
#Terjebak Gairah Sang Mafia 3
Sangat malu
•
•
Plaaakk
Fritzy yang kesal reflek menampar wajah Alden dengan kerasnya sampai meninggalkan bekas merah, sontak lelaki itu merintih sembari memegangi pipinya dan menatap Fritzy dengan bingung. Sebenarnya Fritzy hendak melontarkan kalimat marah, tetapi tiba-tiba ia malah kembali merasa mual.
"Kok kamu tampar aku sih? Apa salahnya kalau aku bicara begitu? Toh kamu emang kelihatan dekat banget sama bos Jeevan," ujar Alden.
"Huweekkk huweekkk.." Fritzy yang sudah tak kuat langsung memilih pergi meninggalkan Alden menuju kamar mandi.
"Loh Fritzy, tunggu!" teriak Alden sembari mengejar wanita itu ke toilet karena penasaran.
Fritzy langsung memasuki kamar mandi dan mengeluarkan segala muntahannya ke dalam wastafel, ia menyalakan keran untuk membersihkan itu semua serta mulutnya. Fritzy menatap sekilas kaca di kamar mandi itu, ia benar-benar hidup dalam kesusahan karena harus berjuang merawat anak dari bosnya seorang diri.
Setelah dirasa lega, Fritzy pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas. Namun, ia kembali berhadapan dengan Alden yang rupanya menunggu di depan kamar mandi itu karena ingin tahu apa sebenarnya yang sedang menimpa Fritzy. Tentu saja Fritzy terlihat kaget dan kebingungan sendiri.
"Fritzy, kamu itu sebenarnya kenapa sih? Belakangan ini aku lihat-lihat kamu sering banget muntah, apa yang kamu alami sebenarnya? Gak mungkin cuma masuk angin kan?" tanya Alden.
Deg!
Fritzy yang gugup terlihat gemetar dan bingung saat hendak menjawab, sedangkan Alden terus mencecarnya dengan tatapan tajam yang membuat Fritzy semakin grogi. Tidak mungkin tentunya Fritzy menceritakan mengenai kehamilannya pada Alden, karena pasti lelaki itu akan sangat syok.
"Eee a-aku..."
"Hey kalian!" tiba-tiba saja Reza, anak buah Queen yang kini bergabung di bisnis Jeevan muncul dan mengagetkan keduanya.
"Hah? Ngapain lu manggil-manggil kita? Gak lihat apa kita lagi bicara berdua kayak gini?" tanya Alden.
__ADS_1
"Santai bro santai! Gue mau sampein perintah bos Jeevan, katanya kita semua disuruh kumpul di belakang mau ada pengarahan!" jawab Reza.
"Ohh, yaudah nanti gue sama Fritzy nyusul. Lu duluan aja sana, atau panggil yang lain!" ujar Alden.
"Oke deh, jangan lupa loh ya buat datang kesana!" ucap Reza mengingatkan lagi.
Alden mengangguk pelan, lalu Reza pun pergi dari sana meninggalkan mereka berdua untuk memanggil karyawan yang lainnya. Sedangkan Fritzy berniat pergi untuk menghindari Alden, tetapi Alden yang sadar langsung mencekal lengan wanita itu karena tidak ingin membuat Fritzy pergi.
"Kamu mau kemana sih Fritzy? Pertanyaan aku belum kamu jawab loh," ucap Alden.
"Itu pertanyaan yang gak perlu dijawab, karena kamu sendiri kan sudah tau alasannya. Aku hamil Alden, apa kamu lupa? Waktu itu kamu sendiri yang mengantarku ke rumah sakit," ucap Fritzy tegas.
Alden melongok lebar, bisa-bisanya ia baru ingat akan hal itu padahal dahulu ia lah yang mengantar Fritzy ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya. Alden pun merasa malu pada Fritzy, ia memalingkan wajahnya dan tidak dapat berkata apa-apa, sedangkan Fritzy tampak pergi begitu saja.
"Bodoh banget sih saya! Kok bisa saya lupa kalau Fritzy lagi hamil? Pasti Fritzy kesal banget sama saya, ah dasar payah!" gumam Alden kesal sendiri.
Akhirnya Alden juga pergi dari sana menyusul Fritzy, ia kini ingat kalau seharusnya ia menanyakan siapa ayah dari anak yang dikandung Fritzy, dan bukan bertanya mengenai kondisi wanita itu. Namun, ia terlambat sebab Fritzy sudah melangkah jauh menemui bosnya di belakang tempat itu.
•
•
Sesampainya di rumah, Jeevan langsung masuk ke dalam mencari istrinya. Akan tetapi, ia malah melihat teman-teman Queen yang masih berada disana dan tengah asyik berkumpul. Jeevan pun menghampiri mereka untuk menanyakan dimana istrinya, ya Jeevan sudah tidak tahan ingin bermain dengan sang istri disana.
"Hey kalian!" Jeevan memanggil ketiga gadis itu dan mereka kompak menoleh ke arahnya.
"Eh Jeevan?" ketiganya tampak terkejut melihat Jeevan yang sudah pulang dan berada di dekat mereka saat ini.
"Kebetulan lu udah pulang, sorry ya kita kesini gak kasih kabar ke lu dulu?" ujar Aulia.
"Iya Jev, soalnya kita bertiga ini kangen banget sama istri lu itu. Dia kan sohib kita dan udah lama banget kita gak ketemu sama dia," sahut Nina.
"Gak masalah, terus sekarang Queen dimana? Saya juga kangen nih sama dia," tanya Jeevan.
__ADS_1
Sontak ketiga gadis itu sama-sama tersenyum tipis mendengar perkataan Jeevan, mereka seolah tahu bahwa pria itu sedang menginginkan Queen untuk bermesraan. Jeevan pun merasa malu dan segera memalingkan wajahnya, tapi tak lama Queen yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul disana.
"Ini ada apa sih?" tanya Queen saat mendengar suara tawa teman-temannya yang asyik menggoda Jeevan disana.
Begitu sampai di dekat mereka, Queen kaget karena melihat suaminya sudah berada di rumah. Sedangkan Jeevan juga reflek menatap ke arah istrinya sambil tersenyum lebar, ia senang karena Queen telah muncul dan dengan tampilan yang sangat cantik semakin membuatnya tergoda.
"Eh Jeevan, kamu udah pulang? Kok kamu gak bilang-bilang dulu sih sama aku kalau mau pulang cepat? Tahu gitu kan aku siapin makanan sama minuman buat kamu," ucap Queen.
Jeevan tersenyum dengan tangan mengusap rambut sang istri, "Gapapa sayang, aku gak butuh itu semua kok. Aku cuma mau lihat kamu," ucapnya.
Mereka tampak saling bertatapan dan berbalas senyum, membuat Aulia serta yang lainnya merasa terabaikan karena sepasang suami-istri itu yang sedang asyik sendiri. Ketiga gadis itu pun spontan menggoda Jeevan serta Queen dengan suara siul serta deheman.
"Ehem ehem, cie cie romantis banget sih kalian!" goda Aulia sambil senyum-senyum.
Sontak Jeevan dan Queen merasa malu karena momen romantis mereka yang terganggu oleh kehadiran tiga gadis itu, Jeevan harus menahan hasratnya saat ini karena tidak mungkin ia meminta jatah dari Queen disaat ada ketiga sahabat istrinya itu disana yang memperhatikan.
"Ah kalian ini, jangan gitu dong malu tau! Mending kalian makan deh tuh makanan yang udah gue siapin, gausah godain kita!" tegur Queen.
"Hahaha, iya iya Queen kita minta maaf. Eh omong-omong udah mulai malam nih, kita bertiga balik aja ya?" ucap Aulia.
"Lah kok gitu sih? Jangan pulang dulu dong, gue belum puas ketemu kalian!" pinta Queen.
"Tenang Queen, sekarang kita pulang tapi kan besok kita bisa kesini lagi. Jadi, lu gak perlu sedih gitu kali!" ucap Lova menenangkan.
"Iya tuh, lagian kita gak enak lah ganggu kalian. Kasihan tuh Jeevan udah kepengen banget kayaknya dapat jatah dari lu," timpal Aulia.
Deg!
Queen sangat malu mendengarnya, ia tidak bisa lagi menyembunyikan wajah merahnya saat ini. Sedangkan Jeevan tampak tersenyum lebar dan merangkul istrinya itu dengan erat di hadapan ketiga sahabatnya tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1