Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan
Bab 19 Tidak Perlu Bekerja


__ADS_3

"Lalu aku harus bagaimana. Haruskah aku membiarkanmu menjadi gigolo dan tidur dengan banyak wanita. Bagaimana kalau kau tertular penyakit dan mati?" tanya Juwita.


"Bukan seperti itu, Wi!" jawab Jeff yang sudah mulai frustasi memikirkan bagaimana caranya menjelaskan pada Juwita.


Sementara Juwita yang melihat tingkah aneh suaminya malah salah paham. Mengira Jeff lebih memilih menjadi gigolo agar Juwita tidak perlu mengeluarkan uangnya untuk ganti rugi.


"Jeffsa, kalau kau sangat ingin jadi gigolo untuk membayar ganti rugi, maka anggap saja aku orang yang mem-bookingmu dengan uang itu. Apa begini boleh?" tanya Juwita tanpa memikirkan dampak dari ucapannya. Sebuah ucapan yang membuat Jeff bersorak di dalam hatinya.


"Oh, jadi kau ingin membooking suamimu sendiri?" tanya Jeff sembari menyentil dahi Juwita.


"Memangnya kenapa kalau iya?" jawab Juwita.


Marah?


Jeff sudah tidak marah lagi sekarang. Amarah yang sempat meledak langsung hilang ketika Juwita memutuskan untuk menjadi pelanggan jasanya nanti.


Selagi mereka berdebat, Kakek Firman hanya tersenyum tipis melihat tingkah cucu dan cucu menantunya. Menahan tawanya yang nyaris keluar karena satu-satunya tujuannya belum terlaksana, yaitu memiskinkan Juwita. Dia ingin lihat lebih jauh, apa Juwita ini benar-benar rela menyerahkan seluruh uang yang dia punya agar Jeff tidak jadi gigolo.


Sementara itu Jeff akhirnya diam saja, toh dia juga yang untung. Menjadi gigolo untuk istrinya sendiri yang terjaga bukankah itu sangat menyenangkan. Saat ini Juwita dan kakeknya sudah mulai bertransaksi. Jeff tersenyum tipis karena yakin Kakek Firman tidak benar-benar menginginkan uang yang dimata Kakek Firman jumlahnya tidak seberapa itu. Lalu soal uang yang dikeluarkan Juwita, tentu saja Jeff akan menggantinya nanti. Siapa suruh dia sangat oon.


"Juwita, apa kau sangat mencintai suamimu yang miskin ini?" tanya Kakek Firman di penghujung pertemuan.


Juwita hanya bisa terpaku saat melihat wajah Kakek Firman yang tersenyum. Apa ini masih kakek yang tadi memukuli Jeff dan akan membuatnya jadi gigolo? Kenapa sekarang orang tua ini terlihat sangat baik?


"A-aku, tentu saja aku mencintainya," jawab Juwita.


Lidah Juwita rasanya seperti sedang dipelintir karena berbohong. Dia hanya tidak tega jika Jeff harus dijadikan tumbal hanya karena telah membuat rusak mobil orang. Cinta ya? Sebenarnya dia tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang. Tapi yang jelas rasa untuk Sadewa sudah semakin terkikis dari hari ke hari. Lalu untuk Jeffsa, pria ini memang suaminya sekarang. Dia baik, dia bertanggungjawab, dia sangat manis meskipun terkadang suka mengerjainya. Tapi sebelum menikah mereka sudah sepakat bahwa Juwita bersedia bercerai ketika Jeff menemukan wanita yang dia cintai nanti. Jadi mana boleh Juwita jatuh cinta?


Setelah urusan mereka selesai akhirnya mereka berpisah di tempat itu juga. Kakek Firman pulang ke istananya yang megah namun sepi sementara Jeff dan Juwita kembali ke rumah mini mereka tapi penuh dengan kehangatan.


Malam itu Juwita tidak bisa memejamkan matanya meskipun ingin. Sudah setengah jam dia mencoba tidur tapi tak kunjung tidur juga. Terlebih saat mengingat isi dompetnya hanya berisikan sedikit uang tunai. Akhirnya dia tengkurap di kasurnya yang mini. Menghela nafas panjang sembari memikirkan kemiskinannya yang sudah di jalani.

__ADS_1


"Aku harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang," batin Juwita.


Saat ini Jeff memang mencukupi semua kebutuhannya dan menyediakan rumah untuk dia tinggali. Semuanya sudah ada sejak awal pernikahan mereka. Tapi bagaimana jika tiba-tiba Jeff ingin cerai seperti kesepakatan mereka. Tanpa tabungan, tanpa rumah, bukankah Juwita akan jadi gelandangan di luar sana?


.


.


.


"Berikan ini kepada atasanmu saat kau sampai di kantor nanti. Ingat setelah itu langsung pulang saja!" kata Jeff sembari meletakkan selembar amplop putih untuk Juwita saat keduanya akan sarapan.


Juwita mengambil amplop itu dan memeriksa isinya yang ternyata adalah surat pengunduran diri. Kapan Jeff menyiapkannya, apa salah satu alasan Jeff keluar semalam adalah untuk membuat surat ini?


"Tidak mau!" tolak Juwita.


Juwita baru saja memutuskan untuk bekerja lebih giat malam tadi. Kenapa pagi harinya harus menuruti kata-kata Jeff yang memintanya untuk berhenti?


"Kenapa?" tanya Jeff.


"Masa depan?" tanya Jeff.


Pria itu meletakkan ubi yang masih panas itu di piring. Lalu meminum segelas teh hangat sebagai gantinya. Masa depan seperti apa yang Juwita rencanakan. Apa ada dirinya di rancangan masa depan itu? Awas saja kalau tidak. Karena Jeff sudah siap merusak rancangan indah Juwita lalu menariknya ke dalam rancangannya yang lebih indah.


"Jeffsa, aku tidak mempunyai siapa-siapa. Meskipun aku memiliki beberapa teman, tapi mereka juga punya kehidupan mereka sendiri dan aku tidak ingin menyusahkan mereka. Ada masanya aku akan sendirian nanti, saat itu tiba bukankah aku harus mengandalkan diriku sendiri untuk bertahan hidup? Jadi bagaimana bisa aku berhenti bekerja?" jawab Juwita.


Jeff tersenyum tipis saat mendengar jawaban itu. Benar kan, Jeff tidak masuk ke dalam daftar rancangan itu kan?


"Bukankah sudah ada aku yang jadi suamimu. Apa itu masih belum cukup?" tanya Jeff.


"Tapi suatu hari nanti kita akan bercerai kan?" jawab Juwita.

__ADS_1


Juwita sangat tidak ingin mengakui ini, tapi menyebut kata cerai di hadapan Jeffsa kenapa dia sangat tidak rela? Apa karena Jeff tampan. Apa karena pria ini membiarkannya tinggal dirumahnya dan mencukupi semua kebutuhannya?


"Kalau begitu bukankah kita hanya perlu untuk tidak bercerai. Apa dengan begini sudah cukup?" tanya Jeff.


"Jeff?"


"Juwita, aku setuju menikah denganmu karena kau yang meminta. Tapi soal perceraian, kalau kau mengungkitnya lagi lain kali aku akan sangat marah. Apa kau mengerti?" tanya Jeff.


"Kenapa?" tanya Juwita.


"Karena aku tidak ingin kita bercerai meskipun kau memohon dan berlutut di kakiku," jawab Jeff.


Juwita tidak tahu harus berekspresi seperti. Apa Jeff bisa dipercaya? Seseorang pernah berjanji untuk tidak pergi meninggalkannya. Pria itu adalah Sadewa. Tapi ternyata Sadewa meninggalkannya. Juwita bahkan sampai harus menikah dengan Jeff sebagai bentuk kekecewaannya. Kali ini, jika Juwita percaya dengan mudah lalu Jeff mengingkari janjinya lagi, apa yang akan Juwita lakukan?


"Jeff?"


"Kau bilang kau sendirian? Omong kosong macam apa itu, Wi? Bukankah kau sendiri yang mengiyakan tawaran Bang Bubu saat dia memutuskan seenak jidatnya untuk mengangkatmu jadi anak meskipun aku menolak. Apa kau pernah menghabiskan lebih banyak waktu untuk keluarga barumu itu? Lalu Mas Azzam, Ayunda, Natalie. Mereka bahkan lebih menyukaimu dan mulai melupakan aku. Semua tetangga itu juga menyayangimu. Apa ini yang kau sebut dengan sendirian?" tanya Jeff.


Juwita mengingat kembali momen-momen kebersamaannya dengan orang-orang yang Jeff sebut. Senyum tipis itu merekah saat mengingat hari indah saat bersama mereka. Mungkin Juwita kurang bersyukur.


"Maafkan aku," kata Juwita.


"Pikirkanlah baik-baik. Aku tidak akan memaksa. Kalau kau ingin bekerja ya bekerja saja. Tapi kalau kau terus-terusan lembur seperti itu sebaiknya kau berhenti," omel Jeff lagi.


"Jeff, aku juga tidak suka lembur. Tapi kan,-"


"Juwita, percayalah aku bisa menghidupimu dengan layak. Jadi apa yang perlu kau cemaskan?" potong Jeff.


Jawaban itu membuat wajah Juwita memerah. Sementara Jeff akhirnya mengeluarkan ponselnya dan untuk mengganti uang Juwita. Tentu saja dengan jumlah yang lebih banyak.


"J-Jeff, ini?"

__ADS_1


"Kenapa, apa kau lebih suka aku jadi gigolomu. Bukan masalah, aku masih bersedia jadi gigolomu kapanpun kau mau," kata Jeff mengakhiri obrolan pagi mereka.


...***...


__ADS_2