
"Yaudah deh ah, padahal aku pengin banget dipanggil mas" pasrah Aldo
"Mas kulin mau? Hahaha" ledek Aya
"Kamu mah malah ngledek" ucap Aldo
"Hahaha abis nya kamu lucu tiba-tiba minta dipanggil mas" ledek nya lagi
"Males ah diledekin kamu Mulu" ngambek Aldo dan keluar dari ruang ganti tersebut
"Ihh ada yang ngambek" ucap aya dan mengejar Aldo karena kerjaan beres-beres mereka sudah selesai
Kini Aldo tengah duduk dipinggir ranjang kamar dengan masih wajah marah nya
(Ko gantian jadi aldo yang marah ya? Hahaha)
"Kamu marah ya?" Tanya Aya saat duduk disebelah Aldo
"Gak, siapa yang marah" jawab Aldo dengan cuek
"Gak marah tapi jawab nya cuek?" Tanya Aya
"Males aja"
"Maaf deh" ucap aya
"Males, gak ikhlas aja"
"Ikhlas ko beneran" jawab Aya dengan lebih mendekatkan diri nya ke sebelah Aldo dan Aldo malah menjauh kan dirinya
"Kamu gak mau dideketin aku iya?" Tanya Aya dan tidak ada balasan apapun dari Aldo
"Yaudah kalo gak mau aku keluar aja" ucap aya dan berdiri dari duduk nya hendak melangkah keluar kamar, namun pinggang ramping nya dipeluk Aldo dari belakang
"Jangan pergi sayang" manja Aldo dengan menaruh dagu nya dipundak aya
"Kamu aja gak mau dideketin aku" jawab Aya
"Aku tadi ikut-ikutan kamu sayang, ngetes kamu peduli gak sama aku hehe" jawab Aldo dengan cengengesan
"Ihh nyebelin" sewot Aya dan mencubit gemas pipi Aldo
"Kamu berani cubit-cubit singa tidur ha" sewot Aldo dan membalikkan tubuh Aya dengan menatap tajam Aya
'ni Aldo beneran marah atau lagi ngerjain gue si' cemas Aya saat melihat Aldo yang sepertinya sangat marah
"M-ma-af" jawab gugup Aya
Aldo masih menatap Aya dengan sangat tajam dan mulai melangkah ke depan membuat Aya memundurkan dirinya, terus mundur dan mundur hingga kini tubuhnya sudah mentok ditembok sebelah pintu rooftop kamar Aldo
'mamah tolong aku' batin Aya lagi
Aldo pun mendekatkan wajahnya ke wajah aya membuat Aya memejamkan matanya ngeri
'tuhan aku mau diapain ini' cemas Aya lagi dengan masih memejamkan matanya
Aldo pun menempelkan bibirnya diatas bibir pink Aya dan mengecup nya, namun kecupan itu berubah menjadi ******* pelan
Aya pun hanya bisa pasrah dan membalas ******* itu.
Setelah beberapa menit Aldo pun menyudahi ciuman itu dan tersenyum tipis, Aya pun membuka mata nya perlahan
"Sayang" ucap Aldo tanpa berdosa
"Kamu ngerjain aku ya?" Sewot Aya dan dibalas anggukan dari Aldo dengan senyum bahagianya
__ADS_1
"Ihhh nyebelin banget kamu ya, aku udah takut banget tau!!" Sewot Aya lagi dan menjewer telinga Aldo dengan sangat nafsu
"Awww sakit sakit" rengek Aldo
"Sakit banget sayang" rengek nya lagi
"Siapa suruh kamu ngerjain aku ha!!"
"Iya iya ampun sayang ampun" mohon Aldo dan Aya pun melepaskan jeweran nya, karena dirasa telinga Aldo sudah merah merona Aya pun tersenyum licik
"Aduhh gila berasa mau copot nih telinga" racau Aldo
"Makannya jangan berani-berani kamu ngerjain aku!!"
"Iya iya deh gak bakal lagi, udah kapok aku sayang"
"Ternyata kamu singa yang sebenarnya ya" ledek Aldo yang mampu membuat Aya marah dan siap melahap Aldo
"Ngomong apa kamu tadi?" Teriak Aya dan hendak memukul Aldo namun aldo berhasil melarikan diri "lari aku dikejar singa!!" Teriak Aldo dengan berlari dan Aya pun mengejar Aldo juga
"Sini kamu!!" Teriak nya lagi
"Momy tolongin aku mom, aku mau dimakan singa" ledek Aldo lagi dengan ngumpet dibelakang momy nya yang sedang memasak dengan bibi
"Ehh ada apa si??" Bingung momy Nita
"Aldo!! Sini gak kamu!!" Teriak aya lagi
"Kalian lagi ngapain si?" Tanya momy Nita
"Tolong mom pegangin Aldo, mau aku makan dia" ledek Aya
"Jangan mom, Al anak satu-satunya loh masa mom tega aku dimakan singa kelaparan" ledek Aldo juga
"Tu kan mom Aldo ngledekin aku Mulu" ngambek Aya
"Tu mom Aldo mah nyebelin banget" sewot Aya dengan memanyunkan bibirnya
"Kalian tu udah gede masih kaya anak kecil aja deh" ucap momy Nita dengan tersenyum bahagia saat melihat mereka berdua sudah akur dan tidak canggung lagi
"Aldo mom yang ledekin aku Mulu"
"Al kamu jangan ledekin istri kamu terus dong" bela momy Nita
"Ko aku si mom yang disalahin" jawab Aldo
"Ya emang dari tadi kamu yang ledekin Aya" ucap momy Nita lagi
"Sebenarnya yang anak momy itu siapa si?" Heran Aldo
"Kamu, tapi kan sekarang Aya juga anak momy, anak perempuan itu harus di nomer satu kan" jawab momy Nita
"Ah elahh momy" rengek Aldo
"Wlee kasian gak ada yang belain" ledek aya dengan menjulurkan lidahnya
"Awas kamu ya, aku bales nanti dikamar" ancam Aldo
"Gak takut wlee" ledek nya lagi
"Udah-udah mending kalian berdua duduk, bentar lagi makanan siap" ucap momy Nita
"Oke momy" jawab Aya dan Aldo dengan berbarengan dan berlari menuju meja makan dan malah berebut kursi
"Ihh Aldo aku mau duduk disitu" rengek Aya dengan menarik-narik baju Aldo
__ADS_1
"Enggak yah aku duluan yang duduk disini" ucap Aldo dengan menahan dirinya
"Ahh Aldo pergi gak" rengek Aya lagi, momy Nita yang melihat aksi mereka pun hanya bisa memijat kening nya "ampun ampun suami istri tapi kaya adik kakak"
"Yaampun kalian ini kenapa si berantem Mulu" ucap momy Nita saat sedang membawa lauk pauk nya
"Momy itu Aldo nya gamau ngalah" rengek Aya lagi
"Momy kan tau aku biasa duduk disini" ucap Aldo
"Aku juga kalo dirumah mamah duduk nya disini" ucap aya
"Mending Aya duduk disini dan kamu Al duduk didepan Aya, biar momy sebelah Aya aja" ucap momy Nita
"Jangan dong mom, istri itu harus dideket suami nya biar kalo mau ngambilin lauk sama nasi kan deket" ucap Aldo dengan sedikit menyindir Aya
"Kamu nyindir aku?" Tanya Aya
"Gak, tapi kalo kamu ngerasa yaudah bagus" jawab Aldo
"Udah dong kalian ini ribut Mulu, baru sehari pindah udah ribut"
"Aku duduk disebelah Aya aja deh mom, biar momy dideket dady" pasrah Aldo dan hendak beranjak dari kursinya
"Yaudah, sekalian panggilin dady Sanah dikamar" perintah momy Nita
Aldo pun mengangguk dan berjalan menuju kamar sang dady
"Maaf ya mom, aku sama Aldo bikin pusing momy hehe" ucap cengengesan Aya
"Momy baru ngerasain loh ada dua anak disini, bisa liat Aldo berantem kaya tadi, bahagia banget momy liat Aldo, juga kaya lebih hidup aja rumah ini"
"Biasanya momy sendiri sama bibi, sekarang rame ada kamu, mungkin nanti bakal lebih rame saat ada cucu momy" ucap momy Nita
"Hehehe iya mom, Aya sama al bakal selalu disisi momy" ucap aya dan beranjak dari duduknya dan langsung memeluk momy Nita
"Makasih sayang, momy beruntung banget punya menantu kaya kamu, berasa anak momy sendiri bukan sekedar menantu" jawab momy Nita dan membalas pelukan Aya dengan mengelus-elus pucuk rambut aya
"Mungkin sekarang mamah Melinda lagi sedih anak kesayangan nya udah pindah ikut suami nya" sambung momy Nita saat menyudahi pelukannya
"Nanti rencananya besok habis pulang sekolah aya mau ke mamah, boleh kan mom?" Tanya Aya
"Boleh dong, sama Aldo kan?" Tanya balik momy Nita
"Gak ah, aku mau sendirian aja" jawab Aya
"Gak boleh, harus sama aku" ucap Aldo saat baru duduk disebelah Aya
Aya pun menoleh ke Aldo "gak mau" jawab singkat Aya
"Aya jangan sendirian nanti ada apa-apa dijalan kan bahaya" ucap dady Hendra
"Iya Aya bener yang diomongin dady" sambung momy Nita
Mau tak mau Aya pun pasrah dan meng'iya' kan
"Yaudah ayo kita makan" ajak momy Nita
"Kamu gak ada niatan kaya momy gitu? Ngambilin suami nya lauk pauk" ucap Aldo saat melihat momy Nita tengah sibuk mengurus makanan dady Hendra
"Gak" tegas Aya
"Ouh tuhan gini banget punya bini" ucap Aldo dengan mengambil lauk pauk nya sendiri
Aya pun hanya melototi sambil melahap makanannya, Aldo pun dibuat takut dan menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya dengan tangan nya
__ADS_1
'bau-bau singa kelaparan nih, mending diem deh nanti yang ada gue yang dimakan' batin Aldo
________________________________