
Mama Eliza dan Nenek Mariam berdiri di depan kaca pembatas dengan mata sembab. Alasannya, karena melihat kondisi Kakek Firman dan Jeff yang terbaring lemah lengkap dengan alat penyokong yang terpasang di sekujur tubuhnya.
"Ini semua pasti karena Juwita si pembawa sial itu. Jika Jeff tidak menikah dengan anak itu, Jeff pasti tidak akan celaka seperti ini," sesal Nenek Mariam.
Wanita tua itu menghapus air matanya. Lalu Eliza yang berdiri di sampingnya membawanya pergi sebelum wanita tua itu terhuyung ke lantai. "Ma, tenangkan diri mama. Papa dan Jeff pasti akan segera bangun. Pasti," kata Eliza.
Nenek Mariam hanya bisa menghela nafas panjang. Jika tahu begini, lebih baik dia menahan suaminya saat akan pergi tadi. Eliza pun sama menyesalnya. Seandainya waktu bisa diputar, dia akan membiarkan Jeff masuk dan mengusir Juwita saat itu juga. Tapi nasi sudah menjadi bubur karena sekarang keduanya terbaring tak berdaya di ranjang tak sadarkan diri. Kakek Firman yang dinyatakan koma dan Jeff yang mungkin amnesia.
"Ma, tunggu disini sebentar. Eliza mau menyusul Mas Abian dulu," pamit Eliza.
Nenek Mariam mengangguk, membiarkan Eliza pergi menyusul suaminya melihat Rayyan yang mereka kira Jouvis.
"Aku ingin anak itu mati," kata Abian saat menyadari sang istri sudah berdiri di sampingnya.
"Tidak! Mama sudah membuang wanita pembawa sial itu. Apa kau tidak tahu alasannya, Mas?" tanya Eliza.
"Aku tidak tahu alasannya, tapi aku tidak ingin memiliki cucu yang lahir dari wanita itu," tolak Abian.
"Mas, bagaimanapun juga anak itu adalah anak Jeff. Dalam darahnya mengalir darah Zane," kata Eliza.
"Sayang?" protes Abian.
"Mas, anak itu harus tetap hidup dan jadi anak Jeff. Tapi ibunya, aku ingin Yasmine yang jadi ibunya," kata Eliza yakin.
"Apa?" tanya Abian.
__ADS_1
"Mas, Jeff amnesia sekarang. Meskipun bisa kembali mengingat masa lalu, tapi membutuhkan waktu untuk itu. Sampai waktu itu tiba kita harus meyakinkan Jeff untuk menikahi Yasmine dan membuat seolah dialah istrinya," jawab Eliza.
Papa Abian diam sesaat. Sejak bertahun-tahun yang lalu, mereka sudah ingin menjodohkan Jeff dengan Yasmine. Jeff yang penurut dan Jeff yang tidak pernah menolak itu nyatanya berani menolak dan memilih kabur. Karena dia sudah amnesia sekarang, maka mereka akan melanjutkan impian mereka yang tertunda.
"Apa kau pikir Yasmine setuju?" tanya Abian.
"Dia pasti setuju," jawab Eliza.
Setelah membahas rencana mereka dengan Nenek Mariam, ketiga keluarga Zane itu pun segera bergerak untuk memuluskan rencananya malam itu juga. Tak terhitung berapa banyak bawahan yang mereka kerahkan untuk memulai tugasnya yang panjang dan melelahkan.
Berhari-hari, dari pagi sampai malam antek-antek mereka sibuk dengan rentetan tugas yang diberikan oleh Abian. Menginterogasi pengawal Kakek Firman untuk mengatakan dimana Jeff tinggal. Mengirim Natalie, Ayunda, Bubu dan semua teman berandalan Jeff ke berbagai tempat yang jauh. Dan yang terakhir, membuat Sadewa dan Anggara bangkrut dan mengirim dua pria itu keluar negeri secepatnya.
Tentu saja, mereka juga memindahkan Alan dan Caca ke tempat yang jauh. Bahkan Papa Abian meninggalkan beberapa orang khusus untuk mengawasi mereka agar tidak mencari Jeff lagi saat mereka bangun nanti. Lalu untuk Juwita, mereka sudah membuangnya tanpa membawanya ke rumah sakit. Berharap anak itu sudah mati kehabisan darah karena tidak ada yang menolong.
Mereka pikir, mereka berhasil menjalankan rencananya. Mereka pikir tidak ada sedikitpun kesalahan yang mereka lakukan. Tanpa menyadari bayi yang mereka simpan bukanlah cucunya, melainkan Rayyan. Sedangkan Jouvis, anak itu ikut terbawa Alan dan Caca ke tempat yang jauh. Selain itu masih ada satu orang yang mereka lupakan, bahwa Kakek Ham sebenarnya sedang mati-matian mencari Juwita secara rahasia.
Karena Jeff yang amnesia saat ini memiliki sifat yang dingin dan arogan layaknya karakter seorang CEO dalam tokoh utama sebuah novel. Dia bahkan acuh meskipun Yasmine menarik perhatiannya dengan merawat Rayyan sepenuh hati tepat di depan matanya. Karena prinsip Jeff setelah dia amnesia adalah, ketika dua orang yang mengaku sebagai orangtuanya itu menjelaskan agar Jeff percaya berulang kali, maka Jeff patut mencurigainya.
.
.
.
Sementara itu di tempat yang lain. Kakek Ham yang awalnya hampir menyerah segera bergegas begitu mendapati informasi tentang korban tabrak lari yang sengaja di buang. Sebelumnya, sudah banyak korban tabrak lari yang Kakek Ham temui. Tapi selalu bukan Juwita yang dia lihat. Kali ini, Kakek Ham sangat berharap yang akan dia temui benar-benar seorang Juwita yang malang.
__ADS_1
Iya, Kakek Ham sangat berharap begitu. Tapi sayangnya Kakek Ham tidak mengenalinya meskipun sudah berada di sisi ranjang wanita itu. Padahal wanita itu benar-benar Juwita. Juwita yang tubuhnya penuh perban. Kakinya patah, beberapa tulang rusuknya juga patah. Lalu wajahnya juga rusak atas permintaan Eliza dan Mariam yang meminta antek-anteknya merusak wajah Juwita.
Kakek Ham tertegun sebentar. Tidak ada tanda pengenal apapun yang bisa menunjukkan identitas asli Juwita selain pakaian yang koyak. Untung saja Juwita yang asli tersadar saat Kakek Ham masih berdiri disampingnya.
Dengan suara yang nyaris tidak terdengar, Juwita pun memanggil Kakek Ham. "Kakek?"
Begitu menyadari suara Juwita, Kakek Ham pun mendekat. Pria itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan selain menangis. Sementara Juwita yang masih belum mengetahui apa yang terjadi hanya bisa diam saja.
"Apa Jeff dan Jouvis baik-baik saja?" tanya Juwita.
"Mereka baik-baik saja," jawab Kakek Ham.
"Aku ingin melihatnya," pinta Juwita.
Juwita memaksakan diri untuk duduk meskipun ternyata tidak bisa. Kakek Ham hanya bisa menangis saat melihat Juwita yang mengkhawatirkan keadaan anak dan suaminya. Dia tahu kenyataan yang akan dia katakan akan melukai perasaan Juwita. Tapi apa Kakek Ham punya pilihan lain selain menceritakannya?
Juwita yang melihat bagaimana ekspresi Kakek Ham mulai berpikiran yang macam-macam.
"Kakek, apa apa dengan Jeff dan anakku. Bukankah mereka baik-baik saja? Jeff tidak membawa anakku untuk meninggalkanku kan?" tanya Juwita.
"Bukan. Bukan seperti itu, Nak! Jeff masih mencintaimu. Hanya saja dia sedang tidak mengenali kita semua," jawab Kakek Ham.
Kakek Ham akhirnya menceritakan semuanya kepada Juwita. Tentang Jeff yang amnesia, Kakek Firman yang koma. Tentang Kakek Ham yang tidak diijinkan bertemu dengan Jeff dan Rayyan yang mereka kira Jouvis sampai hari ini. Termasuk bagaimana kabar seluruh orang-orang baik yang selalu ada untuk Juwita. Dan yang terakhir adalah memberitahu Juwita rencana licik Eliza dan Mariam yang akan mencari peran pengganti untuk menggantikan posisinya sebagai istri Jeffsa.
"Juwita, cucuku! Cepatlah sembuh. Lalu setelah itu, mari kita mengambil kembali yang telah mereka rusak," kata Kakek Ham mencoba menenangkan Juwita.
__ADS_1
...***...