
"Ihh bunda" rengek Elsa
"Anin kayanya kita harus pulang deh, tiba-tiba ada rapat dadakan 40 menit lagi" ucap Ridwan
"Yahh, padahal mamah masih pengin cerita-cerita lagi" jawab Rani
"Udah gak papa ran, kan bisa lain waktu kita ketemu lagi" ucap Anin
"Em yaudah deh" lesu Rani
"Yaudah nin, kita pamit dulu ya. Ayo mah" pamit Ridwan
"Egi kamu anterin mereka berdua ya" perintah Ridwan
"Iya pah" jawab Egi
"Mamah pulang duluan ya sayang, jagain Tante Anin sama Elsa ya" ucap lembut Rani dengan membelai pipi Egi
"Iya mamah" jawab Egi
"Anin aku pamit ya" pamit Rani dengan memeluk Anin
"Iya, hati-hati ya kapan-kapan kalo ada waktu kita ketemu lagi" jawab Anin dengan membalas pelukan Rani
"Iya nin, pasti itu mah" jawab Rani dengan memeluk Elsa juga
Setelah berpamitan mereka pun meninggalkan cafe
"Ayo tante, Egi anterin" ucap Egi
"Dari pada kamu sendirian mending sama Elsa aja, mau kan sayang?" Tanya Anin
"Gak mau ah Bun"
"Kasian Egi loh, dia udah mau nganterin kita jauh-jauh"
"Iya deh iya bunda" pasrah Elsa
Mereka pun meninggalkan cafe juga dengan Anin yang menaiki mobil bersama supir nya, dan egi, yang berboncengan dengan Elsa
"Pegangan" ucap Egi saat dirinya hendak menancapkan gasnya
"Gak ah" tolak mentah-mentah Elsa
"Yaudah terserah" Egi pun menancap kan gas nya, meninggalkan cafe mewah itu
*
Dikamar pasutri
Mereka berdua masih setia saling memelukĀ satu sama lain, dengan mata yang masih terpejam rapat enggan membuka matanya, terlalu lelah bagi mereka yang baru saja menyelesaikan olahraga siang nya
"Hoooaaaammm" Terdengar lah Aya yang nampak sudah terbangun dari tidurnya
"Jam berapa ini?" Ucap aya dengan suara khas orang bangun tidur
Saat Aya menatap jam dinding, jam dinding itu kini menunjukkan pukul 17:30
"Mandi dulu deh" ucap aya dengan beranjak dari ranjangnya
Saat Aya sudah berdiri dan mulai melangkah, tiba-tiba di **** ************* begitu terasa sakit yang sangat sakit
"Awwwww!!" Ringis Aya dengan kembali duduk diranjang
Aldo yang mendengar ringisan Aya pun terbangun "kamu kenapa honey?" Tanya Aldo dengan mata masih sayup-sayup terpejam
"Punya ku sakit sayang" rengek Aya
"Itu mah biasa honey, kalo abis digempur ya pasti gitu deh" jawab Aldo
"Terus aku jalannya gimana dong?"
"Kan ada aku"
"Sekarang kamu mau ngapain?" Tanya Aldo
"Mau mandi" jawab nya
__ADS_1
Aldo pun langsung membawa tubuh Aya ala bridal style menuju kamar mandi, saat sudah masuk Aldo pun mengunci pintu kamar mandi itu. Dan menaruh tubuh mungil Aya di bathtub kamar mandi
"Ini beneran mandi ya jangan apa-apain aku lagi, ini aja masih belom sembuh" ancam Aya
"Yaampun honey, kamu kaya tau aja aku mau lanjutin ronde 3" ledek Aldo
"No!!" Teriak Aya
"Iya oke" pasrah Aldo
Mereka pun melakukan mandi bersama untuk pertama kali nya
*
Dimeja makan
"Aya sama Aldo panggil mom, suruh makan malem" perintah dady Hendra
"Iya dad" saat momy Nita hendak ke atas, ternyata mereka sudah turun dengan Aldo yang membawa tubuh Aya
"Ehemmm" ledek momy Nita
"Loh Aya kenapa?" Tanya dady Hendra yang memang tidak tau atau pura-pura tidak tau. Karena momy Nita sudah menceritakan semuanya dari awal
"Dady lagi pake nanya, kaya gak pernah muda aja deh" ledek momy Nita lagi
Aldo pun mendudukkan Aya dikursi didepan nya, Aldo juga ikut duduk disebelah dady Hendra
"Gimana lancar?" Bisik dady Hendra
"Lancar dong" jawab Aldo dengan berbisik juga
"Jangan kasih kendor Al, nanti papah ajarin biar lebih gacor"
"Wihh mantap dad, oke aja"
"Kalian ngomong apasi bisik-bisik gak jelas banget" ucap momy Nita
"Urusan laki-laki mom" ledek dady Hendra
"Liat tuh Aya udah mau abis aja" sambung momy Nita yang memang Aya tinggal setengah porsi
"Yaampun honey, ko kamu cepet banget makanya" kaget Aldo
"Aku laper" jawab Aya dengan mulut penuh nasi
"Gak nyangka, istri kecil aku kalo makan banyak amat" ledek Aldo, namun tidak mendapati jawaban apapun dari Aya, dirinya masih saja fokus melahap makanannya
Dan mereka pun juga mulai memakan makanan mereka
*
Dikediaman Melgiansyah
"Assalamualaikum mah, pah" ucap Egi yang baru saja sampai setelah mengantar kan Elsa dan bundanya
"Waalaikumsalam" jawab mereka berdua
"Abis dari mana aja kamu? Jam segini baru sampe" tanya Ridwan
"Nongkrong pah" jawab Egi
"Pantes aja kamu sekarang gak pernah dapet peringkat 1, kerjaan kamu tu cuman main, nongkrong, bolos doang" ucap Ridwan dengan mengeraskan suara nya
"Mau jadi apa kamu!!" Sewot nya lagi
Egi pun hanya terdiam dibuatnya "papah sekolahin kamu bener-bener, kamu nya malah yang gak bener"
"Maaf pah" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Egi
"Udah pah, jangan dimarahin Mulu anak nya" bela mamah Rani
"Kalo di diemin, bisa nglunjak dia mah!!" Sewot nya
"Iya tau, tapi kan seenggaknya Egi udah berhasil masuk 3 besar itu gak mudah loh pah"
"Bagi papah!! 3 besar itu gak ada artinya!!"
__ADS_1
"Kalo kamu gini terus, gak ada perubahan. Semua fasilitas kamu papah cabut!!" Ancam nya
"Iya pah, maaf!! Egi bakal lebih giat belajar lagi" tunduk Egi
"Jangan ngomong doang kamu!!"
"Udah-udah sayang mending kamu mandi terus makan ya" perintah Rani
Egi pun berjalan menuju kamarnya yang berada dilantai 2
Sesampainya dikamar
"Anj*ng!!" Teriak Egi dengan melempar keras jaket kulit nya ke ranjangnya
"Kapan si gue bener di mata papah!! Semua yang gue lakuin selalu salah Dimata papah"
"Sekali aja papah hargain perjuangan gue!! Apa itu gak bisa!!" Sewot Egi dengan menjambak rambut nya kasar
"Ahhhh gue capek!!" Teriak frustasi nya lagi dengan memukuli ranjang nya
Egi hanya bisa mengeluh dengan dirinya sendiri, jika tidak dirinya sendiri lantas dengan siapa dirinya harus bercerita?
Egi pun memilih menenangkan dirinya dengan duduk dipinggiran kolam renang pribadi yang berada dibawah
Dengan menghisap batang rokok, dan kedua kakinya yang masuk ke dalam kolam itu
"Sendiri aja Lo?" Tanya seseorang yang baru saja datang, dengan duduk disebelah Egi
"Lo??" Kaget Egi
"Ko bisa disini? Ah paling gue halu" sambungnya dengan kembali menatap langit yang bertaburan bintang diatas
"Lo gak halu" ucap seseorang tersebut dengan mencubit lengan Egi
"Sakit, berarti ini beneran Lo?" Tanya Egi
"Ya gue lah emang siapa lagi" jawab seseorang tersebut yang ternyata adalah Elsa Putri Anindia
"Ko bisa?"
"Mamah Lo ngajak makan malem, pas mamah Lo manggil Lo dikamar tapi Lo gak ada, terus kata mamah! gue suruh samperin Lo biasanya dikolam renang eh bener aja"
"Gak cuman di sekolah ya, dirumah juga Lo diem banget" sambung nya
"Papah gue kerja, mamah gue juga kerja. Gue harus sama siapa disini? Gue udah biasa sendiri sa"
"Gue kasian sama Lo"
"Sekarang gue tau alesan Lo sedingin ini" sambung Elsa dan hanya dibalas anggukan dari Egi dengan masih menghisap batang rokok nya
"Tapi gue bisa ko jadi temen curhat Lo" ucap Elsa dengan senyum manisnya
Egi pun langsung melirik ke Elsa yang tengah tersenyum "maksudnya?" Tanya Egi
"Maksud gue, Lo bisa menumpahkan segala keluh kesah Lo ke gue, Lo bisa cerita apapun ke gue, gue siap jadi pendengar yang baik buat Lo"
"Makasih sa" ucap Egi dengan senyum tipisnya
Dan dibalas Elsa dengan mengangguk, tapi tiba-tiba Egi mendekat kan wajahnya ke wajah Elsa yang tengah tersenyum. Elsa yang tengah tersenyum pun seketika menghilangkan senyum nya berubah menjadi ekspresi ketakutan
"Egi" panggil Elsa dengan suara lirih
Egi pun tak menghiraukan dan malah menarik pinggang Elsa agar mendekat, saat tubuh mereka sudah saling berdekatan. Elsa pun mulai memejamkan matanya
Egi yang mendapati lampu hijau dari Elsa pun tersenyum dan langsung meraum bibir manis milik Elsa
Kini mereka sudah saling *******, dengan Egi yang memeluk pinggang ramping Elsa
Dengan gairah-gairah yang sudah bermunculan, dengan nafsu-nafsu mereka yang sudah terkumpul sehingga membuat ******* itu semakin dalam
Elsa pun mengalungkan kedua tangannya dileher Egi, dengan mengelus-elus dan sesekali menjambak rambut Egi lembut yang berhasil membuat Egi semakin bergairah
Hawa dingin berubah menjadi hawa hangat, malam sepi berganti menjadi malam indah, ditemani dengan pemandangan bintang dan bulan yang cantik, mereka saling menumpahkan gairah.
Malam yang tidak akan pernah Egi lupakan seumur hidupnya
_______________________
__ADS_1