
"Ada apa sayang?" tanya Raul dengan tatapan lembut.
"Apa kamu belum siap?" tanya Raul sekali lagi.
Lea menggelengkan kepala,
"Aku, aku ,aku siap. Tapi, tapi...," jawaban Lea terbata bata.
"Tapi apa?" Raul kembali bertanya.
"Tapi pelan pelan ya. Aku takut" jawab Lea sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Raul tersenyum simpul mendengar permintaan sang istri, namun dia segera memberikan ketenangan.
"Tenanglah, aku akan bermain secara pelan agar kamu juga bisa menikmatinya," jawab Raul.
Usai memberi penjelasan kepada sang istri, dia melanjutkan pekerjaan barunya sebagai seorang suami yang bertanggung jawab memberi nafkah batin.
Usai menanggalkan dress dari tubuh sang istri, Raul sejenak memperhatikan tubuh polos yang nampak suci dan belum pernah terjamah tangan adam tersebut.
Sementara Lea semakin memejamkan mata tatkala tubuh polosnya sudah menjadi hidangan sang suami.
Jemari Raul perlahan menyentuh area sensitif di tubuh Lea, dan hal itu tentu membuat gadis itu menggeliat kegelian.
__ADS_1
Raut wajah malu dan tegang itu kini berubah menjadi menawan karena menahan suara lembut karena gejolak yang dia rasakan.
Dan ketika Raul mulai memainkan lidah di lembah suci miliknya, Lea sudah tak mampu lagi menahan suara seksi akibat desiran panas yang memuncak di tubuhnya.
Tentu saja Raul sudah pandai mengendalikan permainan, dan setelah dirasa istrinya mulai menikmati suasana itu, dia mulai mendekatkan pusaka ampuhnya di lembah milik Lea.
"Tunggu, jangan lupa baca basmalah." tutur Lea di sela sela nafasnya yang tidak teratur.
Raul mengangguk lalu bibirnya mengucap kalimat yang di sampaikan oleh sang istri.
"Bismillahirrahmanirrahim,"
Mak jleb,
Dia atur ritme pergerakan maju mundur dengan pelan, hingga akhirnya rintihan Lea perlahan berhenti dan tubuhnya mulai rileks menerima sesuatu yang asing itu masuk ke tubuhnya.
"Apa masih sakit?" tanya Raul.
Lea menggeleng lalu kembali memejamkan mata dengan tangan mencengkeram kuat ke sprei. Namun Raul segera memindahkan tangan Lea ke kepalanya.
"Tariklah rambutku jika kamu merasa sakit." titah Raul.
"Tidak, nanti kamu kesakitan." jawab Lea polos.
__ADS_1
Raul tersenyum simpul mendengar jawaban lugu istrinya.
"Lebih sakit lebih enak!" jawabnya.
Lea heran dengan jawaban sang suami, namun dia tidak punya waktu lebih untuk banyak berpikir tentang kalimat Raul sehingga ketika suaminya menambah tekanan pada gerakannya, seketika itu juga Lea menarik kuat rambut Raul berkali kali.
"Aku minta maaf, kamu pasti menahan sakit." Lea segera meminta maaf saat Raul sejenak menghentikan gerakannya dengan posisi tetap menyatu.
"Tidak sayang, aku tidak sakit. Dalam keadaan seperti ini semua rasa sakit akan menghilang, dan yang ada hanya nikmat." jawab Raul.
Lea kembali memejamkan mata dan mencengkeram erat rambut Raul saat inti tubuhnya kembali di hantam tombak tumpul milik Raul.
Kegiatan itu berlangsung selama dua puluh menit dan kini Raul dan Lea sama sama tidur telentang di atas kasur bagai dua bayi yang tak berdaya.
"Mau lagi?" tanya Raul.
"Terserah kamu, tapi aku mau ke kamar mandi dulu," jawab Lea.
Gadis itu berusaha bangkit dan turun dari ranjang, namun tubuhnya terasa kaku terutama di area tengah ************ rasanya seperti membengkak.
Melihat sang istri yang meringis menahan nyeri, Raul segera bangkit. Dan tanpa banyak berkata Raul mengangkat tubuh Lea ke kamar mandi.
"Kenapa harus di gendong? aku bisa jalan sendiri." ucap Lea.
__ADS_1
"Diam lah, jangan berontak!" tegas Raul dengan menggendong istrinya menuju ke kamar mandi.