Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan
Bab 60 Aku Merindukanmu


__ADS_3

"Kau pulang saja. Kau tidak diterima bekerja di perusahaan ini!" kata Jeffrey setelah membaca sekilas berkas milik Juwita sebelum melemparkannya ke meja.


"Presdir, tapi kau harus menerimaku!" kata Juwita.


Jeff tersenyum sinis. Baru kali ini ada orang yang berani tidak sopan dan tidak mematuhi perintahnya. "Apa kau punya hak bicara denganku?" tanya Jeffrey.


"Tentu saja aku punya. Aku ini istrimu, Jeff!" jawab Juwita.


Jeff membuang mukanya sebentar saat mendengar omong kosong Juwita. Lalu bangkit untuk mengelilingi Juwita sekali sebelum duduk di mejanya sendiri. Alasan Jeff menolak Juwita sebenarnya hanya karena dua alasan. Pertama karena nama Juwita itu sendiri. Sudah terlalu banyak wanita yang mengaku memiliki nama Juwita dan mengaku bahwa dirinya adalah Juwita. Lalu yang kedua adalah karena Juwita tidak memiliki pengalaman kerja di perusahaan manapun.


"Jangan bicara omong kosong lagi. Pergi sebelum aku marah. Kau ini tidak memiliki pengalaman kerja, tidak sopan dan keras kepala. Kau tidak cocok bekerja disini meskipun nilai milikmu sempurna," lanjut Jeffrey.


Kini giliran Juwita yang tersenyum. Tidak takut meskipun dimata orang lain Jeff sangat mengerikan. "Bagaimana aku bisa mempunyai pengalaman kerja. Kau sendiri yang memintaku berhenti bekerja. Aku tahu kau lupa semuanya. Tapi aku tidak keberatan memberitahumu bahwa pekerjaanku sebelumnya hanyalah bersenang-senang denganmu dan anak kita," kata Juwita.


Jeff semakin dongkol. Meksipun dia sangat membutuhkan asisten sekarang. Tapi bukan berarti dia orang secara sembarangan. Jeff melihat Juwita dengan mata yang tajam. Tentu saja yang akan dia lakukan setelahnya adalah mengusirnya.


"Usir wanita yang ada di ruanganku ini!" perintah Jeff melalui sambungan telepon yang ada di meja.


Juwita mulai kelabakan. Dia tidak boleh diusir dengan cara memalukan seperti ini. Tidak hanya itu, tujuannya belum tercapai jadi bagaimana bisa Juwita pergi. Untung saja dia ingat sesuatu. Sesuatu yang pasti akan membuat Jeffrey tertarik dan tidak akan mengusirnya, yaitu fakta tentang Rayyan.

__ADS_1


"Jeff, kau tidak bisa mengusirku seperti ini. Aku ini istrimu,-"


"Aku bilang pergi dari sini!" potong Jeffrey.


Kebetulan sekali, saat itu bodyguard yang Jeff panggil sudah masuk. Siap mengusir Juwita saat itu juga. Tapi sebuah kalimat Juwita berhasil menarik perhatian Jeff. "Dia bukan anakmu, Jeff!" kata Juwita.


Jeff yang sudah berbalik arah langsung berhenti. Lalu kembali mengangkat wajahnya untuk melihat Juwita. Jeff mengangkat satu alisnya, menimang-nimang sebentar sebelum memerintahkan dua bodyguard itu pergi.


Satu tahun terakhir ini Jeff tidak mengijinkan siapapun melihat Rayyan dengan bebas meskipun itu orang-orang terdekatnya. Alasannya adalah bahwa sebenarnya Jeff sudah tahu Rayyan bukan anak kandungnya. Saat itu, Jeff secara diam-diam sudah melakukan tes DNA dan Rayyan terbukti bukan darah dagingnya.


Ya, untuk itulah Jeff melindungi Rayyan. Tidak membiarkan siapapun membawa Rayyan selain bodyguard khusus dan dua pengasuh karena takut rahasia itu terbongkar. Dia ingin orang-orang masih percaya bahwa Rayyan adalah anaknya. Tapi tidak disangka Juwita tahu juga bahwa Rayyan bukanlah anaknya.


"Darimana kau tahu?" tanya Jeff.


"Tentu saja aku tahu. Aku ini ibunya. Aku yang melahirkannya. Dan aku tidak sedang kehilangan ingatan sama sepertimu," jawab Juwita.


Juwita sudah terpojok. Belakangnya tembok dan depannya seorang Jeffrey yang berkuasa. Dalam posisi terhimpit itu Juwita hanya bisa menempel agar tidak menyentuh Jeff sembarangan atau Jeff akan marah.


"Kau bilang kau ibunya?" tanya Jeffrey dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


"Eum, aku ibunya. Aku yang melahirkan anakmu Jeff!" jawab Juwita lagi.


"Kalau kau ibunya, kenapa kau baru datang sekarang. Kemana saja kau setahun ini. Apa begini sikapmu saat suami dan anakmu kecelakaan?" tanya Jeffrey.


Wajah itu sangat dekat. Tapi Juwita tidak berani melihatnya.


Juwita menunduk sebentar. Jeff memang benar. Ibu macam apa dia yang tidak langsung mencari anak dan suaminya setelah mereka kecelakaan. Tapi apa Juwita punya pilihan lain saat itu. Kondisinya bahkan tidak memungkinkannya untuk beraktivitas. Terlebih saat itu dia tidak tahu bahwa Jouvis mereka telah hilang.


Setelah menenangkan perasannya, Juwita akhirnya mengeluarkan bukti yang dia punya dan menyerahkannya pada Jeffrey. "Aku ingin menemuimu secepatnya. Tapi aku tidak bisa karena aku tidak bisa berjalan. Nomor ponselmu juga sudah tidak aktif," jawab Juwita.


Jujur saja tatapan mata dari Juwita menyentuh hati Jeffrey. Mata yang bening itu, entah kenapa Jeff merasa tidak asing.


Jeff akhirnya sedikit melunak. Dia menerima pemberian Juwita yang isinya adalah beberapa foto milik Juwita setelah kecelakaan. Kaki dan tulang rusuk yang patah serta wajah yang rusak. Lalu masih ada beberapa hasil pemeriksaan dokter dan perkembangannya selama satu tahun terakhir.


"Aku tahu itu belum bisa membuatnya percaya padaku, Jeff! Jadi tolong beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa kata-kataku ini benar," kata Juwita lagi.


Jeff masih belum sempat menjawab, tapi Juwita sudah lebih dulu memeluk Jeffrey. "Apa yang kau lakukan?" tanya Jeffrey saat menyadari Juwita sudah memeluknya.


Tapi anehnya Jeffrey tidak menolak meskipun mulutnya protes. Padahal, biasanya dia sangat anti dengan yang namanya wanita. Jangankan dipeluk, didekati saja dia ogah.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu, Jeff! Jadi cepatlah ingat lalu mari kita mencari anak kita," jawab Juwita.


...***...


__ADS_2