Menikah Dengan Mafia Sadis

Menikah Dengan Mafia Sadis
Bab 9. Jeevan puas


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 3


Jeevan puas




Pagi harinya, Jeevan terbangun dan merasa kaget saat menyadari Queen sudah tidak ada di sampingnya. Ia bergegas bangkit untuk mengecek dimana Queen saat ini, padahal semalam mereka baru saja melakukan rutinitas suami-istri sampai membuat Queen lemas dan pingsan tak berdaya karena keganasan Jeevan di ranjang.


Pria itu beranjak dari tempat tidur dan memakai semula baju tidurnya yang semalam, ia langsung melangkah keluar kamar setelah memastikan Queen tidak ada di penjuru kamar itu. Jeevan terlihat sangat panik, memang Jeevan tentu tak ingin jika istrinya kenapa-napa, sebab ia sangat mencintai wanita itu dan tak mau kehilangannya lagi.


Sesampainya di bawah, Jeevan langsung bernafas lega saat melihat Queen tengah menyiapkan makanan di meja makan seorang diri. Jeevan pun tersenyum menyaksikan istrinya itu dari jauh, walau ia juga merasa kasihan pada Queen karena harus mengurus urusan rumah sendiri, ia pun berpikir untuk menyewa seorang asisten rumah tangga.


Kini Jeevan mencoba mendekati istrinya itu perlahan-lahan, ia berniat mengagetkan Queen dengan mendekapnya dari belakang secara tiba-tiba. Namun, rupanya pergerakan yang ia lakukan itu telah diketahui oleh Queen. Tampak Queen menatap ke arahnya sambil tersenyum seraya mengusap selamat pagi padanya, tentu Jeevan merasa kecewa karena usahanya gagal.


"Pagi mas! Ngapain kamu jalan pelan-pelan kayak gitu? Mau coba-coba bikin aku jantungan ya?" ujar Queen sedikit mengejek.


"Ah gak asik kamu, harusnya kamu pura-pura gak lihat dong sayang! Jadinya kan saya bisa peluk kamu dari belakang dan bikin kamu kaget gitu, jahat dasar!" cibir Jeevan.


Queen tersenyum dan menggeleng pelan, "Ahaha, ada-ada kamu ah Jev. Jangan kayak anak baru gede yang lagi mabuk asmara deh!" ucapnya.


"Loh kenapa? Kita kan pasangan suami-istri baru, jadi wajar aja dong kalau aku pengen mesra-mesraan sama kamu," ucap Jeevan.


"Iya wajar, yang gak wajar itu kamu ngambek cuma karena rencana kamu gagal. Udah yuk sini sarapan bareng sama aku! Nih aku udah buatin nasi goreng seafood kesukaan kamu," ucap Queen.


"Waw dari baunya aja udah enak nih, pasti rasanya juga gak kalah enak!" ucap Jeevan memuji.

__ADS_1


"Hehe, ya semoga kamu suka deh Jev. Sini sini kamu duduk!" Queen menarik kursi dan meminta suaminya itu duduk di dekatnya.


Jeevan mengangguk perlahan, lalu mengikuti permintaan istrinya untuk duduk. Queen juga turut serta duduk di sebelah sang suami, wanita itu pun mulai menuangkan nasi goreng yang sudah ia buat ke dalam piring suaminya. Jeevan yang melihat itu hanya tersenyum dan diam di tempat seperti seorang anak kecil yang sedang bersama ibunya.


"Kamu mau banyak apa sedikit Jev?" tanya Queen.


"Banyak dong, pokoknya kalau makanan buatan kamu pasti aku gak akan rela makanannya masih sisa. Kalau perlu, biar aku yang abisin ini semua sekarang juga," jawab Jeevan mantap.


Queen terkekeh mendengarnya, "Ya ampun Jeevan, kamu kayak kuat aja deh abisin semuanya. Nanti kalau kamu sakit perut gimana?" ujarnya.


"Gak masalah, sakit perut kan tinggal diobatin. Tapi, kalau makanan kamu sisa itu pasti kamu nanti sedih dan sulit buat mengobatinya," ucap Jeevan.


"Lebay ah kamu!" cibir Queen dengan bibir maju ke depan seolah meledeknya.


"Bukan lebay istriku, aku emang mau jaga perasaan istri aku yang cantik ini. Aku gak pengen tuh lihat kamu sedih atau nangis," ucap Jeevan.


"Ya ya ya.." Queen memutar bola matanya dan membuang muka.




Disisi lain, Dinda masih memikirkan kejadian kemarin saat Tom tiba-tiba datang ke apartemennya dan berkata bahwa dia masih mencintainya, ini sungguh rumit bagi Dinda karena ia bingung harus bersikap bagaimana jika Tom datang lagi nanti. Apalagi jika sampai nantinya Tom bertemu dengan Erick di apartemennya, bisa saja terjadi keributan diantara kedua lelaki itu.


Erick yang baru keluar dari kamar tak sengaja melihat istrinya tengah melamun seorang diri di dapur, tanpa basa-basi ia langsung menghampiri wanita itu untuk mengecek kondisinya. Erick kini berdiri di samping Dinda, satu tangannya bergerak mengusap wajah serta rambut sang istri hingga membuat Dinda menoleh ke arahnya.


"Lagi mikirin apa kamu? Kok kelihatannya kamu kayak ada masalah gitu? Cerita dong sama aku sayang!" ucap Erick.

__ADS_1


"Eh mas, kamu udah selesai mandinya? Maaf ya tapi aku gak fokus," ucap Dinda gugup.


"Gak masalah, sekarang mending kamu cerita sama saya deh kalau lagi ada yang kamu pikirin. Saya ini kan suami kamu, jadi kamu cerita aja apa yang kamu mau ceritakan!" ucap Erick.


Dinda menggeleng sambil tersenyum, "Gausah mas, aku tadi cuma ngelamun karena bosan aja. Aku boleh gak mas main ke rumah teman aku nanti siang? Ya hitung-hitung buat cari kegiatan biar gak bosan," ucapnya.


"Oh gitu, ya boleh dong sayang. Lagian abis ini kan saya harus kerja, daripada kamu sendiri disini lebih baik kamu sama teman kamu," ucap Erick.


"Makasih ya mas, kamu emang baik banget deh!" ucap Dinda.


"Sama-sama cantik, yaudah nanti saya antar kamu kesana ya? Sekarang gimana kalau kita sarapan bareng?" usul Erick.


Dinda mengangguk setuju, mereka lalu sama-sama menikmati santap pagi yang enak itu di meja makan. Ya Dinda seketika melupakan pikirannya tentang Tom, ia tak ingin suaminya menaruh curiga jika ia terus saja melamun hanya karena memikirkan pria yang sudah menjadi masa lalunya itu.


Setelah selesai sarapan dan mencuci piring, Dinda yang baru saja berdandan kini pergi menemui suaminya di depan yang sudah menunggu. Mereka kali ini akan pergi bersama-sama menuju rumah Aulia, sahabat Dinda. Nantinya Dinda berniat untuk mengajak Aulia menemui sahabatnya yang lain.


"Mas, aku udah siap nih. Kita berangkat sekarang aja yuk! Takutnya juga nanti kamu terlambat ke kantor kalau kita kelamaan," ucap Dinda.


Erick bangkit dari duduknya dan menghampiri Dinda sembari mengusap wajahnya, "Kamu cantik sekali sayang! Ini nih yang selalu bikin saya sulit buat tinggalin kamu," ucapnya lembut.


Dinda tersipu malu dan menundukkan kepalanya, "Ah mas bisa aja, udah ah ayo kita berangkat!" ucapnya.


"Iya sayangku," Erick menyetujui ucapan istrinya dan mengajak sang istri pergi dari apartemennya dengan bergandengan tangan.


Ceklek


Namun, saat mereka baru saja membuka pintu, tanpa diduga Ariana alias mantan istri Erick sudah berdiri di depan mereka dengan pakaian seksi disertai senyum menggoda. Sontak saja Erick merasa kikuk, ia tampak gugup dan bingung harus berkata apa ketika melihat Ariana di depannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!! ...


__ADS_2