
#Terjebak Gairah Sang Mafia
Aku sangat mencintaimu
•
•
Disaat Aulia, Dinda dan Nina hendak masuk ke mobil, mereka dikejutkan dengan sebuah motor besar hitam yang berhenti di dekat mereka. Seorang pria yang mengendarai motor itu tampak melepas helmnya, menatap ke arah tiga gadis tersebut sambil tersenyum dan merapihkan rambutnya.
Ya sudah tentu pria itu adalah Tom, alias orang yang sudah membuat hidup Dinda menderita saat ini. Namun, Tom dengan janjinya berniat untuk menebus semua kesalahannya di masa lalu itu dan ingin membawa Dinda ke dalam sebuah kebahagiaan. Walau tentu tak semudah itu bagi Dinda percaya padanya, sebab Tom sudah sering berkhianat.
"Tom, ka-kamu ngapain disini?" tanya Dinda dengan gugup sembari bersembunyi dibalik tubuh sohibnya.
"Halo Dinda! Tentu saja aku kesini karena mau jemput kamu sayang, aku akan bawa kamu pergi dan tinggal bareng aku. Kamu pasti mau kan Dinda?" jawab Tom dengan santainya.
Dinda menggeleng cepat, "Gak! Aku ini udah jadi istri orang, Tom. Kamu paham dong situasinya, kamu jangan begini terus!" ucapnya lantang.
"Iya Tom, lu mending pergi deh sebelum ada yang datang dan hajar lu!" sahut Aulia.
"Saya gak takut dengan siapapun, saya hanya ingin kembali bersama Dinda dan hidup bahagia. Asal kamu ingat Dinda, anak yang kamu kandung itu anak aku dan kamu gak akan bisa lepas dari status itu sayang!" ucap Tom.
Dinda terdiam seraya memalingkan wajahnya, tapi kemudian Tom bergerak semakin mendekatinya dan memaksa Dinda untuk ikut bersamanya. Tentu saja Dinda ketakutan, Aulia dan Nina pun mencoba untuk menolongnya agar Tom tidak bisa membawa pergi Dinda dari sana.
"Tom, tolong lu jangan macam-macam deh disini! Gue sama Nina bisa laporin lu ke polisi atas tindakan kekerasan kalau gini caranya," ancam Aulia.
"Saya tidak perduli Aulia, silahkan lakukan apapun yang kalian inginkan! Tapi, saya akan tetap membawa Dinda bersama saya karena saya sangat mencintai dia!" ucap Tom tegas.
"Kurang ajar! Lo emang laki-laki sialan tau gak! Lo udah nyakitin Dinda berkali-kali, tapi bukannya lu berubah lu malah mau bikin Dinda sakit hati lagi untuk kesekian kalinya!" ucap Aulia kesal.
__ADS_1
"Justru itu Aulia, saya ingin menebus semuanya. Jadi, kamu jangan halangi saya!" ucap Tom.
"Apa yang mau lu tebus Tom? Dinda udah gak mau lagi sama lu, harusnya lu paham dong! Dia udah kasih lu kesempatan, tapi lu gagal buat bikin dia percaya. Sekarang lu mau berharap dapat kesempatan lagi? Cih!" geram Aulia.
"Iya Aulia, saya rasa saya berhak mendapatkan kesempatan itu lagi. Sekarang tolong kamu tidak usah ikut campur urusan saya dan Dinda!" ucap Tom.
"Gak bisa, Dinda itu sahabat gue dan gue akan terus bela dia sampai kapanpun!" tegas Aulia.
Tom menggeleng cepat, ia kembali fokus menatap Dinda dan berusaha meraih tangan wanita itu untuk digenggam. Akan tetapi, Dinda menolak dan malah menepis tangan lelaki itu. Lalu Tom pun merasa jengkel dengan sikap Dinda barusan, ia semakin memaksa sampai Dinda tampak ketakutan.
"Tom cukup! Lu tuh apaan sih? Dinda gak mau ikut sama lu, tolong lu hargai keputusan dia dan jangan maksa!" sentak Aulia.
Disaat Tom hendak maju kembali, Aulia dengan beraninya langsung menendang tubuh Tom hingga tersungkur ke jalan. Sontak Nina sampai tertawa terpingkal-pingkal melihat kondisi Tom saat ini, dua gadis itu kini berupaya melindungi Dinda dari upaya Tom yang ingin membawanya paksa.
"Akh sial! Sulit sekali buat saya bawa Dinda pergi dari sini," gumam Tom dalam hati.
•
•
Tentu Jeevan penasaran dan bingung mengapa mereka semua ada disana, namun setelah didekati dan diamati lebih lanjut, Jeevan dapat mengenali siapa mereka. Jeevan pun melongok heran ketika mendapati Tom tergeletak di jalan dengan tiga gadis yang tengah menertawakannya.
"Itu kan si Tom sama teman-temannya Queen, ngapain ya mereka malah pada ketawa disitu?" gumam Jeevan penasaran.
Akhirnya pria itu memutuskan turun dari mobil, lalu bergerak menghampiri mereka disana. Jeevan sangat penasaran apa yang sedang terjadi, meski ia juga kesal karena dengan kehadiran mereka tentu rencananya untuk mengobrak-abrik milik Queen jadi tertunda lagi.
"Ehem ehem.." deheman Jeevan membuat orang-orang itu terkejut.
"Jeevan, baguslah lu datang juga akhirnya. Nih ada orang yang mau ngerusuh di rumah lu, mending lu usir dia deh sebelum dia makin menjadi-jadi!" ucap Aulia menunjuk ke arah Tom.
__ADS_1
Jeevan langsung melirik Tom dengan dingin, "Kita ketemu lagi Tom, dan ternyata kamu masih saja seperti ini," ucapnya mengejek.
"Bos, apa kabar?" tanya Tom mencoba ramah.
"Saya baik, makin baik. Apalagi setelah saya bisa menikahi wanita yang saya cintai, yaitu Queen. Hidup saya jadi bertambah bahagia," jawab Jeevan.
"Hahaha, bos enak sekali ya? Andai saja nasib saya sebaik bos, pasti saya sudah jadi pria yang beruntung," ucap Tom.
"Tentu saja, tapi sayang kamu tidak bisa menjadi seperti saya Tom. Kamu itu seorang pengkhianat, jadi kamu tidak pantas mendapat kebahagiaan!" ucap Jeevan.
"Apa seorang pendosa tidak berhak bahagia bos? Saya juga ingin merasakan dicintai, meskipun saya sadar saya bukan orang baik," ucap Tom.
"Itu kamu sadar, lalu kenapa kamu tidak berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik? Lupakan Dinda, biarkan dia bahagia dengan pasangan barunya dan jangan kamu ganggu dia lagi!" ucap Jeevan.
"Mana bisa bos? Saya sangat mencintai Dinda, saya tidak mungkin melupakan dia!" ucap Tom.
"Tapi dia sudah menjadi istri orang Tom," ujar Jeevan.
Tom menggeleng cepat, "Saya tidak perduli bos, sampai kapanpun saya akan tetap mencintai Dinda dan berusaha merebutnya kembali!" ucapnya.
"Kamu memang keras kepala, terserah kamu aja deh. Tapi, sekarang kamu pergi karena saya tidak ingin ada keributan di rumah saya!" ujar Jeevan.
"Baiklah, saya akan pergi." Tom bangkit dan menatap wajah Dinda dengan tajam.
Dinda yang ketakutan terus bersembunyi dibalik tubuh Aulia dan juga Nina, dua sahabatnya itu tentu tak akan membiarkan Dinda terluka karena mereka adalah sahabat sejati. Sedangkan Jeevan terus memberi kode agar Tom segera pergi dari sana, hingga akhirnya Tom mengalah dan memilih pergi.
Setelah kepergian Tom, kini Jeevan beralih menatap ketiga gadis yang ada di depannya itu. Jeevan merasa tidak tega pada Dinda karena Tom terus saja mengganggu hidupnya, padahal sudah berulang kali Dinda meminta agar Tom mau pergi dan tidak lagi mengusik kehidupannya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...