Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Jus orange


__ADS_3

"Raul, tunggu Raul" panggil Siska.


Namun pria itu tidak menggubris sama sekali.


Tak mau tinggal diam, Siska segera mengejarnya hingga mereka bertemu di meja makan.


"Raul, ada apa denganmu" tanya Siska.


Raul tidak menjawab dan memilih untuk menikmati sarapan sehat yang ada di depannya dari pada sarapan kurang sehat dengan berdebat.


"Raul, apa kamu tidak dengar aku bilang apa?" bentak Siska.


"Dan apa kamu juga tidak lihat aku sedang makan? Diam lah, jangan sampai selera makanku hilang karena pertanyaan mu !" seru Raul.


"Cchh, sejak kapan? Bukankah dulu kamu bilang aku yang paling berharga dan utama buat kamu? Apa kamu sudah bosan denganku? " sangkal Siska.


"Jangan memberi pertanyaan yang semakin konyol ! " tegas Raul.


"Ini bukan konyol, ini nyata. Kamu berubah !" Siska tetap tidak mau diam.


"Aku tidak berubah, aku hanya heran, .." Raul memotong ucapannya lalu menoleh ke kanan dan ke kiri sebelum selanjutnya meneruskan kalimatnya.


"Kamu itu perempuan, apa kamu tidak ada perasaan jika menyuruh sesama perempuan melakukan pekerjaan yang bukan pekerjaannya dan lebih seperti memperlakukan dia seperti seorang pelayan?" tanya Raul.


"Hello, apa aku nggak salah dengar? sebelum aku menjadikannya pelayan, kamu yang lebih dulu menjadikannya babu ! Apa kamu lupa tujuanmu membawa ku ke sini?" Siska balik bertanya.


"Jangan samakan aku dan dirimu, aku memang sengaja melakukannya tapi bukan berarti kamu bisa berbuat sesuka hatimu tanpa perintahku!" tegas Raul.


"Oh begitu? Jadi sekarang kamu juga akan memerintah ku sesuka hatimu seperti pelayan itu? Chh, aku nggak sudi di perlakukan seperti itu !" Siska tidak terima dan berdiri meninggalkan Raul yang masih menyantap makanannya dan berharap pria itu mengejarnya, namun sayangnya Raul tidak mempedulikan dan menghindari perdebatan konyol tersebut.


Kekesalan yang di rasakan Siska lantaran Raul telah berubah selalu membela Lea, mengantarnya pada sebuah rencana buruk di pikirannya kepada gadis malang tersebut.


Sementara Siska sedang berpikir keras memikirkan rencana yang akan dia jalankan, justru di dapur terjadi perbincangan hangat yang belum pernah terdengar.


"Kenapa kamu selalu diam dan tidak menolak jika Siska menyuruhmu ini itu? Kamu bukan pelayannya?" tanya Raul kepada Lea yang hendak mencuci pakaian.


Gadis itu sejenak menghentikan aktifitasnya dan terdiam.


"Lea, aku tak tahu hatimu itu terbuat dari apa? Sudah hampir satu tahun kamu di sini dan tidak mendapat perlakuan baik sebagai layaknya seorang istri, tapi kenapa kamu tetap bertahan?

__ADS_1


Jujur, aku merasa kalah. Dari awal niatku membawa Siska ke sini untuk membuatmu semakin sakit hati lalu meminta cerai kepadaku. Namun ternyata kamu tidak melakukannya" kata Raul.


Degh,


Hati Lea bergetar mendengar pengakuan suaminya yang menyayat hatinya.


Namun di sisi lain dia bersyukur karena suaminya telah jujur meski kejujurannya sangat menyakitkan.


"Kamu pasti marah dan membenciku mendengar kejujuranku?" tanya Raul namun dengan cepat Lea menggelengkan kepala.


"Kamu tidak marah? nggak mungkin. Oke ,mungkin kamu tidak marah tapi kamu pasti sangat membenciku?" tanya Raul sekali lagi dan lagi lagi Lea menggeleng.


"Tidak, kamu pasti berbohong. Atau mungkin kamu takut padaku" sangkal Raul.


Namun dengan tetap menjaga senyum, Lea juga tetap menggelengkan kepala.


"Ah entahlah, kamu tuh wanita aneh. Aku nggak tahu jalan pikiran kamu . Dan aku juga tidak bisa memaksa perasaanku untuk menerima mu sebagai istriku!" ucap Raul kemudian meninggalkan Lea di depan mesin cuci.


Bukannya bersedih karena Raul kembali meninggalkannya, namun Lea justru bahagia karena sedikit demi sedikit dia mampu membuat suaminya memikirkan bagaimana jalan pikirannya. Ya meski pun di bilang aneh, tapi itu berarti timbul pertanyaan dan sedikit rasa penasaran di benaknya.


Dengan tersenyum sendiri Lea melanjutkan aktifitas mencuci baju.


Hari telah berganti siang, Siska dan Raul masih juga belum baikan karena Siska masih menampakkan wajah geram dan selalu menjauh dari Raul.


Hal tersebut tidak aneh bagi Raul, karena dalam sehari wanita itu bisa kedatangan dua hingga lima kurir untuk pesanan olshopnya.


Namun kali itu sama sekali tidak ada kecurigaan di pikiran Raul bahwa yang di pesan Siska adalah sesuatu yang membahayakan.


"Yes, sudah datang. Aku akan segera melakukannya" ucap Siska dalam hati.


Terik matahari sudah memanaskan bumi tanda hari sudah berganti siang. Seperti biasa Lea sedang menyiapkan makan siang.


Dengan seksama Siska memperhatikan dari kejauhan. Dan setelah Lea menyiapkan makanan di meja, segera dia ikut ke dapur menemui Lea.


"Apa makanannya sudah matang?" tanya Siska basa basi.


Lea mengangguk.


"Itu minuman siapa ? buat aku? atau Raul?" tanya Siska lagi dan Lea menjawabnya dengan menggeleng tanda bahwa minuman itu bukan untuk Raul dan Siska.

__ADS_1


"Berati itu minuman kamu?" tanya Siska memastikan.


Gadis itu mngangguk.


"Oh gitu, aku mau dong di bikinin juga" titah Siska.


Lea mengangguk lalu membuat lagi satu gelas jus orange sama seperti milik Lea.


Dan ketika Lea sedang fokus pada aktifitasnya, Siska menjalankan aksi jahatnya.


Dia masukkan racun tikus yang baru saja dia pesan dari kurir ke dalam jus orange milik Lea, tujuannya tentu saja untuk menyingkirkan Lea. Orang yang menghalangi nya untuk dekat dengan Raul. Bahkan setelah menyingkirkan Lea, target selanjutnya adalah Raul sendiri.


Merasa rencananya berjalan dengan lancar, Siska mendekati Lea dan mengambil jus orange yang baru saja di buat oleh Lea.


Wanita jahat itu duduk di kursi makan sambil meneguk jusnya.


Tak berselang lama Raul pun tiba di meja makan. Saat itu raut wajah Siska lebih sumringah dari sebelumnya, dia menyambut Raul dengan lembut.


"Ayo sayang, kita makan bareng" ucapnya.


Raul tersenyum masam melihat kelakuan Siska yang tiba tiba manis.


Baru saja Raul duduk, dia menoleh ke arah minuman Siska.


"Kamu bikin jus?" tanya Raul.


"Iya, di bikinin Lea. Kamu mau?" Siska menawarkan minumannya dengan enteng tanpa dia duga apa yang akan Raul lakukan.


Raul menggeleng lalu bangkit dari kursinya dan berjalan ke dapur.


Raul celingukan mencari Lea, namun tidak ketemu hingga akhirnya dia menemukan jus orange di meja milik Lea. Tanpa banyak berpikir Raul mengambilnya dan membawanya ke meja makan karena memang tujuan dia ke dapur adalah meminta Lea untuk membuatkan jus orange sama seperti milik Siska.


Melihat Raul datang dengan membawa segelas jus yang sama, Siska bertanya.


"Katanya nggak mau? Itu kamu nyuruh Lea juga?"


Raul menggeleng setelah sempat meneguk jus tersebut.


"Aku mencari Lea tapi tidak ketemu , dan aku lihat ada jus orange yang masih penuh di meja jadi aku ambil aja. Aku yakin Lea nggak marah meski minumannya aku ambil"

__ADS_1


Degh,


Seketika itu Siska melebarkan kedua kelopak matanya karena racun yang dia masukan ke dalam jus tersebut salah sasaran.


__ADS_2