
#Terjebak Gairah Sang Mafia 3
Kapan punya anak?
•
•
Setelah saling puas berbagi peluh, Jeevan memilih meninggalkan istrinya yang tengah tertidur pulas di kamar itu. Jeevan pun berniat pergi menuju markas untuk menemui Fritzy, ia ingin sekali mengetahui bagaimana kondisi calon bayi yang sedang dikandung oleh wanita itu. Apalagi ia juga tahu kalau hari ini adalah jadwal checkup Fritzy.
Tak butuh waktu lama, Jeevan pun tiba di markas tempat Fritzy berada. Ia langsung buru-buru turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah itu untuk mencari dimana Fritzy, kebetulan sekali mereka justru bertemu saat Jeevan baru saja melangkah masuk. Ya sontak Jeevan meminta Fritzy untuk berhenti sejenak dan berbincang dengannya disana.
"Ah Fritzy, pas banget kita ketemu disini. Kamu pasti mau ke rumah sakit kan buat kontrol kandungan kamu?" ucap Jeevan sambil tersenyum.
"Umm, i-i-iya pak bos. Saya emang mau ke rumah sakit, karena sekarang jadwal checkup saya. Eee memangnya kenapa ya bos? Terus ada apa juga bos cegat saya?" ujar Fritzy.
Jeevan menggeleng pelan, "Enggak kok, saya ini cuma pengen antar kamu sampai ke rumah sakit. Biar gimanapun, anak itu kan anak saya juga. Jadi, saya mau tahu kondisi dia," ucapnya.
"Tapi bos, kalau nanti ada yang lihat kita dan dia curiga gimana? Sampai sekarang kan belum ada yang tahu kalau anak yang saya kandung ini anak bos," ucap Fritzy panik.
"Kamu tenang aja Fritzy, gak akan ada yang curiga sama kita! Sudahlah, ayo saya antar kamu ke rumah sakit ya!" ucap Jeevan.
"Ta-tapi bos..."
Jeevan memotong ucapan Fritzy dengan merengkuh pinggang wanita itu, "Cukup Fritzy cantik, kamu tidak perlu bicara terus seperti itu!" ucapnya memaksa.
"Baiklah, saya nurut aja sama bos. Kalau misal nanti yang saya khawatirkan terjadi, tolong bos jangan salahkan saya ya!" ucap Fritzy.
__ADS_1
"Hahaha, kamu kenapa gemesin banget sih Fritzy? Dari dulu sampai sekarang, saya selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium pipi kamu yang gemas ini Fritzy," ucap Jeevan merayu.
"Bos, saya mohon jangan lakukan itu! Saya tidak mau dianggap sebagai pelakor," ucap Fritzy.
Jeevan tersenyum saja seolah tak perduli dengan apa yang dicemaskan wanitanya itu, Jeevan justru mengecup serta mengusap wajah mulus Fritzy yang selalu saja membuatnya tergoda itu. Fritzy pun pasrah saja dan tak dapat berbuat apapun, terlebih saat Jeevan membawanya pergi menuju mobil.
"Saya tidak akan melepaskan kamu Fritzy, meskipun saya sudah memiliki Queen yang saya cintai," gumam Jeevan dalam hati.
Di mobil, Jeevan pun tampak terus mengamati tubuh Fritzy tanpa ada satupun yang terlewati. Tampaknya Jeevan masih amat terpesona dengan keanggunan wanita itu yang berhasil membuat dirinya terpikat, sungguh Fritzy memang cantik dan Jeevan pun mengakui itu.
Fritzy yang terus diperhatikan pun merasa risih, ia berusaha keras menghindari bertatapan langsung dengan Jeevan karena khawatir rasa cinta di hatinya akan sulit untuk dihilangkan. Jujur saja Fritzy belum dapat melupakan pria itu, karena Jeevan adalah cinta pertamanya.
"Bos, bisa gak bos fokus nyetir aja? Jangan terus natap ke saya dong bos!" pinta Fritzy.
"Gak bisa, abis kamu cantik banget sih. Pria mana coba yang gak terpikat sama kecantikan kamu Fritzy?" goda Jeevan.
"Bos, tapi bos kan lagi nyetir. Kalau nanti kita nabrak gimana?" ujar Fritzy.
Fritzy hanya memalingkan wajahnya saat lelaki itu tersenyum ke arahnya dan meraih satu tangannya, sungguh jantung Fritzy saat ini benar-benar dibuat berdetak sangat kencang.
•
•
Sementara itu, Queen kembali didatangi oleh Lova yang hendak menceritakan apa yang tengah terjadi dalam hidupnya. Ya Lova berniat meminta saran dari Queen terkait pertanyaan Arul yang ingin mereka berdua berhubungan seperti sepasang kekasih, karena jujur saja Lova masih sangat bingung.
Begitu melihat Lova yang datang seorang diri, Queen pun langsung yakin bahwa ada yang sedang dialami oleh sahabatnya itu sehingga dia rela datang ke rumahnya sendirian. Queen mempersilahkan Lova untuk masuk dan duduk bersamanya di ruang tamu, mereka lalu memulai pembicaraan disana.
__ADS_1
"Queen, lu gue lihat-lihat makin bahagia aja. By the way, kapan nih gue sama yang lain bisa punya ponakan? Alias kapan lu isi?" celetuk Lova.
Queen dibuat menunduk dan tersenyum tipis, "Ah lu mah pake tanya soal itu segala, ya gue belum tahu lah kapan gue punya anak. Semua itu kan kehendak Tuhan, gue mana bisa ngatur coba," jawabnya.
"Hehe, iya juga sih. Semenjak nikah sama Jeevan, kayaknya otak lu udah agak beneran deh, ya walau masih sengklek dikit," kekeh Lova.
"Sembarangan lu! Otak gue mau udah bener dari dulu, justru lu tuh yang miring dan selalu lemot!" ucap Queen mencibir.
"Hahaha, santai dong kalem! Omong-omong ini suami lu kemana dah? Rumah sebesar ini kok sepi banget kayak gini?" tanya Lova penasaran.
Queen menggeleng dengan pipi mengembung, "Gak tahu, begitu gue bangun tadi dia udah gak ada. Kayaknya sih dia ke tempat kerja, tapi gak tahunuga deh," jawabnya.
"Waduh gawat tuh Queen! Kenapa lu gak coba telpon dia? Takutnya dia lagi jalan sama cewek lain," ucap Lova.
Queen pun menghela nafasnya, "Lo bicara apa sih Lova? Amit-amit deh jangan sampai itu kejadian! Gue sama Jeevan itu baru nikah beberapa Minggu, masa dia udah selingkuh aja?!" ujarnya geram.
"Ahaha, iya iya sorry gue kan cuma minta lu buat jaga-jaga aja!" ucap Lova terkekeh.
"Yaudah, kita gausah bahas Jeevan lagi. Mending sekarang gantian gue yang tanya sama lu, ada apa nih lu datang kesini?" ucap Queen.
"Eee iya Queen, jadi gue tuh mau cerita sama lu soal hubungan gue dan Arul," ucap Lova gugup.
Queen tampak mengernyit karena penasaran, "Maksudnya? Hubungan apaan? Kalian kan cuma majikan sama bodyguard," ujarnya heran.
"Justru itu, kemarin tuh Arul tembak gue. Dia nyatain perasaannya ke gue," jawab Lova.
"Apa??" Queen tersentak kaget seolah tak percaya dengan perkataan sahabatnya barusan.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...