
"Apa benar ini kafenya? Kenapa firasatku mengatakan harga sebotol air putih ditempat ini sangat mahal?" kata Juwi sembari melihat bangunan yang super megah di hadapannya.
Di pelataran luas itu Juwita memeriksa catatan yang dia simpan, memastikan tempat ini adalah kafe yang disebut Jeff tadi pagi. Setelah beberapa saat memeriksa, sepertinya memang inilah tempatnya. Juwita tidak mungkin salah tempat karena alamatnya sesuai.
Juwita mulai pusing, terlebih setelah mengintip harga makanan yang sangat tidak lazim untuk ukuran dompet Juwita. Tapi apa yang membuat Jeff mengundangnya kemari? Lalu apa yang dia lakukan sekarang sampai membuat kakek tua tadi memintanya segera datang? Apa dia membuat onar di dalam sana?
"Jeffsa, tidak bisakah untuk tidak mencari masalah. Apa yang kau lakukan sampai kakek tua itu marah? Tunggu, mungkinkah kakek tua tadi adalah pemilik kafe yang menahanmu karena kau tidak mau membayar?" gumam Juwita sembari melangkah.
Juwita belum masuk sampai di teras kafe dengan halaman parkir yang luas itu, tapi perhatiannya sudah tersita saat melihat Jeff berdiri berhadapan dengan Kakek Firman dan puluhan bodyguard berbadan besar seperti Bubu, ayah angkatnya. Kakek itu bahkan memukul ringan kaki dan pantat Jeff menggunakan tongkatnya berulang kali.
"Oh Tuhan! J-Jeffsa, kenapa kau bisa dikerubungi monster sebanyak itu?" batin Juwita.
Juwita segera berlari mendekati mereka tanpa tahu apa yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Saat jarak mereka sudah semakin dekat, Juwita melihat Kakek firman mengangkat tangannya. Juwita yang mengira Kakek Firman akan memukul Jeff langsung berteriak, "Kakek baik, tolong jangan pukul suamiku!"
Kakek Firman menoleh, begitupun dengan semua yang hadir disitu. Sementara Jeff hanya bisa menepuk jidatnya dan geleng-geleng kepala. Siapa yang akan dipukul, Kakek Firman mengangkat tangannya karena ingin menarik bahunya untuk dirangkul. Tapi karena sudah begini, Kakek Firman lebih memilih meneruskan aktingnya untuk mengerjai Juwita.
Kemarin orang suruhan Kakek Firman sudah menelusuri semua hal yang berkaitan dengan Juwita dan menyerahkan hasilnya. Kakek Firman juga sudah membaca dengan rinci tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Anak yatim piatu yang malang, ditinggal nikah oleh Sadewa dan semua riwayatnya. Bahkan Kakek Firman juga tahu berapa banyak saldo tabungan yang dimiliki Juwita di rekeningnya.
"Namamu Juwita?" tanya Kakek Firman.
Kakek tua itu memperhatikan Juwita dengan seksama. Hanya dengan sekali lihat, Kakek Firman langsung setuju dengan Jeff yang mengatakan bahwa Juwita terlalu polos mendekati oon.
"B-benar, saya Juwita. Tapi apa yang terjadi. Kenapa kakek memukuli suamiku?" jawab Juwita. Tidak hanya menjawab pertanyaan itu, Juwita juga menarik Jeff ke belakangnya. Rupanya dia berencana menyembunyikan Jeff di balik tubuhnya yang pendek agar tidak dipukul.
__ADS_1
"Suamimu menabrak mobilku. Aku ingin meminta ganti rugi sebagai kompensasi atas kerusakan yang dia tinggalkan. Tapi sepertinya dia tidak punya uang," jawab Kakek Firman.
Juwita menoleh kearah Jeffsa. Melihat pria itu seolah memastikan apa yang dibicarakan kakek ini benar. Tapi Jeff hanya mendehem dan melihat kearah yang lain.
"Kakek, seperti yang kakek lihat. Suamiku ini memang miskin. Tapi kakek jangan khawatir, aku akan membayar ganti rugi itu untuknya. Aku akan segera mentransfernya sekarang jadi bisakah memberitahuku berapa nominalnya?" tanya Juwi sembari mengeluarkan ponselnya.
"Semuanya enam ratus lima puluh juta," jawab Kakek Firman.
"J-juta?" tanya Juwita terbelalak.
Jawaban itu membuatnya ingin muntah darah. Memangnya mobil apa yang ditabrak Jeff sampai harus membayar sebanyak itu sebagai ganti rugi. Lalu seberapa parah kerusakannya? Dengan uang sebanyak enam ratus lima puluh juta itu, bukankah Juwita bisa menggunakannya untuk membeli mobil baru meskipun biasa?
"Kek, apa nol-nya tidak kebanyakan satu atau dua digit?" tanya Juwita.
Enam puluh lima juta masih bukan masalah, syukur-syukur kalau hanya tersisa enam juta lima ratus ribu. Bisa saja kan? Kakek ini sudah tua, mungkin dia pikun dan salah menghitung. Jujur saja jumlah ganti rugi itu setara dengan seluruh jumlah tabungan yang dia punya. Tabungan yang dia dapatkan saat dia berumur 17 tahun peninggalan orangtuanya.
"Aku?" tanya Jeff dengan menunjuk dirinya sendiri.
"Memangnya siapa lagi, yang menabrak mobilku kan dirimu!" jawab Kakek Firman. Seandainya tidak ada Juwita yang berdiri di depan Jeff saat ini, pasti beliau sudah memukul Jeff lagi.
"Bagaimana caraku mengganti rugi. Aku kan tidak punya uang," tanya Jeff pura-pura miskin. Jeff jadi penasaran. Mereka memang sepakat untuk mengerjai Juwita, tapi tidak tahu jelasnya bagaimana.
"Meskipun kau miskin tapi wajahmu lumayan tampan. Badanmu bagus dan kulitmu sangat terawat. Kalau aku menjualmu kepada wanita-wanita kaya yang kurang belaian dengan tarif mahal. Mungkin dalam waktu kurang dari tiga bulan aku sudah mendapatkan lebih dari enam ratus lima puluh juta. Setelah hutangmu lunas, aku baru akan mengembalikanmu pada istrimu," jawab Kakek Firman.
__ADS_1
Salah satu sudut bibir Jeff terangkat keatas. Apa kakeknya baru saja mengatakan akan membuatnya menjadi seorang gigolo yang memuaskan hasrat tante-tante girang atau wanita hyper? Tidak bisakah seandainya tidak merendahkan harga dirinya seperti itu, dia kan cucunya sendiri? Lagipula bukankah seharusnya Juwita yang diberi pelajaran, kenapa jadi terbalik?
"Juwita, biarkan aku memberi pelajaran pada kakek sialan ini!" kata Jeff.
Jeff hampir protes dan memarahi kakeknya. Urusan mengerjai Juwita, Jeff sudah tidak ingin lagi karena yang dia inginkan sekarang adalah mulai perang mulut dengan kakeknya. Pria itu menyingkirkan Juwita dari hadapannya tapi Juwita menahannya dan membiarkan Jeff tetap berdiri di belakangnya.
"Jeff, apa yang kau lakukan?" tanya Juwita panik.
"Juwita, minggir!" perintah Jeff.
"Tidak mau!" tolak Juwita.
"Juwita!" panggil Jeff dengan nada lebih tinggi.
"Jeffsa, jangan mencari masalah dengan orang kaya apa kau mengerti?" kata Juwi tak kalah nada.
"Apa kau akan memberikan uang sebanyak itu untuk pria tua sialan ini?" tanya Jeff.
"Tentu saja iya," jawab Juwita.
"Wi, kau tidak perlu memberikan uangmu untuk ini, Oke?" kata Jeff.
Jeff sebenernya ingin mengatakan tidak perlu membayar ganti rugi karena soal menabrak mobil hanyalah omong kosong dan pria tua ini adalah kakeknya. Tapi di satu sisi juga tidak ingin identitasnya diketahui Juwita terlalu cepat.
__ADS_1
Bagaimanapun juga Jeff sadar dia sangat tampan, cukup kaya dan mapan dengan usahanya sendiri. Jika ditambah dengan harta dari orangtuanya sudah pasti dia semakin kaya lagi. Selain itu jika dia tidak kabur, dia juga merupakan salah satu kandidat terbaik penerus kerajaan bisnis kakeknya. Dengan status tinggi seperti itu, bagaimana kalau Juwita yang oon ini menjadi insecure dan minta diceraikan?
...***...