MENIKAH DENGAN PAPA

MENIKAH DENGAN PAPA
06


__ADS_3

Menikah dengan papa


06


"Tania apa kamu sudah meminta izin kepada Papamu tentang weekend nanti?" Bella menatap Tania diikuti Mesi yang juga ingin tahu akan jawaban Tania kali ini.


Tania menghela nafas panjang sambil menggeleng. "Maaf Bell, aku nggak diizinin sama Papa." jawabnya.


"Ck, padahal kamu itu sudah dewasa loh Tan, masa kumpul bareng kita-kita saja nggak di bolehin sama Papa, kamu." sembur Bella menatap Tania dengan melenggos.


"Iya, kamu benar banget Bell, berasa seperti anak kecil tau kamu Tania," Mesi membenarkan apa yang dikatakan Bella. Menurut mereka Tania ini sosok anak manja yang apa-apa harus lapor dulu sama papanya.


"Ya mau gimana lagi Mes, Bell, aku sebagai anak otomatis harus nurut sama apa kata Papa, aku. Lagian kalaupun aku bohong Papa juga pasti akan tahu. Aku nggak mau melihat Papa kecewa sama aku lagi. Cukup satu kali seumur hidup aku Papa kecewa karena bohongin Papa," Tania memang pernah membuat Arkana kecewa lantaran membohongi Arkana dengan alasan mengerjakan tugas kelompok tapi nyatanya Tania malah mengadakan pesta bersama teman-temannya. Saat itu Arkana amat kecewa bahkan 2 hari Arkana tak bertegur sapa dengan dirinya. Maka dari itu Tania tak mau lagi hal itu terulang.


"Terserahlah Tan, lagian percuma juga kami ngajakin kamu jika Papa kamu selalu saja ngelarang." ujar Mesi.


"Maaf ya Mes, Bell,"


"Hmm, tidak apa," jawab Bella.




Waktu kuliah Tania akhirnya usai. Tania berjalan menuju parkiran yang mana Arkana sudah menunggu dirinya, sesuai dengan pesan yang dikirim Arkana beberapa menit yang lalu.



"Assalamu'alaikum Papa," Salam Tania saat telah memasuki mobil.



"Wa'alaikumsalam Sayang. Gimana kuliah kamu hari ini? Lancar?"

__ADS_1



"Alhamdulillah lancar Pa," jawab Tania setelah mencium telapak tangan Arkana.



"Syukurlah Sayang. Kamu mau makan di rumah makan dekat rumah Oma nggak Sayang?" Arkana menatap sekilas Tania dan kembali lagi fokus pada mobilnya.



"Emang Papa nggak balik lagi ke kantor setelah ini?" Bukannya menjawab, Tania melontarkan pertanyaan kepada Arkana.



"Nggak Sayang, kerjaan Papa juga sudah selesai tadi. Jadi ya Papa bisa santai setelah ini sampai malam," jujur Arkana sambil menampilkan senyum manis di wajah tegasnya.







"Yah..., rumah makannya tutup Tania." ujar Arkana dengan kecewa.



"Huhhh, padahal aku sudah sangat ingin makan di sana Pa. Tapi nggak apa-apa lah Pa, kita ke rumah Oma saja yuk?" ajak Tania yang diangguki Arkana. Lagian kalaupun mereka pulang ke rumah juga akan membutuhkan waktu agak laman. Mana perut mereka juga sudah lapar. Mumpung rumah orang-tua Arkana dekat dari sana maka dari itu mereka memilih untuk berkunjung ke sana.


__ADS_1


Seorang satpam membukakan gerbang rumah dengan sedikit menyapa Arkana maupun Tania. Arkana yang membalas dengan anggukan sedangkan Tania hanya tersenyum saja tanpa membuka suaranya.



"Assalamu'alaikum Oma," Tania berjalan menuju Helena yang yang berada di ruang tamu. Seperti biasa Tania akan melihat Helena yang tengah membaca koran karena memang hobbynya membaca.



"Ehhh, wa'alaikumsalam cucu Oma. Kok nggak bilang-bilang kesini Nak?" Helena meletakkan koran yang belum selesai dia baca dan menghampiri cucu angkatnya. Tak lupa Helena memeluk serta mencium cucunya itu dengan penuh kasih dan sayang.



"Rencananya nggak akan kesini dulu Oma, tapi karena rumah makan baru yang ada di depan nggak buka jadinya aku dan Papa kesini deh." Memang sebelum ke rumah makan padang Tania maupun Arkana memang tidak ada rencana untuk berkunjung ke rukah Helena. Karena seperti biasa mereka akan berkunjung pada hari minggu di saat Arkana dan Tania libur.



"Hmm gitu. Memang kalau haru rabu rumah makan itu tidak buka Sayang. Yang Oma tahu hari rabu memang sengaja tidak dibuka mungkin saja hari ini hari untuk mereka membeli bahan makanan yang habis." ujar Helena yang diangguki Tania.



"Gimana kabar Oma? Sehat?"



"Seperti yang kamu lihat Sayang, Oma sehat, bahkan sangat sehat," jawab Helena antusias sambil menggerakkan tubuhnya dengan posesif.



Tania tergelak melihat tingkah absurd Helena. Beginilah kalau dirinya bertemu Helena ada-ada saja tingkah yang akan di tunjukkan wanita yang sudah lebih dari setengah abad itu. Namun kelakuannya masih bisa di bilang seperti anak remaja.



TBC

__ADS_1


__ADS_2