
'kenapa si semakin hari gue liat dia, semakin hari gue mengagumi dia' batin Aldo
Kini waktu menunjukkan pukul 20:30. Disaat semua murid tertidur ya walaupun tidak semua, masih ada beberapa yang belom tertidur juga salah satu nya adalah Aya. Disaat sahabat-sahabat tertidur nyenyak berbeda dengan Aya yang masih belom bisa tertidur dengan pulas
"Kenapa gue gak bisa tidur si" racau Aya
"Apa karena panas banget disini"
"Gue keluar deh cari udara segar" Aya pun keluar dari tenda
"Huhh gini kan enak dingin, adem banget pemandangan nya juga asri banget" ucap aya dan Aya pun duduk disebelah tenda nya yang terdapat kayu bakar bekas masak anak-anak tadi. Dengan memandangi langit gelap yang terdapat bintang-bintang yang semakin membuat indah dipuncak kosakora
"Bintang nya indah banget, banyak banget lagi" ucap aya dengan melihati bintang diatas Langit gelap itu
"Udah lama gak pernah liat pemandangan seindah ini"
"Impian gue banget punya rumah dideket pantai,punya halaman yang luas. Biar bisa kaya gini"
"Apalagi kalo liat nya sama pacar gue, pasti semakin indah" ucap aya dengan senyum manisnya
Sementara ditenda aldo
"Ah elah si Gino rese banget kalo molor" sewot Aldo saat ingin tertidur tapi kaki Gino dengan enaknya menimpa tubuh Aldo membuat Aldo susah tidur
"No bangun, kaki Lo nyusahin gue" sewot Aldo lagi, bukannya Gino menjauhkan kakinya malah kini tangannya juga ikut-ikutan menimpa tubuh Aldo
"Ah si Gino rese banget, minggir Lo kampret" ucap Aldo dengan menyingkirkan tangan dan kaki Aldo
"Mending gue keluar aja deh" dan Aldo pun keluar dari tendanya
"Kemana ya enaknya?"
"Jalan-jalan aja deh" Aldo pun memilih berjalan-jalan dengan memandangi langit-langit besertakan bintang diatas
"Aya udah tidur belom yah?"
"Ish ngapain gue mikirin dia, bodo amat dah dia udah tidur atau belom"
Karena tempat tenda laki-laki dan perempuan bersebrangan ,bisa terlihat jelas Aya yang tengah duduk sendirian
"Bukannya Aya?" Ucap Aldo
"Samperin ah" Aldo pun berjalan menuju Aya
"Sendirian aja neng" ledek Aldo saat baru saja duduk disebelah Aya
"Ngagetin aja si" ucap aya
"Kenapa belom tidur?" Tanya Aldo
"Gak bisa tidur gue, panas banget ditenda" jawab Aya
"Lo kenapa gak tidur?" Tanya balik Aya
"Ouh atau Lo sengaja ngikutin gue?" Curiga Aya
"Idih overthinking amat Lo"
"Gino rese banget kalo tidur, melukin gue Mulu dikira bantal guling kali"
"Gak Lo gak Gino sama aja nganggep gue bantal guling"
"Ya gue kan emang gak bisa tidur tanpa bantal guling"
"Gue bisa jadi bantal guling Lo lagi"
"Ihhh apaan si" ucap aya dengan menjewer telinga Aldo
"Aduh duh sakit ay" rengek aldo, Aya pun melepaskan jeweran tersebut
"Rese si Lo"
"Becanda ih baperan"
"Bodo amat"
"Lo suka ngliatin bintang kaya gini?"
"Suka banget"
"Sama dong gue juga, bintang sama langit malam itu yang selalu nemenin gue disaat gue lagi banyak masalah atau banyak yang dipikirin. Ngliat bintang sama langit malam tu berasa adem banget hati gue" racau Aldo
"Iya gue juga kaya gitu, sampe gue pengin banget punya rumah Deket pantai kaya gini. Biar bisa liat bintang setiap hari"
"Sampe gue cari tau semua tentang bintang-bintang itu, Lo tau gak bintang paling terang?" Tanya Aldo
"Kalo gak salah canopus?"
__ADS_1
"Itu mah paling terang kedua ditata Surya, yang paling terang pertama?"
"Gak tau deh, gue cuman tau canopus, arcturus kalo gak salah"
"Jadi bintang pertama yang paling terang itu Sirius, bintang ini dulu penting banget waktu peradaban Mesir kuno sama jazirah Arab. Karena kalau adanya bintang ini dulu dipercaya sebagai tanda akan datangnya banjir tahunan disungai Nil.
Dan kalo ada bintang Sirius pasti ada bintang canopus disebelah selatan nya"
"Ouh gitu yah, thanks ya Lo udah ngasih pembelajaran ke gue tentang bintang"
"Sama-sama, tapi Lo sadar gak kita tu kaya bintang Sirius sama canopus?"
"Emang iya?"
"Iya lah kalo ada Lo pasti ada gue,kalo ada gue pasti ada Lo"
"Iya juga yah"
"Gue punya tebak-tebakan buat Lo ay"
"Apaan?"
"Bintang-bintang apa yang gak ada dilangit?"
"Emang ada bintang gak ada dilangit?"
"Ada dong"
"Apa emang?"
"Bintang laut"
"Yaampun al gue kirain apa coba" ucap aya dengan senyum yang memperlihatkan gigi rapih nya
"Gue suka sama ketawa Lo" ucap Aldo yang tanpa disadari dirinya sendiri kalau Aya mendengar nya
"Apa!! Lo suka ketawa gue?" Tanya Aya dengan alis yang dinaik turun kan
"Ih enggak salah ngomong gue tadi" ucap Aldo
"Alahh bilang aja iya" ledek Aya dengan mencubit pelan lengan Aldo
"Ge'er banget Lo"
"Iya deh iya kalo gamau ngaku mah" pasrah Aya dan tidak dibalas apapun dari Aldo
Kruyukkkk
Kruyukkkk
"Laper?" Tanya Aldo
"Hehe iya nih" jawab Aya dengan memegangi perut nya
'malu-maluin aja ni perut, kenapa sampe bunyi didepan Aldo lagi'
"Gue ambilin mie instan dulu ditenda" ucap Aldo dengan beranjak dari duduknya
"Ehh ga usah al, ditenda gue juga ada"
"Udah Lo duduknya diem" dan Aldo pun pergi menuju tendanya
"Baik banget si" ucap aya saat melihat kepergian Aldo
Kini Aldo kembali dengan membawakan dua cup mie instan
"Gue udah masak airnya nih" ucap aya
"Nahh gitu dong peka"
"Gue mah emang orang nya peka"
"Iya deh iya" ucap Aldo sambil membuka bumbu-bumbu mie instan itu
"Gue bantuin ya?" Tanya aya dan diangguki oleh Aldo
"Cukup gak Lo satu cup doang?" Tanya Aldo
"Lo pikir gue cewe rakus apa"
"Ya kali aja ay"
"Ya enggak lah, Lo kali tuh banyak makan"
"Banyak sayang nya sama Lo baru bener"
"Hueekkggghhh iuhhhhhh"
__ADS_1
"So so an huek huek, padahal udah baper banget noh. Muka nya merah"
"Ihh apaan enggak yah" ucap aya dengan memegangi pipi nya yang memang sedikit merah
"Nih udah Mateng mie nya" ucap Aldo dengan memberikan satu cup mie instan
"Jangan lupa di ti-" belum sempat Aldo menyelesaikan perkataannya tiba-tiba
"Aduhhh panass hu hu panas banget ahh" heboh Aya saat setelah menyantap mie instan yang masih sangat panas itu
"Baru aja gue mau bilang ditiup dulu, udah kepanasan aja. Nih minum cepet" Aldo pun memberikan satu botol air mineral
"Lo ngomongnya telat gue udah kepanasan baru mau ngomong"
"Lo nya aja gak Sabaran"
"Abis nya gue laper banget"
"Buka mulut Lo" ucap Aldo dengan ingin memberikan suapan mie instan miliknya untuk Aya
"Buat gue?"
"Gak, mau buat angin yang lewat, nanya lagi Lo"
"Hehehe" Aya pun menerima suapan dari Aldo
Dan lagi-lagi Aldo memberikan suapan ke Aya, membuat Aya baper seketika 'ah soswiet banget Aldo, perhatian banget lagi' batin Aya dengan memperlihatkan senyum manisnya
"Makan dulu ga usah liatin gue gitu banget" ucap Aldo saat sedang memberikan suapan ke Aya
"Siapa juga yang liatin lo"
"Terus?"
"Gue suapin Lo juga" ucap aya dengan memberikan suapan untuk aldo
"Gak usah udah Lo fokus makan aja"
"Kalo Lo nyuapin gue terus yang ada Lo gak makan dong"
"Gapapa leadis First"
"Gak gak bisa Lo harus makan juga, aaaa buka mulut Lo"
"Yaudah iya" Aldo pun menerima suapan dari Aya
"Nah pinter"
'ko jadi suap-suapan gini' batin Aldo dengan senyum nya
'Gapapa ding, suka gue diperhatiin Aya' batin Aldo lagi
"Noh kan sekarang jadi Lo yang ngeliatin gue kaya gitu" ucap aya
"Noh mata Lo ada belek nya" jawab asal Aldo
"Mana ada coba?" Tanya Aya dengan membersihkan mata nya
"Ada tadi banyak banget"
"Boong kan lo Al?"
"Enggak hi beneran tadi ada"
"Enggak lo boongin gue, gak percaya"
"Itu ay ihh gak percaya banget"
"Mana coba"
Aldo pun mencubit pipi Aya "nih belek nya dipipi haha"
"Ihh Aldo berani ya Lo cubit-cubit gue, sini Lo gantian gue cubit"
Aldo pun beranjak dari duduknya untuk menghindari cubitan dari Aya
"Sini Lo al, curang banget" ucap aya dengan berusaha meraih pipi Aldo, karena tubuh Aldo yang sangat tinggi membuat Aya susah menggapai nya apalagi tangan Aldo yang menghalangi tangan Aya
"Oke kalo gitu" Aya pun memilih untuk mencubiti perut sixpack Aldo
"Aduhh geli ay haha, geli ay ampun"
"Lah ko geli? Kan gue cubit bukan gue nglitikin" heran Aya
"Lo tu gada apa-apa nya di gue"
"Sombong" sewot Aya dengan melirik tajam aldo
__ADS_1