Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Kacau


__ADS_3

Raul terpaksa mengikuti syarat yang tertulis dalam lembaran tersebut demi menjaga keutuhan haknya atas semua harta peninggalan mendiang sang papa. Meskipun semua rencana yang tengah dia ukir berubah menjadi kacau.


Usai menandatangani surat tersebut Raul meninggalkan ruangan tanpa berpamitan.


Tentu saja kakek Seno mengerti apa penyebab cucunya berubah sikap dalam sekejap.


"Lea, kamu yang sabar ya menghadapi suamimu. Percayalah, kelak kamu pasti bisa mengendalikan hatinya. Kakek yakin kamu bisa dan hanya kamu harapan kakek untuk bisa merubah kepribadian Raul" ucap kakek Seno penuh harap.


Meski berat dan merasa tidak sanggup, Lea berusaha untuk tersenyum dan mengangguk.


Kakek Seno dan kedua keponakan serta sang notaris telah pulang dari rumah Raul, kini tinggal Lea yang tersisa di rumah tersebut.


Dia kembali mengingat sikap baik suaminya sejak kemaren sore hingga tadi pagi, namun sikapnya berubah secara mendadak ketika suaminya tahu bahwa setelah tanda tangan Raul tidak boleh menceraikannya.


Hati Lea terasa sakit menerima kenyataan itu. Pasalnya kebaikan Raul hanya kiasan karena dia mengira bahwa hari ini Lea sudah dia ceraikan.


Harapan yang sempat terbangun lagi, kini kembali pupus dan hancur. Jangankan berpikir untuk mengendalikan hati sang suami, bahkan dalam hati suaminya hanya ada niat untuk bercerai.


Lea mengelus dada dengan mata terpejam.


Dia lekas berdiri dan melangkah ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Karena hanya air itu yang mampu memberinya ketenangan dan kesejukan.

__ADS_1


Di atas sajadahnya dia kembali mengadukan semua isi hatinya. Bersimpuh , menangis dan berharap akan keajaiban yang sangat sulit untuk dia gapai. Namun Lea selalu yakin bahwa Allah pasti mendengar doa yang tidak pernah terdengar sekalipun oleh manusia.


Satu jam dalam aduannya, Lea mulai beranjak dan menanggalkan mukena yang dia kenakan.


Dia menoleh ke arah jarum jam dan masih menunjukkan pukul sepuluh pagi. Lea mencoba keluar rumah untuk mencari udara segar, dan di taman dia dapati rumput dan bunga yang tak terawat.


Lea berniat merapikan tanaman tersebut, dan sepertinya hal itu akan dia lakukan setiap hari demi menghilangkan kejenuhan atas kesendiriannya.


Matahari sudah mulai tinggi, Lea masuk ke dalam rumah dan bersiap untuk sholat dzuhur.


Dan ketika dia hendak beristirahat usai sholat, dia dengar ada suara deru mobil yang datang.


Lea mencoba mencari tahu siapa yang datang lewat tirai jendela kamarnya. Dan rupanya yang datang adalah Raul.


Lea sengaja berdiam diri untuk tidak keluar, namun teriakan Raul membuatnya terpaksa menemui suami dan wanitanya.


"Kemana aja sih? di panggil nggak muncul muncul?" bentak Raul.


"Sabar dong baby, masak gitu sih ngomong sama perempuan? aku jadi takut nih kalau entar ganti aku yang kamu bentak" ucap wanita di samping Raul dengan nada manja dan tangannya bergerilya di dada Raul.


"Kalau kamu nggak mungkin aku bentak dong baby, yang ada kamu akan aku buat menjerit keenakan" jawab Raul sambil menggigit kecil telinga wanitanya.

__ADS_1


"Awww, sakit tau baby. Gigitnya yang lembut dong" wanita itu justru memperlihatkan sikap manjanya di depan Lea.


Tak mau berlama lama menjadi patung hidup, Lea berniat untuk melangkah pergi. Namun langkah nya terhenti karena teriakan Raul.


"Mau kemana? buatkan kami minum cepat !" bentak Raul sekali lagi.


Lea segera berlalu dengan hati yang hancur, air mata mengalir tanpa permisi membanjiri cadar yang dia kenakan.


Usai menyajikan minuman untuk suami dan wanitanya, Lea bergegas kembali ke kamar. Tempat yang selama itu menjadi saksi dari penderitaan batinnya.


Dan setelah Lea sudah tenggelam sempurna di kamarnya, Raul melepas pelukan wanita di sampingnya.


"Pulang lah, ini bayaran kamu!" tukas Raul dengan wajah masam.


"Makasih bosku, lain kali kalau butuh bantuan call me aja ya, emmuah" wanita itu berdiri dan berpamitan dengan mengecup pipi Raul sekilas. Pria itu tidak menolak tapi juga tidak membalas atau menghiraukan kecupan itu.


Karena yang ada dalam pikirannya adalah isi surat yang dia tandatangani pagi ini.


"Ckk, apalagi yang harus aku lakukan agar perempuan itu m pergi dengan sendirinya tanpa aku harus menceraikan dia?" gumam Raul lirih sambil mengacak acak rambutnya.


Rupanya pria itu sengaja mengajak wanita itu pulang ke rumah hanya untuk memanasi hati Lea dan berharap Lea tidak kuat dengan tingkah Raul lalu meninggalkannya.

__ADS_1


"Sial ! Perempuan itu sebenarnya waras apa nggak sih? Padahal dia sering menangis, tapi kenapa tetap bertahan di sini?"


Sementara yang sedang berada di dalam kamar tak henti menyebut asma Allah untuk menguatkan batinnya. Lea tidak meminta untuk di ringankan bebannya, melainkan dia meminta untuk di kuatkan hati dan pikirannya untuk selalu berhusnudzon pada semua ketetapan takdir yang dia jalani.


__ADS_2