Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Tuduhan menyakitkan


__ADS_3

Usai pemakaman kakek Seno rencana nya akan di gelar doa bersama selama tujuh hari ke depan. Dan acara itu di gelar di rumah kediaman kakek Seno sendiri.


Lea lah yang mengurus banyak persiapan itu. Yang Raul tau Lea adalah gadis bisu dan tuli secara fisik, dan hal itu membuat dia semakin berbuat semena mena kepada Lea . Namun sebenarnya bisu dan tuli itu hanyalah julukan untuk Lea yang selalu memilih diam membisu jika tidak ada yang perlu di bicarakan, dan memilih berlaga tuli jika mendengar ucapan yang tidak perlu di dengarkan.


Hal itu tentu saja untuk menjaga lisan ,hati dan pikirannya. Sebelum menikah, Lea adalah sosok gadis yang hangat di mata keluarga. Meski usia nya masih muda, tapi dia mempunyai jiwa keibuan. Dia selalu menjadikan sikap bisu dan tuli jika menghadapi hal negatif di sekitarnya. Bukan bermaksud acuh, tapi dia memilih diam dan tuli untuk menghindari rantai dosa. Dia hanya bicara seperlunya , namun setiap tutur katanya selalu menyejukkan hati.


Almarhum kakek Seno dan asistennya tau tentang hal itu, begitu pula kerabat yang lain. Kecuali Raul, karena hanya Raul yang tidak mau mengenal Lea dengan dekat, dan memotong ucapan abah Jefri ketika memperkenalkan Lea. Padahal waktu itu abah Jefri mau menjelaskan bahwa Lea hanya di juluki sebagai gadis yang bisu dan tuli, bukan benar benar bisu dan tuli sungguhan.

__ADS_1


Selama acara doa bersama, Lea tidur di rumah almarhumkakek Seno . Namun waktu habis shubuh dia pulang ke rumah Raul untuk memasak dan membersihkan rumah. Hingga tiba hari petang setelah Raul datang dan usai menyiapkan makanan, Lea kembali lagi ke rumah almarhum kakek Seno sendiri karena Raul tidak pernah mau mengikuti acara doa bersama itu.


"Heh kamu, dari pada mondar mandir ke sana kemari, mending kamu tinggal aja di sana. Nggak perlu balik lagi ke sini. Lagian rumah kakek Seno juga gede, masih kurang juga buat kamu?"


Degh,


Lea terkejut mendengar ucapan Raul dan seketika dia membuka kedua kelopak matanya lebar lebar. Tidak pernah dia sangka ternyata Raul menganggapnya mengincar harta.

__ADS_1


Lea menggelengkan kepala dengan mata berkaca kaca.


"Nggak usah munafik deh, kamu itu hanya berlaga bodoh aja. Tapi sebenarnya licik. Sampai berapa tahun pun kamu di sini , aku tidak akan pernah ingin menyentuhmu apalagi menyukaimu. Lalu apa yang masih membuatmu bertahan kalau bukan harta? Dasar perempuan nggak punya harga diri, udah jelas jelas di tolak masih aja bertahan !"


Lea memejamkan mata dan tak mampu menahan air mata ketika tuduhan yang di berikan Raul semakin menjadi.


"Nggak usah menangis, aku tidak akan tertipu dengan air mata buaya kamu. Dan asal kamu tau, jika di surat wasiat itu tidak melarang ku untuk menceraikan kamu, maka sudah sejak dulu kamu ku ceraikan !" bentak Raul sambil berlalu dari hadapan Lea.

__ADS_1


"Dan asal kamu tau juga, jika bukan karena pesan terakhir dari kakek Seno , aku juga tidak akan bertahan sampai sekarang" gumam Lea dalam hati.


Pedih dan perih pasti yang di rasakan Lea, dan mungkin jika hal itu di alami oleh wanita lain mungkin mereka akan memilih untuk pergi dan melawan Raul. Namun itulah bedanya Lea, dan itulah kenapa sebabnya kakek Seno hanya percaya kepada Lea yang mampu menuntun Raul ke arah kebaikan.


__ADS_2