Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 25. Jangan lakukan itu!


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Jangan lakukan itu!




Victor kini menghampiri adiknya yang tengah bersama Fritzy, "Lia, kamu gak kenapa-napa kan sayang?" tanyanya cemas.


"Iya kak, aku baik-baik aja kok. Video ini juga aman, jadinya aku bisa kasih ke Queen supaya dia percaya kalau suaminya selingkuh sama sekretarisnya sendiri," ucap Aulia sembari melirik Fritzy.


"Mbak, boleh gak kalau video itu jangan dikasih ke mbak Queen?" pinta Fritzy.


Aulia menatap bingung ke arah Fritzy, "Kenapa? Kamu takut kalau Queen tahu dan dia marah sama kamu ya?" tanyanya.


"Itu salah satu alasannya, tapi yang utama aku gak mau kalau sampai rumah tangga mbak Queen dan bos Jeevan rusak karena ini," jawab Fritzy.


"Kalau lu gak mau rumah tangga mereka rusak, terus kenapa lu deketin si Jeevan?" tanya Aulia.


Fritzy menggeleng pelan, "Aku gak deketin bos Jeevan kok, tadi aku kesini niatnya mau cek kandungan. Tapi, bos Jeevan tiba-tiba datang dan bilang mau temenin aku," jelasnya.


"Kenapa si Jeevan mau temenin lu cek kandungan? Emangnya anak yang lu kandung itu anak siapa sih?" tanya Aulia lagi.


Deg!


Fritzy terkejut dan terdiam saat itu juga, ia bingung harus menjawab bagaimana pada Aulia saat ini. Tentu tak mungkin jika ia mengatakan yang sejujurnya, karena Aulia bisa semakin marah dan mengira kalau Fritzy memang berselingkuh dengan Jeevan di belakang Queen.


"Heh! Bukannya jawab malah bengong lagi lu, buruan kasih tahu gue itu anak siapa! Atau jangan-jangan itu anak lu sama Jeevan ya?" ujar Aulia.


Fritzy tersentak dan membelalakkan matanya, "Kamu bicara apa sih? Gak mungkin lah ini anak bos Jeevan, udah deh kamu gausah ikut campur masalah aku!" ucapnya tegas.


"Dih nyolot, lu pengen—" ucapan Aulia terhenti saat kakaknya tiba-tiba memegang tangannya.


"Dek, kamu jangan kebawa emosi dong! Kamu harus tau batasan, ingat ini di rumah sakit!" sela Victor.


"Ih tapi kak—"


"Sssttt udah yuk kita pergi aja! Kita gausah ikut campur masalah orang lain," Victor dengan cepat menarik tangan adiknya dan membawanya pergi dari sana.


Fritzy pun merasa lega karena Aulia telah pergi dan tidak ada lagi yang menekannya, ia langsung saja pergi dari sana karena khawatir Aulia akan kembali menemuinya untuk menanyakan perihal bayi di dalam kandungannya. Sedangkan Aulia sendiri sudah dibawa menjauh dari sana oleh kakaknya.


Namun, Aulia tampak masih belum puas karena ia belum mendapat jawaban dari Fritzy. Sontak Aulia menatap tajam wajah kakaknya, ia kesal lantaran Victor memaksanya pergi. Victor yang ditatap seperti itu justru tersenyum lebar dan membelai rambut adiknya untuk menenangkan wanita itu.


"Kamu kenapa Aulia? Marah sama kakak karena tadi kakak bawa kamu pergi? Ayolah, itu kakak lakuin juga demi kebaikan kamu sayang!" ucap Victor.


"Apanya yang demi kebaikan aku? Tadi tuh aku hampir aja bisa tahu siapa ayah dari bayi yang dikandung Fritzy, soalnya aku yakin banget itu anak si Jeevan!" ucap Aulia tegas.


"Kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu sayang? Tebakan doang atau gimana?" tanya Victor heran.


"Ya aku curiga aja, abisnya tadi Jeevan pake nganterin Fritzy cek kandungan segala kan," jawab Aulia.


"Bisa aja itu cuma karena Fritzy anak buahnya Jeevan, ya kan?" ujar Victor.


Aulia terdiam memalingkan wajahnya, Victor pun tersenyum dan merangkul adiknya itu lalu mengajaknya untuk segera diperiksa. Ya Aulia memang sedang sakit saat ini, itu sebabnya Victor memaksa gadis itu untuk pergi ke rumah sakit agar bisa diberi obat.




Seketika Jeevan kebingungan, "Eee a-aku dari ada urusan penting di luar," jawabnya gugup.

__ADS_1


"Yang aku tanya itu kamu darimana Jeevan, bukan abis ngapain. Kamu jawab dong yang bener jangan gugup gitu!" ucap Queen.


"Iya sayang, aku abis ketemu sama anak buah aku. Ada yang mau aku bahas sama dia," ucap Jeevan.


"Ohh, yakin kamu cuma ketemu sama anak buah kamu? Bukan sama perempuan lain juga?" tanya Queen menaruh curiga pada suaminya.


Jeevan terbelalak kaget, "Hah? Kamu kok bicaranya gitu sih sama suami kamu sendiri? Aku ini setia loh sama kamu, mana mungkin aku berkhianat dari kamu sayang?" ujarnya.


"Ya kali aja kan, gak ada yang tahu di luar sana kamu ngapain aja," ucap Queen.


Jeevan langsung tersenyum menangkup wajah Queen dan membawa wanita itu masuk ke dalam rumah, sungguh Jeevan tak ingin Queen terus mencurigainya seperti tadi, ia khawatir lambat laun istrinya itu malah mengetahui apa yang terjadi diantara dirinya dengan Fritzy.


Kini mereka pun duduk berdampingan di sofa ruang tamu, terlihat Jeevan terus mendekap tubuh Queen seolah tak ingin melepasnya. Queen juga tampak menikmati perlakuan hangat suaminya, terlepas dari kecurigaan yang dia berikan pada Jeevan tadi, karena wajar saja Queen berkata demikian.


"Kamu jangan curiga lagi ya sama aku! Aku ini sayang dan cinta loh sama kamu, aku gak mungkin ninggalin kamu sayang!" ucap Jeevan tegas.


"Iya iya.." Queen mengikuti saja perkataan Jeevan, ia juga membenamkan wajahnya di bahu sang suami.


Tling


Tak lama kemudian, ponsel milik Queen berdering menandakan ada pesan yang masuk. Mendengar itu, sontak Jeevan menjadi kalut dan khawatir kalau itu adalah pesan dari Aulia yang mengirim video tadi. Padahal nyatanya itu adalah pesan masuk dari Lova, sahabat Queen yang ingin meminta bantuannya terkait hubungan dia dengan Arul.


"Waduh! Jangan-jangan itu video yang diambil sama Aulia tadi lagi," gumam Jeevan dalam hati.


"Sayang, siapa yang sms kamu? Ganggu aja sih kita lagi mesra-mesraan, gak tahu apa dia kalau kamu lagi sama aku?" ucap Jeevan agak kesal.


Queen tersenyum menatap wajah suaminya, "Lebay kamu Jev! Ini Lova yang kirim pesan, dia nanya ke aku soal hubungan dia sama Arul," ucapnya.


"Hah? Memangnya dia kenapa? Bukannya si Arul itu bodyguardnya Lova ya?" tanya Jeevan keheranan.


"Ya itu dia, tapi kemarin tuh Lova cerita sama aku kalau dia ditembak sama Arul. Makanya dia bingung deh harus jawab apa," jelas Queen.


Jeevan tersentak kaget mendengarnya, "Waduh, kok bisa tuh si Arul kayak gitu? Dia emang gak punya rasa malu apa? Bisa-bisanya dia suka sama majikannya sendiri," ujarnya tak percaya.


"Yaudah, buat apa kamu mikirin mereka? Mending kita fokus aja bikin anak, saya gak sabar pengen punya anak yang lucu-lucu dari kamu sayang," ucap Jeevan tersenyum genit.


Queen memutar bola matanya sembari mencubit lengan Jeevan dengan kasar, seketika pria itu menjerit kesakitan, tetapi Queen tak berhenti sampai disitu karena ia masih terus melakukan hal yang sama pada suaminya untuk meluapkan emosi.




Keesokan harinya, Arul telah bersiap untuk mengantar Lova pergi ke kampusnya. Tampak juga Lova yang sudah menunggu di dekat mobilnya sembari melipat kedua tangan, sontak Arul pun tersenyum dan merasa tidak enak pada nona nya yang telah menunggu lumayan lama disana.


Tanpa berpikir panjang lagi, Arul segera menghampiri Lova sambil tersenyum dan meminta maaf karena keterlambatannya dalam tiba di rumah gadis itu. Ya tapi yang Arul dapatkan justru wajah jutek dari sang nona, tentu saja Arul pun merasa sangat bersalah kali ini pada nona nya itu.


"Duh nona yang cantik dan manis, jangan marah dong sama saya! Saya minta maaf ya karena saya terlambat datangnya?" ucap Arul.


Lova masih tetap jutek pada lelaki itu, ia malah memalingkan wajahnya dan tak mau menatap wajah si pria karena emosi. Arul pun mencoba mendekati gadis itu untuk berusaha membujuknya, pria itu terus tersenyum dan berdiri tepat di sebelah Lova sembari mencolek pipi gadis itu berulang kali.


"Nona, maafin saya ya? Kalau nona ngambek terus kayak gini, nanti cantiknya bisa hilang loh nona. Ya walau meski begini juga masih tetap cantik dan imut sih," goda Arul.


Lova yang kesal langsung menepis tangan pria itu, "Ish, ngapain sih lu colek-colek gue! Gue ini bukan sabun ya yang bisa lu colek!" ucapnya kesal.


"Hahaha, gak harus jadi sabun kali biar bisa dicolek. Ini pipi kamu yang gemoy ini juga enak banget buat dicolek, bikin gemes tau nona," ucap Arul.


"Apaan sih lu? Udah ah ayo kita berangkat sekarang, gue udah hampir telat nih ke kampusnya gara-gara lu!" sentak Lova.


Arul tersenyum dan menggenggam dua tangan Lova tanpa seizin gadis itu, "Iya iya nonaku yang cantik, yuk biar saya antar nona sampai ke tempat tujuan dengan selamat!" ucapnya menggoda.


"Lo itu kenapa sih Arul? Kok lu jadi berlaku seenaknya kayak gini sama gue?" heran Lova.

__ADS_1


"Andai nona tahu, sejak kejadian nona peluk saya sehabis ketemu preman itu, perasaan saya ke nona makin gak karuan. Maka dari itu, saya memilih menyatakan cinta ke nona," ucap Arul.


Lova memandang wajah Arul dengan serius, "Lu beneran cinta sama gue atau cuma main-main aja?" tanyanya memastikan.


"Buat apa saya main-main sih non? Saya ini orangnya jarang jatuh cinta, jadi sekalinya saya jatuh cinta ya itu benar-benar tulus. Sekarang gimana nih, nona udah punya jawabannya belum?" ucap Arul.


Lova menggeleng pelan seraya melepaskan diri dari genggaman pria itu, "Belum," ucapnya ketus dan langsung masuk begitu saja ke mobilnya.


Arul tersenyum melihatnya, kemudian menyusul Lova masuk ke dalam mobil. Ia menatap wajah gadis itu dari tempatnya terduduk tanpa berpaling sedikitpun, membuat Lova lama-kelamaan makin gelisah. Lova pun turut menatap pria itu berniat protes karena Arul terus saja menatapnya.


"Ish, lu ngapain sih ngeliatin gue aja? Udah buruan jalanin mobilnya!" sentak Lova.


"Hahaha, siap nonaku yang cantik dan gemesin! Tapi, omong-omong nona udah sarapan belum nih?" ucap Arul sembari menyalakan mesin mobilnya.


"Belum, nanti aja gue sarapan di kampus bareng yang lainnya," jawab Lova.


"Oh okay, gimana kalau kita sarapan bareng aja non? Kebetulan saya tahu tempat makan yang enak loh, mau cobain gak?" tanya Arul menawarkan.


"Gak!" ketus Lova.


Arul terkekeh seraya menggelengkan kepalanya, sikap Lova yang cuek dan dingin seperti itu justru membuatnya makin tertantang untuk bisa mendekatinya dan mendapatkan cintanya. Namun, Lova juga bertekad untuk tetap bersikap seperti itu pada sang pengawal.




Victor mencekal lengan Aulia yang hendak pergi keluar rumah tanpa seizin darinya, ya pria itu tentu tak setuju dengan apa yang ingin dilakukan adiknya saat ini, sebab gadis itu memang masih sakit dan baru saja berobat kemarin. Victor pun tak mau sesuatu terjadi pada adiknya nanti.


Akan tetapi, Aulia tetap memaksa karena ia ingin menemui Queen dan menyerahkan video yang ia buat kemarin pada wanita itu. Aulia sudah tidak sabar untuk melihat reaksi Queen setelah tahu kalau Jeevan suaminya itu selingkuh di belakangnya, sebagai sahabat tentunya Aulia tak mau Queen terus-terusan dibohongi oleh Jeevan seperti itu.


"Lia, kamu tuh mau kemana sih buru-buru banget? Lupa ya kalau ada kakak disini yang seharusnya kamu izin dulu sama kakak?" geram Victor.


"Eee iya iya kak, aku minta maaf. Aku tuh mau ke rumah Queen, aku pengen kasih tahu kalau suaminya selingkuh sama wanita lain. Udah ya kak aku pergi dulu?" ucap Aulia.


"Eits, ngapain sih kamu ikut campur rumah tangga orang lain? Jangan lah Lia sayang!" ucap Victor.


Aulia mengernyitkan dahinya, "Orang lain gimana sih kak? Queen itu bagi aku udah kayak saudara, dia sahabat sejati aku!" ucapnya.


"Iya kakak ngerti, tapi tetap aja kamu gak boleh ikut campur urusan rumah tangga mereka," ucap Victor.


"Kenapa? Perselingkuhan itu gak dibenarkan loh kak, oh atau kakak mau belain Jeevan karena kalian sama-sama lelaki dan tukang selingkuh, iya?" ujar Aulia curiga.


"Haish, bicara apa sih kamu? Pacar aja kakak gak punya, gimana caranya mau selingkuh coba?" elak Victor.


"Masa? Terus kak Ellia itu siapanya kakak? Gak dianggap?" tanya Aulia menggoda.


"Apaan sih? Ellia itu cuma teman aja, sama kayak Danish. Kita bertiga tuh udah lama sahabatan," jawab Victor.


"Yaudah, berarti kakak ngerti dong perasaan aku gimana sekarang?" ucap Aulia.


Victor menghela nafas seraya memegang dua pundak adiknya, "Ya kakak tahu, tapi tetap aja kamu harus hati-hati sayang! Kamu sedang berhadapan dengan Jeevan, mafia besar yang bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Kakak gak mau kamu kenapa-kenapa sayang, kakak gak pengen berpisah lagi sama kamu!" ucapnya tegas.


Seketika Aulia terdiam dan menundukkan kepalanya, ia sadar betul kalau Victor memang tidak ingin kehilangannya, begitu juga dengan dirinya yang sangat menyayangi kakaknya itu. Apalagi sudah lama sekali mereka tidak bertemu, dan tentu keduanya tak ingin kembali berpisah.


"Gimana sayang? Kamu mau kan nurut sama kakak? Tolong jangan kasih video itu ke Queen ya! Kamu harus jaga diri kamu Lia!" ucap Victor.


"Tapi kak—"


"Lia, kakak minta ini ke kamu karena kakak perduli sama kamu sayang!" sela Victor yang kini sudah menangkup wajah Aulia.


Gadis itu terlihat gusar dan bingung, di satu sisi ia ingin memberitahu Queen mengenai perselingkuhan suaminya sebab ia tidak mau Queen terus-terusan dibohongi oleh Jeevan. Tapi, disisi lain juga Aulia khawatir apa yang dibicarakan kakaknya tadi akan terjadi pada dirinya nanti.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2