Menikah Dengan Musuh-Ku

Menikah Dengan Musuh-Ku
Awal yg baik


__ADS_3

Kini mereka berdua tengah tidur berpelukan seperti Teletubbies namun hanya dua personil haha


*


Keesokkan harinya


Seusai sarapan Aya dan Aldo kembali memasuki kamar mereka, karena jam masih menunjukkan pukul 06:30


Terlihat Aya dan Aldo yang sudah rapih dengan seragam nya, sebelum mereka akting didepan seluruh murid. kini Aldo setiap pagi harus memanjakan dirinya nya dulu dengan istri kesayangannya itu


"My wife" ucap Aldo yang tengah memeluk Aya dari belakang, dengan berkali-kali memberikan  kengecupan ke pipi aya


Cupp


Cupp


"Al udah dong ihh, diciumin Mulu" resah Aya


"Makannya kamu tu jangan gemesin" ledek Aldo


"Udah dari pabrik nya kaya gini" jawab Aya


"Aku gak bisa bayangin deh nanti disaat kita udah punya baby, muka ganteng aku ditambah muka imut, cantik, gemesin kamu. Anak kita pasti lucu banget deh" ujar Aldo dengan senyum nya


"Ayo sayang bikin baby" sambung Aldo


"Inget gak!! Kamu harus dapet 10 besar dulu baru bisa bikin baby" jawab Aya


"Yahh sayang!! " Rengek Aldo


"Gimana mau dapet 10 besar tiap hari bolos, dirumah gak belajar, game Mulu" ujar Aya


"Kalo kamu serius mau bikin baby ya tunjukin dong semangat kamu, biar nanti kalo kita udah punya baby, kita bakal ceritain semua ke baby kita disaat nanti dia udah besar, dia bakal tau susah payah ayah nya berjuang demi dia" sambung Aya


"Dan satu lagi emang kamu udah bisa jadi seorang ayah juga suami?? Kamu aja masih gak ngerti tentang perkantoran, bisnis-bisnis. Walaupun kita sama-sama punya orang tua yang mencukupi tapi kan kita tetep harus cari uang sendiri, masa iya kita mau ketergantungan sama orang tua kita terus, rumah tangga kita ya kita yang harus berjuang. Jangan kamu sepelekan ya masalah kaya gini" ucapnya lagi


'aya bener juga sih, mau dikasih makan apa anak gue, gue aja belom bisa dapetin uang sendiri, malah bisanya habisin uang dady' batin Aldo


"Iya sayang, aku minta maaf belom bisa jadi suami sempurna buat kamu, aku egois, aku gak mikirin kamu. Walaupun kamu udah jadi istri aku tapi sepeser uang hasil lelah, hasil keringat aku, kamu belom dapet itu. Kamu cuman dapet uang dari tabungan aku, itu pun uang dady semua. Maafkan suami mu yang gak sempurna ini ya sayang, aku janji ko mulai sekarang akan belajar bisnis sama dady atau papah hasan dan aku janji bakal belajar lebih giat lagi demi baby" yakin Aldo dengan senyum yang terpancar


"Deal?" Ucap aya dengan menjabat tangan Aldo


"Deal" tegas Aldo


Aya pun memeluk Aldo dengan hangat, Aldo yang mendapati pelukan itu pun membalasnya dengan sangat bahagia


"I love you" bisik Aldo ditelinga aya, yang membuat Aya tersenyum lebar dibalik pelukan mereka


"Soswiet banget si kalian" ucap seseorang yang baru saja memasuki kamar Aya dan Aldo


"Momy" kaget Aya dan Aldo, orang itu adalah momy Nita


"Kalo momy gak masuk kesini, mungkin kalian lupa kalo harus berangkat sekolah" ledek momy Nita


"Hehehe maaf mom" jawab Aldo


"Itu Al, didepan udah ada Gino sama Egi" ujar momy Nita


"Ngapain mereka kesini?" Tanya Aldo


"Kaya biasanya dong berangkat bareng" jawab momy Nita


"Lahh terus Aya gimana?" Tanya Aldo lagi


"Aya berangkat sama dady dong"


"Gak gak gak bisa, aku mau berangkat bareng Aya" rengek Aldo

__ADS_1


"Gimana caranya? Orang didepan ada Gino sama Egi" tanya Aya


"Udah deh biarin, lagian nanti mereka berdua curiga loh" sambung Aya


"Iya bener tuh yang diomongin Aya" sambung momy Nita


"Udah udah Sanah keluar, udah dari tadi Gino sama Egi nungguin" ucap momy Nita dengan mendorong Aldo keluar


"Sayang!!" Teriak Aldo yang kini tengah didorong paksa sang momy


Aldo pun sudah berhasil keluar dari pintu kamar


"Manja banget ya aldo, heran momy" ucap momy Nita


"Aya aja kaget loh mom, Aldo bisa semanja itu" jawab Aya


"Sayang!!" Teriak Aldo lagi yang kembali masuk ke kamar


"Ehh ko balik lagi si, udah Sanah berangkat" ucap momy Nita dengan kembali mendorong tubuh Aldo


Aya yang melihatnya pun hanya tertawa kecil


Kini Aldo kembali sudah keluar dari kamar, entah balik lagi atau tidak


"Awas aja balik lagi ni anak" sewot momy Nita


"Hahaha lucu banget momy sama Aldo" ucap aya


"Lebih lucu kamu kalo sama Aldo" ledek momy Nita


"Ihh momy enggak deh kayanya, udah yuk mom turun, takutnya dady udah berangkat lagi" ajak Aya dan mereka pun turun menuju ruang keluarga yang terlihat sang dady yang tengah memakai sepatunya


"Aldo udah berangkat dad?" Tanya momy Nita


"Udah tadi sama gino, Egi" jawab dady Hendra


"Udah rapih kan dady?" Tanya dady Hendra dengan merapihkan jas nya


"Dady tu udah tua ay, udah gak ganteng lagi" ledek momy Nita


"Momy sembarangan, Aldo ganteng kaya gitu ikut siapa? Ikut dady nya lah" sombong dady Hendra, Aya dan momy Nita pun tertawa lepas saat mendengar celotehan dady Hendra


"Iya percaya deh, udah Sanah berangkat takut nanti Aya nya telat" ujar momy Nita


Aya dan dady Hendra pun sudah berada dimobil, dan setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka pun telah sampai diparkiran SMA pelita bangsa


Saat Aya keluar mobil terlihat lah Revan yang baru sampai juga


"Makasih ya dad, Aya masuk ke kelas dulu" ucap aya dengan menyalimi tangan sang dady


"Iya ay, belajar yang pinter ya" jawab dady Hendra dan dibalas anggukan oleh Aya


Aya pun berjalan menuju kelasnya namun tiba-tiba tangan mulus nya ada yang menariknya


Ay pun dengan cepat melepaskan tangan nya dan berbalik badan menatap siapa orang tersebut yang ternyata adalah Revan


"Maaf ay gue lancang, gue cuma mau bareng sama Lo" ucap Revan dan tidak mendapati balasan apapun dari Aya


Mereka berdua kini berjalan dengan beriringan dengan Aya yang menjaga jarak namun Revan yang selalu ingin didekat Aya


"Lo bisa gak, gak deket-deket?" Tanya Aya dengan tatapan tajam nya


Revan pun bergeser sedikit menjauh dari Aya, saat mereka memasuki kelas terlihat lah Aldo yang tengah menahan amarahnya


"Oh iya ay, kita bisa gak belajar bareng nanti" ajak Revan yang pasti hanya sebuah alasan belaka


"Maaf ya gue gak bisa" tolak Aya dengan langsung berjalan dikursi nya

__ADS_1


Genggaman tangan Aldo semakin kencang, amarahnya semakin memuncak. Apakah bisa dia sabar saat melihat wanita pujaan nya didekati oleh lelaki lain


Beberapa menit kemudian


Datanglah guru kimia yaitu pak fajar


Aldo Sangat benci pelajaran MATEMATIKA, FISIKA DAN KIMIA namun apakah Aldo akan merubah dirinya demi baby?


Pak fajar pun mulai menjelaskan materi yang diberikan dan biasanya Aldo yang selalu tertidur, kini Aldo malah semangat menyimak pak fajar


"Gak ngantuk Lo?" Tanya Egi


"Enggak" jawab Aldo


Dan saat sudah menjelaskan materi, pak fajar pun memberikan latihan soal untuk mereka


Aldo yang memang ingin berjuang pun mengerjakan tugas itu sendiri walaupun pusing pusing dan pusing


Gino dan egi yang melihat Aldo bersungguh-sungguh mengerjakan soal tersebut pun dibuat kaget dan bingung sendiri


"Lo sehat kan?" Tanya Gino


"Sehat lah" jawab Aldo yang masih fokus mengerjakan


"Gak mau nunggu dikasih jawaban gitu dari Egi?" Tanya Gino lagi


"Gue mau nyoba kerjain sendiri" jawab Aldo yang pastinya membuat mereka terkejut


"Apa!!" Teriak Gino


"Diem kampret, marahin pak fajar mampus lo"


"Ada apa Gino?" Tanya pak fajar


"Enggak pak" jawab Gino


"Mampus" ucap Aldo lagi


Aldo yang sudah bisa menyelesaikan satu soal pun bertanya kepada Egi


"Bener gak gi?" Tanya Aldo


Egi pun mengecek jawaban Aldo yang memang benar namun masih ada yang salah


"Rumusnya udah bener cuman jawaban nya yang salah, Gr per 20 dibagi Ar per 40 bukan dikali" jawab Egi


"Oh gitu" ucap Aldo


"Sumpah si bos lagi gak waras kayanya" heran Gino


Aya yang melihat Aldo tengah berjuang mengerjakan soal pun tersenyum lebar


Saat soal itu dinilai betapa girangnya Aldo yang mendapat kan nilai 80 dengan hasil kerja keras nya sendiri


Aldo memang cerdas namun kemalasannya yang menutupi kecerdasannya, buktinya baru sekali saja mengerjakan sendiri, Aldo mampu mendapatkan nilai yang besar. Bagi pemula seperti Aldo itu sangat lah keren


"Wihh mantap ngerjain sendiri dapet 80" ledek Gino


"Emangnya Lo minta jawaban Mulu ke Egi" ledek Aldo juga


"Ah elah lo bos, baru kerjain sekali aja udah sombong banget" sewot Gino


"Jelas sombong lah, kan dapet 80 itu gak gampang cuakks"


"Iya deh percaya" pasrah Gino


Aldo pun menatap ke Aya, yang tengah menatap nya bahagia dan bangga

__ADS_1


____________________________


Jangan lupa ulasannya dan bintang lima nya ya reader baik:)


__ADS_2