MENIKAH DENGAN PAPA

MENIKAH DENGAN PAPA
Hinaan


__ADS_3

Menikah dengan Papa


21


Sesuai dengan ucapan Arkana tadi, kini laki-laki itu membantu sang istri mengerjakan tugas kuliahnya. Sedangkan Tania memilih untuk terlentang di atas ranjang karena lelah melayani suaminya. Memang tidak terlalu lama namun membuat Tania cukup lelah mungkin saja karena dirinya tengah hamil.


"Sayang ini di kumpul kapan?" tanya Arkana melihat kearah istrinya.


"Besok siang Pa," jawab Tania yang masih menutup matanya rapat.


Mendengar jawaban istrinya, Arkana melanjutkan mengerjakan tugas sang istri. Tidak terlalu banyak hanya saja membuat tangan sedikit lelah mengetik pada keyboard laptop. Sekitar jam setengah sebelas akhirnya Arkana menyelesaikan tugas kuliah sang istri. Meregangkan otot-otot tangannya lalu merapikan meja itu seperti semula.


Arkana menjaringkan tubuhnya di samping sang istri. Memeluk sang istri dari belakang sambil membelai-belai perut buncit itu dengan tangannya.


****

__ADS_1


Kandungan Tania kini sudah memasuki bulan ke 6 membuat perut Tania sudah tampak jelas meski Tania sudah mengenakan baju yang lebih longgar. Bahkan kini sudah banyak orang-orang menatap Tania dengan pandangan aneh. Tak jarang juga mereka membicarakan Tania terang-terangan. Meski begitu Tania tidak ambil pusing karena dirinya hamil oleh suaminya bukan hamil di luar nikah.


"Lihatlah hamil di luar nikah saja bangga dan masih berani menginjakkan kaki di kampus ini. Hancur sudah reputasi kampus sama orang kek gini!" Ceplos seirang wanita yang ditaksir Tania teman satu kelasnya.


"Iya bener banget, nggak malu apa ke kampus dalam keadaan hamil tanpa suami." tambah temannya yang bertubuh agak gendut.


"Dasar wanita tidak tahu malu, masih berani saja menginjakkan kakinya di kampus ini."


"Bagaimana bisa pihak kampus tidak meninjak lanjuti mahasiswinya yang hamil di luar nikah!!"


"Iya bener banget, kampus sudah tercoreng namanya kalau gini mah. Yang ada suatu saat makin menjadi-jadi orang seperti ini!!"


"Apa tidak diajarkan ya sama orangtuanya untuk menjaga diri sehingga anaknya bisa hamil di luar nikah kek gini? Atau malah orangtuanya tidak becus mendidik anaknya!!" sarkas seorang wanita yang berpakaian tertutup.


Tania yang awalnya biasa saja tanpa ingin meladeni mereka menghentikan langkahnya kala mendengar orang-tuanya disebut-sebut. Membalikkan badannya menatap wanita berhijab coklat itu dengan tajam.

__ADS_1


"Lihatlah dia masih berani menatap kita seperti itu, dan sekarang malah berjalan ke sini tanpa rasa malu." Lagi-lagi terdengar ucapan wanita berhijab coklat itu.


Prok!!! Prok!!! Prok!!!


Tania menemukan kedai tangannya sebanyak tuah kali. Menatap sinis mereka semua tak terkecuali wanita berhijab coklat itu. "APA KAU BILANG TADI? ORANG-TUA SAYA TIDAK MENGAJARKAN SAYA UNTUK MENJAGA DIRI?!" sinis Tania.


"Apa yang salah dengan ucapan saya? Memang benar bukan? Bahkan kau tanpa malu masih berani datang ke sini dengan perut buncit seperti itu? Hamil diluar nikah saja bangganya minta ampun! Amit-amit cabang bayi." balas wanita itu lagi.


Tania tertawa mendengar ucapan wanita itu, bahkan Tania sampai memegang perutnya karena tertawa terlalu lama. "Jelas salah apa yang kau katakan. Kau membahas orangtua saya bukan? Lalu apa kabar dengan kau sendiri? Apakah orang-tua kau begitu baik mendidik anaknya? Cihhh, bahkan kau sendiri tidak sadar diri. Mengatakan orang lain namun tidak sadar akan diri sendiri ckckck!!" Tania menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Apa kau bilang?! Jelas-jelas orang tuaku mendidik anaknya dengan begitu baiknya tidak sama dengan kau yang bahkan bisa hamil di luar nikah. Cihhh, menjijikkan!" Wanita berhijab coklat itu menatap sengit Tania.


"Ini yang kau katakan didikan yang baik? Ckckckc, orang lain bisa menilai dari cara kau berbicara."


"Diam kau wanita tidak tahu diri. Sudah hamil di luar nikah membela diri sendiri dengan begitu bangganya." teriak wanita itu tidak terima dengan ucapan Tania yang membuat harga dirinya terlukai.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau tersinggung?" Tania menatap sinis wanita berhijab coklat itu. Bahkan terlihat wajah wanita itu yang sudah tampak merah padam.


TBC


__ADS_2