Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 19. Jatah mantan


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Jatah mantan




Beberapa hari berselang, Tom yang nekat kembali mendatangi apartemen tempat tinggal Dinda serta Erick. Pria itu memang tidak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan Dinda kembali dan membawa wanita itu tinggal bersamanya seperti dulu, ya sebab Dinda adalah satu-satunya perempuan yang ia cintai dan Tom sangat ingin memilikinya.


Kini pria itu sudah berada di depan pintu apartemen sang mantan, Tom pun berniat mengetuk pintu berharap agar Dinda mau keluar menemuinya. Namun, belum sempat ia melakukannya sudah ada seseorang yang lebih dulu menepuk pundaknya dari belakang. Sontak Tom pun kaget dan reflek menoleh untuk mencari tahu siapa yang ada di belakangnya.


"Hah? Siapa kamu??" Tom begitu terkejut ketika melihat seorang wanita berdiri disana dengan gaun merahnya.


Wanita itu tersenyum menatap wajah Tom, "Hai! Aku Ariana, aku bisa bantu kamu untuk mendapatkan orang yang kamu cari. Aku yakin kamu pasti lagi cari penghuni apartemen ini kan?" ujarnya.


Tom benar-benar dibuat bingung dan bertanya-tanya, darimana wanita itu bisa tahu tujuannya datang kesana. Akan tetapi, sesaat kemudian Tom mengangguk mengatakan jika memang dirinya datang hanya untuk bertemu dengan Dinda yang tentunya tinggal di unit apartemen itu.


"Ya, saya ingin bertemu Dinda. Apa kamu mengenal dia?" ucap Tom.


"Tentu saja aku sangat mengenal wanita itu, dia cantik dan baik. Hanya saja dia melakukan sebuah kesalahan besar dengan merebut Erick dari aku, itu yang membuat aku sangat membencinya," ucap Ariana dengan tatapan sadisnya.


"Apa? Hey, kamu tidak boleh membenci orang yang saya sayangi! Dinda bukan merebut Erick dari kamu, tetapi Erick lah yang merebut Dinda dari saya!" geram Tom.


"Ahaha, segitu cintanya kah kamu sama wanita bodoh itu? Sampai-sampai kamu membelanya sangat keras seperti ini, padahal kamu kan sudah dicampakkan oleh dia seperti seorang pengemis," ucap Ariana.


"Saya hanya tidak ingin ada satu orangpun yang berani memusuhi Dinda, dia akan berhadapan langsung dengan saya nantinya!" tegas Tom.


"Baiklah, daripada kita berdebat terlalu lama lebih baik kita bekerjasama. Aku bisa bantu kamu untuk bersama Dinda lagi," ucap Ariana.


"Apa maksud kamu?" tanya Tom mengernyit.

__ADS_1


"Ya aku akan bantu kamu supaya kamu bisa memiliki Dinda kembali, bukannya itu yang kamu mau?" ujar Ariana.


"Itu tujuan saya datang kesini, tapi memangnya apa yang bisa kamu lakukan?" ucap Tom.


"Aku mempunyai banyak sekali rencana, jika kamu tertarik untuk bekerjasama denganku, katakan saja ya dan kita akan bekerjasama!" ucap Ariana.


Tom berpikir sejenak, ia bimbang apakah harus menerima tawaran Ariana atau tidak. Jujur saja Tom masih belum percaya sepenuhnya pada wanita itu, tetapi menurutnya tak ada salahnya mencoba. Siapa tahu Ariana memang bisa membantunya untuk lebih dekat dengan Dinda.


"Okay, saya terima tawaran bantuan dari kamu. Sekarang apa rencana pertama yang akan kamu lakukan untuk bisa membuat saya lebih dekat dengan Dinda?" ujar Tom.


"Tenang dulu, aku belum tahu siapa nama kamu. Kita kenalan, lalu aku baru akan mengatakan rencana yang bisa kita lakukan nanti," ucap Ariana.


Tom memutar bola mata dan menjulurkan tangannya, "Saya Tom," ucapnya singkat tanpa basa-basi sedikitpun.


"Oh, jadi nama kamu Tom? Okay Tom, sekarang kamu ketuk aja dulu pintunya! Siapa tahu Dinda mau keluar temui kamu," usul Ariana.


"Cuma itu rencana kamu?" tanya Tom.


Ariana tersenyum seraya meletakkan tangannya di pundak pria itu, "Udah lakuin aja dulu, gausah banyak omong!" ucapnya.


TOK TOK TOK...


Tak lama kemudian, pintu dibuka dari dalam oleh Dinda yang memang kebetulan sedang ada disana. Dinda tampak terkejut melihat keberadaan Tom dan juga Ariana disana, ia bingung mengapa Tom bisa bersama Ariana dan terlihat cukup akrab. Sontak Dinda pun menatap mereka berdua bergantian.


"Tom, ngapain lagi kamu kesini? Terus kamu kok bisa sama mbak Riana?" tanya Dinda pada Tom.


"Eee hai Dinda! Makin cantik aja sih kamu, aku benar-benar kagum sama kamu. Padahal kamu udah jadi istri orang, tapi pesona kamu tetap sama seperti saat kamu masih single," ucap Tom merayu.


"Gausah gombal, gak akan mempan! Mending kamu jelasin apa maksud kamu datang kesini sekarang!" sentak Dinda.


"Eits, sabar dong Dinda! Kamu jangan marah-marah gitu sama Tom dong! Kedatangan dia kesini ya mau ketemu sama kamu," sela Ariana.

__ADS_1


"Ya itu juga aku tahu, maksudnya Tom ada alasan apa pengen ketemu sama aku. Terus ngapain juga kamu ikut-ikutan kesini? Mau goda suami aku lagi?" ucap Dinda ketus.


Ariana dan Tom tampak saling melirik satu sama lain, tindakan mereka itu membuat Dinda bergidik ngeri. Dinda mengira ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh keduanya, Dinda pun berusaha menjauh karena tidak ingin sesuatu terjadi padanya, apalagi Dinda sendirian saat ini.


"Aku kesini karena aku mau minta jatah mantan," ucap Tom tiba-tiba.


Deg!


Dinda terkejut, baru saja ia hendak berbicara tetapi Tom sudah langsung membekap mulutnya tanpa aba-aba dan membuat Dinda tidak bisa berkata apa-apa lagi. Tom pun membawa Dinda masuk ke dalam unit apartemennya, sedangkan Ariana mengikuti dari belakang dengan santai.




Tuuttt Tuuttt


Jeevan baru selesai menjawab telpon, Queen yang menunggu di sampingnya pun mendekat karena penasaran siapa yang baru saja menghubungi suaminya itu. Ya sebelumnya mereka tengah berbagi kenikmatan di pagi yang cerah ini, sampai tiba-tiba ponsel Jeevan berdering dan membuat kegiatan mereka harus tertunda.


"Siapa sih yang telpon kamu itu Jev? Ganggu aja deh, padahal tadi kan aku baru mau sampai puncak," ucap Queen cemberut.


Jeevan terkekeh kecil, "Hahaha, iya nanti kita lanjut lagi ya? Ini tuh barusan papa telpon, katanya papa sama mama ada urusan penting di luar negeri. Jadinya papa minta aku handle semuanya selama papa pergi," ucapnya.


"Ohh, yaudah nanti aku bantu kamu urus bisnis kita ya? Aku juga pengen tahu perkembangan bisnis itu, bisnis yang sempat bikin kita bermusuhan," ucap Queen sambil tersenyum.


"Ya kamu gausah bahas yang udah berlalu dong sayang, sekarang kita kan udah bukan musuh lagi. Malahan kita udah jadi pasangan suami-istri yang bahagia," ucap Jeevan sembari mencium wajah istrinya.


"Iya Jev iya, yaudah yuk kita lanjutin yang tadi! Kamu juga kan belum puas, pasti kamu masih kepengen kan?" ajak Queen.


"Tentu, aku gak pernah puas sama kamu sayang. Aku janji bakal bikin kamu lemas dan gak bisa jalan nanti, ayo kita lanjutin kegiatan kita yang tertunda sayang!" ucap Jeevan sensual.


Queen tersenyum genit dengan mengedipkan matanya, tanpa berlama-lama lagi Jeevan pun langsung menyerang istrinya itu dan kembali melanjutkan aktivitas panas mereka yang tertunda.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2