MENIKAH DENGAN PAPA

MENIKAH DENGAN PAPA
27


__ADS_3

Menikah dengan Papa


27


"Bu, kita mampir dulu ke mall depan ya?" Arkana melirik sang ibu yang setia berdiri di samping istrinya.


"Baiklah Ibu juga sudah sangat lapar. Mana tadi didalam ibu cukup banyak mengeluarkan tenanga," jawab Helena menyetujui ucapan putranya.


Arkana, Tania dan juga Helena kini sudah duduk di meja paling pojok restoran. Kebetulan di bagian itu mereka dapat melihat kolam ikan kecil yang tampak menyegarkan mata. Tak henti-hentinya Tania menatap kearah kolam ikan itu dengan penuh binar.


"Pada besok kita buat juga yang seperti itu dirumah ya Pa," Tania menunjuk kolam ikan kecil yang diatasnya ada air mancur kecil sebagai penghias.


"Baiklah Sayang, untuk kamu pasti akan papa penuhi, asalkan kamu bagian maka papa juga akan bahagia Sayang," jawab Arkana menampilkan senyum manisnya. Selagi dirinya bisa apaun itu keinginan istrinya pasti akan di lakukan untuk sang istri agar istrinya itu tetap bahagia tanpa ada rasa sedih.

__ADS_1


"Papa janji ya?" Arkana menganggukkan kepalanya.


Pesanan mereka akhirnya sampai, tanpa bicara mereka menikmati makan siang mereka bersama. Arkana membantu Tania memisahkan cangkang lobster milik Tania karena Tania sangat menginginkan lobster tersebut. Sudah lama dirinya tidak memakan lobster dan jika tidak salah semenjak hamil baru kali ini Tania memakan hewan penjepit itu.


****


Tania merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya dan suaminya. Tania cukup lelah dengan membawa perut buncitnya. Rasanya sangat menyenangkan jika dirinya sudah bersentuhan dengan kasur nan empuk itu. Bawaannya pasti langsung tiduran atau tidak memang tidur dengan memejamkan matanya agar memasuki alam mimpi yang begitu indah.


"Baju Pa, tapi aku juga tidak tahu apa saja yang di beli Ibu, soalnya tadi aku hanya duduk saja nungguin Ibu. Berdiri pun aku tadi hanya untuk mengambil sepatu bayi yang sangat lucu," jawab Tania jujur.


"Hmm baiklah, besok atau nanti kita lihat apa saja yang dibeli ya Sayang. Sekarang saatnya kita tidur siang dulu bareng dedek bayi," ajak Arkana yang tidak berhenti mengusap perut sang istri.


"Baiklah Pa, aku juga sudah mulai mengantuk." ungkap Tania jujur. Sentuhan lembut tangan Arkana pada perutnya membuat Tania seketika ingin memasuki alam mimpinya yang begitu indah.

__ADS_1


Malamnya Tania dan Arkana membuka salah satu dari kantong yang berisi belanjaan yang di beli Tania dan Helana tadi siang.


"Bukankah ini bukan baju bayi yang baru lahir Sayang? Sepertinya ini untuk bayi umur enam bulan," Arkana memegang baju bayi yang lumayan besar di tangannya. Mengembangkannya agar sang istri bisa melihatnya.


"Iya bener Pa, itu Ibu yang ambil tadi. Tidak hanya itu kok Pa, baju anak usia satu tahun juga ada di beli Ibu. Kata Ibu mana tahu bayi kita nanti cepat tumbuh badannya jadi baju itu juga bisa lekas di pakaingnya Pa," tutur Tania membuat Arkana menggelengkan kepalanya.


"Lagian nanti kita juga bisa beli lagi kenapa malah Ibu beli sebanyak ini coba?" bingung Arkana menatap dua kantong lagi yang berisi pakaian bayi.


"Mungkin Ibu berfikir kita tidak perlu lagi kembali ke mall untuk membeli yang baru Pa. Lagian ini kita simpan dulu juga tidak akan jadi buruk kok Pa. Tetal terlihat baru karena tidak di pakai. Lagian sebelum itu kita juga bisa mencucinya dulu Pa sebelum di pakai agar bersih." ungkap Tania yang mendapat anggukan pasrah dari Arkana.


"Bailah Sayang tidak apa. Papa juga tidak bisa berkata-kata karena ini semua sudah di beli." jawab Arkana pasrah.


TBC

__ADS_1


__ADS_2