
Tiga bulan sudah usia kandungan Lea, dia mulai merasakan ngidam. Mual muntah kini menjadi penyakit harian Lea. Tentu saja hal itu membuat Raul sangat khawatir.
Dia selalu pasang mode siaga tiga jika Lea sudah merasa tubuhnya lemas karena sejak awal bulan kehamilan, Lea tidak bernafsu untuk makan. Sekalipun mau memakan sesuatu, nanti dia akan merasa mual dan semua akan keluar dari perutnya.
Saat konsultasi dengan Dokter Kandungan, Raul di minta untuk menjaga kesehatan Lea secara fisik dan juga perasaannya. Namun satu keanehan terkadang terjadi di antara keduanya.
Raul yang begitu waspada dan siaga untuk menjaga sang istri, kadang bersikap berlebihan dengan mendampinginya selama dua puluh empat jam . Bahkan dalam satu minggu dia hanya masuk kerja selama dua atau tiga hari saja. Itu pun jika ada meeting penting yang tidak bisa di wakilkan dan setelah meeting Raul langsung pulang tanpa menunggu sore.
Dan keanehan itu terjadi saat Raul di kantor. Lea seakan merasakan tubuhnya sangat bugar jika Raul sedang di kantor. Dengan kata lain, Lea akan mengalami banyak keluhan jika berdekatan dengan sang suami. Namun jika berjauhan, kondisi Lea sangatlah sehat. Makan apapun juga tidak pernah mual. Tidak merasa pusing ataupun lemas.
Awalnya Raul menganggap itu hanya kebetulan ketika Lea menceritakan keadaannya, namun setelah berkali kali di cari kebenarannya, rupanya memang betul. Kesehatan Lea akan memburuk jika berdekatan dengan suaminya.
__ADS_1
"Astaghfirullah, mungkin dosaku kepadamu begitu besar hingga calon buah hati kita bahkan tidak mau berdekatan denganku," ucap Raul sambil menundukkan kepala.
"Wallahu 'alam, hanya Allah Yang Maha Mengetahui. Tapi sebagai ciptaannya, kita harus tetap berprasangka baik atas ketetapan yang Allah berikan kepada kita walaupun kadang nampak tidak baik untuk kita rasakan." jawab Lea.
"Iya, kamu benar. Mungkin ini adalah suatu hukuman yang pantas aku terima . Kamu tidak pernah ingin membalas keburukanku, tapi kali ini Allah sendiri yang membalasnya." Raul masih berada di posisi dengan kepala tertunduk.
"Kita harus ikhlas tapi juga jangan terlalu menyudutkan diri. Jika memang semua ini adalah hukuman, maka berdoa saja agar ujian ini bisa mengurangi dosa kita." ucap Lea.
Bahkan untuk urusan ranjang, Lea juga tidak mampu melayani karena tubuhnya seketika lemah dan pusing jika Raul sudah mulai mencumbunya.
Raul benar benar mendapat hukuman yang setimpal, namun dia berharap agar masa masa itu segera terlewati.
__ADS_1
Sembilan bulan sudah usia kehamilan Lea, dan tinggal hitungan hari dia akan melahirkan. Meski menjaga jarak, Raul tetap menjadi suami yang siaga menjelang hari persalinan.
Hingga tiba hari dimana Lea merasakan kontraksi, Raul membawa Lea ke Rumah Sakit. Dan setelah di periksa oleh Dokter, Lea sudah mulai pembukaan.
Raul mulai cemas ketika melihat sang istri merintih kesakitan.
"Bertahanlah. Aku selalu berada di sisimu untuk menjagamu. Aku akan berdoa agar rasa sakit itu tidak akan menyiksamu." lirih Raul tepat di sisi wajah Lea.
Dan usai memanjatkan doa, satu keajaiban terjadi pada Lea berkat doa dari Raul.
"Astaghfirullah, Allahuakbar."
__ADS_1