
Hari ini Jeff dan Juwita sama-sama bangun terlambat. Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi tapi belum ada pergerakan yang berarti atau tanda-tanda akan dimulainya kehidupan. Jika ada bergerak, itu hanyalah gerakan kecil dari Juwita untuk mencari posisi yang lebih hangat di pelukan Jeffsa. Lalu Jeff akan membalas dengan mendekapnya semakin erat dibarengi memberikan ciuman mesra sembari menyesap aromanya.
Beberapa menit telah berlalu dan mereka masih seperti itu. Kehidupan yang sesungguhnya baru akan dimulai satu jam kemudian. Karena tepat di jam sembilan pagi Jeff akhirnya membuka matanya. Jeff melihat jam dinding sebentar, lalu mengumpulkan nyawanya sejenak sebelum memberikan hujan ciuman untuk istrinya yang masih terbuai dalam alam mimpi.
"Sayang, bangun!" ucap Jeff lirih.
Jeff sempat memandangi wajah Juwita dari jarak dekat, entah kenapa hari ini Jeff merasa berat meninggalkan Juwita sedikitpun. Tapi meskipun begitu Jeff harus bangun karena ada setumpuk pekerjaan yang menantinya saat Juwita bangun nanti.
Jeff akhirnya bangun duluan. Bergerak meninggalkan Juwita dengan sangat pelan untuk mencuci muka dan menggosok giginya. Untuk urusan mandi, khusus hari ini ditunda saja karena Jeff berencana mandi sekalian memandikan Juwita nanti. Setelah bertempur semalam di malam pertama, seharusnya Juwita akan susah jalan kan?
Untungnya Jeff tidak terikat dengan jadwal pekerjaan yang rutin, jadi Jeff bebas mengatur sendiri kapan dia ingin bekerja dan tidak. Dan hari ini Jeff sudah memutuskan akan menggunakan waktu satu hari penuh hanya untuk dihabiskan dengan Juwita.
Juwita yang mendengar mendengar suara kloset disiram akhirnya bangun juga. Juwita mengucek matanya sebentar, lalu kembali memejamkan matanya dan memeluk bekas tempat tidur yang digunakan Jeff. "Jeff, aku suka aroma tubuhmu," batin Juwita ketika mencium aroma Jeff yang tertinggal disana.
Beberapa menit kemudian Jeff pun keluar. Jeff tahu Juwita sudah bangun setelah melihat Juwita yang sudah berpindah posisi. "Sayang, bangun!" kata Jeff dengan membelai rambut Juwita.
"Aku capek, Jeff!" tolak Juwi.
Jeff menanggapi penolakan Juwita dengan sabar. Tentu saja Juwita capek, baru pertama bercinta tapi langsung melakukannya sebanyak beberapa ronde. Siapa yang tidak capek?
"Tapi meskipun capek harus tetap bangun, Wi!" bujuk Jeffsa.
"Beri aku lima menit. Aku akan bangun setelah lima menit," kata Juwita tanpa membuka matanya.
"Baiklah, aku akan membangunkanmu setelah lima menit," kata Jeff.
Juwita yang mendengar Jeff akan pergi akhirnya bangun juga. Duduk sempurna dengan memegang erat selimut untuk membungkus dirinya. "Memangnya kau mau kemana?" tanya Juwita.
Jeff mendekat lalu berbisik pelan, "Memungut pakaian kita yang bertebaran dilantai. Lalu menyiapkan sprei untuk mengganti sprei kita yang kotor."
__ADS_1
Mata Juwita langsung menyapu setiap sudut-sudut kamar. Benar, pakaian mereka memang tercecer dimana-mana tapi kenapa Juwita tidak melihat onderdil bawahnya meskipun sudah mengedarkan matanya ke seluruh ruangan sebanyak tiga kali?
"Sayang, apa kau mencari ini?" tanya Jeff. Entah kapan Jeff mengambil benda itu. Tapi yang pasti onderdil selebar kira-kira dua atau tiga jari bertali milik Juwita itu sudah berada di tangan Jeffsa.
"Tidak, kalau kau mau ambil saja," jawab Juwita sembari mengedipkan satu matanya untuk menggoda.
"Sayang, aku tidak suka benda ini. Aku lebih suka isinya. Tapi apa yang kau lakukan barusan. Apa kau sedang menggodaku?" tanya Jeffsa dengan menyentuh dagu Juwita.
"Aku tidak menggoda. Aku hanya merasa silau karena melihat suamiku yang ternyata sangat tampan," jawab Juwita dengan tawa lebar.
"Kau ini!" ucap Jeff dengan menyentil hidung Juwita.
"Jeff, kenapa kau masih di rumah. Bukankah kau harus kerja?" tanya Juwita.
Juwita memeluk dan mencium Jeff tanpa disuruh. Entah kemana perginya sifat malu-malunya semalam. Tapi yang pasti mulai hari ini dan seterusnya, Juwita sudah memutuskan untuk menjadi wanita yang lebih percaya diri dan tidak menyedihkan lagi.
"Hari ini aku libur. Aku akan menjadi pelayanmu seharian ini," jawab Jeff.
Tentu saja menekuk jari itu bukan tanpa tujuan. Karena tujuan sebenarnya adalah meminta uang lebih banyak dari Jeff sebagai apresiasi untuknya karena rajin membereskan rumah dan melayani suami. Meskipun Jeff masih tidak mengatakan secara gamblang apa pekerjaannya, tapi Juwita tahu suaminya cukup punya uang.
Mendengar begitu banyak pekerjaan itu membuat Jeff tertawa. Kita lihat saja, apa Juwita benar-benar tidak membutuhkan pelayan hari ini?
Jeff akhirnya bangkit, berdiri beberapa langkah dari tepian ranjang dan melambaikan tangannya pada Juwita. "Aku akan pergi bekerja jika kau bisa mendekatiku tanpa mengeluh," kata Jeffsa.
Juwita menertawakan sikap Jeff yang dia anggap terlalu berlebihan. Tanpa tahu apa maksud dari kata mengeluh yang sempat Jeff katakan. "Hanya mendekatimu saja kenapa harus mengeluh? Aku bisa sampai di tempatmu dalam waktu dua detik," batin Juwita.
Juwita segera membungkus dirinya dengan piyama. Menyingkap selimutnya sebelum turun dari ranjang. Baru juga berdiri dan melangkah sebanyak dua langkah tapi Juwita sudah terjatuh ke lantai sembari memegangi terowongan yang baru dibobol Jeff semalam.
"Jeff, anuku sakit!" keluh Juwita.
__ADS_1
Juwita tidak bisa mendeskripsikan secara jelas bagaimana rasanya. Tapi yang pasti ada rasa linu yang menjalar di bagian sensitifnya terlebih saat dia berjalan.
"Jadi bagaimana, yakin tidak membutuhkan bantuanku? Kalau tidak butuh aku akan pergi kerja sekarang," kata Jeff berpura-pura membuka pintu.
"Jeffsa, berhenti!" kata Juwita.
"Apa?" tanya Jeff.
"Apa begini caramu memperlakukanku. Aku sakit begini karena ulahmu. Apa kau tidak ingin tanggung jawab?" protes Juwita.
"Bagaimana caraku bertanggungjawab, kau kan sudah jadi istriku. Haruskah kita menikah sekali lagi?" tanya Jeffsa.
"Bukan dengan menikah lagi. Kenapa kau suka sekali membuang-buang uang untuk acara seperti itu, Jeffsa!" protes Juwita
"Lalu aku harus bagaimana. Bukannya kau tidak ingin dibantu tadi?" tanya Jeff.
"Aku sudah berubah pikiran. Sekarang aku mau digendong!" pinta Juwita. Dia sudah mengangkat kedua tangannya. Persis seperti anak kecil yang minta digendong oleh orang dewasa.
"Mau mandi dulu atau sarapan dulu?" tanya Jeff setelah mengangkat istrinya.
"Aku ingin mandi tapi aku juga lapar. Menurutmu aku harus bagaimana?" tanya Juwita.
"Kalau begitu mandi sambil makan saja," jawab Jeff asal.
"Jeff, jangan bercanda!"
"Baiklah, aku akan membawakan segelas susu hangat untukmu terlebih dulu. Lalu setelah itu aku akan membantumu mandi," kata Jeffsa.
Jeff segera meletakkan istrinya di kursi, menyiapkan segelas susu hangat dan memastikan Juwita meminumnya sebelum membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama.
__ADS_1
...***...