MENIKAH DENGAN PAPA

MENIKAH DENGAN PAPA
Kantor


__ADS_3

Menikah dengan papa


11


("Sayang Papa sudah berada di depan,") Arkana mengirim pesan kepada istrinya yang langsung ceklis dua biru yang artinya langsung di baca Tania.


("Iya Pa, sekarang aku lagi jalan ke depan Pa,") balas Tania.


Lama menunggu akhirnya Arkana melihat istrinya yang tengah berjalan dengan dua temannya. Terlihat disana Tania berpamitan kepada mereka sambil melambaikan tangannya begitupun dengan kedua temannya Tania.


"Maaf lama nungguin aku, Pa," ujar Tania sambil meraih tangan kekar Arkana untuk di salaminya.


"Tidak kok Sayang, lagian Papa juga baru sampai kok," Arkana mengusap kepala istrinya lembut, tak lupa senyum manis mengembang indah di bibir itu.

__ADS_1


Arkana menjalankan mobilnya meninggalkan perkarangan kampus. Dengan kecepatan sedikit tinggi Arkana menjalankan mobilnya karena setelah ini dirinya akan menghadiri rapat dengan relasi bisnisnya. Rapat yang tidak bisa dirinya tunda karena kemaren juga sudah di tunda lantaran dirinya menikah dengan Tania.


"Kenapa jalan ke kantor Pa? Apa kita tidak langusng pulang?" tanya Tania heran. Biasanya mereka akan langsung saja pulang tanpa singgah ke kantor.


"Papa harus menghadiri rapat setelah ini Sayang. Jadi kita ke kantor sebentar ya? Cuman setengah jam kok Sayang. Tidak apa 'kan? Jika kamu tidak mau Papa bisa minta tolong supir kantor ngantar kamu pulang,"


"Tidak apa kok Pa, aku nungguin Papa saja di ruangan Papa. Lagian sudah lama juga aku nggak datang ke kantor Papa,"


"Baiklah,"


"Sayang tunggu Papa di sini sebentar ya, Papa mau rapat dulu setengah jam. Nanti kalau kamu mau sesuatu minta saja pada sekretaris Papa yang ada di luar,"


"Baiklah Pa, Papa yang semangat ya meetingnya."

__ADS_1


"Terima kasih Sayang," Sebelum meninggalkan ruangannya, Arkana menghampiri Tania, mendaratkan ciumannya pada dahi sang istri cukup lama. Memang berbeda dengan yang dulu saat Tania masih berstatus anaknya.


Sepeninggal Arkana, Tania memilih untuk memainkan benda pilih yang di ambilnya di dalam tas. Membuka aplikasi hijau yang ada di HPnya. Tidak ada yang menarik di sana Tania memilih untuk memasuki ruangan pribadi Arkana. Ruangan yang digunakan Arkana untuk tidur saat waktu istirahat. Tania merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi.


Meeting Arkana akhirnya usai, dengan langkah besar Arkana menuju ruangannya, dimana sang istri tengah menunggu dirinya.


"Sayang," Panggil Arkana saat memasuki ruangan itu tidak terjawab. Mata tajam Arkana menyusuri setiap sudut ruangan namun, dirinya tidak mendapati kehadiran sang istri. Bahkan tas yang dibawanya pun tidak terlibat disana.


Akhirnya Arkana memasuki ruangan pribadinya. Arkana menampilkam senyumnya kala melihat sang istri yang tengah memejamkan matanya dengan rapat. Dengkuran halus juga jelas Arkana dengar dari sang istri.


"Sayang kamu cantik banget, kamu bikin Papa tambah cinta dan sayang sama kamu Tania. Kamu wanita yang bisa membuat hati Papa bergetar Sayang, hanya kamu Sayang," Arkana mengusap lembut wajah Tania dengan tangannya yang besar.


Mendaratkan bibirnya pada pipi Tania beberapa kali, bukan hanya disana Arkana juga mendaratkan ciuman pada dahi Tania cukup lama. Setalah dirasa cukup Arkana ikut merebahkan dirinya di samping sang istri. Memeluk pinggang ramping istrinya dengan posesif.

__ADS_1


TBC


__ADS_2