
Menikah dengan papa
26 membeli perlengkap bayi
Hari ini sesuai dengan ucapan Helena kemaren, saat ini Tania dan juga Ibu mertuanya sudah sampai di mall untuk membeli keperluan bayi Tania yang akan lahir dua bulan lagi.
Dengan antusias Helena menggandeng tangan menantunya, mengamit tangan mulua itu dengan tangannya. Helena sudah tidak sabar untuk memilih beberapa pakaian yang tampak lucu untuk sang cucu yang akan lahir dua bulan lagi.
"Kita ke sana dulu ya Sayang," Tania hanya bisa pasrah mengikuti kemana Helena akan mengawa dirinya. Lagian Tania juga tidak terlalu paham apa saja yang di butuhkan untuk bayi yang baru lahir. Meskipun Tania sudah melihat-lihat di goggle pakaian bayi, tetap saja Tania masih kurang paham.
__ADS_1
Tania memilih duduk di kursi yang ada di sana sedangkan Helena begitu antusias mengambil apa saja yang dia sukai. Memasukkan kedalam troli berbagai pakaian bayi dengan model yang berbeda dan tentu dengan harga yang juga tak kalah fantastisnya.
Tania tidak ikut mencari lantaran kakinga terasa lelah. Meskipun tidak terlalu lama berjalan, namun itu cukup membuat Tania lelah. Apalagi saat ini kaki Tania yang sudah mulai tampak bengkak, padahal kehamilannya baru tujuh bulan. Sedikit bingung namun Tania tidak ambil pusing. Toh kehamilannya baik-baik saja itu yang terpenting bagi Tania saat ini.
Tania yang tadinya fokus menatap Ibu mertuanya kini mengalihkan pandangannya pada sepatu bayi yang tampak sangat imut. Tania berdiri dengan perlahan dan berjalan hati-hati menuju sepatu bayi yang tampak sangat imut itu.
Tangan lembut Tania meraih sepatu itu, tampak senyum manis menghiasi bibirnya. Berjalan menuju Helena yang masih memilih pakain untuk cucunya. Bahkan troli itu sudah hampir penuh, namun Ibu mertuanya masih saja mengambil pakaian yang lain.
Helena melirik sekilas menantunya. "Kamu salah Sayang, baju yang Ibu beli itu bukan hanya untuk bayi yang baru lahir, namun juga baju untuk setahun kedepan. Mumpung bajunya bagus-bagus banget jadi kita beli saja. Mana tahu nanti tubuh cucu Ibu cepat besarnya dan baju itu juga akan cepat muat di tubuhnya." jawab Helena enteng.
__ADS_1
Tania menghela nafasnya kasar, tidak menyangka Ibu mertuanya akan berfikiran hingga ke sana. Padahal bayi Tania masih butuh waktu sekitar 60 hari lagi untuk lahir. Tapi lihatlah sekarang Ibu mertuanya membeli pakaian untuk satu tahun kedepan.
"Baiklah Bu, asal Ibu bahagia aku pasti akan ikut bahagia juga," jawab Tania pasrah. Lagian dirinya juga tidak tega meminta sang ibu untuk kembali meletakkan pakaian itu ke tempat semula.
Setalah membayar tagihan pada kasir kini tiga kantong lumayan besar sudah berada di depan Helena. Wanita itu mengabari supirnya agar menjemput barang belanjaannya ke dalam karana Helena yang memang tidak kuat mengangkat semua barang-barang itu.
"Papa kok kesini?" tanya Tania saat Arkana sudah berada di depannya.
"Papa takut kamu kenapa-napa Sayang, makanya Papa datang kesini. Di kantor pun Papa tidak bisa fokus karena mengingat kamu terus dan bayi kita," jawab Arkana mengelus perut buncit istrinya. Tidak lupa Arkana mendaratkan ciuman pada pipi chubby Tania.
__ADS_1
Sedangkan Helena menatap putranya itu dengan haru. Tidak kenyangkan jika sang putra sebegitu bahagianya menikah dengan anak yang dirinya asuh dari umur dua tahun. Jika saja Helena tidak merestui hubungan putranya dan juga Tania kala itu mungkin saja saat ini putranya itu masih sendiri. Dan mungkin juga yang lebih menyedihkan lagi putranya sudah pasti bak orang gila yang kehilangan cintanya.
TBC