
#Terjebak Gairah Sang Mafia 3
Dilaporkan saja
•
•
"Jev, lu apa-apaan sih? Gue gak nyangka sumpah sama kelakuan lu di belakang Queen, tega banget ya lu!" ujar Aulia seraya menggelengkan kepalanya.
Jeevan terdiam tak berkutik, sedangkan Fritzy sudah menjauh darinya karena benar-benar bingung harus melakukan apa saat dipergoki oleh sahabat dari Queen itu. Fritzy sungguh tak menyangka jika semua ini akan terjadi, ketakutan yang ia rasakan sebelumnya kini justru menjadi nyata.
"Sial! Kenapa bisa ada Aulia sih disini? Bisa gawat nih kalau dia lapor ke Queen!" gumam Jeevan dalam hati.
Lalu, Aulia dengan tampang emosi maju mendekat ke arah Jeevan dan Fritzy disana. Victor berusaha menahan adiknya itu, tetapi Aulia yang sudah terlanjur emosi pun tidak bisa menahan diri dan tetap melangkah maju mendekati Jeevan untuk memberi pelajaran pada pria itu.
"Dari awal gue udah curiga sama lu, makanya gue benar-benar gak setuju waktu tau lu nikah sama Queen!" geram Aulia. "Dan sekarang, kecurigaan gue itu terjadi. Lo selingkuh sama sekretaris lu sendiri Jeevan!" sambungnya.
"Tahan Aulia, kamu jangan asal bicara begitu! Saya dan Fritzy tidak selingkuh, kami—" ucapan Jeevan terhenti karena Aulia memotongnya.
"Kalian apa? Lo masih ngelak dan bilang gak selingkuh sama wanita ini? Terus tadi ngapain kalian ciuman di tempat umum kayak gini, ha? Benar-benar gila ya kalian!" sela Aulia penuh emosi.
"Bukan begitu Aulia, tolong kamu dengarkan dulu penjelasan saya biar kamu gak salah paham!" ucap Jeevan.
"Penjelasan apa lagi sih? Semua udah jelas, lu selingkuh dan lu gausah ngelak deh!" sentak Aulia.
Jeevan menepuk jidat berupaya mencari cara agar Aulia tidak melaporkan kejadian itu kepada Queen, tentunya Jeevan tak ingin hubungannya dengan Queen rusak karena laporan yang dibuat Aulia. Lelaki itu pun mencoba memohon pada Aulia untuk merahasiakan semua ini dari Queen.
"Aulia, saya mohon kamu jangan kasih tahu Queen soal ini ya!" pinta Jeevan.
Aulia terdiam, tetapi sesaat kemudian ia menyeringai dan menggelengkan kepala yang menandakan ia tidak akan pernah mau menuruti permintaan pria itu. Ya sebagai seorang sahabat, tentunya Aulia tak ingin Queen diselingkuhi seperti itu oleh Jeevan.
"Hahaha, lu kira gue bakal diam aja gitu lihat sahabat gue diselingkuhi kayak gini? Gak akan Jev, pastinya gue bakal bongkar kebusukan kalian berdua di hadapan Queen nanti!" ancam Aulia.
"Maksud kamu apa sih? Tolonglah jangan kayak gini, kita berdamai aja Aulia!" ujar Jeevan ketakutan.
"Hah damai? Sorry ya, gue gak pernah bisa damai sama hal-hal yang kayak gini! Apa yang lu lakuin ke Queen ini sangat-sangat jahat Jev, lu beneran gak punya akal!" geram Aulia.
Jeevan terdiam meresapi setiap perkataan yang keluar dari mulut Aulia, lalu kemudian Aulia mengambil ponselnya dan merekam Jeevan serta Fritzy yang ada di depannya dengan niat untuk memviralkan perselingkuhan mereka. Sontak Jeevan bertambah panik, begitu juga dengan Fritzy yang langsung menutupi wajahnya dari kamera.
"Lihat nih Queen, suami yang lu sayangi ternyata punya selingkuhan di belakang lu. Mereka kepergok sama gue hampir ciuman disini, untung aja gue sempat datang tadi dan bisa pergokin mereka," ucap Aulia.
"Hey, apa-apaan sih kamu! Siniin gak hp nya, jangan ngerekam sembarangan!" sewot Jeevan.
Jeevan yang kesal berniat mengambil paksa ponsel itu dari tangan Aulia, akan tetapi Victor pun membela adiknya karena tak ingin terjadi pertengkaran disana. Victor dengan cepat menghalangi niat Jeevan dan berdiri tepat di hadapan sang adik sembari memberikan tatapan tajam ke arah Jeevan.
"Mau apa kamu? Jangan ikut campur urusan saya! Lebih baik kamu menyingkir, kalau gak mau bernasib sial!" geram Jeevan.
"Maaf, saya cuma membela adik saya. Kamu sebaiknya mengaku saja kalau kamu selingkuh, toh kami sudah melihat semuanya tadi dan itu nyata," ucap Victor dengan tegas.
"Nah kan, abang gue aja lihat juga tuh kelakuan lu. Jadi, lu gak bisa ngelak lagi Jeevan!" ucap Aulia.
"Kalian jangan main-main sama saya, cepat serahkan hp itu dan hapus videonya sekarang juga!" sentak Jeevan.
"Kalo gue gak mau gimana? Gue bakal kasih video ini ke Queen sebagai bukti, kalau lu udah selingkuh di belakang dia!" ancam Aulia.
"Kurang ajar!" Jeevan emosi dan hendak mendekati Aulia, tapi lagi-lagi Victor menahannya.
__ADS_1
Akhirnya keributan tak dapat terelakkan lagi, Jeevan melayangkan pukulan lebih dulu ke arah Victor yang kemudian dibalas oleh Victor sampai membuat Jeevan terhuyung ke belakang. Sedangkan Aulia serta Fritzy memilih menjauh dari kedua pria itu karena tidak ingin terlibat atau terkena pukulan salah sasaran, sebab mereka sedang dilanda emosi.
Aksi pukul-pukulan terjadi, hingga kedua pria itu dilerai oleh pihak keamanan rumah sakit. Tampak Jeevan masih tidak bisa menahan emosinya, namun satpam yang bertugas disana sudah berhasil memegangi tubuhnya dan juga Victor agar mereka tidak bertarung lagi seperti tadi.
"Sudah cukup, jangan berkelahi lagi! Ini rumah sakit, bukan ring tinju!" geram si satpam.
"Lepasin, iya saya gak akan ribut lagi. Toh saya cuma bela diri, karena dia duluan yang pukul saya!" ucap Victor menunjuk ke arah Jeevan.
Akhirnya satpam itu melepaskan Victor, namun tidak dengan Jeevan yang malah diseret paksa keluar dari rumah sakit. Terdengar Jeevan juga terus teriak dan berontak karena kesal dengan Aulia, tetapi dia tak dapat berbuat apa-apa karena tubuhnya dipegangi oleh satpam tersebut.
Sementara Victor kini menghampiri adiknya yang tengah bersama Fritzy, "Lia, kamu gak kenapa-napa kan sayang?" tanyanya cemas.
"Iya kak, aku baik-baik aja kok. Video ini juga aman, jadinya aku bisa kasih ke Queen supaya dia percaya kalau suaminya selingkuh sama sekretarisnya sendiri," ucap Aulia sembari melirik Fritzy.
"Mbak, boleh gak kalau video itu jangan dikasih ke mbak Queen?" pinta Fritzy.
Aulia menatap bingung ke arah Fritzy, "Kenapa? Kamu takut kalau Queen tahu dan dia marah sama kamu ya?" tanyanya.
"Itu salah satu alasannya, tapi yang utama aku gak mau kalau sampai rumah tangga mbak Queen dan bos Jeevan rusak karena ini," jawab Fritzy.
"Kalau lu gak mau rumah tangga mereka rusak, terus kenapa lu deketin si Jeevan?" tanya Aulia.
Fritzy menggeleng pelan, "Aku gak deketin bos Jeevan kok, tadi aku kesini niatnya mau cek kandungan. Tapi, bos Jeevan tiba-tiba datang dan bilang mau temenin aku," jelasnya.
"Kenapa si Jeevan mau temenin lu cek kandungan? Emangnya anak yang lu kandung itu anak siapa sih?" tanya Aulia lagi.
Deg!
Fritzy terkejut dan terdiam saat itu juga, ia bingung harus menjawab bagaimana pada Aulia saat ini. Tentu tak mungkin jika ia mengatakan yang sejujurnya, karena Aulia bisa semakin marah dan mengira kalau Fritzy memang berselingkuh dengan Jeevan di belakang Queen.
•
•
"Aaarrrgghhh sial! Gimana ini kalau sampai video itu jatuh ke tangan Queen? Bisa-bisa Queen marah dan minta pisah sama saya, jujur saya gak sanggup jika harus kehilangan Queen secepat ini!" geram Jeevan seraya mengusap kasar wajahnya.
Tak lama kemudian, ponsel miliknya berdering dan membuat Jeevan melupakan sejenak video itu. Tanpa berpikir lama, Jeevan mengambil ponselnya lalu melihat nama Queen terpampang di layar, saat itu juga ia pun bertambah panik. Jeevan mengira jika Queen menelponnya karena telah mendapat video kiriman dari Aulia tadi, sontak ia pun ragu untuk mengangkat telpon tersebut saat ini.
Namun, karena penasaran akhirnya Jeevan terpaksa mengangkat telpon itu dan berbicara pada istrinya. Meskipun Jeevan khawatir Queen telah melihat video dari Aulia tadi dan akan menegurnya karena sudah selingkuh di belakangnya, Jeevan pun sangat berhati-hati dalam berbicara kali ini.
📞"Ha-halo sayang! Ada apa kamu telpon saya cantik? Kangen ya sama saya?" goda Jeevan.
📞"Apaan sih kamu? Aku cuma mau tanya ke kamu, kamu dimana sekarang? Kenapa sih kamu gak bilang dulu ke aku kalau mau pergi? Kamu gak anggap aku ya sebagai istri kamu?" ujar Queen.
📞"Hey, bukan gitu sayang! Saya tuh tadi gak mau ganggu kamu aja, soalnya kamu tidurnya pulas banget sih. Saya gak enak kalau ganggu kamu, apalagi kamu kan capek abis layanin saya semalaman penuh," ucap Jeevan.
📞"Halah alasan aja kamu! Terus sekarang kamu dimana? Udah bisa pulang atau belum? Kalau udah, pulang ya!" ucap Queen.
Jeevan terdiam sesaat, ia berpikir kalau Queen mungkin belum mengetahui perihal video yang dibuat Aulia tadi. Jeevan pun menghela nafas lega, ia kini tak perlu takut lagi karena Queen belum tahu apa-apa. Meski begitu, Jeevan tetap harus waspada mencegah Aulia agar tidak mengirim video tersebut.
📞"Iya sayang, ini sebentar lagi saya pulang kok. Kamu tunggu aja dulu ya, jangan terlalu rindu!" ucap Jeevan merayu.
📞"Okay, aku tunggu kamu. Awas loh ya kalau lama, aku gak mau lagi kasih jatah ke kamu!" ucap Queen.
📞"Hahaha, iya iya sayangku cintaku. Kamu tuh kalo lagi ngambek pasti tambah imut, saya jadi gak sabar buat pulang dan cubit pipi kamu!" ujar Jeevan.
📞"Yaudah, sini dong buruan pulang!" pinta Queen.
__ADS_1
📞"Siap sayang! Tunggu saya di rumah ya? Saya gak lama kok," ucap Jeevan.
📞"Iya Jev, hati-hati di jalan!" ucap Queen lembut.
📞"Pasti sayang," singkat Jeevan.
Setelahnya, Jeevan memutus sambungan telpon tersebut dan terkekeh kecil sembari memandang layar ponselnya. Tapi kemudian, pikirannya kembali mengarah ke video yang diambil Aulia tadi. Sungguh Jeevan sangat khawatir, ia tentu tak mau jika kebersamaannya dengan Queen akan segera berakhir dalam waktu dekat.
"Saya harus segera rebut video itu, Aulia gak boleh kasih video itu ke Queen!" gumam Jeevan.
Pukkk
Tiba-tiba saja, ada yang menepuk pundaknya dari belakang disaat Jeevan hendak masuk ke mobilnya. Sontak saja pria itu terkejut dan reflek menoleh, dan tanpa diduga yang tadi menepuknya adalah Cobra alias asisten sang ayah yang kini membelot kepadanya sebagai seorang pengkhianat.
"Cobra? Ngapain sih kamu disini? Ngagetin saya aja, saya kira kamu polisi yang lagi nyari saya," ucap Jeevan menggeram kesal.
•
•
Sesudah pulang dari rumah Queen, kini Lova berniat kembali ke rumahnya karena hari sudah siang. Namun, begitu sampai di rumahnya Lova malah dihadang oleh Arul yang ternyata sudah berdiri disana dengan tatapan tajamnya. Lova pun terkejut dan panik saat melihat bodyguardnya itu disana.
Karena Lova tak kunjung keluar, Arul pun berjalan mendekati mobil gadis itu dan mengetuk-ngetuk kaca mobilnya. Sontak Lova semakin dibuat gugup saat lelaki itu berdiri tepat di samping mobilnya, akhirnya Lova tak memiliki pilihan lain selain turun dari mobil dan menemui Arul.
"Haish, lu ngapain sih Rul? Bisa gak gausah kayak gini!" kesal Lova pada bodyguardnya.
Arul dengan santainya tersenyum dan mengungkung tubuh Lova disana, "Kamu jangan galak-galak dong sama calon pacar! Saya kan cuma khawatir sama kamu, lagian kamu pergi sendirian tanpa kasih kabar ke saya," ucapnya dengan tegas.
Lova sampai harus memalingkan wajahnya karena tidak kuat bertatapan langsung dengan Arul dari jarak yang lumayan dekat itu, tapi Arul tak terima dan malah menarik dagu gadis itu hingga kembali bertatapan dengannya. Arul bahkan juga mencengkram dagu Lova dan sedikit memajukan wajahnya lebih dekat ke arah gadis itu.
"Lo mau apa? Kalau lu berani macam-macam sama gue disini, gue bakal teriak supaya papa dan mama keluar!" ucap Lova.
Arul dibuat tersenyum mendengarnya, "Oh ya? Teriak aja, papa mama kamu barusan pergi dan mereka titipin kamu ke saya. Jadi, sekarang kamu itu tanggung jawab saya Lova!" ucapnya.
Lova terbelalak ketika mendengar Arul sudah berani memanggilnya hanya dengan nama, "Lo sekarang gak panggil gue nona lagi?" ucapnya kaget.
"Ya, itu kan yang kamu minta. Katanya supaya kita bisa lebih dekat dan akrab, yaudah saya nurut aja. Tapi, cuma disaat kita lagi berdua aja. Kalau pas ada tuan atau nyonya, saya mah gak berani," ucap Arul.
"Cih lemah! Yang kayak gini berharap mau jadi pacar gue?" cibir Lova.
"Kamu jangan meremehkan saya kayak gitu Lova! Saya bisa buat kamu bertekuk lutut di hadapan saya dan memohon cinta dari saya," ucap Arul.
Lova terkekeh seraya menyingkirkan tangan Arul dari dagunya, "Hah? Lo kira gue cewek apaan? Gue gak bakal kayak gitu ya!" ucapnya.
"Baiklah, kita lihat aja nanti Lova!" ucap Arul.
"Yaudah, awas ah gue mau masuk! Lo bilang gue ini tanggung jawab lu kan? Kalo gitu jangan halangi gue begini dong!" ucap Lova tegas.
"Justru itu Lova, saya harus halangi kamu supaya kamu gak pergi kemana-mana. Jagain kamu itu lebih sulit dibanding menjaga bayi berusia tiga tahun," ucap Arul.
"Sialan lu!" umpat Lova kesal dan langsung mendorong tubuh Arul agar menjauh darinya.
Akan tetapi, Arul malah menahan kedua tangannya dan kini berhasil mendekap gadis itu erat. Lova berusaha berontak, namun tenaga Arul yang begitu kuat sulit untuk ditaklukkan oleh Lova, sehingga Lova pun hanya bisa pasrah. Selain mendekap, kini Arul juga membelai lembut punggung Lova dan sesekali mengecup lehernya.
"Arul sialan! Bisa banget dia bikin gue tremor kayak gini," gumam Lova dalam hati.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...