Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan
Bab 6 Rantang Makanan


__ADS_3

"Jeff, sepertinya ada tamu," kata Juwita. Tersenyum sangat lebar saat mengetahui Jeff harus kecewa karena gagal menciumnya sekarang ini.


"Apa kau senang?" tanya Jeff. Memberikan tatapan aneh lainnya kepada Juwita. Padahal dia tidak bersungguh-sungguh ingin unboxing. Sebenarnya Jeff masuk ke kamar Juwita hanya ingin memberitahunya agar tidak perlu mengurus makan malam untuknya karena Mas Azzam dan Mbak Ayunda akan menculiknya sebentar lagi.


"Aku akan pergi membuka pintu!" pamit Juwita. Menyingkirkan tangan Jeff yang masih bersandar di tembok yang Jeff gunakan untuk menghalangi Juwita tadi.


Tapi, baru juga Juwita melangkahkan kaki sebanyak tiga langkah Jeff sudah menarik tangannya dan membuatnya duduk di pinggiran ranjang.


"Apa kau ingin membuka pintu dengan memakai handuk baju seperti ini? Meskipun aku ini berandalan, aku masih memikirkan apa kata tetangga jika melihatmu keluar dengan pakaian seperti ini," omel Jeff dengan mengernyitkan alis.


"Oh, maaf!" jawab Juwi malu-malu. Juwita hanya memikirkan ingin segera pergi, sampai melupakan sesuatu bahwa dia masih belum memakai pakaian yang semestinya.


"Biar aku yang membuka pintu, mereka mencariku. Oh iya, tidak perlu memikirkan makan malam untukku karena aku akan pulang larut malam," pamit Jeff.


"Kau mau kemana?" tanya Juwi.


"Aku tidak akan memberitahumu," jawab Jeff kemudian pergi. Tidak lupa kembali menutup pintu kamar itu rapat-rapat.


Selepas kepergian Jeff, Juwita segera mengeringkan rambutnya dan berganti pakaian. Setelah itu baru membereskan barang-barangnya yang belum sepenuhnya beres. Setelah satu jam, akhirnya semua beres juga.


"Apa yang harus ku makan malam ini, ya?" tanya Juwita pada dirinya sendiri.


Juwita bangkit, segera pergi ke dapur dan membuka kulkas. Tidak ada sayuran satupun di dalamnya selain jamur. Kulkas berukuran sedang itu hanya berisi aneka buah-buahan dan berbagai jenis minuman. Tentu saja selain diisi dengan dua bahan itu, ada satu lagi bahan makanan yang tidak boleh ketinggalan, yaitu telur. Lalu juga tersedia mie instan berbagai rasa di sebuah lemari yang lain.


"Hari ini aku akan makan ini saja," kata Juwita dengan wajah berbinar.


Juwita baru saja mengambil dua butir telur itu, tiga buah cabai juga sebungkus mie instan. Tapi belum juga menyalakan kompor, pintu rumahnya kembali di ketuk seseorang.


"Jeff!" panggil seorang wanita yang suaranya terdengar tidak asing.


Rumah yang Jeff tinggali tidak terlalu besar, jadi meskipun Juwita sedang di dapur sudah dipastikan dia bisa mendengar panggilan tetangganya itu.


"Juwita!" panggil orang itu lagi ketika pintu rumah masih belum menunjukkan tanda-tanda akan di buka.


Ceklek.


Juwita membuka pintu. Melihat tante berumur 40 tahunan yang tadi siang berpesan kepada Jeff supaya pelan-pelan seperti biasanya. Juwita memperhatikannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Wanita itu masih terlihat cantik meskipun tanpa make up sekalipun.


"Kok Juwi liatin mbak kaya gitu?" tanya wanita itu centil.

__ADS_1


"Eh! Ada apa ya, Mbak?" tanya Juwita setelah tersadar dari lamunan singkatnya.


"Kamu belum masak kan?" tanya tamu itu.


"Belum, Mbak!" jawab Juwi.


"Panggil saja Mbak Natalie. Ini, buat makan malam," kata wanita yang memperkenalkan diri sebagai Natalie itu sembari menyodorkan sebuah rantang berwarna putih bersusun tiga kepada Juwita.


"Kenapa Mbak Natalie mengantar makan malam?" tanya Juwita mulai kepo. Tak lupa segera mengambil rantang itu dari tangan Natalie.


"Namanya juga tetangga, kan pantas kalau berbagi. Lagian ini bukan pertama kalinya mbak nganterin makan buat Jeff, kok. Oh iya, rumah mbak ada di sebelah sana. Kalau kamu perlu apa-apa atau butuh bantuan kesana aja. Nggak usah malu-malu," pesan Natalie dengan menepuk pundak Juwita dan menunjukkan rumahnya.


"Iya, Mbak! Makasih, ya?" kata Juwita.


"Sama-sama," jawab Natalie.


"Mbak, tapi Jeff nggak ada dirumah," kata Juwita memberitahu.


Mendengar itu, membuat wajah Natalie mengubah mimik wajahnya menjadi keheranan. Memangnya kenapa kalau Jeff tidak ada di rumah. Anak itu kan memang jarang di rumah dan suka keluyuran entah kemana. Satu RT pun juga sudah tahu kebiasaan Jeff yang seperti kelelawar itu kok. Lagian rantang berisi makanan itu sengaja Natalie berikan untuk Juwita, bukan untuk Jeff.


Jadi, tadi Jeff sempat menelepon Natalie. Jeff sadar tidak ada apapun di rumahnya selain bahan makanan yang sangat ala kadarnya. Jadi Jeff meminta tolong kepada Natalie untuk memasak lebih untuk diberikan kepada Juwita.


"Jeff pergi bareng Mas Azzam dan Mbak Ayunda. Tapi Juwi nggak tahu mereka kemana," jawab Juwi polos.


"Oh, gitu!" kata Natalie.


"Trus ini makanannya gimana, Mbak?" tanya Juwi bingung.


"Ya kamu makan lah, Wi. Kalau bukan kamu yang makan lalu siapa? Masa mau dikasih ke setan. Kamu ini ada-ada aja!" jawab Natalie.


"Apa nggak apa-apa?" tanya Juwita.


"Aduh, anak ini. Kok bisa polosnya kebangetan! Jeff itu juga kurang ajar banget. Kalau mau perhatian ya perhatian aja. Kenapa malu-malu sampai nggak ngasih tahu Juwita kalau nggak perlu masak!" batin Natalie gemes.


"Mbak?" panggil Juwi ketika Natalie sibuk dengan dunianya.


"Eh, iya Wi. Kamu tadi ngomong apa?" tanya Natalie.


"Makanannya nggak apa-apa Juwi makan?" ulang Juwi.

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa lah, Wi. Kan itu memang buat kamu, bukan buat Jeff!" jawab Natalie.


"Buat Juwi?" tanya Juwi tidak percaya.


"Aduh! Pokoknya nanti kamu tanya aja suamimu itu. Dia bilang nggak ada apa-apa di rumah dan kamu masih belum terbiasa dengan lingkungan sini. Jadi dia minta tolong sama Mbak buat masak lebih trus di kasihin ke kamu," beritahu Natalie.


"Jeff yang minta?" tanya Juwita tidak percaya.


"He eh. Kamu itu gimana sih, Wi. Katanya pacaran lama sebelum nikah. Tapi kok masih nggak kenal sama sifatnya Si Jeff. Meskipun dia itu katanya berandalannya kelewatan tapi dia itu baik lo. Buktinya orang satu RT sayang sama dia," kata Natalie memberi info.


"Mbak, siapa yang bilang pacarannya lama?"


"Ya Jeff suamimu itu lah. Memangnya siapa lagi kalau bukan dia. Kamu tahu nggak, orang satu RT mau nganterin pas kalian nikah tadi pagi. Tapi Jeff marah-marah, jadi kami nggak jadi pergi. Malah yang diajak cuman Si Azzam sama Si Ayunda. Padahal dua orang itu yang ngerepotin Jeff," kata Natalie mulai bergosip.


"Ngerepotin gimana, Mbak?" tanya Juwi penasaran.


"Ya Pokoknya ngerepotin. Kaya sekarang ini. Jeff dibawa sama mereka kan?" kata Natalie.


Juwita hanya tersenyum mendengar pernyataan Natalie.


"Tapi nggak usah mikir yang macem-macem. Meskipun sering ngerepotin tapi mereka baik kok," lanjut Natalie menenangkan.


"Iya, Mbak!" jawab Natalie.


"Ya udah. Mbak mau pulang dulu. Mbak belum mandi ini," pamit Natalie.


"Iya, Mbak. Makasih ya?" kata Juwita.


"Mbak, ngomong-ngomong kerjaan Jeff itu apa ya?" tanya Juwita.


Lagi, Natalie yang sudah beranjak pergi itu berhenti dan ingin menepuk jidatnya sendiri.


"Pokoknya kerjaan suamimu itu bisa dilakukan siang ataupun malam hari. Sesuka hatinya sesuai moodnya, tapi kalau berhasil hasilnya lumayan," beritahu Natalie.


"Apa itu halal?" tanya Juwita.


"Juwi!" panggil Natalie gemas. Dia sepertinya mulai lelah menghadapi Juwita yang selalu salah paham pada Jeff.


...***...

__ADS_1


__ADS_2