Menikah Dengan Musuh-Ku

Menikah Dengan Musuh-Ku
Perjalanan


__ADS_3

"Nanti Lo juga tau" jawab egi


Setelah seluruh murid memasuki busnya masing-masing dan duduk dikursi yang sudah disediakan perjalanan menuju tempat camping pun dimulai kini satu persatu bus kelas XII sudah meninggalkan sekolah SMA Pelita Bangsa


Karena perjalanan menuju tempat camping yang ber lokasi di Yogyakarta pun membutuhkan waktu sekitar 8jam. Mereka pun menghabiskan waktu dengan bernyanyi-nyanyi, membuat konten, atau lelucon dan bahkan ada yang hanya tertidur, termasuk Aya Elsa dan Lia


Mereka tu bener-bener compak banget yah gays tidur aja barengan padahal gak satu kursi. Mungkin persahabatan mereka sudah sampai batin hahaha


"Ni bocah kebo banget, berisik kaya gini aja masih bisa tidur nyenyak" ucap Aldo


"Guling aku" ucap aya yang masih tertidur dan langsung memeluk Aldo serasa bantal guling


"Eh eh apa apaan gue dianggep guling gitu?" Heran Aldo


"Mau bangunin tapi kasian mukanya nyenyak banget" ucap Aldo dan membiarkan Aya memeluknya seraya mengelus-elus rambut nya


"Gue pengin banget kaya gini terus sama Lo ay" ucap Aldo


"Gue nyaman kalo sama Lo, beda waktu sama mantan gue"


"Liat Aya tidur kaya gini gue jadi ikutan ngantuk" ucap Aldo dan mulai memejamkan matanya ikut memasuki alam mimpi Aya


Dan tanpa ada waktu 5menit Aldo pun sudah tertidur dengan memeluk Aya juga


Gino yang dari tadi bernyanyi-nyanyi dan berjoget-joget pun seketika dibuat kaget saat melihat adegan peluk memeluk, Gino yang emang dari orok bayi sudah usil pun berfikir untuk memotret diam-diam mereka berdua


Cekrekk


"Nah dapet, bisa gue pake nih buat ngerjain mereka berdua kalo lagi berantem" girang gino


"Lucu juga mereka kalo akur" ucap gino


Sementara dikursi Elsa dan Egi


"Sa sa" ucap Egi dengan menepuk pelan pundak Elsa yang sedang tertidur dengan terbentur kaca bus


"Tu kepala Lo kebentur kaca" ucap Egi lagi


"Sa bangun"


"Elsa putri Anindia bangun"


Karena Elsa yang tertidur dengan sangat nyenyak pun masih belom bangun dari tidurnya. Egi pun berinisiatif untuk menjadi sandaran bagi Elsa


Egi pun mengangkat pelan kepala Elsa dan menaruh di pundaknya


"Cantik" satu kata dari Egi saat melihat Elsa tertidur


"Eugghhhhh" lenguhan panjang Elsa terdengar dengan mata yang sedikit demi sedikit terbuka


"Woyy Egi ko gue bisa tidur di Lo sih?" Kaget Elsa saat melihat dirinya bersandar dipundak egi, dan menjauh dari Egi


"Gue yang nyenderin kepala Lo" jawab Egi


"Modus banget Lo jadi cowo" sewot elsa dan hanya dibalas Egi dengan muka datarnya


"Awas aja ya Lo kulkas modusin gue lagi" sewot elsa lagi dan dibalas Egi dengan sama yaitu muka datar legend Egi


"Yaampun sabar banget gue" pasrah Elsa dengan mengelus-elus dadanya

__ADS_1


"Bisa diem gak Lo" ucap Egi dengan tatapan mata yang sedikit tajam, dan jari telunjuk Egi yang menempel di bibir elsa, membuat bulu kuduk Elsa berdiri ngeri


Dan Elsa pun hanya bisa terdiam melihat Egi yang sepertinya marah


'serem banget ni orang' batin Elsa


'berasa mau dimakan deh'


Egi pun menjauhkan jarinya dari bibir mungil elsa


"Galak amat bang" ucap Elsa dengan suara yang kecil tapi masih bisa didengar oleh Egi. Dan Egi pun langsung melirik tajam ke arah Elsa


"Becanda gi becanda ko" ucap Elsa Lagi dengan mengelus lengan berotot Egi


"Lembut" ucap Egi dengan tidak sadar nya


"Maksud Lo?" Tanya Elsa heran


"Ha apa nya" jawab Egi dengan muka malu nya


"Tadi Lo bilang lembut, lembut apa gi?" Tanya Elsa lagi


"Enggak" jawab Egi


"Gak jelas banget Lo" sewot elsa


Dikursi Aldo dan Aya


"Hoooaaaammm udah sampe belom si" ucap aya dengan menutup mulutnya yang menguap, tanpa disadari bahwa dirinya dan Aldo sedang berpelukan mesra


"Aldooo!!" Teriak Aya saat sudah menyadari pelukan mesranya hingga membuat si pemilik nama tersentak kaget saat masih tertidur


"Lo ngapain peluk-peluk gue ha?" Tanya Aya


"Siapa juga yang peluk Lo" jawab Aldo


"Tadi pas gue bangun Lo sama gue tu pelukan, nah pasti Lo yang modusin gue kan" sewot aya


"Idihh ogah amat" jawab Aldo


"Jujur deh loh"


"Biar gue jelasin ya Aya, Lo itu pas tidur ngigo bantal guling gue- bantal guling gue tiba-tiba Lo malah peluk gue, gue karena kasian liat muka banyak dosa Lo lagi tidur ya gue biarin deh, terus gue ikut tidur ya mungkin tanpa sengaja gue peluk Lo" racau Aldo


"Halah alesan aja Lo krupuk basah" sewot Aya


"Buat apa alesan, gue gak mungkin boong gada guna banget gue boong"


"Tetep gak percaya gue"


"Terserah Lo deh, eh tapi Lo nyaman kan sampe gak mau lepas dari gue" ucap Aldo dengan mengedipkan salah satu mata nya


"Ga usah kepedean deh Lo jadi cowo" sewot Aya


"Eleh bilang aja nyaman" ledek Aldo


"Gue buang Lo lewat jendela" sewot Aya lagi


"Jangan dong nanti Lo gak punya guling Ter nyaman" ledek Aldo lagi

__ADS_1


"Lo bener-bener ya minta gue buang" sewot Aya lagi dengan menjambak rambut Aldo


"Aduhhh sakit ay" ringis Aldo


"Cepet sonoh keluar noh jendela udah gue buka lebar" ucap aya dengan masih menjambak rambut Aldo dan menariknya untuk lebih mendekat ke jendela


"Sakit woyy" ringis Aldo lagi dan Aldo pun tidak mau hanya pasrah, Aldo pun melepaskan dengan kuat tangan Aya hingga lepas dari rambutnya.


"Lo berani sama gue?" Ucap Aldo dengan masih memegang tangan Aya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Aya. Aya pun dibuat kaget, takut, dan malu


"Lo mau apa Al?" Tanya Aya dengan suara yang sangat kecil


"Cium Lo" jawab Aldo dengan berbisik ditelinga Aya


"Ga usah macem-macem Lo, disini banyak orang" ucap aya dengan masih suara yang kecil


"Jadi maksud Lo kita lakuin di tempat yang sepi" ledek Aldo dengan senyum miring nya


"Apaansi Lo, udah Sanah ga usah deket-deket gue" ucap aya dengan mendorong tubuh Aldo tapi tidak berbuah apa-apa karena tubuh Aldo yang kuat, dorongan dari Aya pun tidak berasa apa-apa


"Ini akibat Lo udah berani jambak-jambak gue" jawab Aldo


"Udah Sanah al" ucap Aya dengan mencoba mendorong tubuh Aldo lagi


'pengin banget gue cium tu bibir, tapi gue harus tahan dia bukan siapa-siapa gue' batin aldo


Dan Aldo pun menjauh dari tubuh Aya "awas Lo Jambak gue lagi" Sewot Aldo


"Bodo amat wlee" jawab Aya dengan menjulurkan lidahnya dan hanya dibalas tatapan tajam dari Aldo


Setelah berjam-jam kemudian, mereka pun telah sampai ditempat tujuan mereka yaitu tempat camping


"Turunnya pelan-pelan ya anak-anak antri jangan berebut turunnya, nanti ada yang jatoh " ucap pak yadi


"Cepet woy cepet"


"Ah lama banget ni turun doang"


"Haduhhh "


"Woy ga usah dorong-dorong dong, sabar"


Sorak-sorai murid saat hendak turun dari bus, ya karena memang siswa nya banyak jadi lah mereka saling dorong mendorong


"He he kalian sabar dong jangan pada dorong-dorongan gini!!" Teriak pa yadi


"Ampun emang mereka ini" ucap Bu Mela dengan menggelengkan kepalanya


"Ihh ga usah pada dorong-dorong kenapa si, heran gue" sewot Aya yang saat ini dalam keadaan terjepit dan terdorong


"Aww kaki guee!!" Teriak Aya saat kakinya terinjak salah satu murid didepan nya


"Aww sakit banget yaampun" ringis Aya


Aldo yang dibelakang nya pun masih bisa mendengar ringisan Aya, dan tanpa ba bi bu Aldo langsung melindungi tubuh Aya dengan cara memeluknya


"Cepet Sanah keluar, keluar!!" Teriak Aldo dengan masih memeluk Aya


Dan satu demi persatu murid telah keluar dari bus hanya tersisa mereka berdua dan sang supir

__ADS_1


__ADS_2