Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan
Bab 66 Sadar


__ADS_3

Juwita tersenyum tipis ketika melihat Jeff dan Rayyan secara bergantian. Posisi mereka sebenarnya sudah benar, sayangnya bukan Jouvis yang tidur diantara mereka.


"Jouvis, kami pasti akan menemukanmu. Jadi tolong bertahanlah. Saat itu tiba, kita bisa tidur bertiga lagi seperti satu tahun yang lalu. Ngomong-ngomong seharusnya kau sudah mulai berlari kan, Nak?" batin Juwita dengan menahan kerinduan.


Sekali lagi Juwita menyentuh wajah Jeffrey. Menciumnya sekali lagi dan siap melanjutkan tidurnya. Tapi sesuatu yang tidak Juwita duga terjadi. Karena Jeff tidak hanya membuka matanya, tapi juga memegang tangan Juwita kuat-kuat. Tidak membiarkan istrinya mengambil jarak diantara mereka.


"Sudah puas menciumku?" tanya Jeffrey dengan wajah dan ekspresi yang membuat Juwita salah tingkah.


"J-Jeff, k-kau b-belum tidur?" tanya Juwita. Juwita mulai berkeringat. Takut Jeff akan mendepaknya keluar setelah tertangkap basah mencium Jeffrey.


"Tentu saja belum," jawab Jeff singkat.


Jeff masih ingin mengerjai Juwita yang tak bergerak seperti orang mati. Tapi fokusnya buyar tatkala menyadari baju tidur tanpa lengan yang Juwita gunakan. Jeff sedikit menelan ludahnya. Sebagai Pria normal tentu saja Jeff sedikit tergoda. Tapi Jeff bisa menahan semua itu karena terbiasa mengabaikan godaan wanita lain setahun terakhir ini.


Yah, Jeff tidak selemah itu. Sampai matanya melihat satu tali yang melorot karena Juwita mencoba melepaskan diri dari jeratan Jeffrey. Kini tidak hanya fokusnya yang buyar, adik juniornya bahkan langsung merespon sehingga membuat celananya sesak.


"Juwita, kau ini benar-benar nakal!" kata Jeffrey. Ekspresi itu sepenuhnya berubah. Tidak menyangka Juwita bisa membuatnya hasratnya naik hanya gara-gara seutas tali yang melorot.


"Maaf, aku tidak sengaja," kata Juwita.


Juwita yang menyadari itu segera menarik selimut dan menjauh. Sementara itu, Jeff melepaskan Juwita begitu saja dan tidak memiliki rencana untuk memanfaatkan kesempatan. Dia bahkan langsung keluar dari kamar Juwita untuk mengembangkan diri di kamarnya sendiri. Kalau Jeff mau, bisa saja dia melakukannya. Tapi Jeff tidak ingin merusak kesuciannya setelah amnesia. Meskipun Juwita ini mungkin adalah istri Jeff yang sesungguhnya tapi bagaimanapun juga Jeff belum bisa memastikan keakuratannya. Jadi mana boleh dia tidur dengan sembarangan orang.


Malam itu, entah Jeff atau Juwita dua-duanya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dua-duanya sama-sama menginginkannya. Tapi dua-duanya juga sama-sama menahan diri untuk tidak ceroboh.

__ADS_1


.


.


.


"Siapa dia?" tanya Juwita ketika Jeff membawanya bertemu seorang tamu yang sengaja Jeff undang.


"Dia pria yang pintar menggambar. Katakan padanya bagaimana ciri-ciri Jouvis agar dia menggambarnya dan aku bisa melihat bagaimana wajahnya," jawab Jeffrey.


Juwita terpaku untuk sesaat. Tapi senyumnya langsung mengembang ketika mengerti apa maksudnya. Juwita kira Jeff akan marah setelah kejadian semalam. Tapi sepertinya Jeff masih berbaik hati. Karena meskipun dia telah lancang menciumnya semalam, Jeff masih mempercayainya dan bersedia membantu mencari Jouvis.


"Aku pasti akan mengatakannya dengan detail," kata Juwita.


Mata Juwita berbinar. Seulas senyum tidak lepas dari bibirnya ketika menggambarkan bagaimana paras Jouvis kecilnya. Anak kecil yang tampan, berkulit putih dan berparas tampan. Tentu saja Juwita juga mengatakan anak itu sangat mirip dengan Jeffrey.


"Seperti inilah wajah Jouvis anak kita, Jeff! Tapi aku tidak tahu apa yang terjadi setelah kecelakaan. Aku berani bersumpah dia anak kandungmu. Kau bisa melakukan tes DNA nanti. Jadi bisakah segera mencarinya. Aku sudah sangat merindukannya," pinta Juwita.


Wanita itu memberikan sketsa itu pada Jeff dan langsung memeluknya. Padahal baru semalam Juwita berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Jeff sembarangan lagi. Tapi nyatanya dia sudah lupa dengan janjinya pagi ini. Untung Jeff tidak mempermasalahkannya karena dia sibuk melihat bagaimana wajah anak yang dia lupakan.


"Dia benar-benar sangat mirip denganku," gumam Jeffrey.


Jeff segera menghubungi orang kepercayaannya. Yang pertama dia lakukan adalah meminta seseorang untuk mengantar pria yang dia undang. Lalu setelahnya dia pergi ke sebuah tempat untuk menyebarkan sketsa itu kepada bawahannya dan memulai pencarian secara besar-besaran.

__ADS_1


Yah, Jeff sudah memulai mencari Jouvis. Tentu saja hal ini dia lakukan secara rahasia. Karena jika orangtua dan neneknya tahu, mereka pasti melakukan segala cara untuk menggagalkan rencananya.


Sementara Jeff sibuk dengan itu, Juwita saat ini pergi ke sebuah rumah sakit dengan ditemani beberapa bodyguard milik Jeffrey untuk melihat keadaan Kakek Firman. Juwita masuk ke dalam ruangan itu dengan pakaian khusus. Lalu mencium tangan Kakek Firman dengan lembut.


"Kakek, cepatlah bangun. Jeff dan Kakek Ham sedang mencari Jouvis sekarang, apa kakek tidak cemburu?" ucap Juwita lirih.


Entah di dengar atau tidak Juwita tidak tahu. Dia hanya mengatakan itu untuk mengatakan pada Kakek Firman bahwa saingannya sedang bekerja keras mencari Jouvis. Berharap agar Kakek Firman segera bangun dari komanya dan berlomba dengan saingannya. Tapi sepertinya Kakek Firman tidur terlalu nyenyak. Jangankan bangun, merespon saja tidak. Tapi keberuntungan sedang menyelimuti Juwita. Karena tepat saat dia akan pergi, jari Kakek Firman bergerak.


"Kakek?" panggil Juwita lirih.


Jantung Juwita berdegup sangat kencang. Berharap apa yang dia lihat bukan hanya perasaannya. Tapi tidak ada gerakan apapun lagi setelah itu. Dia pun segera memanggil dokter untuk memeriksa Kakek Firman. Dan setelah pemeriksaan yang cukup lama dokter meminta Juwita pulang karena dokter mengatakan bahwa Kakek Firman masih koma.


"Nona, sebaiknya Anda pulang sekarang!" kata Dokter dengan seulas senyum.


"Bisakah saya melihatnya lagi besok, Dokter?" tanya Juwita.


"Pak Jeff hanya membiarkan seseorang membesuk kakeknya sebulan sekali. Jadi sebaiknya Nona membesuknya lagi bulan depan," jawab Dokter.


Meskipun sedikit kecewa dengan jawaban Dokter, tapi Juwita tidak protes. Juwita percaya pada Jeffrey. Dia pasti melakukannya untuk melindungi Kakek Firman mengingat bagaimana sikap orangtua dan nenek Jeff yang jahat.


"Kalau begitu saya permisi, Dokter! Anda sudah bekerja keras," pamit Juwita.


Juwita segera undur diri. Meninggalkan rumah sakit dengan sedikit sesal. Seandainya saja Kakek Firman bangun, pasti semuanya akan lebih mudah. Karena jika Kakek Firman mengingat semuanya, Kakek Firman pasti akan membantunya agar membuat Jeff percaya bahwa dirinya benar-benar istri Jeffrey.

__ADS_1


Benar, Juwita telah pergi ditemani bodyguard Jeffrey. Tanpa tahu Dokter telah membohongi dan menyembunyikan kenyataan bahwa Kakek Firman telah sadar. Dokter melakukan itu karena Jeff sudah berpesan jauh-jauh hari, bahwa siapapun tidak diperbolehkan bertemu Kakek Firman. Karena orang pertama yang Kakek Firman temui harus Jeff itu sendiri, bukan orang lain.


...***...


__ADS_2