Menikah Dengan Musuh-Ku

Menikah Dengan Musuh-Ku
Balai desa


__ADS_3

Dan mereka pun memutuskan untuk mencari sarapan


Sementara dibalai desa


"Kalian berdua duduk dulu nunggu pak kades dateng" ucap salah satu warga dan diangguki Aya dan Aldo


Pak kades pun datang


"Pagi bapak ibu"


"Pagi pak"


"Gimana apa tidur kalian berdua nyenyak?" Ledek pak kades dan hanya dibalas senyuman dari Aya dan Aldo


"Kalian siap menerima hukuman ini?" Tanya pak kades


"Ya siap gak siap harus siap pak, dari pada dihukum mati" ucap ngeri Aldo


"Berani berbuat berani bertanggung jawab" ucap pak kades lagi


"Yasudah ini udah jam setengah 7, sebaiknya kalian telfon dulu orang tua kalian" perintah pak kades


"Iya pak" jawab Aldo dan langsung mengambil benda pipihnya dari saku celananya, Aldo pun mulai menelfon momy nya


Di dalam hutan


Drrttttt


Drrttttt


Drrttttt


"Bentar dad, ada telfon" ucap momy Nita dan saat dilihat ternyata Aldo lah yang menelfon


"Dad, momy gak salah liat kan ini" ucap momy Nita


"Kenapa mom?" Tanya dady Hendra dan langsung mengambil benda pipih dari genggaman tangan momy nita, dan saat dilihat dady Hendra pun dibuat kaget


"Ini beneran Aldo?" Kaget dady Hendra


"Momy juga bingung, ini beneran gak si"


"Kita angkat aja mom" dan mereka pun menerima telfon dari Aldo


"Halo" ucap dady Hendra


"Halo dad, dady dimana sekarang?" Tanya Aldo dari balik telfon


"Dady dihutan nak, dady sama momy lagi cari kamu. Kamu dimana sekarang Al?" Tanya dady Hendra


"Dady sama momy sekarang kesini aja ya, dibalai desa Gowongan" ucap Aldo


"Kenapa sayang? Ada apa? Kamu kenapa?" Tanya momy Nita


"Ak gak kenapa-kenapa mom, udah sekarang momy sama dady kesini aja oke" ucap Aldo lagi


"Iya iya mom sama dad kesana sekarang, mmau jangan kemana-mana ya al" ucap dady Hendra


"Iya dad Al tungguin kalian kesini" dan Aldo pun memutuskan Panggilan Tersebut


Momy Nita dan dady Hendra pun segera menuju balai desa Gowongan


Sementara diposisi mamah Melinda dan papah hasan


"Pah kita cari Aya lagi yuk" ajak mamah Melinda saat setelah menghabiskan sarapan mereka


"Iya ayo" jawab papah hasan dan langsung beranjak dari kursinya


Saat hendak melangkah keluar tiba-tiba


Drrrtttt


Drrrtttt


Drrrtttt


"Bentar pah handphone mamah bunyi" ucap mamah Melinda dengan mengeluarkan benda pipihnya dari tas selempang mahal nya


"Ini nomer siapa yah?" Tanya mamah Melinda


"Kenapa mah?" Tanya papah hasan

__ADS_1


"Ini ada yang telfon dari nomer yang gak dikenal" jawab mamah Melinda


"Coba angkat aja mah, siapa tau penting" ucap papah hasan dan mamah Melinda pun mengangkat telfon dari nomer yang tidak dikenal itu


"Hallo" ucap mamah Melinda


"Hallo mah" ucap seseorang dari balik telfon yang ternyata adalah Aya


"I-ini kamu Aya? Anak mamah?" Tanya bingung mamah Melinda


"Iya mah ini aku" jawab Aya


"Yaampun sayang Alhamdulillah kamu telfon mamah, kamu dimana sekarang? Lagi sama siapa? Kamu baik-baik aja kan? Gak ada yang luka kan?" Pertanyaan beruntun dari mamah Melinda


"Yaampun mah tenang-tenang Aya gak apa-apa ko" jawab Aya


"Kamu dimana sekarang?" Tanya papah hasan


"Iya kamu dimana sayang? Mamah udah kangen banget sama kamu" sambung mamah Melinda


"Aku lagi dibalai desa Gowongan mah, mamah sama papah bisa kesini sekarang kan?" Tanya Aya


"Ya bisa dong, masa mau ketemu anak sendiri yang baru ilang gak bisa" jawab papah hasan


"Yaudah mamah sama papah kesini ya Aya tunggu" ucap aya


"Oke sayang kita kesana" dan mereka pun menutup panggilan telfon


Mamah Melinda dan papah hasan pun langsung berlari menuju mobilnya


"Yaampun pah, mamah seneng banget akhirnya Aya ketemu juga" girang mamah Melinda saat sekarang tengah berada di dalam mobilnya


"Iya mah papah juga seneng banget" jawab papah hasan


"Ayo pah yang cepet dong bawa mobilnya" ucap mamah Melinda


"Huss gak boleh mah, nanti ada apa-apa sama kita gimana. Pasti kita sampe ko"


"Iya deh iya" pasrah mamah Melinda


Dibalai desa Gowongan


"Gue takut al" ucap aya


"Itu nomer dua, nomer satunya gue takut papah sama mamah bakal marah ke gue"


"Ngapain takut kita gak salah" jawab Aldo


"Terserah Lo deh" ucap aya


"Aldoo!!" Teriak momy Nita yang baru saja datang


Semua orang pun menoleh kebelakang


"Momy!!" Teriak Aldo juga


Momy Nita dan dady Hendra pun menghampiri Aldo dan memeluk nya dengan bergantian


"Sayangg yaampun momy takut banget kamu kenapa-kenapa hiks hiks" tangis momy Nita dipelukan Aldo


"Momy gak usah nangis dong, liat nih Al gak kenapa-kenapa kan" ucap Aldo dengan mengelap air mata momy nya dengan lembut


"Hiks hiks momy kangen banget sama kamu sayang" tangis momy Nita lagi


"Udah mom tenang dong, kan udah ketemu sama Aldo" ucap dady Hendra


"Dad" ucap Aldo dengan memeluk dady Hendra dengan pelukan khas cowo (tau lah pelukan cowo itu gimana)


"Kamu baik-baik aja kan Al?" Tanya dady Hendra


"Baik dad, liat dong gak ada yang luka kan?"


"Alhamdulillah "


"Alhamdulillah ya sayang akhirnya kamu bisa kembali ke pelukan kita lagi" ucap momy Nita


"Al juga seneng banget mom" jawab Aldo


"Ini siapa?" Tanya momy Nita saat melihat keberadaan Aya


"Ini Aya, dia yang hilang sama aku"

__ADS_1


"Ko kaya kenal ya" bingung momy Nita


"Tante, pak Hendra" sapa Aya dengan menyalimi tangan mereka berdua


"Kamu gak kenapa-kenapa kan?" Tanya dady Hendra


"Gak papa pak" jawab Aya


"Alhamdulillah kalo gitu"


"Momy kenapa si liatin Aya gitu banget?" Tanya Aldo yang melihat momy nya dari tadi terus memandangi Aya


"Momy masih ngerasa aja pernah liat dia, tapi dimana ya?" Bingung momy Nita


"Mungkin ketemu gak sengaja kali dijalan atau dimana" jawab Aldo


"Momy inget, kamu bukannya anak-" belum juga momy Nita menyelesaikan perkataannya tiba-tiba


"Ayaa!!" Teriak mamah Melinda


"Mamah!!" Teriak Aya dan langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya


"Mamah hiks hiks" tangis Aya didalam pelukan mamah Melinda


"Sayang kamu kemana aja? Kamu gak papa kan?" Tanya mamah Melinda


"Aku gak papa mah" jawab Aya


"Mamah seneng banget bisa ketemu kamu nak"


"Aku kangen banget sama mamah sama papah hiks, aku ketakutan mah didalam hutan" ucap aya dengan melepaskan pelukannya


"Yang penting kamu udah ketemu" jawab mamah Melinda


"Papah!!" Ucap aya dan langsung memeluk papah nya


"Anak papah" ucap papah hasan dengan mengelus rambut kecoklatan dan panjang milik aya


"Papah gak nyariin aku ya? Masa gak bisa temuin aku si" tanya Aya dengan bibir yang dimanyun kan


"Ihh kata siapa, tiap hari papah nyariin kamu loh sama mamah, sama anak buah papah" jawab papah Hasan


"Iya sayang kita nyariin kamu terus ko setiap hari, nih buktinya kita temuin handphone kamu dihutan" ucap mamah Melinda dengan memberikan handphone milik aya


"Ouh iya, maaf ya mah pah Aya udah seuzon sama kalian "


"Gak papa sayang"


"Terus al kemana?" Tanya mamah Melinda


"Tuh" jawab Aya dengan menunjuk ke arah Aldo


"Yaampun jeng Mel" ucap momy Nita


"Ternyata Aldo anak kamu jeng" ucap mamah Melinda juga


"Ternyata Aya itu anak kamu juga yang sering kita bicarin itu" ucap momy Nita juga


"Yaampun jeng ko bisa dunia sesempit ini?" Girang mereka berdua


"Maksudnya apa si pah?" Tanya Aya


"Papah sama keluarga pak Hendra tuh Deket banget, malah kita punya rencana buat jodohin kalian berdua"


"Ihh enggak Aya gak mau ya pah, no way!!" Tegas aya


'jadi Aya anak nya pak hasan' batin Aldo


'waduhh berarti selama ini gue parah banget dong ribut sama anak pemilik sekolah, yang jelas-jelas lebih dari bokap gue' batin Aldo lagi


'kalo Aya sampe bilang ke papah nya, bisa-bisa bokap gue lepas dari jabatannya dong' takut Aldo


'mampus gue, nanti dicoret dong gue dari kartu keluarga'


'jangan sampe Aya bilang ke orang tua nya ,jangan sampe'


"Pak Hasan" sapa dady Hendra dengan menjabat tangan papah hasan


"Pak Hendra" jawab papah hasan dengan membalas jabatan tangan nya juga


"Ternyata Aya ini anak pak Hasan"

__ADS_1


"Iya pak, saya juga seneng akhirnya bisa ketemu Aldo juga" ucap papah hasa


__ADS_2