Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 13. Tak sengaja dengar


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Tidak sengaja dengar




"Tidak perlu ragu, katakan saja siapa yang kamu curigai Alden!" pinta Queen.


"Baiklah nona, sebenarnya saya itu mencurigai.." ucapan Alden terpotong karena ponsel milik Queen berbunyi.


Drrtt drrtt


"Sebentar, saya angkat telpon dulu. Ini dari suami saya," ucap Queen.


"Baik nona!" ucap Alden patuh.


Queen langsung beranjak pergi dari sana untuk mengangkat telpon suaminya, sedangkan Alden tetap diam di tempat menunggu Queen sampai selesai telponan. Akan tetapi, Alden malah tak sengaja bertemu dengan Fritzy yang baru kembali dari toilet dan tampak celingak-celinguk.


Alden tersenyum, ia memanfaatkan kesempatan kali ini untuk bertanya lagi pada Fritzy tentang siapa ayah dari bayi di dalam kandungannya. Sejak lama ia memang penasaran tentang itu, dan ia akan terus mencari tahu sendiri dengan bertanya pada Fritzy secara langsung.


"Fritzy tunggu! Saya mau bicara sama kamu, ayo kita ke belakang sekarang!" ucap Alden memaksa.


"Ih apaan sih? Tadi aku lihat ada mbak Queen, dia kemana ya?" tanya Fritzy.


"Nona Queen sedang mengangkat telpon dari bos Jeevan, kamu sebaiknya ikut saya sekarang karena ada yang ingin saya tanyakan ke kamu!" ucap Alden.


"Gak mau ah, palingan kamu juga cuma mau tanya hal yang gak penting!" tolak Fritzy.


"Ini penting Fritzy, aku mau tau sesuatu tentang kamu. Ayo ikut aku sekarang, sebentar aja kok!" paksa Alden.


"Aku gak bisa ikut kamu, aku mau ketemu mbak Queen aja. Sana ah kamu kerja aja!" ujar Fritzy.

__ADS_1


Namun, Alden menahan Fritzy dengan cara mencekal lengan wanita itu. Fritzy tampak meringis kesakitan saat tangannya itu dicengkeram kuat oleh Alden, tapi tak membuat Alden sama sekali perduli dan malah menariknya secara paksa untuk pergi dari sana dengan cepat.


Mereka tiba di belakang markas yang agak sepi itu, Alden langsung memojokkan tubuh Fritzy ke tembok dengan dua tangan yang masih digenggamnya. Alden menatap tajam ke arah wanita itu yang membuat Fritzy berdebar kencang, Fritzy sangat cemas dengan perlakuan Alden padanya saat ini.


"Al, kamu tuh mau apa sih? Jangan macam-macam ya atau aku teriak nih!" ucap Fritzy ketakutan.


"Siapa yang mau macam-macam sama kamu? Aku tuh cuma pengen tanya ke kamu, tapi tolong kamu jawab yang jujur ya Fritzy!" ucap Alden tegas.


"Emang kamu mau tanya apa lagi sih Alden? Soal anak di kandungan aku ini?" ujar Fritzy.


Alden mengangguk, "Ya betul, itu kamu tau. Aku pengen tanya, siapa ayah dari anak kamu ini?" ucapnya.


"Kenapa sih kamu mau tau banget soal ini? Bisa gak kamu gausah kepo gitu?" heran Fritzy.


"Gak bisa Fritzy, aku selalu kepikiran tentang ini. Aku bingung aja gitu kenapa kamu bisa hamil, sedangkan selama ini kamu tuh gak pernah punya hubungan sama laki-laki," ucap Alden.


"Kamu aja yang gak tahu, aku punya pacar kok. Jadi, anak ini ya anak pacar aku. Udah deh kamu jangan banyak tanya lagi!" ucap Fritzy berbohong.


"Siapapun pacar aku itu bukan urusan kamu Alden, kamu gak perlu tahu!" ucap Fritzy.


"Aku yakin kamu bohong Fritzy, pasti ini bukan anak pacar kamu kan?! Gak mungkin kamu punya pacar karena selama ini kamu disini, apa jangan-jangan anak ini anaknya bos Jeevan?" tebak Alden.


Deg!


Fritzy melongok lebar mendengar tebakan Alden, ia sedikit cemas karena Alden sudah berhasil menebak siapa ayah dari anaknya. Tetapi, Fritzy mencoba untuk tetap tenang agar Alden tidak curiga dan menyangka kalau tebakannya salah. Tentu Fritzy tak mau siapapun termasuk Alden mengetahuinya.


Sementara itu, Queen yang sedang mencari Fritzy serta Alden tak sengaja malah mendengar apa yang diucapkan Alden barusan. Ya Queen sontak langsung terperangah tak percaya dengan tebakan pria itu mengenai ayah dari anak di dalam kandungan Fritzy yang ternyata adalah Jeevan.


"Apa-apaan ini? Kenapa bisa Alden mengira Jeevan lah ayah dari anaknya Fritzy?" gumam Queen dalam hati.



__ADS_1


Disisi lain, Lova tersenyum lebar melihat kehadiran Arul di kampusnya. Ia berjalan perlahan mendekati pria itu yang sudah menunggu di dekat mobilnya, tampak kalau Lova memang sangat bahagia dengan keberadaan Arul disana, entah kenapa ia selalu nyaman saat berada di dekat pria itu.


"Hai Rul!" sapa Lova dengan lembut dan lambaian tangan perlahan.


Arul sontak menoleh ke arahnya, "Eh nona, hai juga nona!" ucapnya sambil tersenyum.


"Hadeh, lu kenapa masih panggil gue nona sih? Kan gue udah pernah bilang, panggil nama aja kali biar lebih akrab kita! Lagian kita itu kan seumuran, enakan juga dipanggil nama," ucap Lova protes.


Arul tersenyum tipis, "Mana bisa begitu nona Lova yang cantik dan manis? Saya ini kan pengawal, jadi gak sopan dong kalau saya panggil kamu pake nama aja," ucapnya sembari mencolek pipi gadis itu.


"Ish, berani banget lu sentuh muka gue. Giliran disuruh panggil nama aja gak berani, dasar cowok aneh!" sentak Lova.


"Maaf nona, kalau untuk itu saya memang tidak bisa tahan. Habisnya wajah nona itu imut banget, saya jadi pengen cubit kamu deh," ujar Arul.


Lova memutar bola matanya sembari membuang muka, ia berusaha menutupi kemerahan di wajahnya akibat perlakuan yang diberikan oleh pria itu padanya. Lambat laun bersama, membuat Lova mungkin mulai tertarik pada pria itu dan ingin mengenalnya lebih jauh.


Arul sendiri juga merasakan perasaan yang aneh saat berdua dengan nona nya itu, ia seperti tak ingin berjauhan darinya sejak saat ini. Arul pun tersenyum dan membuka mobil serta mempersilahkan Lova untuk masuk, Arul mempunyai rencana yang telah ia susun untuk bisa mengajak gadis itu jalan-jalan.


"Non, silahkan masuk! Saya ada tempat yang indah banget loh non, pasti nona mau kan saya bawa kesana sekarang?" ujar Arul.


"Hah? Lo mau bawa gue kemana ih? Mulai nakal ya lu sekarang? Emang lu gak takut dimarahin sama bokap gue?" ucap Lova.


"Buat apa saya takut nona? Kan saya cuma ajak nona keliling-keliling, bukan untuk melukai nona. Ya tapi kalau nona tidak mau, saya juga gak maksa sih non," ucap Arul.


Lova tersenyum dan mendekati pengawalnya itu, "Iya iya, gue mau. Gue penasaran juga kemana lu mau bawa gue," ucapnya.


"Terimakasih nona," ucap Arul tersenyum senang.


Lova langsung masuk ke mobilnya dan duduk disana, Arul pun mengikuti dengan perasaan ceria karena ia tak mengira jika ternyata nona nya itu mau ikut dengannya pergi menuju tempat indah yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2