
"Papah nih ya gak mikir apasi, udah mau punya cucu tu masih mau Dede aja" sewot mamah Melinda
"Hehehe" tawa papah hasan yang terdengar
"Yaudah deh ayo" ucap mamah Melinda
"Ayo bikin Dede maksudnya mah?" Kaget papah hasan
"Ayo ke kamar maksudnya takut mereka liat kita" jawab mamah Melinda
"Kirain mau, yaudah deh ayo" dan mereka pun berjalan menuju kamar nya
Kembali ke dua pasutri yang tengah asik dengan permainan mereka
Aldo tak henti-hentinya meremas bukit kembar itu yang membuat Aya sangat sangat terbuai hingga lupa sudah berapa lama mereka melakukan nya.
Kini waktu menunjukkan pukul 5 sore dan gerimis mulai turun membasahi wisata Kalibiru.
"Al udah yah, udah sore banget aku mau mandi" mohon Aya
"Sayanggg" rengek Aldo dengan memanyunkan bibirnya
Aya pun berdiri dari pangkuan Aldo dan membawa piring kotor dan gelas milik Aldo
"Gue mau mandi ya" ucap aya
"Ikut" rengek Aldo lagi dengan langsung menggenggam tangan aya
"Sayang mulai sekarang jangan Lo gue ya, harus aku kamu" ucap Aldo saat tengah berjalan menuju kamarnya
"Tapi nanti disekolah gimana?" Tanya Aya
"Ya Kaya biasanya aja, atau mau diumumkan aja kalo kita pacaran?" Tanya Aldo
"Ihh gamau ah, mending kaya biasanya aja"
"Kenapa sayang?"
"Kaya aneh aja gitu tiba-tiba pacaran" jawab Aya
"Iya juga ya sayang" Saat mereka hendak membuka pintu kamar tiba-tiba
Jegeerrrrrrrr
Terdengar suara petir yang sangat kencang membuat Aya seketika memeluk Aldo dengan wajah takut nya
"Ahhh!" Teriak Aya
"Suutt gapapa ay ada aku disini" ucap Aldo dengan mengelus-elus pucuk rambut Aya
"Ahh gue takut" rengek Aya dibalik dada bidang Aldo
"Kita masuk aja ya" ajak Aldo dan diangguki Aya
"Mandi dulu gih" perintah Aldo saat sudah berada dikamar mereka
"Emm takut" Jawab aya dengan memanyunkan bibirnya
"Gemesin banget si istri aku ini" ucap Aldo dengan mencubit gemas pipi Aya
"Mau mandi bareng hem?" Tanya Aldo
"Ihh Lo nih ya" ucap aya
"Eitsss gak boleh ya Lo Lo gue"
"Ouh iya lupa hehe" jawab cengengesan Aya
"Terus gimana sayang? Jadi mandi bareng?" Tanya Aldo lagi
"Gak ah nanti Lo ehh kamu maksudnya, nanti kamu modus lagi"
"Justru dikamar mandi lebih enak sayang" mohon Aldo
__ADS_1
"Ihh apaan si enggak ah"
"Yaudah deh iya" pasrah Aldo
"Beneran nih gak mau ditemenin?" Tanya Aldo
"Enggak" tegas Aya dengan berjalan menuju kamar mandi
"Lucu juga istri gue" puji Aldo
"Makasih" jawab Aya yang tiba-tiba keluar dari balik pintu kamar mandi
"Loh kenapa keluar, udah mandinya?" Tanya Aldo
"Lupa bawa baju" jawab Aya dengan berjalan menuju lemari nya
Setelah hampir 2jam mereka berdua telah bersih dan wangi setelah mandi bergantian dan mereka pun memilih makan malam
Setelah makan malam selesai mereka kembali ke kamar masing-masing, karena hujan masih deras dengan besertakan petir yang mengerikan.
Dikamar Aya dan Aldo
"Malem ini aku tidur disofa?" Tanya Aldo
'kalo Aldo disofa nanti gue ketakutan lagi, mana petir nya gak berhenti lagi' batin Aya
'gak mungkin kan kalo gue ke mamah'
'yaudah deh terpaksa gue harus satu ranjang sama Aldo, gue juga udah janji sama momy' batinnya lagi
"Sayangg, lama banget mikir nya" ucap Aldo
"Em kamu tidur sama aku aja" jawab Aya dengan sedikit malu
"Ha serius sayang?" Kaget Aldo
"Serius" jawab Aya lagi
"Yess yess yess akhirnya aku bisa tidur sama kamu" bahagia Aldo dengan langsung memeluk Aya
"Sama-sama" jawab Aya
"Sebahagia itu ya kamu?" Tanya Aya
Dan Aldo pun melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Aya dengan tangan nya "banget banget banget sama kamu itu impian aku, dan kamu itu sumber kebahagiaan aku" jawab Aldo yang mampu membuat Aya baper sebaper-baper nya
"Iya aku percaya al"
"Yaudah ayo tidur" ajak Aldo dengan membawa tubuh Aya ala bridal style
"Ihhh mau ke kasur aja pake digendong" rengek Aya
"Biar kaya di film Korea gitu" jawab Aldo
"Kamu tau film Korea, kayanya rata-rata cowok gak tau apa-apa deh"
"Tau dong, aku selalu temenin momy nonton film korea tau" jawab Aldo dengan merebahkan Aya dikasur empuk itu
"Jadi kamu bisa dong jadi temen nobar aku"
"Mau jadi temen nobar temen Mabar aku bakal selalu ada buat kamu sayang" jawab Aldo dengan mengelus pucuk rambut Aya dan dibalas Aya dengan anggukan dan senyum manis nya
"Mau tidur sekarang?" Tanya Aldo
"Ayo"
"Tapi aku pengin minta sesuatu dari kamu"
"Apa itu?" Tanya Aya
"*****" jawab Aldo dengan senyum nya
"Ihh kamu mah" sewot Aya dengan menoel pelan pipi Aldo yang kini berada dihadapannya
__ADS_1
"Ya sayang plisss? Boleh ya" mohon Aldo
'kata mamah gak boleh nolak keinginan suami, apa gue bolehin aja ya, yang penting gak berhubungan badan yang bisa buat gue hamil. Gue belom siap kalo harus hamil diumur yang masih muda banget' batin Aya
Aya pun menganggukan kepala nya pelan dengan wajah malu nya
"Wahhhhh yaampun bahagia banget gue hari ini" girang Aldo dengan meloncat-loncat diatas ranjang
"Ihh Aldo jangan loncat-loncat" ucap aya yang tengah menahan dirinya agar tidak ikut melompat jauh dari ranjang karena ulah Aldo
"Hujannya bawa berkah banget sumpah" ucap aldo dengan masih loncat-loncat
"Maaf sayang aku bahagia banget hari ini" ucap Aldo lagi dengan langsung merebahkan diri nya diatas ranjang
"Iya tau tapi kan gak gitu juga ihh ,gak sadar diri ya kamu udah gede loncat-loncat kaya anak kecil" racau Aya
"Iya sayang maaf" jawab Aldo
"Iya udah aku maafin, tapi awas aja ya gitu lagi" ucap aya dan diangguki oleh Aldo
"Ayo sayang aku mau itu" ucap Aldo dengan matanya tertuju ke gundukan daging kenyal milik aya yang masih terbungkus kaos oversize
'ko gue deg-degan ya' batin Aya
Aldo pun dengan perlahan membuka kaos oversize itu hingga kini sudah bisa terlihat dengan jelas gundukan mulus dan putih itu
'malu banget gue' batinnya lagi
"Indah sekali sayang" puji Aldo yang mampu membuat Aya semakin malu
Aldo pun meremas pelan dan memainkan pucuk nya dengan cara memutarnya
"Ahhh geli al" desah Aya
Aldo pun semakin nafsu dan meremas nya dengan cepat membuat Aya merasakan sakit tapi enak
"Ohh sayang bikin candu sekali bukit kamu" ucap Aldo dengan masih meremas nya
"Pelan-pelan Al sakit" rengek Aya
Aldo tidak mendengar nya, dirinya malah mengulum pucuk nya dan tangan satu nya masih aktif meremas bukit kembar itu
"Ahhhh emhhhhh" desah Aya lagi
Aldo pun terus menyedot pucuk nya seperti bayi yang haus ASI, Aya pun terpaksa menahan dirinya agar tidak mendesah terus menerus
Aya pun mengelus-elus rambut Aldo yang tengah menyusu seperti bayi kecil, Aldo masih tidak bosan meremas bukit satu nya, dan kini bergantian mengulum pucuk satu nya yang masih kering.
Aldo pun berpindah menciumi leher putih Aya, yang semakin lama mulai meninggalkan jejak merah diatas nya
"Al emhhhhh " desah Aya terus menerus
Saat mereka tengah asik tiba-tiba terdengar lah notifikasi dari handphone Aldo yang membuat mengganggu kegiatan mereka
Awalnya mereka membiarkan nya namun lama kelamaan notifikasi telfon itu terus berdering, mau tak mau Aldo pun mengambil handphone nya
"Siapa si ganggu banget!!" Sewot Aldo
"Dasar Gino brengsek, awas aja kalo gak penting!!" Sewot nya lagi
"Hallo, ada apa Lo telfonin gue Mulu!"
"Yaampun bos baru aja telfon, udah dimarahin aja" jawab Gino dari balik telfon
"Lo tu ganggu gue banget ngerti gak!" Sewot Aldo lagi lagi dan lagi, namun Aya langsung mengelus lengan Aldo "jangan marah-marah gitu ah" ucap aya dengan suara sedikit dikecil kan namun ternyata masih bisa didengar oleh Gino
"Lo lagi sama siapa bos? Ko ada suara cewe?" Tanya Gino
"Hah ma-mana ada salah denger kali Lo" jawab gugup Aldo
"Masa sih gue salah denger, tapi gak mungkin si Lo main sama cewe"
"Noh tau" jawab aldo
__ADS_1
"Udah jangan banyak ba*ot, mau ngomong apa lo?" Sambung aldo
_____________________________