Menikah Dengan Musuh-Ku

Menikah Dengan Musuh-Ku
Persiapan


__ADS_3

"Iya pak, saya juga seneng akhirnya bisa ketemu Aldo juga" ucap papah hasan


"Bapak ibu" ucap pak kades


"Ehh iya pak ada apa?" Tanya momy Nita


"Kami mengundang kalian kesini ada maksud dan tujuannya"


"Ada apa pak?" Tanya papah hasan


"Sebaiknya kalian duduk dulu, biar saya jelasin" ucap pak kades dengan sopan dan mereka semua pun duduk


"Selamat pagi bapak ibu" sapa pak kades


"Selamat pagi" jawab mereka semua


"Sebelum nya saya minta maaf mengganggu waktu bapak ibu dipagi hari ini"


"Kedatangan kalian kesini untuk menikah kan mereka berdua" ucap pak kades


"Apaa!! Nikah!!" Teriak orang tua Aya dan Aldo


"Maksudnya apa ya pak?" Tanya dady Hendra


Pak kades pun menceritakan dari awal sampai akhir


"Jadi gitu ceritanya pak Bu" ucap pak kades


"Tapi aku beneran gak gitu sama Aldo mah pah, aku berani sumpah" ucap aya


"Iya mom dad al mana berani kaya gitu" sambung Aldo


"Apa memang ada bukti kalo mereka melakukan hak terlarang itu?" Tanya papah hasan


"Bukti nya adalah warga sini yang memang mendengar langsung" jawab pak kades


"Kita beneran denger pak, gak salah denger kita" ucap salah satu warga


"Iya bener tu pak, kita saksinya"


"Awalnya kita gak Percaya dan hampir mau balik ke desa tapi disaat kita mau balik tiba-tiba kita mendengar suara itu pak" racau warga lain nya


"Mah pah aku beneran gak nglakuin itu, mereka semua salah paham" ucap aya lagi


"Iya sayang mamah percaya sama kamu" jawab mamah Melinda dengan mengelus rambut kecoklatan Aya


"Sesuai peraturan desa ini, jika ada yang membuat kotor desa ini harus diberi hukuman yang sepatutnya didapat kan" ucap pak kades


"Gak ada cara lain pak?" Tanya mamah Melinda


"Ada dua pilihan, dihukum mati atau dinikahkan" jawab pak kades


"Hukuman mati!!" Kaget momy Nita


"Peraturan ini sudah dari nenek moyang kita disini" ucap pak kades


"Jadi kalian harus bisa menikahkan mereka berdua di desa ini" sambung pak kades


"Saya setuju pak, karena memang keluarga saya dan keluarga aldo sudah berencana akan menjodohkan mereka jika sudah tepat waktunya, menurut saya ini waktu nya" ucap papah hasan


"Apa!! Jodohin!!" Kaget Aya dan Aldo


"Iya pak Kami setuju" ucap pak Hendra dan momy Nita


"Gimana mamah setuju?" Tanya papah hasan ke mamah Melinda


"Setuju pah" jawab mamah Melinda


"Mah pah ko gitu sih" ucap aya


"Gada pilihan lain sayang, mamah gak mau kamu dihukum mati" jawab mamah Melinda


"Kamu harus terima ya sayang" sambung papah hasan

__ADS_1


Aya pun hanya tertunduk pasrah


•Flashback off•


Kini kedua orang tua Aya dan Aldo tengah berkumpul disebuah restoran


"Gimana sekolah kita pak?" Tanya pak Hasan ke pak Hendra


"Semua nya baik-baik saja pak, dan sekolah kita semakin banyak prestasi dari murid kita yang sangat cerdas yang buat sekolah kita semakin tinggi tingkat nya" jawab pak Hendra


"Syukur kalo gitu pak"


"Mall kamu semakin ramai aja ya jeng Mel" ucap momy Nita


"Alhamdulillah jeng, sering-sering kesitu dong " jawab mamah Melinda


"Selalu dong jeng, aku sama anak aku kesana terus loh"


"Anak kamu yang cowo itu?"


"Iya jeng siapa lagi, anak aku kan cuma satu"


"Kirain mau nambah lagi" ledek mamah Melinda yang membuat momy Nita dan dady Hendra pun malu-malu kucing


"Ah kamu jeng ngledek aku terus " ucap momy Nita


"Hahaha hahaha" tawa mereka semua


"Aku pengin banget deh jeng ketemu sama anak kamu" ucap momy Nita


"Nanti kalo ada waktu kita rencanain ya buat ketemu sama anak-anak kita" jawab mamah Melinda


"Aku tu ya jeng pengin banget anak aku tu punya pacar biar bisa ngerubah sikap dia, kamu kan tau sendiri jeng anak aku tu gimana" ucap momy Nita


"Sama dong, anak aku juga perempuan tapi suka banget bikin masalah, kaya sekarang nih. Waktu baru masuk sekolah hari pertama masa udah punya musuh aja udah gitu cowo lagi"


"Cocok tu mah mereka berdua disatuin" ledek papah hasa


"Iya bener, biar bisa ngerubah sikap nya satu sama lain" sambung dady Hendra


"Aku setuju banget, bila perlu sekarang juga kita nikahin" girang momy Nita


"Mom ya gak sekarang juga dong, kan mereka satu tahun lagi lulus baru deh kita jodohin" ucap dady Hendra


"Iya jeng sabar, mereka harus fokus ujian dulu" ucap mamah Melinda


"Yaudah deh, tapi fiks ya mereka kita jodohin jadi aku gak usah susah nyari cewe buat anak aku"


"Yaudah ayo kita lanjut makan"


Dan mereka pun melanjutkan makan nya


•Flashback on•


"Jadi gimana pak buk?" Tanya pak kades


"Kita serahkan ke pak kades, kali memang mau sekarang ya kita siap" jawab papah hasan


"Baik kalo memang semua sudah setuju, kita mulai pernikahan hari ini. Tolong warga bisa bantu mempersiapkan segalanya" ucap pak kades dan mereka pun membubarkan diri untuk mempersiapkan pernikahan Aldo dan Aya


"Ibu mau nya sederhana atau mewah?" Tanya ibu-ibu ke mamah Melinda dan momy Nita


"Sederhana aja tapi tetap bagus"jawab momy Nita


"Udah dapet MUA nya Bu?" Tanya mamah Melinda


"Udah bu, lagi jalan kesini"


"Pengantin perempuan nya sama ibu-ibu nya bisa kerumah saya ya, soalnya bakal dirias dirumah saya" ucap salah satu warga


"Oh gitu, baik bu kita kesana sekarang aja" ucap momy Nita


"Ayo sayang" ajak mamah Melinda ke Aya

__ADS_1


"Mahh" ucap aya dengan menahan tangan mamah Melinda agar tidak ikut berjalan bersama warga lainnya


"Kenapa sayang?" Tanya mamah Melinda


"Aku gak siap mah" sedih Aya


"Sayang dengerin mamah, takdir manusia itu sudah ditetapkan sama yang diatas, kalo memang takdir kamu harus begini ya kamu terima dengan hati yang lapang. Gak ada yang bisa ngerubah takdir sayang, mungkin aja tuhan memberikan cobaan kamu kaya gini, karena Tuhan tau kamu anak yang kuat yang hebat, dan tuhan tau Aldo itu lelaki yang tepat untuk kamu. Kamu harus percaya bahwa Tuhan gak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba nya" ucap mamah Melinda


"Tapi ini terlalu cepet buat aku mah, aku masih muda apa aku harus udah nikah?" ucap aya


"Mamah tau ini pasti berat banget bagi kamu, tapi inget selalu sayang setelah datangnya hujan pasti akan datangnya pelangi" ucap mamah Melinda dengan senyumnya


"Kamu harus percaya sama mamah" ucap mamah Melinda lagi dan hanya diangguki oleh Aya


"Yaudah ayo kita ke rumah warga" dan mereka pun berjalan mengejar ibu-ibu di depan


Saat setelah sampai dirumah warga


"Neng cantik sama ibu-ibu silahkan duduk dulu" ucap ibu-ibu tersebut yang punya rumah


"Makasih Bu" jawab mamah Melinda dan momy Nita


Ibu-ibu tersebut pun kembali dengan membawa nampan berisi kan jus jeruk


"Diminum dulu ibu-ibu, neng"


"Makasih" jawab mereka lagi


"Oh iya bu, mempelai pria nya bisa langsung disuruh kesini aja ya. MUA nya sudah didepan gang Bu" ucap ibu-ibu tersebut


"Yaudah saya telfon Al dulu" jawab momy Nita


MUA pun datang


"Assalamualaikum" ucap MUA tersebut


"Waalaikumsalam" jawab mereka


"Minum dulu mba?" Tanya ibu-ibu pemilik rumh ke MUA tersebut


"Gak usah bu, kita langsung rias pengantin nya aja" jawab MUA tersebut dan diangguki mereka


"Ayo neng, mba. Kita langsung ke kamar aja" ajak ibu pemilik rumah


Mereka pun memasuki kamar dengan diikuti mamah Melinda


Momy Nita tidak ikut ya dia sedang menunggu Aldo datang, karena mereka dirias dengan kamar yang terpisah dengan MUA yang berbeda


Tak berapa lama Aldo pun datang dengan dady Hendra, ya papah hasan masih membantu warga lainnya mempersiapkan pelaminan Aya dan Aldo


"Akhirnya Dateng juga kamu" ucap momy nita


"Aya mana mom?" Tanya Aldo


"Udah dirias dari tadi, makannya kamu cepetan ayo" jawab momy Nita dan mereka pun memasuki kamar sebelah dan mulai merias Aldo


Setelah berjam-jam kemudian


Dikamar Aya


"Nah udah selesai" ucap MUA tersebut


Aya pun melihat dirinya di kaca yang memang semakin cantik, dengan gaun berwarna abu-abu yang sedikit terbuka membuat Aya terlihat bak ratu kerjaan


______________________________


Hai reader


Aku mau sedikit curhat ah wkk


Gak nyangka aku bisa nulis novel sampai 50 bab, padahal waktu aku pertama kali bikin novel sekitar 10 bab aku udah hampir menyerah, ya karena gak ada yang kasih komentar, yang liat juga sedikit. Sampe aku berfikir kalo aku gak mungkin bakal bisa nulis novel walaupun cuman 50 bab, ya karena waktu itu aku benar-benar  mau nyerah. Tapi aku keinget lagi omongan orang, kalo sukses itu butuh proses dan prosesnya juga gak gampang, tapi proses gak bakal pernah mengkhianati hasil kalo kita terus berusaha, aku pun terus berusaha, semangat bikin novel lagi walaupun masih nihil belom ada yang kasih semangat atau hanya sekedar kasih komentar pun gak ada. Tapi aku gak nyerah sampe akhirnya aku bener-bener bahagia banget pas liat ada satu sampai dua akun yang kasih semangat aku dan minta lanjut tulis bab lagi,buat aku jadi semakin semangat nulis nya, karena emang semangat dari kalian itu penting banget buat penulis apalagi kaya aku yang baru bisa bikin novel hehe. 


Makasih reader kalian selalu kasih support buat aku

__ADS_1


Jangan lupa selalu kasih komentar biar aku semakin semangat nulis nya:)


Thank you;)


__ADS_2