
"Momy jangan sedih Mulu dong, momy kan tau anak kita itu hebat, kuat kaya momy nya" ucap Hendra merangkul pundak momy Nita
"Momy percaya kan, kalo anak kita tu bisa nglewatin musibah ini dan balik ke kita dalam keadaan sehat, dan baik-baik aja?" Tanya Hendra
"Percaya dad momy percaya banget kalo anak kita tuh kuat" jawab momy Nita
"Nah kalo momy percaya udah gak usah khawatir lagi, kita bantu Aldo lewat doa kita ya mom"
"Iya dad" jawab momy Nita
"Yaudah mom sekarang kita istirahat dulu yah, nanti malem dady mau nyari lagi tapi momy gak boleh ikut"
"Momy ikut" mohon momy Nita
"Gak boleh, udah momy di villa aja soalnya kan malem-malem. Insyaallah besok Aldo udah ketemu"
"Aamiin yaallah"
Dan mereka pun mulai tertidur
Sementara di villa hasan
"Pah ini udah jam 3 lebih ayo kita cari Aya lagi"
"Iya mah bentar"
"Cepetan pah"
"Iya iya ayo" dan mereka pun mulai mencari Aya lagi
"Gimana udah ada petunjuk lain?" Tanya Hasan ke salah satu anak buah nya
"Belom ada tuan"
"Kalian terus mencari ya"
"Baik tuan"
"Saya juga mau ikut mencari sama nyonya"
"Apa sebaiknya tuan dan nyonya di villa saja, ga usah ikut turun tangan tuan, takut kecapean"
"Gapapa lagian ini permintaan nyonya"
"Baik tuan" dan mereka pun berjalan kembali mencari Aya dan Aldo
Dirumah kosong
"Hiks hiks ini gak ada yang nyari kita atau gimana si?" Tangis Aya
"Kita tuh udah masuk banget kayanya dihutan ini, mungkin mereka belom sampe sini cari nya"
"Tapi gue pengen pulang hiks, gue kangen mamah papah gue hiks hiks" tangis Aya lagi
"Gue juga kangen keluarga gue ay, tapi takdir kita harus kaya gini ya kita terima, yang penting harus berdoa banyak-banyak"
"Udah yah jangan nangis lagi" ucap aldo dengan memeluk Aya, Aya pun hanya pasrah
"Kaki Lo udah gapapa?" Tanya Aldo
"Udah mendingan Al"
"Kalo udah mendingan besok kita cari jalan keluar ya"
"Iya al gue mau"
"Al kita gak mandi gitu yaampun bau banget nih badan" ucap aya
"Mau mandi pake apa? Lumpur?"
"Udah lengket banget loh badan ini yaampun"
"Buka bajunya biar gak lengket" ledek Aldo yang mampu mendapati jambakan dari Aya
"Ahhh sakitt aya!!" Teriak Aldo
"Lagian rese mulut Lo"
__ADS_1
"Becanda ay becanda beneran, aduh sakit banget"
"Rasain Lo" sewot Aya lagi
"Gue minta maaf iya maaf udah lepasin ahh" ringis Aldo dan Aya pun melepaskan jambakan maut itu "sekali lagi ngomong gitu gak gue kasih ampun Lo" ancam Aya
"Iya enggak dari pada rambut indah gue jadi botak ihh ogah"
"Al ini udah mulai malem, Lo cari buah-buahan lagi sonoh buat kita makan nanti malem"
"Ouh iya yah, yaudah gue mau cari dulu. Lo jangan kemana-mana"
"Ikut" ucap aya
"Gak usah ikut, udah disini aja duduk manis"
"Gue tetep mau ikut" ucap aya dan berdiri mengikuti Aldo
"Lo tu ya dibilangin susah banget"
"Gue gak mau sendirian ah"
"Yaudah terserah Lo deh" pasrah Aldo dan mereka pun hendak keluar dari rumah itu namun tiba-tiba Aya tersandung membuat kakinya mengeluarkan darah lagi
"Awww mamah sakit!" Teriak Aya
"Yaampun aya" ucap Aldo dengan membantu Aya berdiri
"Gue udah bilang gak usah ikut" bentak Aldo
"Dibilangin susah si, kaya gini kan sakit lagi" bentak Aldo lagi dengan mengangkat tubuh mungil Aya
"Iya ya gue minta maaf" ucap aya
Aldo pun menyobek bajunya dan menutupi luka Aya dengan sobekan baju itu
"Aww sakit" ringis Aya
"Tahan sebentar"
"Nah udah" ucap Aldo saat selesai mengobati kaki Aya
Aya yang tidak pernah dibentak pun hanya terdiam dengan muka takut nya, Aldo yang melihat ekspresi Aya pun paham
"Maaf gue udah bentak Lo" ucap Aldo
"Lo nya nurut sama gue, jadinya gue gak marah"
"Sekali lagi gue minta maaf ya Aya" ucap lembut Aldo dan diangguki oleh Aya
"Lo disini aja, gue mau lanjut cari buah-buahan"
"Jangan kabur ya"
"Siapa juga yang kabur, kaki gue aja sakit"
"Yakali aja kabur yang ada bikin gue repot"
"Disini aja udah Alhamdulillah masa mau kabur"
"Yaudah gue cari dulu" Aldo pun keluar dari rumah kosong
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 17:50, dan Aldo sudah berhasil menemukan buah mangga dan pisang untuk makan malam mereka berdua
Aldo pun kembali memasuki rumah kosong itu, tanpa disangka saat Aldo memasuki rumah itu dari belakang terlihat lah kakek-kakek yang sepertinya baru saja mencari kayu bakar melihat Aldo memasuki rumah kosong itu "ko bisa ada orang dirumah itu?" Bingung bapak itu
"Coba ngintip deh, biasanya anak muda lagi pada berbuat zina nih" bapak itu pun melangkah pelan-pelan menuju rumah kosong itu
Bapak itu pun mengintip dijendela rumah itu dan ya terlihat lah Aldo dan Aya yang tengah berbincang mesra
"Nah kan bener pasti mereka nglakuin hal yang gak-gak, aku harus kasih tau warga nih" ucap bapak tersebut dan langsung pergi meninggalkan rumah itu
Hari semakin gelap terlihat dua remaja yang tengah memakan buah-buahan seperti mangga dan pisang
"Kita bisa makan tapi gak bisa minum ay" ucap Aldo dengan mulut penuh mangga
"Gapapa deh asal kita bisa makan, gak mati kelaparan disini"
__ADS_1
Sementara disebrang rumah kosong ini terlihat lah bapak-bapak dan ibu-ibu "dirumah itu tuh mereka lagi berduaan" ucap bapak si pencari kayu bakar itu
"Beneran pak, jangan bohong" ucap salah satu warga
"Iya pak kan disitu gelap banget" sambung warga lain
"Beneran kalo gak Percaya ayo kita kesana" ajak bapak tersebut dan mereka pun berjalan perlahan, karena keadaan sudah gelap sekitar jam 19:30 mereka tidak melihat apa-apa
"Yang bener pak mereka ada disini?" Tanya warga
"Disini gak ada suara orang " sambung warga lainnya
"Bener ko pak saya liat mereka disini" jawab yakin bapak itu
"Atau mereka udah keluar kali pak" ucap ibu-ibu
"Iya pak bener itu" sambung ibu-ibu lainnya
"Yaudah ayo bapak ibu kita balik ke desa" ajak salah satu bapak-bapak
Mereka pun hendak berjalan meninggalkan rumah itu, tapi tiba-tiba terdengar lah suara dari dalam yang membuat mereka berbalik badan
"Ahhh sakit banget"
"Tuh denger kan bapak ibu" ucap bapak pencari kayu bakar
"Wah iya mereka lagi ngapain tu"
"Waduh udah gak bener nih"
"Ayo kita grebeg mereka"
Didalam rumah kosong itu
"Ahhh sakit banget" ringisan aya saat sedang memakan mangga tapi tidak sengaja menggigit bibirnya sendiri
"Lo kenapa?" Tanya Aldo
"Bibir gue ke gigit" jawab Aya
"Pelan-pelan makannya" ucap Aldo yang terdengar dari luar oleh warga
"Sakit bangett" ringis Aya lagi
"Woyy keluar kalian berdua!!" Teriak warga
"Iya keluar kalian!!"
"Jangan kotori desa kami!!"
"Itu diluar siapa Al?" Panik Aya
"Gue juga gak tau"
"Ayo kita keluar dulu" ajak Aldo dan mereka pun keluar
Aldo pun membuka pintu rumh tersebut, dapat terlihat banyak warga
"Ada apa ni bapak ibu?" Tanya aldo
"Pake nanya lagi ada apa, kalian ya berani-berani nya mengotori desa kita"
"Iya, berbuat zina didesa kita"
"Bentar-bentar, siapa yang berbuat zina pak Bu. Kami itu siswa yang hilang udah 2 hari ini pak" ucap Aldo
"Halah alesan aja kalian"
"Kita harus bawa mereka ke kepala desa pak"
"Iya ayo kalian ikut kami" ucap warga dan langsung menarik Aya dan aldo
"Kalian salah paham pak Bu" ucap aya dengan berusaha melepaskan tarikan dari ibu-ibu tersebut
"Salah paham apa nya, jelas-jelas kita dengar kalian sedang berbuat zina ko" sewot ibu-ibu tersebut
"Eh pak lepasin kita dong, kita gak tau apa-apa, ini cuman salah paham beneran" ucap yakin aldo
__ADS_1
Tanpa menghiraukan rengekan Aya dan aldo, mereka pun segera membawa Aya dan Aldo menuju baldes (balai desa)