Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 22. Tak berkutik


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Mau berkata apa lagi




Jeevan pun mengernyit heran, "Kenapa begitu? Saya kan ayah dari anak kamu, wajar dong kalau saya perhatian sama kamu?" ucapnya.


"Iya sih bos, tapi disini kan posisinya bos itu udah jadi suami orang. Saya gak mau terjadi kesalahpahaman nanti," ucap Fritzy.


"Tenang aja, gak akan ada yang salah paham kok Fritzy. Kamu gak perlu panik kayak gitu, ini semua saya lakukan juga demi kebaikan kamu dan calon anak kita," ucap Jeevan membelai rambut Fritzy.


"Ta-tapi bos—"


"Sssttt, tidak usah tapi tapi! Kamu diam saja, menurutlah dengan saya!" sela Jeevan memotong ucapan wanita itu.


Fritzy reflek menoleh menatap kedua mata pria di sebelahnya dari jarak yang sangat dekat, keduanya pun sama-sama terdiam saling mengamati satu sama lain. Karena gairahnya mencuat, Jeevan pun mengecup bibir Fritzy secara tiba-tiba sembari menahan tengkuknya.


"Mmhhh.." Fritzy berusaha berontak, tetapi tenaganya kalah kuat.


Praangg


Tiba-tiba saja, suara benda terjatuh terdengar di telinga keduanya. Jeevan pun melepas ciumannya dan menatap ke arah asal suara tersebut, mereka sangat syok saat menemukan Aulia bersama Victor berdiri di depannya saat ini. Tentu saja Jeevan merasa cemas, ia khawatir Aulia akan menceritakan semua itu ke Queen nantinya.


Ya rupanya suara tadi berasal dari botol minum yang dibawa Aulia, botol itu jatuh ke lantai akibat Aulia terkejut setelah menyaksikan peristiwa dimana Jeevan dan Fritzy saling bercumbu. Sebelumnya Aulia memang datang ke rumah sakit itu untuk berobat, sebab Aulia sedang mengalami demam dan Victor pun sangat khawatir padanya.


"Jev, lu apa-apaan sih? Gue gak nyangka sumpah sama kelakuan lu di belakang Queen, tega banget ya lu!" ujar Aulia seraya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Jeevan terdiam tak berkutik, sedangkan Fritzy sudah menjauh darinya karena benar-benar bingung harus melakukan apa saat dipergoki oleh sahabat dari Queen itu. Fritzy sungguh tak menyangka jika semua ini akan terjadi, ketakutan yang ia rasakan sebelumnya kini justru menjadi nyata.


"Sial! Kenapa bisa ada Aulia sih disini? Bisa gawat nih kalau dia lapor ke Queen!" gumam Jeevan dalam hati.


Lalu, Aulia dengan tampang emosi maju mendekat ke arah Jeevan dan Fritzy disana. Victor berusaha menahan adiknya itu, tetapi Aulia yang sudah terlanjur emosi pun tidak bisa menahan diri dan tetap melangkah maju mendekati Jeevan untuk memberi pelajaran pada pria itu.


"Dari awal gue udah curiga sama lu, makanya gue benar-benar gak setuju waktu tau lu nikah sama Queen!" geram Aulia. "Dan sekarang, kecurigaan gue itu terjadi. Lo selingkuh sama sekretaris lu sendiri Jeevan!" sambungnya.


"Tahan Aulia, kamu jangan asal bicara begitu! Saya dan Fritzy tidak selingkuh, kami—" ucapan Jeevan terhenti karena Aulia memotongnya.


"Kalian apa? Lo masih ngelak dan bilang gak selingkuh sama wanita ini? Terus tadi ngapain kalian ciuman di tempat umum kayak gini, ha? Benar-benar gila ya kalian!" sela Aulia penuh emosi.


"Bukan begitu Aulia, tolong kamu dengarkan dulu penjelasan saya biar kamu gak salah paham!" ucap Jeevan.


"Penjelasan apa lagi sih? Semua udah jelas, lu selingkuh dan lu gausah ngelak deh!" sentak Aulia.


Jeevan menepuk jidat berupaya mencari cara agar Aulia tidak melaporkan kejadian itu kepada Queen, tentunya Jeevan tak ingin hubungannya dengan Queen rusak karena laporan yang dibuat Aulia. Lelaki itu pun mencoba memohon pada Aulia untuk merahasiakan semua ini dari Queen.


Aulia terdiam, tetapi sesaat kemudian ia menyeringai dan menggelengkan kepala yang menandakan ia tidak akan pernah mau menuruti permintaan pria itu.




Dinda terbangun dari tidurnya dengan merasa pusing yang amat sangat pada bagian kepala serta nyeri di area pinggulnya, ia mencoba bangkit dan terduduk di atas ranjang sembari terus memegangi keningnya yang terasa pusing itu. Dinda juga berusaha mengingat kembali apa yang terjadi padanya, dan saat itu juga ia syok karena tahu tadi Tom datang ke apartemennya bersama Ariana.


Sontak Dinda sangat panik, apalagi ia sadar kalau saat ini pakaian yang ada di tubuhnya bukanlah pakaian sebelumnya. Ia pun mengira jika Tom telah melakukan sesuatu padanya, seketika Dinda memeluk kedua lututnya dan menangis sesenggukan menyesali kebodohan dirinya yang dengan mudah dijebak oleh Tom.


"Hiks hiks, kenapa aku bodoh banget sih? Ini semua salah aku, sekarang aku udah kotor dan gak pantas lagi buat mas Erick!" lirih Dinda.

__ADS_1


Ceklek


Tiba-tiba saja seseorang membuka pintu kamarnya dan membuat Dinda ketakutan, wanita itu mundur sembari berusaha menutupi dirinya menggunakan selimut karena khawatir yang datang adalah Tom. Dan benar saja, memang Tom lah yang masuk kesana membawakan sepiring makanan serta segelas minuman untuk Dinda.


"Hai Dinda! Syukurlah kamu sudah bangun, nih aku ada makanan buat kamu sayang!" ucap Tom menaruh nampan di meja dan mendekati Dinda yang masih bersembunyi.


"Kamu gausah takut, aku gak ada niat jahat kok. Aku cuma gak pengen kamu telat makan, nanti anak kita itu bisa kenapa-napa loh," sambungnya yang kini sudah terduduk di pinggir ranjang.


Dinda dengan perlahan membuka matanya dan menatap Tom yang sudah berada sangat dekat dengannya, sontak Dinda semakin gemetar ketakutan saat melihat Tom tersenyum ke arahnya sambil berusaha menyentuh tubuhnya. Dinda pun mati-matian menepis tangan lelaki itu.


"Jangan sentuh aku! Kamu pergi sana, aku gak mau lihat kamu disini!" sentak Dinda.


"Loh loh, kamu kenapa sih Dinda? Aku gak ada niat jahat loh sama kamu, aku cuma antar makan siang buat kamu. Pasti kamu lapar kan sayang? Anak kita juga kayaknya udah lapar deh," ujar Tom.


Dinda menggeleng, "Aku gak lapar, udah sana kamu keluar dan jangan ganggu aku!" ucapnya tegas.


"Kamu itu sebenarnya kenapa sih? Apa yang udah aku lakuin emang sampai kamu setakut ini sama aku sayang?" tanya Tom keheranan.


"Kamu gausah pura-pura deh, aku tahu kok kamu tadi pasti lakuin sesuatu kan ke aku!" sentak Dinda.


Tom mengernyit heran, "Hah? Aku gak ngelakuin apa-apa loh, selama kamu tidur aku di luar siapin makanan buat kamu," ucapnya mengelak.


"Kamu kira aku bakal percaya? Tadi kamu kan yang udah bius aku? Pasti kamu punya niat buruk sama aku, ya kan?" ucap Dinda.


Tom menggeleng sambil tersenyum, "Kamu itu ngasal aja kalo bicara, aku gak kayak gitu. Aku sayang sama kamu, mana mungkin aku tega nyakitin kamu?" ucapnya.


Namun, Dinda tak semudah itu percaya. Ia pun membuang muka dan tidak lagi bicara pada pria di hadapannya, sungguh Dinda sangat membenci Tom meskipun Tom selalu saja mengelak kalau dia tidak melakukan apapun padanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2