
"Kenapa kakek meneleponku?" gumam Jeff.
Kakek adalah satu-satunya yang mengerti Jeff melebihi kedua orangtua dan neneknya. Kakek adalah satu-satunya yang Jeff hormati dan sayangi melebihi cintanya pada orangtuanya sendiri.
Jeff mengingat-ingat sebentar sambil menekuk jarinya satu persatu. Jika tidak salah hitung, seharusnya dia sudah kabur dari rumah selama lebih dari lima tahun.
Apanya yang bukan orang kaya. Apanya yang bukan cucu konglomerat. Jeffsa nyatanya memanglah seorang cucu dari pasangan konglomerat. Kakeknya kaya, neneknya kaya. Orangtuanya pun juga kaya. Jeff pernah sangat kaya dan bergelimang harta sejak lahir karena harta melimpah milik orangtua dan kakeknya. Terlebih dia adalah anak tunggal meskipun bukan cucu tunggal.
Alasan Jeff kabur dan meninggalkan semua kemewahannya adalah untuk mengejar kebebasannya. Jeff sejak kecil dibesarkan dengan cara yang paling buruk. Menjadi salah satu pewaris yang hebat adalah yang orangtua dan neneknya tanamkan. Sangat berbeda dengan kakeknya yang lebih mengutamakan apa yang Jeff inginkan.
Dengan nenek dan orangtuanya, berapa banyak jam dalam sehari yang dia habiskan untuk mempelajari hal-hal yang tidak dia suka. Berapa banyak jam dia membaca buku-buku yang belum seharusnya dia baca. Berapa banyak hukuman dan pukulan jika nilainya tidak sempurna. Hari-harinya hanya dilewati dengan duduk di ruangan yang penuh dengan buku.
Meskipun nyatanya mampu, tapi itu bukan yang Jeff inginkan. Sesekali Jeff ingin bermain dengan anak seusianya seperti yang lainnya. Jeff pernah sangat kelelahan dan harus ambruk karena terlalu banyak belajar.
Perawatan intensif tentu saja Jeff mendapatkannya. Tapi setelah dia sehat tidak ada lagi yang namanya istirahat. Tidak ada yang namanya bermain dengan teman sepantarannya. Jeff nyatanya dibesarkan seperti robot yang kelak akan dijadikan alat untuk mengembangkan perusahaan dan Jeff tidak suka caranya itu.
Tapi meskipun begitu Jeff masih bisa berkompromi sebagai bentuk baktinya sebagai seorang anak dan cucu. Jeff menuruti semua yang mereka katakan. Sampai suatu hari Jeff dipertemukan dengan seorang wanita yang katanya sangat terhormat pilihan orangtua dan neneknya saat acara resmi perusahaan. Terhormat, tentu saja wanita itu terhormat karena berasal dari keluarga kaya.
Jeff masih berkenan berjabat tangan karena Jeff masih bersedia berkompromi. Jeff mengira ini hanyalah perkenalan biasa. Tapi yang membuat Jeff tidak bisa berkompromi lagi adalah hari itu juga kedua orangtua mereka membahas pertunangan.
Hidupnya sudah diatur. Apa yang harus dia lakukan sudah diatur. Lalu, apakah dia harus membiarkan urusan cintanya di atur juga? Tentu saja Jeff tidak akan membiarkannya.
Suatu malam, Jeff yang masih belum lulus kuliah merenungi kehidupannya. Memang tidak ada yang dia cintai saat itu. Jeff tidak pernah punya waktu untuk cinta-cintaan karena sejak kecil selalu sibuk dengan les dan pelajaran tambahan. Tapi memutuskan dengan siapa dia akan menikah, harus hatinya sendiri yang menentukan.
__ADS_1
Untuk apa dia tinggal disana. Kehidupan mewah tidak menjamin hidupnya selalu bahagia. Neneknya, mamanya, papanya nyatanya tidak pernah mengerti Jeff. Seringkali Jeff harus melewati hari yang melelahkan karena drama para wanita yang mengincar posisi sebagai istri masa depannya.
Berpura-pura hamil anak Jeff, berpura-pura di tiduri Jeff dan masih banyak trik lainnya untuk menjebak Jeff. Apakah mereka melakukannya karena cinta, tentu saja tidak. Mereka mendekati Jeff hanya karena Jeff seorang anak dan cucu seorang konglomerat. Yah meskipun Jeff juga sangat tampan. Tapi wajah tampan tak menjamin wanitamu setia jika yang mereka incar adalah uang.
Jadi Jeff memutuskan untuk kabur. Dicari sudah pasti. Bagaimana mungkin mereka membiarkan salah satu cucu calon penerus perusahaan keluarga itu kabur. Tapi Jeff selalu punya cara untuk menghindar. Terakhir kali, dia bahkan harus bernegosiasi dengan kakeknya dan mengganti namanya menjadi Jeffsa di tempatnya sekarang ini.
Jeffsa adalah nama asli pemberian kakeknya. Sedangkan keluarga besarnya selalu memanggilnya dengan sebutan Jeffery karena Jeff kecil sering sakit-sakitan.
Setelah meninggalkan segala kemewahannya dan hidup di jalanan, Jeffsa harus berjuang dan beradaptasi dengan hidupnya yang tanpa uang. Jeff hidup dengan susah payah. Jeffsa harus terbiasa saat bangun dan tidak mendapatkan sepotong roti pun.
Meskipun begitu Jeff tetap tidak menyerah dan tidak ingin kembali. Demi meneruskan kuliahnya dia bahkan pernah menjadi pengantar makanan dan melakukan pekerjaaan apapun untuk menghasilkan uang. Tentu saja penyumbang penghasilan terbesarnya adalah hasil dari penjualan rancangannya.
Dari banyaknya pekerjaan itulah yang membuatnya memiliki banyak teman. Masih banyak orang baik yang membantunya. Masih banyak orang baik yang mengulurkan tangannya. Beberapa diantaranya adalah Azzam, Ayunda, dan Natalie. Mereka juga yang menyarankan Jeff tinggal dirumah kecil ini. Dan disinilah semua kisah barunya dimulai.
Dengan hasil jerih payahnya sendiri, Jeff berhasil lulus kuliah di sebuah Universitas terbaik. Di kampusnya Jeff memilih Fakultas Teknik jurusan Arsitektur.
Setelah lulus kuliah, Jeff masih harus melewati masa magang atau praktek dibawah bimbingan Arsitek senior. Lalu setelah itu masih harus bekerja keras untuk mendapatkan lisensi resmi sebagai Arsitek profesional dan mendirikan Biro Arsitek dan memiliki teamnya sendiri.
Sebuah profesi yang hanya diketahui segelintir orang saja di antara banyaknya orang yang kenal baik dengan Jeffsa. Mungkin penghasilannya belum bisa dibandingkan dengan milik keluarganya. Tapi untuk menghidupi dirinya sendiri dan Juwita yang sederhana itu sudah lebih dari cukup.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Jeff memutuskan untuk mengangkat telepon itu. Kakeknya pasti rindu dan ingin bertemu dengannya seperti biasanya. Tapi kira-kira apa yang akan kakeknya lontarkan saat tahu dia sudah menikah tanpa memberitahunya?
"Hallo, Kek!" jawab Jeffsa.
__ADS_1
"Berandalan, apa kau sudah menganggap kakekmu ini mati. Bukan masalah kalau kau membenci nenek dan orangtuamu, tapi kenapa kau memperlakukan kakek seperti ini. Kapan kau berencana pulang?" tanya Kakek Firman.
"Kek, kenapa kakek selalu bertanya ini saat meneleponku. Jawabanku masih sama, aku tidak ingin pulang," tolak Jeff.
"Kau ini benar-benar!" kata Kakek Firman marah.
"Kek, sudahlah! Aku tahu kakek merindukanku dan ingin bertemu denganku. Katakan, dimana aku bisa menemui kakek?" tanya Jeff.
Kakek Firman tersenyum disana. Mana mungkin dia marah pada cucu kesayangannya. Dari kelima cucunya, hanya Jeff yang mendapatkan perlakuan spesial darinya. Bahkan meskipun istri, anak-anak dan menantunya menentangnya dia akan tetap berada dalam pihak Jeff.
"Temui kakek di Cafe Oixer. Kakek merindukanmu," kata Kakek Firman.
"Jeff juga rindu kakek," kata Jeff.
"Kalau kau rindu kenapa masih tidak pulang juga. Kenapa tidak pernah menghubungi kakek. Dasar cucu durhaka. Apa begini caramu membalas kebaikan kakekmu. Katakan, apa yang membuatmu melupakan kakek. Apa dengan sudah bisa menghasilkan banyak uang sudah membuatmu sombong dan tidak butuh bantuan kakek?" berondong Kakek Firman.
"Kek, aku hanya terlalu sibuk akhir-akhir ini. Tapi aku janji akan lebih sering mengunjugi kakek nanti," kata Jeff merayu kakeknya.
"Memangnya kau sibuk apa sampai tidak punya waktu hanya untuk menelepon kakek. Apa kau punya pacar kemudian melupakan kakekmu ini?" omel Kakek Firman.
"Kek, sebenarnya Jeff sudah menikah sekarang," kata Jeff.
"Jeffsa! Mana ada yang mau menikah dengan pria yang terkenal berandalan dan pengangguran sepertimu. Apa kau mencoba menipu kakek?"
__ADS_1
...***...