
#Terjebak Gairah Sang Mafia 3
Kekhawatiran seorang kakak
•
•
Victor mencekal lengan Aulia yang hendak pergi keluar rumah tanpa seizin darinya, ya pria itu tentu tak setuju dengan apa yang ingin dilakukan adiknya saat ini, sebab gadis itu memang masih sakit dan baru saja berobat kemarin. Victor pun tak mau sesuatu terjadi pada adiknya nanti.
Akan tetapi, Aulia tetap memaksa karena ia ingin menemui Queen dan menyerahkan video yang ia buat kemarin pada wanita itu. Aulia sudah tidak sabar untuk melihat reaksi Queen setelah tahu kalau Jeevan suaminya itu selingkuh di belakangnya, sebagai sahabat tentunya Aulia tak mau Queen terus-terusan dibohongi oleh Jeevan seperti itu.
"Lia, kamu tuh mau kemana sih buru-buru banget? Lupa ya kalau ada kakak disini yang seharusnya kamu izin dulu sama kakak?" geram Victor.
"Eee iya iya kak, aku minta maaf. Aku tuh mau ke rumah Queen, aku pengen kasih tahu kalau suaminya selingkuh sama wanita lain. Udah ya kak aku pergi dulu?" ucap Aulia.
"Eits, ngapain sih kamu ikut campur rumah tangga orang lain? Jangan lah Lia sayang!" ucap Victor.
Aulia mengernyitkan dahinya, "Orang lain gimana sih kak? Queen itu bagi aku udah kayak saudara, dia sahabat sejati aku!" ucapnya.
"Iya kakak ngerti, tapi tetap aja kamu gak boleh ikut campur urusan rumah tangga mereka," ucap Victor.
"Kenapa? Perselingkuhan itu gak dibenarkan loh kak, oh atau kakak mau belain Jeevan karena kalian sama-sama lelaki dan tukang selingkuh, iya?" ujar Aulia curiga.
"Haish, bicara apa sih kamu? Pacar aja kakak gak punya, gimana caranya mau selingkuh coba?" elak Victor.
"Masa? Terus kak Ellia itu siapanya kakak? Gak dianggap?" tanya Aulia menggoda.
"Apaan sih? Ellia itu cuma teman aja, sama kayak Danish. Kita bertiga tuh udah lama sahabatan," jawab Victor.
"Yaudah, berarti kakak ngerti dong perasaan aku gimana sekarang?" ucap Aulia.
Victor menghela nafas seraya memegang dua pundak adiknya, "Ya kakak tahu, tapi tetap aja kamu harus hati-hati sayang! Kamu sedang berhadapan dengan Jeevan, mafia besar yang bisa melakukan apapun yang dia inginkan. Kakak gak mau kamu kenapa-kenapa sayang, kakak gak pengen berpisah lagi sama kamu!" ucapnya tegas.
Seketika Aulia terdiam dan menundukkan kepalanya, ia sadar betul kalau Victor memang tidak ingin kehilangannya, begitu juga dengan dirinya yang sangat menyayangi kakaknya itu. Apalagi sudah lama sekali mereka tidak bertemu, dan tentu keduanya tak ingin kembali berpisah.
"Gimana sayang? Kamu mau kan nurut sama kakak? Tolong jangan kasih video itu ke Queen ya! Kamu harus jaga diri kamu Lia!" ucap Victor.
"Tapi kak—"
"Lia, kakak minta ini ke kamu karena kakak perduli sama kamu sayang!" sela Victor yang kini sudah menangkup wajah Aulia.
Gadis itu terlihat gusar dan bingung, di satu sisi ia ingin memberitahu Queen mengenai perselingkuhan suaminya sebab ia tidak mau Queen terus-terusan dibohongi oleh Jeevan. Tapi, disisi lain juga Aulia khawatir apa yang dibicarakan kakaknya tadi akan terjadi pada dirinya nanti.
"Yaudah deh kak, demi kakak nih aku mau nurut dan enggak akan sebarin video ini ke Queen," ucap Aulia pasrah.
Victor tersenyum bahagia, "Baguslah kalau kamu mau nurut sama kakak, sekarang kamu gausah pergi ya Lia yang cantik!" ucapnya sembari mengusap wajah sang adik.
__ADS_1
"Iya kak, tapi aku bosan di rumah. Aku mau keluar cari angin gitu, boleh ya?" pinta Aulia.
"Okay," Victor kali ini mengiyakan saja permintaan Aulia agar tak membuat gadis itu kesal.
•
•
Dinda terbangun dari tidurnya, cepat-cepat ia bangkit dan mencoba keluar dari kamar tersebut karena ia tahu Tom sedang mengurungnya disana. Namun, usahanya sia-sia sebab pintu kamar itu sudah dikunci rapat dari luar oleh Tom, sehingga Dinda pun tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.
Wanita itu menggedor-gedor pintu sambil berteriak keras berharap agar Tom mau membukakan pintu untuknya, kemudian tak lama pintu terbuka memperlihatkan Tom ada di depannya. Sontak Dinda berupaya keluar dari kamar tersebut dengan menerobos tubuh pria itu, ya tetapi Tom langsung mendekapnya erat sehingga Dinda tak bisa apa-apa.
"Ih Tom awas! Aku harus pergi sekarang dan kembali ke tempat suami aku, kamu gak bisa tahan aku terus disini!" sentak Dinda.
"No no no, kamu harus tetap disini sayang dan kamu gak boleh kemana-mana tanpa seizin aku. Kamu itu sekarang milik aku, dan aku gak akan biarin kamu pergi lagi!" ucap Tom tegas.
"Kamu udah gak waras ya Tom? Bisa-bisanya kamu bilang aku ini milik kamu, padahal jelas-jelas kamu tahu kalau aku udah punya suami," ucap Dinda.
"Iya, aku emang gak waras sayang. Aku begini ya karena kamu, aku sadar kalau aku gak bisa hidup tanpa kamu Dinda," ucap Tom.
"Terus hubungannya apa? Itu kan urusan kamu, jadi seharusnya kamu gak culik aku kayak gini Tom! Kamu gak mikir apa gimana perasaan suami aku nantinya?!" ucap Dinda dengan tangis yang terus membasahi pipinya.
Tom menggeleng sambil terkekeh, "Ngapain aku perduli sama si Erick?" ujarnya pelan.
"Terserah kamu deh Tom, tapi tolong biarin aku pulang karena aku gak mau bikin mas Erick khawatir sama aku!" pinta Dinda.
"Gak bisa Dinda, kamu harus tetap disini dan jangan kemana-mana!" tegas Tom.
"Ka-kamu mau apa Tom? Sana jauh-jauh dan jangan dekati aku!" ucap Dinda gugup.
"Tenang Dinda sayang, aku gak ada niatan buat menyakiti kamu kok!" ucap Tom santai.
"Ya aku tahu itu Tom, tapi aku sampai kapanpun gak akan pernah mau tinggal sama kamu. Aku ini udah punya suami, kamu harusnya paham dong bukan malah egois kayak gini!" ucap Dinda.
"Sekali-sekali aku harus egois sayang, demi bisa mendapatkan kembali cintaku yang mustahil ini," ucap Tom tersenyum lebar.
Dinda reflek memalingkan wajahnya serta menepis tangan Tom yang hendak mengusapnya, tentu Tom sedikit kecewa, meski begitu Tom tetap saja terus mendekati Dinda hingga wanita itu tidak bisa menghindar lagi darinya. Ya langkah Dinda terhenti lantaran punggungnya sudah menyentuh tembok.
"Mau kemana lagi Dinda? Tempat kamu itu disini sama aku, aku gak akan biarin kamu pergi dari sini sayangku!" ucap Tom mengungkung tubuh Dinda.
Dinda menggeleng cepat, "Kamu udah gila Tom! Kamu bisa masuk penjara atas tindakan kamu ini, apa kamu gak takut?" ujarnya.
"Aku gak pernah takut dengan apapun sayang, kecuali kehilangan kamu, itu saja yang aku takuti di dunia ini," ucap Tom.
Deg!
•
__ADS_1
•
Jeevan menemui istrinya yang sedang memasak di dapur menggunakan apron, secara tiba-tiba ia memeluk tubuh Queen dengan cara melingkarkan kedua tangannya di pinggang wanita itu dan membenamkan wajahnya pada pundak sang istri yang amat ia cintai itu.
Queen sontak terkejut, ia menghentikan sejenak aktivitas memasaknya dan menoleh ke arah sang suami sambil tersenyum lebar. Jeevan langsung menyambut wanita itu dengan sebuah kecupan manis di bibirnya, entah kenapa Jeevan begitu menyukai bibir istrinya yang terasa sangat manis itu.
Cup!
"Duh, bibir kamu itu benar-benar bikin candu deh buat saya sayang! Kayaknya saya gak bisa kalau lepas dari bibir ini walau sedetik sayang," ujar Jeevan sembari membelai bibir istrinya.
"Ah kamu mah emang mesum aja, Jev! Udah ya aku mau masak dulu?" ucap Queen.
"Sebentar dulu Queen, ada yang mau saya bicarakan ke kamu," ujar Jeevan.
"Apa lagi sih Jeevan? Mau bicara apa?" tanya Queen.
"Kalau nanti Aulia ada bilang sesuatu ke kamu, tolong kamu jangan percaya ya sama apapun yang dia katakan!" pinta Jeevan.
Queen sontak mengernyit keheranan, "Maksud kamu gimana sih Jev? Emangnya Aulia bakal mau bilang apa ke aku?" tanyanya penasaran.
"Ya saya juga gak tahu, pokoknya apapun yang dia bilang tentang saya, kamu jangan percaya ya sayang!" jawab Jeevan.
"Hm, aku jadi curiga sama kamu. Jangan-jangan ada yang lagi kamu sembunyiin ya dari aku?" ucap Queen.
"Hah? Sembarangan aja kamu kalo bicara, kenapa kamu jadi curiga sama saya?" ucap Jeevan.
"Abisnya sikap kamu itu aneh banget loh Jeevan," ucap Queen.
"Saya gak aneh kok, saya cuma memperingati kamu supaya jangan terlalu mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang lain, termasuk teman kamu sendiri sayang!" ucap Jeevan.
"Hadeh, yaudah iya terserah kamu aja. Terus sekarang ini kamu ngapain masih disini? Awas ah aku mau masak, emang kamu gak lapar apa Jev?" ucap Queen kesal.
Jeevan mengangguk sambil tersenyum dan mencubit pipi istrinya, "Iya lapar sih, kalo gitu buruan kamu masak yang enak dan banyak ya sayangku cintaku! Nanti saya tunggu di depan dulu sampe selesai," ucapnya.
"Okay Jev, udah sana kamu tunggu di depan gih biar aku bisa fokus masak!" ucap Queen.
"Iya iya Queen istriku yang paling cantik dan gemesin!" Jeevan kembali mencubit pipi wanita itu sembari tersenyum menggodanya.
Queen yang kesal hanya bisa mengembungkan pipinya, setelah puas barulah Jeevan melepaskan cubitannya pada pipi Queen dan melangkah begitu saja menuju ruang tamu untuk menunggu Queen selesai memasak. Sedangkan Queen tentunya kembali melanjutkan aktivitasnya membuat sarapan seperti yang dia lakukan sedari tadi.
Namun, tampak kalau Queen masih memikirkan perkataan suaminya tadi. Ya Queen sangat penasaran apa maksud Jeevan berkata jika ia tidak boleh percaya apapun yang dikatakan Aulia tentang suaminya itu, tentu saja Queen yakin bahwa ada yang tengah disembunyikan Jeevan darinya dan mungkin saja hal itu diketahui oleh Aulia.
"Huft, apa ya kira-kira yang disembunyiin Jeevan dari aku? Dia kok kelihatan takut banget gitu kalau aku percaya sama ucapannya Aulia?" gumam Queen.
Wanita itu terus berpikir sembari mengetuk-ngetuk jari telunjuk ke dagunya, "Apa aku tanya langsung ke Aulia ya?" ujarnya lirih. "Ah tapi enggak deh, takutnya Jeevan malah marah nanti," sambungnya.
Akhirnya Queen memilih melupakan saja perkataan Jeevan tadi, meskipun ia jadi sulit fokus untuk memasak karena terus dihantui rasa penasaran terhadap apa yang sebenarnya tengah disembunyikan oleh suaminya itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...