Menikahi Berandal Tampan

Menikahi Berandal Tampan
Bab 9 Ayah Bubu Bunda Nindi


__ADS_3

"Makan ini," kata Jeff sembari memindahkan sepotong daging bebek kepada Juwita.


Bukannya berterimakasih, tapi Juwita malah bengong sebentar sebelum mengembalikannya lagi pada Jeff. Lalu menyerahkan sepotong daging bebek miliknya yang masih belum tersentuh untuk Jeff.


Bukannya tidak suka, tapi ini sebenarnya sudah piring kedua mereka dan Juwita tidak akan bisa menghabiskannya karena itu diluar kemampuannya.


"Kenapa dikembalikan sih?" protes Jeff.


"Aku kenyang. Jeff, aku nggak mau makan daging lagi. Aku mau timun," kata Juwita ketika melihat dua iris timun yang masih belum tersentuh di piring kedua Jeff.


"Kamu suka makan timun?" tanya Jeff.


Juwita tidak menjawab, tapi tersenyum malu dan menggaruk pipi sebagai jawabannya.


"Nanti biar Mbak Natalie kirimin kamu timun setiap hari. Suaminya Mbak Natalie, Mas Tirta kebetulan punya ladang yang ditanami timun," kata Jeff.


"Ya kan nggak tiap hari juga mau makan timunnya," protes Juwita.


Jeff hanya menoleh, kemudian menusuk salah satu timunnya. "Aaa?" kata Jeff. Lalu disambut Juwita dan timun pun berpindah tempat ke mulutnya.


"Ehm, dasar pengantin baru! Dunia serasa milik berdua ya? yang lain cuma ngontrak," sindir teman-teman Jeff.


"Baru dua minggu, Bang. Masih anget-angetnya," seloroh yang lain.


"Jeff, bulan depan kira-kira kamu udah jadi calon bapak belum?" tanya yang lain.


"Dek Juwi, Jeff galak nggak kalo di rumah?" tanya yang lainnya lagi.


Satu teman Jeff yang berusia lima belas tahun lebih tua dari Juwita mendekati Jeff dan Juwita. Pria bertubuh paling besar yang beberapa waktu lalu menyambutnya di depan sana. Panggil saja namanya Bubu. Tapi bukan Bubu alias Taeyong member sekalian leadernya NCT.


"Minggir!" usir Jeff ketika melihat Bubu akan duduk di sebelah Juwita dan bersikap sok manis.


"Kamu kok kasar sih, Jeff?" protes Bubu ketika baru meletakkan bokongnya dan menyadari sepertinya akan segera terusir.


"Juwita nggak selera makan nanti. Kenyang liat Bang Bubu," kata Jeff sinis.


"Jeff, jangan ngomong gitu," bisik Juwi lirih. Takut pria yang Juwi panggil sebagai Om Bubu itu marah.


Dengan badannya yang super berotot dan tatonya yang banyak Bubu terlihat garang dan suka nonjok orang. Juwita takut Bubu akan menonjok Jeff dan membuatnya babak belur sehingga merusak wajah Jeff yang baru beberapa menit yang lalu diakui Juwi sangat tampan.


"Tuh kan, Juwita yang imut aja bilang nggak apa-apa, kok!" kata Bubu sok tahu. Padahal dia tidak mendengar apa yang Juwi katakan.


"Kamu ngapain melipir kesini, bukannya kesana ngurus istri sama anak?" tanya Jeff. Melirik kearah istri Bubu yang saat ini sibuk menarik kelima anaknya yang berlari kesana-kemari. Untungnya ada istri-istri temannya yang sigap membantunya saat ini.

__ADS_1


Bubu menghela nafasnya, melihat kelima anaknya yang kelewat sehat dan aktif. Kemudian menyangga kepalanya dan mulai curhat untuk mendapatkan simpati Juwita dan Jeff.


"Jeff, kamu sendiri kan tahu. Aku ingin sekali punya anak perempuan, tapi dari lima anakku semuanya berjenis kelamin laki-laki," urai Bubu. Sepertinya dia baru mulai memuluskan rencana liciknya untuk mendapatkan seorang anak perempuan. Tanpa susah payah membuat dan membesarkannya dari bayi.


"Terus?" tanya Jeff acuh.


Jeff sibuk dengan dua porsi daging bebek yang tertunda dia makan karena harus meladeni Bubu. Sementara Juwita masih sibuk mengunyah timunnya yang masih bersemayam memenuhi mulutnya.


"Bisa nggak kalau Juwita jadi anak perempuan tertuaku?" ijin Bubu tiba-tiba. Sontak perkataan Bubu membuat Jeff tersedak.


"Nggak bisa!" tolak Jeff mentah-mentah setelah segelas es jeruk melewati tenggorokannya.


"Om Bubu mau Juwi jadi anaknya Om?" tanya Juwita dengan mata berbinar.


"Juwita mau?" tanya Bubu bersemangat. Mengabaikan tolakan Jeff sebelumnya.


"Bang Bubu, Jeff nggak mau punya mertua pemalas seperti Bang Bubu ya!" tolak Jeff antusias.


"Jeff! Jangan seperti itu lah. Masa kamu tega sama Bang Bubu. Abang janji akan rajin mulai sekarang," janji Bubu.


"Pokonya ngga bisa!" tegas Jeff.


"Jeff, Juwita aja mau kok. Iya kan, sayangku yang imut?" tanya Bubu pada Juwita. Panggilannya bahkan sudah berubah dari Dek Juwi menjadi sayangku yang imut. Sama persis seperti seorang ayah yang memanggil anak kecil kesayangannya.


"Bang Bubu, mana bisa Bang Bubu jadi bapaknya Juwi. Umur kalian kan hanya terpaut 15 tahun," kata Jeff mengingatkan.


"Baiklah, bagaimana kalau aku jadi pamannya?" tawar Bubu.


"Sudah Jeff bilang nggak bisa!" tolak Jeff.


"Ya udah, kalau masih nggak bisa jadi pamannya gimana kalau jadi kakaknya?" tanya Bubu tidak menyerah.


Jeff sudah siap menolak lagi, tapi tertahan oleh Juwita, "Jeff, bukan masalah. Om Bubu bisa jadi pamanku. Juwi kan nggak punya siapa-siapa!" pinta Juwita. Sepertinya Juwi sudah mulai terbiasa dengan sekumpulan pria bertato dan berbadan besar seperti Om Bubu.


Bubu terlihat menakutkan tapi berhati baik. Tidak seperti keluarga angkatnya yang terlihat sangat bermartabat tapi tidak pernah memperlakukannya layaknya manusia.


"Juwita, kamu kan sudah punya aku. Apa masih belum cukup?" tanya Jeff. Jeff bangkit, memisahkan Bubu dan Juwita dengan duduk diantara mereka. Lalu menatap Bubu seolah mengatakan 'Bang, cukup atau aku akan memukulmu sampai tak berbentuk!'.


Bubu tahu bahasa mata Jeff. Meskipun postur Jeff lebih kecil darinya, tapi Bubu tidak pernah menang saat adu jotos dengan Jeff. Jadi dia mengalah, siap mengubur impiannya untuk menganggap Juwita sebagai adik, keponakan atau anaknya.


Bubu mulai mundur, tapi tidak dengan Nindi. Istri tersayang Bubu bangkit dari duduknya. Menyerahkan kelima anaknya kepada temannya dan mendekati Jeff dengan wajah bersungut-sungut, "Jeffsa! Suamiku mau Juwita jadi anaknya, apa kamu keberatan?" tanya Nindi.


"Mbak Nin, Juwita itu sudah besar. Dia sudah nikah, masa mau di adopsi di usia segini. Kalau mau adopsi anak itu di panti, banyak anak kecil disana," kata Jeff.

__ADS_1


"Tapi suamiku maunya Juwita!" kukuh Nindi.


Jeff mengerutkan alisnya, sebenarnya siapa yang mau Juwita jadi anaknya, Bubu atau Nindi? Jika Bubu saja diam dan tidak berani lagi berkutik setelah dia mengatakan tidak, kenapa Nindi masih terus saya ngeyel?


"Pokoknya nggak bisa," tolak Jeff.


Nindi tidak menyerah, sebenarnya dia yang sangat ingin punya anak perempuan. Saat melihat Juwita yang manis, membuat keinginannya yang sempat terpendam kembali bersemi. Jadi mengatakannya secara tidak sadar dan di dengar oleh Bubu. Tapi seperti biasa, Bubu akan kalah jika harus berdebat dengan Jeff. Jadi Nindi memutuskan untuk maju dan berjuang bersama Bubu untuk mendapatkan Juwita.


"Jeff!" tegas Nandi.


"Mbak?" tegas Jeff juga.


Dua orang itu sama-sama berdiri, kukuh dengan pendiriannya masing-masing. Main pelotot-pelototan beberapa menit sampai Nindi menggerakkan tangannya. Memberikan isyarat pada Jeff untuk mendekatkan telinganya.


"Jeff, Juwi nggak tahu apa kerjaan kamu kan?" bisik Nindi pelan.


"Brengsek!" umpat Jeff dalam hati.


"Mbak bakal buka rahasia kamu yang lainnya juga kalau kamu nggak memberikan ijin agar Juwita jadi ponakan atau kerabat Mbak," ancam Nindi.


Jeff mematung. Ingin sekali Jeff mengatakan A eS U karena Nindi baru saja mengancamnya dengan sebuah rahasia yang sangat tidak ingin Jeff ungkap ke publik. Selama ini, hanya Bubu, Nindi, Natalie, Azzam dan Ayunda yang tahu pekerjaannya yang sesungguhnya. Orang-orang tidak boleh tahu, termasuk Juwita. Untuk Juwita, setidaknya tidak boleh untuk saat ini.


"Gimana, Jeff. Kamu keberatan?" ulang Nindi.


"Ehm, enggak!" ucap Jeff pasrah. Lalu kembali duduk dan memakan nasi bebeknya dengan lahap.


"Juwi sayang, kamu mau jadi apanya Mbak Nindi. Anaknya, adiknya atau keponakannya?" tanya Nindi senang. Cara berbicaranya jelas sangat berbeda, sangat lembut dan halus. Tidak seperti saat berbicara dengan Jeff barusan.


"Juwi nggak punya orangtua sejak kecil. Kalo Juwi jadi anaknya Om Bubu sama Mbak Nindi boleh?" tanya Juwi.


Bagaikan melihat anak kucing, Bubu dan Nindi menerima permintaan Juwita dengan hati berbunga-bunga. Sementara Jeff, dia semakin kesal dengan pilihan Juwi.


"Kan bisa memilih jadi adiknya atau keponakannya. Kenapa harus jadi anaknya?" batin Jeff gemas.


"Juwita mau lolypop?" tanya Bubu dengan menyodorkan beberapa tusuk lolypop buah.


"Juwita, Bunda pakaikan penjepit rambut biar tambah imut ya?" ujar Nindi.


"Suami istri aneh," umpat Jeff pelan.


"Jeff, ngomong-ngomong kamu belum sungkem sama mertua barumu hlo," ledek teman-teman Jeff yang lain diiringi gelak tawa.


Baru kali ini mereka membuat Jeff, boss mereka tak berkutik. Baru kali ini juga mereka sukses membuat Jeff tidak bossy seperti biasanya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2