
Mereka pun berjalan menuju kelas nya
Saat mereka sudah duduk dikursi masing-masing, tiba-tiba mata Aya tertuju kepada meja Aldo yang terdapat seragam berserakan (dasar laki-laki gak bisa banget bersih)
"Jorok amat tu orang" ucap aya
"Siapa ay?" Tanya Elsa
"Noh meja si banci sama buntut-buntut nya" jawab Aya
"Biasa itu mah, gak kaget gue" ucap Elsa
"Karena gue orang nya gak bisa kotor nih yah , gak bisa nih gue liat begituan" ucap aya dan berdiri dengan berjalan menuju meja Aldo
"Ngapain Lo ay?" Tanya Lia
"Udah diem liat ajah" jawab aya dan diangguki mereka berdua
Aya pun mengambil seragam mereka bertiga, dari yang diambil hanya bajunya ada yang hanya celananya bahkan ada yang diambil dua²nya
'saatnya gue balas dendam' batin Aya dan berjalan menuju mejanya
"Kita umpetin dimana gays?" Tanya Aya
"Gila Lo ay" jawab Elsa
"Baju nya para orang tampan sih yahh ,jadi gada bau-bau kecut gitu haha" Ucap Lia dengan cengengesan
"Brisik Lo Lia,pikirin nih taro dimana" sewot Aya
"Gimana kalo kita gantung ajah diatas nohh" ucap Lia dengan menunjuk ke atas yang dimaksud Lia ternyata kipas angin
"Wahh tumben ide Lo pinter Lia" ucap aya
"Tapi tapi gimana naro nya?" Tanya Elsa
"Pake sapuuuu" jawab Aya dan Lia dengan berbarengan
"Oke gas" ucap Elsa dan mereka pun mengambil sapu dan mulai menaruh baju-baju triple angry
"Kalian semua jangan ada yang ngasih tau ke mereka bertiga yah" ucap aya Kepada teman-teman kelasnya
"Gila Lo ay, gak takut Lo ?"tanya salah satu murid
"Ga pernah takut gue sama tu anak banci" sewot Aya
"Yang penting kalian semua diem, jangan ada yang kasih tau oke?" Tanya aya lagi
"Okeh deh" jawab mereka semua
"Rasain Lo banci" ucap aya dengan senyum liciknya
"Tapi gue takut ay" ucap Lia
"Ada gue tenang ajah" jawab Aya dan diangguki oleh Lia
Setelah hampir 1jam pelajaran olahraga pun telah usai kini seluruh murid kembali ke kelas untuk menunggu pergantian jam
"Menang lagi kita boss" ucap girang Aldo saat baru memasuki kelas
"Woyy bagas jangan lupa janji Lo buat traktir kita" teriak gino yaa karena memang mereka selalu membuat perjanjian, siapa yang kalah harus mentraktir yang menang, mungkin biar seru kali yahh
"Ya oke oke" jawab pasrah Bagas
"Makan gratisss" ucap girang Gino
"Gratis doang maunya Lo" sewot Aldo
"Harus mau dong bos, rezeki anak Soleh kaya gue jadi selalu dapet gratisan" bangga Gino
"Orang kaya doyan gratisan, aneh" ucap datar Egi
"Jaman sekarang nyari gratisan tu susah jadi selagi ada yang traktir gaboleh nih disia-siakan" jawab Gino
__ADS_1
"Brisik banget Lo " sewot Aldo dan meninggalkan Gino dan disusul Egi
Saat mereka telah sampai di meja mereka, mata mereka pun terbelalak saat melihat hanya tersisa beberapa seragam mereka bertiga dimeja dan dikursi
"Loh ni baju gue pada kemana?" Heran Aldo
"Iyah nih baju gue juga tinggal celananya doang" ucap Gino
"Lo gi?" Tanya Aldo
"Baju doang" jawab Egi
"Wahh parah ada yang ngerjain kita nih" sewot Aldo
"Siapa coba yang berani ngerjain kita, nyari mati tu orang bos" sewot Gino juga dengan ngepalkan tangannya siap memukul orang yang sudah berani mengerjai nya
"Siapa yang udah berani ngerjain kita!!" Teriak Gino ke seluruh murid di kelas
"Ngerjain gimana?" Tanya salah satu murid laki-laki
"Seragam kita pada ilang semua!!"
"Siapa yang udah umpetin seragam kita!!" Sewot Gino lagi
Mereka pun hanya terdiam dan menunduk,tidak ada yang berani menatap mata tajam triple angry
Sedangkan dimeja Aya
"Ay gimana nih, gue takut banget" bisik Lia
"Sutt udah tenang aja" jawab Aya
"Lo yakin nih kita bakal gapapa?" Tanya Elsa
"Yakin gue" jawab Aya
"Semoga ajah gada yang bocorin" ucap Lia
"Iyah Lo bener" jawab Gino
"Berarti pelaku nya perempuan" ucap Aldo
"Hee kalian cewe-cewe ,siapa yang udah berani ngumpetin seragam kita?" Tanya Gino
Mereka pun hanya terdiam dan ada yang juga yang menatap kearah meja Aya
"Jawab!!" Bentak Gino
"Ay mending kita keluar ajah deh " ajak Lia
"Iyah ay ayoo" ucap Elsa juga dan diangguki oleh Aya ,mereka bertiga pun keluar dari kelas
"Sumpah merinding gue yaampun" ucap Lia
"Gimana ni ay?" Tanya Elsa
"Biarin deh, mumpung masih ada waktu sebelum bu Mela masuk gimana kalo kita ke kantin dulu" ajak aya
"Boleh deh ayo" jawab Lia dan mereka pun berjalan menuju kantin
Sementara dikelas
"Masih belom ada yang mau ngaku haa!" Sewot Gino lagi
"Jawab!!" Bentakan Aldo yang mampu membuat mereka semakin ketakutan
"Kalo masih belom ada yang ngaku ,gue jamin kalian semua gada yang bisa pulang ngertii!!"
"Al se-ben-e-r-nya " ucap gugup salah satu murid perempuan
"Sebenarnya apahh!!" Ucap Aldo
"Ay-aya ya-n-g u-udah ngerjain ka-kalian"
__ADS_1
"Aya?" Tanya Aldo dan Gino dan diangguki oleh perempuan itu
"Bener-bener nyari gara-gara tu orang" sewot Aldo
"Pantes ajah pada kabur bos" ucap Gino
"Kita cari mereka" ucap Aldo dan berjalan menuju keluar kelas
Dan diikuti oleh Gino dan egi
Sementara dikantin
Saat ini aya dan kawan-kawan sedang memakan makanan mereka
"Aduhh kebelet BAK gue" ucap aya
"Gue ke toilet dulu yah" ucap aya lagi dan meninggalkan mereka berdua
"Yaudah sonoh ,jangan lama Lo" jawab Lia
Saat mereka berdua kembali memakan makanan mereka dengan bercanda gurau tiba-tiba
Brakkkkkk
Triple angry pun datang dengan Aldo yang langsung menggebrak meja dengan keras hingga membuat seluruh mata murid dikantin pun tertuju kepada sumber suara tersebut
"A-al-do" ucap gugup Lia
"Aduh Giman nih Li?" Tanya Elsa dengan suara yg sangat kecil
"Gatau gue, mana Aya gada lagi" jawab Lia juga
"Biar gue yang tanya ke mereka bos" ucap Gino dan diangguki oleh Aldo
"Beb lili apa bener kalian yang udah ngerjain kita?" Tanya Gino dengan suara lembutnya
"Hehe Iyah ,maaf yahh" jawab Lia dengan cengengesan
"Ko kamu tega ngerjain aku si beb?" Tanya Gino lagi
"Aku gak suka ajah liat meja kalian berantakan, terus Aya nyuruh kita deh buat umpetin seragam kalian" jawab polos Lia
'aduhh ni anak pake jujur-jujur amat lagi' batin Elsa
"Kemana Aya?" Tanya Aldo
"Aya ke toilet" jawab lia lagi
Setelah mendengar jawaban Lia, Aldo pun langsung berjalan menuju toilet
'tunggu balesan gue ay' batin Aldo
Entah kebetulan atau gimana yahh , tiba-tiba toilet sangat sepi membuat Aldo dengan mudah memasuki toilet perempuan yang ternyata memang hanya satu pintu yang masih tertutup menandakan itu adalah aya
Aldo pun hanya berdiri di depan pintu dengan tangan yang dilipat didadanya
Ceklekk
Suara pintu terbuka pun terdengar dan benar saja perempuan di toilet tersebut adalah Aya, Aya yang kaget dengan keberadaan Aldo pun hanya terbengong
Dan dengan cepat Aldo mendorong Aya untuk masuk ke toilet dan mengunci pintu toilet
'gak bakal bisa lepas Lo Aya' batin Aldo
'aduhh kenapa pake ketaun lagi' batina Aya juga
Kini posisi Aya yang sudah menempel dengan tembok tidak bisa lagi Aya melangkah mundur, dirinya pun hanya pasrah
Aldo pun semakin mendekat kan wajahnya ke wajah Aya
Semakin dekat....
Semakin dekat....
__ADS_1