Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 21. Dipergoki


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Baik-baik saja




Queen kembali didatangi oleh Lova yang hendak menceritakan apa yang tengah terjadi dalam hidupnya. Ya Lova berniat meminta saran dari Queen terkait pertanyaan Arul yang ingin mereka berdua berhubungan seperti sepasang kekasih, karena jujur saja Lova masih sangat bingung.


Begitu melihat Lova yang datang seorang diri, Queen pun langsung yakin bahwa ada yang sedang dialami oleh sahabatnya itu sehingga dia rela datang ke rumahnya sendirian. Queen mempersilahkan Lova untuk masuk dan duduk bersamanya di ruang tamu, mereka lalu memulai pembicaraan disana.


"Queen, lu gue lihat-lihat makin bahagia aja. By the way, kapan nih gue sama yang lain bisa punya ponakan? Alias kapan lu isi?" celetuk Lova.


Queen dibuat menunduk dan tersenyum tipis, "Ah lu mah pake tanya soal itu segala, ya gue belum tahu lah kapan gue punya anak. Semua itu kan kehendak Tuhan, gue mana bisa ngatur coba," jawabnya.


"Hehe, iya juga sih. Semenjak nikah sama Jeevan, kayaknya otak lu udah agak beneran deh, ya walau masih sengklek dikit," kekeh Lova.


"Sembarangan lu! Otak gue mau udah bener dari dulu, justru lu tuh yang miring dan selalu lemot!" ucap Queen mencibir.


"Hahaha, santai dong kalem! Omong-omong ini suami lu kemana dah? Rumah sebesar ini kok sepi banget kayak gini?" tanya Lova penasaran.


Queen menggeleng dengan pipi mengembung, "Gak tahu, begitu gue bangun tadi dia udah gak ada. Kayaknya sih dia ke tempat kerja, tapi gak tahunuga deh," jawabnya.


"Waduh gawat tuh Queen! Kenapa lu gak coba telpon dia? Takutnya dia lagi jalan sama cewek lain," ucap Lova.


Queen pun menghela nafasnya, "Lo bicara apa sih Lova? Amit-amit deh jangan sampai itu kejadian! Gue sama Jeevan itu baru nikah beberapa Minggu, masa dia udah selingkuh aja?!" ujarnya geram.


"Ahaha, iya iya sorry gue kan cuma minta lu buat jaga-jaga aja!" ucap Lova terkekeh.


"Yaudah, kita gausah bahas Jeevan lagi. Mending sekarang gantian gue yang tanya sama lu, ada apa nih lu datang kesini?" ucap Queen.

__ADS_1


"Eee iya Queen, jadi gue tuh mau cerita sama lu soal hubungan gue dan Arul," ucap Lova gugup.


Queen tampak mengernyit karena penasaran, "Maksudnya? Hubungan apaan? Kalian kan cuma majikan sama bodyguard," ujarnya heran.


"Justru itu, kemarin tuh Arul tembak gue. Dia nyatain perasaannya ke gue," jawab Lova.


"Apa??" Queen tersentak kaget seolah tak percaya dengan perkataan sahabatnya barusan.


Lova manggut-manggut mengiyakan pertanyaan Queen yang tampak tak percaya itu, Lova juga mengatakan kalau Arul memang sudah memiliki rasa padanya sejak lama. Namun, pria itu lebih memilih memendamnya karena tidak ingin membuat Lova merasa risih dan menjauh darinya.


"Ih gila deh, gue gak nyangka si Arul bisa suka sama majikannya sendiri. Terus lu jawab apa Va? Lu terima pernyataan cinta dia apa enggak?" ujar Queen masih tak percaya.


Lova menggeleng, "Gue belum jawab apa-apa Queen, gue minta waktu buat mikir. Ya untungnya dia mau dengar dan nurut," ucapnya.


"Emangnya lu ada rasa apa enggak sama dia? Kalau enggak, ya tolak aja sih!" usul Queen.


"Umm, itu dia yang gue masih bingung Queen. Jujur aja gue ngerasa nyaman waktu ada di dekat dia, tapi gue gak tahu apakah itu karena gue cinta sama dia atau enggak," ucap Lova.


Lova mengangguk pelan meski dengan wajah bimbangnya, Queen pun merangkul serta mengusap punggung Lova untuk menguatkannya.




Sementara itu, di lain tempat kini Jeevan baru selesai mengantar Fritzy untuk mengecek kondisi bayi di dalam kandungannya. Pria itu tersenyum sembari terus merangkul Fritzy dan berjalan meninggalkan ruang persalinan, Jeevan tentu senang karena tahu kondisi calon anaknya itu baik-baik saja dan semakin berkembang.


Fritzy pun hanya bisa diam membiarkan Jeevan berbuat yang dia inginkan padanya, meski Fritzy agak sedikit merasa gugup karena saat ini status Jeevan adalah suami orang. Terlebih apa yang dilakukan Jeevan cukup membuatnya khawatir jika ada seseorang yang melihat dan melaporkan hal itu ke Queen, istri Jeevan.


"Hahaha, saya senang banget karena anak kita makin berkembang. Kamu harus jaga pola makan kamu Fritzy, kamu juga gak boleh terlalu capek dan asal makan supaya anak kita baik-baik aja!" ucap Jeevan sambil tersenyum.


"I-i-iya bos, selama ini kan saya juga selalu jaga kondisi tubuh saya," ucap Fritzy.

__ADS_1


"Ya saya kan cuma mengingatkan, saya juga bisa bantu kamu kalau kamu butuh. Saya gak mau terjadi sesuatu sama anak kita, jadi kamu harus pastikan kalau dia akan baik-baik saja!" ucap Jeevan.


"Terimakasih bos karena sudah perduli dengan anak ini, tapi sebaiknya bos jangan terlalu memberi perhatian pada saya seperti ini!" pinta Fritzy.


Jeevan pun mengernyit heran, "Kenapa begitu? Saya kan ayah dari anak kamu, wajar dong kalau saya perhatian sama kamu?" ucapnya.


"Iya sih bos, tapi disini kan posisinya bos itu udah jadi suami orang. Saya gak mau terjadi kesalahpahaman nanti," ucap Fritzy.


"Tenang aja, gak akan ada yang salah paham kok Fritzy. Kamu gak perlu panik kayak gitu, ini semua saya lakukan juga demi kebaikan kamu dan calon anak kita," ucap Jeevan membelai rambut Fritzy.


"Ta-tapi bos—"


"Sssttt, tidak usah tapi tapi! Kamu diam saja, menurutlah dengan saya!" sela Jeevan memotong ucapan wanita itu.


Fritzy reflek menoleh menatap kedua mata pria di sebelahnya dari jarak yang sangat dekat, keduanya pun sama-sama terdiam saling mengamati satu sama lain. Karena gairahnya mencuat, Jeevan pun mengecup bibir Fritzy secara tiba-tiba sembari menahan tengkuknya.


"Mmhhh.." Fritzy berusaha berontak, tetapi tenaganya kalah kuat.


Praangg


Tiba-tiba saja, suara benda terjatuh terdengar di telinga keduanya. Jeevan pun melepas ciumannya dan menatap ke arah asal suara tersebut, mereka sangat syok saat menemukan Aulia bersama Victor berdiri di depannya saat ini. Tentu saja Jeevan merasa cemas, ia khawatir Aulia akan menceritakan semua itu ke Queen nantinya.


"Jev, lu apa-apaan sih? Gue gak nyangka sumpah sama kelakuan lu di belakang Queen, tega banget ya lu!" ujar Aulia seraya menggelengkan kepalanya.


Jeevan terdiam tak berkutik, sedangkan Fritzy sudah menjauh darinya karena benar-benar bingung harus melakukan apa saat dipergoki oleh sahabat dari Queen itu. Fritzy sungguh tak menyangka jika semua ini akan terjadi, ketakutan yang ia rasakan sebelumnya kini justru menjadi nyata.


"Sial! Kenapa bisa ada Aulia sih disini? Bisa gawat nih kalau dia lapor ke Queen!" gumam Jeevan dalam hati.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2