Menikah Dengan Musuh-Ku

Menikah Dengan Musuh-Ku
Rumah kosong


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka sudah bisa tertidur walau sedikit gelisah


Sementara didalam hutan


Kini Aya sudah sadarkan diri dari pingsannya


"Al kita masih disini aja hiks hiks" ucap aya


"Sabar yah ay, kita banyak berdoa aja biar ada orang yang menemukan kita" jawab Aldo dan hanya dibalas anggukan dari Aya


"Dari tadi gue udah nyari tempat yang aman, tapi masih belom ketemu juga"


"Udah gelap lagi ay"


"Kita harus cepet cari tempat yang aman" racau Aldo


"Ayo ay, kita cari tempat yang lebih aman" ucap Aldo lagi dengan menggendong Aya dan mereka pun mulai berjalan mencari tempat yang aman


"Al turunin gue, gue bisa jalan sendiri. Kaki Lo kan juga sakit jangan paksain diri lo al" ucap aya


"Gue gak peduli ay, sekalipun gue mati karena lindungi lo, gue rela" ucap Aldo


"Gak al Lo gak boleh kaya gitu, pliss turunin gue" mohon Aya


"Udah ay Lo diem aja" ucap Aldo


"Al pliss dong" mohon Aya lagi


"Ay liat tuh ada rumah kosong" ucap Aldo dengan muka bahagia nya saat bisa menemukan tempat yang aman


"Kita kesana yah" ucap Aldo dan diangguki Aya, mereka pun berjalan menuju rumah kosong itu


"Akhirnya ada juga tempat yang aman" ucap Aldo saat baru saja mendudukkan Aya dikursi bambu yang sudah usang


"Gue takut al, ini udah mulai gelap" ucap aya


"Kita masuk aja yuk" ajak Aldo dan diangguki Aya


"Ihh banyak debu Al, mana gelap banget lagi" rengek Aya


"Namanya juga rumah kosong gada yang bersihin, gada yang bayar listrik" jawab Aldo dan Aldo pun menyalakan lampu senter dihandpone nya


"Terus kita duduk Dimana?"


"Bentar gue ambil daun dulu diluar" ucap Aldo dan berjalan menuju keluar namun tangannya ditahan oleh aya "jangan tinggalin gue al, gue takut sendiri" ucap aya


"Ay gue tu cuman mau ke depan ngambil daun siapa tau bisa buat kita duduk biar gak kotor" jawab Aldo


"Gue ikut" ucap aya dengan semakin mengeratkan genggamannya


Aldo pun seketika menatap ke arah genggaman tangan aya 'Ni Aya lagi kaya gini malah buat gue baper aja' batin Aldo


'lo gaboleh baper dulu Al, ini lagi dalam keadaan genting lupain dulu deh baper-baperannya' batin Aldo lagi


"Al ko Lo nglamun sih, lagi ditempat kaya gini bahaya loh nglamun yang ada dimasukin sesuatu hiii gue mah takut" ucap aya


"Yaudah ayo kita keluar" ajak Aldo dan mereka pun keluar dengan Aya yang dipapah aldo


"Udah Lo duduk disini oke" perintah Aldo dengan mendudukkan Aya dikursi bambu


"Tapi Lo jangan jauh-jauh nyari nya, sekitar sini aja" ucap Aldo

__ADS_1


"Iya bawel " jawab Aldo dan langsung berjalan mencari dedaunan dengan kaki yang masih terkilir


"Gue gak bawel!" Teriak Aya


"Berisik Lo!" Teriak Aldo juga


"Gue salut sama Lo al, dalam keadaan kaki terkilir, tangan luka. Tapi Lo masih pentingin gue, Lo malah lupa sama diri Lo sendiri" ucap aya saat Aldo sudah jauh mencari dedaunan


"Apa emang bener lo bakal lembut kalo sama orang yang lo sayang" bingung Aya


"Masa iya sih Aldo sayang sama gue"


"Ah udah lah gak usah mikirin Aldo dulu, gue harus mikir gimana caranya biar bisa pulang" ucap aya lagi


Tanpa ada waktu lama Aldo sudah kembali dengan membawa 4lembar daun pisang


"Gue dapet" girang Aldo saat sudah duduk disamping Aya


"Banyak banget"


"Biar Lo bisa tiduran. Udah ayo masuk takut ada yang lewat" ledek Aldo


"Ihh ngomong apa si Lo" sewot Aya


"Gue tinggal Lo" ledek Aldo lagi


"Ihh jahat banget si Lo"


"Iya iya becanda Aya" dan mereka pun kembali memasuki rumah tak berpenghuni itu


Aldo pun menata daun pisang tersebut untuk dijadikan alas mereka duduk


"Nah udah selesai, sini gue bantu duduk" ucap Aldo dengan menggandeng tangan Aya


"Ini tu harus diobati ay, tapi disini gada daun yang bisa dijadiin obat apa ya"


"Udah Al biarin nanti juga sembuh sendiri, harus nya pikirin kaki Lo sama tangan Lo Aldo" ucap aya


"Udah gapapa, liat nih" jawab aldo dengan memperlihatkan luka ditangan nya yang dengan sendirinya mengering


"Tapi kaki lo?" Tanya Aya


"Udah mendingan gak terlalu sakit banget" jawab Aldo


"Eh Lo liat handphone gue gak?" Tanya Aya lagi


"Enggak tuh, atau jangan-jangan ilang" jawab Aldo


"Aduh mampus dong gue gak bisa telfon mamah sama papah gue" ucap aya


"gue kan punya nomer nya Elsa" ucap Aldo


"Coba dong Lo telfon siapa ke"


"Gue telfon momy gue coba" tapi saat dilihat ternyata tidak terdapat adanya sinyal


"Gue lupa ini kan di hutan gak ada sinyal lah" ucap Aldo


"Terus gimana dong haa mamah, tolongin aya hiks"


"Gak usah cengeng deh Lo, yang penting kita udah aman disini"

__ADS_1


"Gimana gak cengeng orang kita tu didalam hutan yang gak tau jalan keluar disini"


"Gue minta maaf yah sama Lo, coba dari awal gue gak ngajak Lo naik balon udara. Mungkin kita lagi ditenda sama temen-temen bukannya dirumah kosong kaya gini. Gue bodoh banget emang bodoh bodoh bodoh" ucap Aldo dengan menjambak rambut nya sendiri


"Aldo Lo gak boleh sakitin diri Lo sendiri" ucap aya dengan menggenggam tangan aldo "lo gak salah, ini semua tu musibah al. Lo gak boleh salahin diri Lo sendiri" sambung Aya lagi


"Udah yah lo jangan ngerasa bersalah terus oke" ucap aya dengan kedua tangannya yang mengelus-elus pipi Aldo


"Gue minta maaf" ucap Aldo dengan suara yang sangat lirih


"Iya gue maafin, gue juga minta maaf udah ngrepotin Lo"


"Gak pernah Lo ngrepotin gue ay, gue akan selalu jagain Lo"


"Iya gue percaya. Makasih yah" ucap aya dan dibalas anggukan oleh Aldo dengan senyum nya


"Kita istirahat yuk, udah jam 8 malem lebih" ajak Aldo


"Lo tidur disini" ucap Aldo dengan menepuk-nepuk paha nya sendiri


"Disitu? Serius nih gak becanda"


"Buat apa becanda Aya, tapi terserah Lo sih kalo Lo mau tidur gada bantal ya gapapa"


'iya juga yah, yang ada kepala gue sakit dong' batin Aya


"Yaudah gue mau deh, tapi ini karena terpaksa Loh" ucap aya


"Terpaksa atau terpaksa nih" ledek Aldo


"Apa si Lo, udah ah gue mau tidur" ucap aya dan langsung merebahkan kepalanya dipaha Aldo


"Yaudah tidur yang nye-" belom juga Aldo menyelesaikan perkataannya saat dilihat nya Aya sudah tertidur


"Udah molor aja ni anak" sambung Aldo


"Tidur yang nyenyak yah ay, good night" ucap Aldo dengan mengelus pucuk rambut Aya


Dan Aldo pun menyusul Aya dialam mimpinya


•keesokan harinya•


"Semua sudah berkumpul ya?" Tanya pak Yadi


"Sudah pak" jawab mereka serentak


"Akan ada informasi dari kepala sekolah kita, jadi dimohon diam semuanya"


"Silahkan pak" ucap pak Yadi kepada pak Hendra


"Terimakasih pak Yadi" ucap pak Hendra


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" salam pak Hendra


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab mereka


"Selamat pagi anak-anak ku, bapak minta maaf atas kejadian ini yang membuat kalian semua gagal untuk camping , yang harusnya jadi kenangan indah sebelum kalian lulus. Bapak dan ibu-ibu guru sudah berdiskusi bahwa camping kita harus dibubarkan hari ini juga. Karena kita akan fokus untuk mencari Aldo dan teman nya yang hilang, kami juga tidak mau merepotkan kalian jika harus ikut mencari mereka berdua. Kalian akan diantar pulang sama beberapa guru, segitu aja dari bapak, bapak rasa cukup yah terimakasih untuk kalian yang sudah berusaha mencari mereka berdua." Ucap pak Hendra


"Pak bukannya malah lebih mudah kita mencari Aldo kalo rame-rame" ucap salah satu murid


"Disini kalian mau camping bukan mencari orang hilang, kita sudah menyerahkan semua nya ke pihak yang berwajib untuk mencari keberadaan mereka. Bapak hanya minta doa dari kalian ya untuk mereka berdua, semoga mereka cepat dipertemukan" jawab pak Hendra

__ADS_1


"Aamiin" jawab mereka serentak


"Yasudah silahkan kalian bisa langsung berkemas-kemas ya anak-anak, sekali lagi bapak minta maaf atas kejadian ini" ucap pak Hendra


__ADS_2