
#Terjebak Gairah Sang Mafia 3
Masalah Dinda
•
•
Queen tiba di rumahnya, ia terkejut karena teman-teman serta suaminya sudah berada disana menunggunya. Sontak Queen bergegas turun dari mobilnya, ia melangkah menghampiri mereka semua dan menyapanya satu persatu serta saling berpelukan untuk melepas rindu pada mereka.
Jeevan pun tampak sangat bahagia dapat melihat istrinya lagi, ia langsung beranjak dari tempat duduknya mendekati Queen dengan penuh rasa ceria. Jeevan sudah tidak sabar ingin segera menuntaskan gairah yang ia tahan sedari tadi itu, tapi tentu tak mungkin ia melakukannya saat ini.
"Sayang, kamu kenapa lama banget sih? Ini loh teman-teman kamu udah nungguin kamu daritadi, kasihan tahu mereka!" ucap Jeevan.
"Iya maaf ya guys, soalnya gue ada urusan tadi. Emangnya kalian datang dari kapan? Terus kenapa gak bilang gue dulu? Kalau tahu kalian mau datang, gue kan gak pergi," ucap Queen.
"Gapapa Queen, kita baru sebentar kok nunggunya," ucap Aulia.
__ADS_1
"Iya Queen, yang gak sabar mah si Jeevan tuh. Dia daritadi nungguin lu terus dan nanyain lu mulu, udah kayak cacing kepanasan," sahut Nina.
"Lah kenapa jadi bawa-bawa saya? Saya mah santai aja walau Queen pulang lama," ucap Jeevan.
"Halah bohong aja lu! Gue tahu kok daritadi lu nyariin Queen terus, kelihatan dari ekspresi lu tau Jeevan," ucap Aulia.
"Udah udah, jangan pada ribut ah! Yuk kita masuk aja ke dalam! Lagian kenapa coba kalian malah pada disini aja gak masuk?" ucap Queen keheranan.
"Tau tuh si Jeevan gak bolehin kita masuk, gak jelas dia emang!" cibir Aulia.
"Ya saya kan jaga-jaga aja, takutnya kalau saya ajak masuk kalian ke dalam, nanti malah timbul fitnah. Saya kan laki-laki, gak enak lah kalau bawa tiga cewek sekaligus ke rumah saya," ucap Jeevan.
Queen terkekeh dan kemudian beralih menatap Dinda, ia mengernyit heran melihat Dinda yang tampak bersedih. Queen pun mendekatinya dan menggenggam dua tangannya yang halus, menatap wanita itu dengan memicingkan mata karena sangat penasaran.
"Dinda, lu kenapa? Kok lu sedih begitu sih? Apa lu ada masalah sama suami lu?" tanya Queen.
"Eee.." Dinda terlihat gugup dan bingung saat hendak menjawabnya, ia menunduk sembari menggigit bibir bagian bawahnya karena masih sedikit takut.
__ADS_1
"Itu loh Queen, barusan ada si Tom datang kesini maksa Dinda buat ikut sama dia," sela Aulia.
"Hah? Buset deh, ngapain lagi sih tuh orang? Gak ada kapok-kapoknya apa ya dia?" geram Queen.
"Entahlah, gue juga gak tahu kenapa Tom masih aja sering ganggu gue. Padahal udah berulang kali gue tolak dia, eh tapi dia gak mau dengar," ucap Dinda.
Queen pun merangkul Dinda dan mengusap wajah sahabatnya itu, ia berupaya menenangkan Dinda agar tidak terus memikirkan Tom yang selalu saja mengganggunya. Sedangkan Aulia serta Nina juga tampak membantu Queen untuk membuat Dinda ceria kembali dan melupakan Tom.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam, mereka duduk di ruang tamu bersama-sama dengan Queen yang masih terus merangkul Dinda. Tampak Dinda juga sudah lebih baik dibanding sebelumnya, ia terlihat tersenyum menatap teman-temannya secara bergantian.
"Makasih ya guys, kalian emang sahabat terbaik yang pernah gue temuin. Gue beruntung banget punya sahabat kayak kalian," ucap Dinda.
"Sama-sama Dinda, itu udah tugas kita sebagai sahabat buat nyemangatin lu," ucap Queen.
Jeevan yang berdiri disana hanya bisa menyaksikan dengan mulut tertutup, sejujurnya ia agak kecewa lantaran ia gagal untuk menuntaskan hasratnya yang sedari tadi ia pendam pada sang istri. Namun, Jeevan tak dapat berbuat apa-apa karena tak mungkin ia memaksa Queen untuk saat ini.
"Hadeh, gagal lagi deh dapet jatah dari istri!" gumam Jeevan dalam hati.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...