Ama unda..." ucap Khanza dengan girang.
hafiz, Khanza, ibu Santi dan Ara saling jalan bersama. Sedangkan Ferdiansyah di tinggal begitu saja.
"Khanza....." teriak seorang laki-laki yang berada di taman dengan pakaian kerja. semuanya berbalik ke arah suara tersebut.
laki-laki tersebut adalah Adnan yang baru saja pulang kerja, sesampainya di rumah ia membuka hp dan mamanya bilang bahwa mereka berada di taman.
Adnan menghampiri mereka, dan adnan tampak memberikan senyuman kepada mereka. Ferdiansyah yang melihat senyuman Adnan kepada Ara menjadi kesal padahal adnan memberikan senyuman untuk Ferdiansyah juga.
"sudah pulang nak?"
"sudah ma, tadi Adnan lihat pesan mama jadi langsung ke sini."
"pa." menarik-narik baju Adnan, dan Adnan langsung menggendongnya.
"anza ada kawan Balu." bisik Khanza di gendongan Adnan.
"siapa?" melihat sekeliling dan mata Adnan tertuju pada anak yang berada di sebelah Ara.
"dia?" ucap Adnan menatap hafiz, Khanza langsung mengangguk.
"siapa namanya jagoan?" ucap Adnan sedikit menunduk.
"hafiz om." dengan suara khas anak-anak yang berani. Dan memberikan salam kepada Adnan, Adnan yang melihat tersenyum karena hafiz memiliki sopan santun.
"pintarnya, siapa yang ajarkan?"
"Aunty Ara." ucap hafiz tersenyum, mendengar ucapan hafiz semua tersenyum. Tetapi tidak dengan Ferdiansyah yang wajahnya kelihatan kesal.
kau membuat ku kesal tiba-tiba aku melayang terbang ke awan awan..... 😀😀😀 begitu suasana hati Ferdiansyah saat ini.
Sekian dulu ceritanya
__ADS_1
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow