
Menikah dengan Papa
16
Hari-hari dilalui Tania dan juga Arkana seperti biasa. Bahkan tanpa terasa usia pernikahan Tania dan Arkana sudah masuk bulan ke 4 dan bulan ini juga genap usia kandungan Tania 4 bulan yang artinya saat mereka melakukan hubungan suami istri membuat Tania langsung hamil karena terlalu subur.
Tubuh Tania yang tidak terlalu besar tidak membuat orang-orang curiga jika saat ini dirinya tengah berbadan dua. Bahkan kedua teman Tani, Mesi dan Bella masih belum mengetahui jika Tania tengah hamil. Meskipun twraldang Bella menatap Tania sedikit aneh, namun Tania membiarkan saja.
"Tan tumbenan makan kamu bangak? Nggak takut gendut apa?" tanya Bella menatap Tania yang masih asik menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.
Tania menggedikkan bahunya acuh. "Nggak apa-apa Bell, lagian ini juga demi kesehatan aku, heheh,"
"Kesehatan apaan sih Tan? Yang ada Itu tubuh kamu bakalan melar," ucap Mesi di kala kunyahannya.
"Oh ya badan kamu juga makin gede aja aku rasa akhir-akhir ini Tan? Kamu makan vitamin apa?" Tanpa bisa di cegah tangan Bella mendarat di perut Tania membuat wanita itu tersentak. "Ehhh perut kamu kok---" Bella menutup mulutnya, karena tangannya jelas tidak salah pegang. Apalagi Bella merasakan perut Tania yang keras tidak seperti tumpukan lemak yang jelas terasa lunak.
"Ada apa Bell?" tanya Mesi yang melihat temannya terdiam dengan menutup mulutnya dengan tangan.
"Kamu punya hutang penjelasan sama kami Tan, aku nggak mau tahu nanti pas jam pulang kita kumpul dulu di taman belakang. Jika sekarang jelas tidak ada lagi waktu lantaran waktu kelas juga sudah mau masuk,"
"Ada apaan sih Bell? Kamu bikin aku penasaran saja tau," kesal Mesi karena pertanyaanya tidak di jawab Bella maupun Tania.
"Nanti saja pas jam pulang kamu bakal tahu Mes. Ya sudah yuk masuk kelas,"
__ADS_1
Akhirnya dua jam pelajaran berakhir, kini Tania, Mesi dan juga Bella tengah berjalan menuju taman belakang. Tidak ada lagi gunanya Tania menutupi pernikahannya dengan Arkana apalagi sekarang dirinya tengah hamil yang otomatis perutnya akan semakin membesar dari hari ke hari.
{Pa, nanti aku pulang agak telat dikit ya Pa, soalnya aku kumpul dulu sama Mesi dan Bella di kampus ada yang mau aku bicarain sama mereka. Jadi Papa tidak perlu nyuruh sopir kantor untuk jemput aku terlalu cepat ya Pa} Tania mengirim persan tersebut kepada Arkana karena, tadi Arkana sudah menjelaskan jika dirinya tidak bisa menjemput lantaran ada meeting yang tidak bisa di tinggalkan. Otomatis yang akan menjemput Tania supir kantor karena Arkana belum mencari sopir pribadi untuk di rumah mereka yang bisa antar jemput Tania jika dirinya tidak sibuk.
Bella menatap Tania yang kini berada antara dirinya dan juga Mesi. Jujur saja banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Bella saat ini.
"Kamu mau cerita kapan Tan?" tanya Bella karena Tania masih saja diam saat dirinya yang sudah tidak sabar menunggu penjelasan dari temannya itu.
Tania menatap bergantian Bella dan juga Mesi. "Maaf jika perkataan aku nanti bikin kalian syok, kecewa atau apa. Mungkin memang kini saat yang tepat aku ngomong jujur sama kalian berdua. Tapi jika boleh jujur aku belum ingin mengatakan ini kepada kalian tapi aku berfikir lagi cepat atau lambat pasti kalian berdua akan tahu bahkan orang lain." Tania menarik nafasnya dalam. Dirinya tidak peduli jika kedua temannya itu mau kecewa atau tidak atau bahkan mau menjauh dari dirinya Tania tidak peduli. Lagian dirinya di kampus untuk mencari ilmu bukan mengurus masalah pertemanan yang hancur.
"Aku tahu apa yang kamu fikirkan setelah kamu menyentuh perut aku tadi Bell, tebakan yang ada di dalam pikiran kamu benar, aku hamil,"
Mesi menutup mulutnya karena terkejut, tidak menyangka jika temannya yang terkenal anak rumahan ini tengah hamil bahkan dekat dengan laki-laki pun Tania tidak. Lalu bagaimana bisa dirinya hamil tanpa suami.
"Benar apa yang dikatakan Mesi, Tania?" Jujur saja Bella berharap jika temannya ini tidak melakukan hubungan terlarang.
Tania menggeleng. "Aku nggak hamil di luar nikah Mesi, Bell. Anak yang aku kandung ini hasil dari pernikahan," jawab Tania sambil mengusap perutnya yang memang sudah agak membuncit. Mungkin karena tubuhnya yang tidak terlalu besar membuat perut Tania tidak begitu jelas. Jadi orang-orang akan menganggap dirinya tidak sedang berbadan dua.
"Lalu anak siapa? Dan kenapa kamu nggak ngundang kita di hari pernikahan kamu?" tanya Mesi menatap Tania.
"Anak Papa,"
"Gila!! Kamu benar-benar gila Tania. Aku nggak nyangka kamu bakal nikah sama Papa kamu sendiri," Bella benar-benar tida habis pikir dengan Tania yang mau menikah dengan ayahnya sendiri. Bukankah itu suatu hubungan yang tidak boleh dilakukan.
__ADS_1
"Kenapa bisa Tania? Bukankah Om Arkana itu ayah kamu sendiri?" tanya Mesi.
"Papa bukan Papa kandung aku Mesi, Bell. Aku hanya anak yang di angkat Papa saat usia aku 2 tahun. Orang-tua aku sudah meninggal itu informasi yang di dapat Papa saat mengadopsi aku dari panti asuhan." jelas Tania tanpa ada yang di tutupinya.
Kini Bella dan Mesi mengerti mengapa Tania bisa menikah dengan ayahnya sendiri. Namun yang membuat heran kenapa Tania malah mau menikah dengan orang yang sudah membesarkan dirinya bak seorang ayah yang benar-benar menjaga anaknya. Apakah ini alasan kenapa ayahnya tidak membolehkan Tania keluar bareng mereka meski hanya berkumpul bersama.
"Kenapa kamu mau menikah dengan Papa, kamu Tania?"
"Nah iya bener, apa kamu mau balas budi atas apa yang dilakukan Om Arkana?" Mesi menatap Tania bingung.
"Kalau mau di bilang balas budi jelas tidak karena, aku tidak pernah berfikir untuk membalas budi setiap apa yang Papa lakukan buat aku selama ini. Aku mau menikah sama Papa karena aku hanga ingin membuat Papa bahagia. Jika membahas tentang cinta, aku yakin cinta bisa tumbuh kapan saja di hati aku untuk Papa. Lain lagi jika kalian nanya apakah Papa cinta sama aku, jawabannya iya bahkan Papa sangat mencintai aku," jelas Tania kepada kedua temannya.
"Lalu kapan kamu menikah dengan Om Arkana? Dan kenapa tidak ngundang kita?" tanya Bella.
"Apa kalian ingat beberapa bulan lalu saat aku nggak masuk kuliah dan aku bilang jika aku menghadiri acara nikahan keluarga dari suaminya Aunty aku? Waktu itu aku bohong karena yang nikah itu aku sama Papa. Awalnya Papa ingin ngadain pernikahan besar-besaran tapi aku nolak karena, sudah pasti banyak pertanyaan dari orang-orang tentang aku dan Papa. Apalagi kalau nikahannya dadakan seperti itu. Kalian pasti tahulah apa tanggapan orang-orang nanti sama aku apalagi di kampus pasti akan banyak yang ngehina aku karena mereka tidak tahu kenapa aku bisa nikah sama Papa aku sendiri." jelas Tania.
"Iya, kamu bener Tania. Lalu bagaimana dengan kandungan kamu ini? Semakin hari pasti akan semakin membesar dan orang-orang pasti akan bertanya kepan kamu menikah apalagi teman kelas kita?" tanya Bella.
"Kalau masalah itu nanti bisa aku atasi kok Bell." jawab Tania.
"Baiklah, sekarang sudah berpasangan bukan usia kandungan kamu?" tanah Bella.
"Sudah 4 bulan Bell," jawab Tania sambil mengusap perutnya lembut. Bella hanya menganggukkan kepalanya begitupun dengan Mesi.
__ADS_1
TBC