Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Berpisah


__ADS_3

Lea mengangguk dengan penuh haru.


"Pasti, kita akan belajar bersama sama untuk mencari jalan surga."


Raul juga mengangguk dengan perasaan yang sangat haru.


"Tubuhku sangat kotor. Dulu almarhum kakek Seno sering mengingatkanku untuk mendoakan almarhum papa agar tenang di sana, tapi aku tidak pernah mendengarkannya. Aku adalah anak yang tidak berguna !" Raul merutuki dirinya sendiri.


"Tidak, kamu tidak boleh bicara seperti itu. Selama nafas kita masih berhembus, kita masih punya banyak kesempatan." ujar Lea kepada suaminya.


Sejak saat itu Raul memulai untuk mendirikan ibadah sholat lima waktu, meski banyak bacaan yang belum hafal semua.


"Apakah sholatku di terima?" tanya Raul.


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Lea balik.


"Karena aku belum hafal semua bacaannya. Aku hanya menghafal gerakan dan beberapa bacaan saja," jawab Raul.


Lea tersenyum lalu berkata, " Semua amal perbuatan tergantung kepada niat. Asal niat kamu tulus ikhlas karena Allah, Insya Allah pasti di terima oleh Allah meski bacaannya tidak hafal. Namun meski bacaan sholat kamu lancar tapi niatmu tidak lurus, maka niscaya ibadah yang kamu lakukan juga akan sia sia."


"Aku tidak tahu seberapa besar ketulusan dan keikhlasanku, yang jelas aku hanya ingin membersihkan diriku dari dosa yang sudah melekat pada jiwa. Itu pun jika aku masih mendapat pengampunan," Raul begitu merendah mengingat akan kesalahan kesalahan di masa lampau.


"Tidak boleh berkata seperti itu, Allah Maha Penyayang , Maha Pengasih. Kita harus percaya tidak boleh ragu. Asal kita sungguh sungguh pasti bisa," jawab Lea dengan lembut.

__ADS_1


Dua hari sudah Lea di rawat, dan besok dia di izinkan untuk pulang.


" Lea, besok kita akan berpisah. Doakan agar aku bisa segera menjemputmu." ucap Raul.


"Iya, pasti aku doakan," jawab Lea.


"Apa kamu mencintaiku?" tiba tiba Raul menanyakan perasaan Lea. Pria itu menunggu jawaban istrinya yang masih terlihat mematung.


"Baiklah,aku akan menunggu jawabanmu. Maafkan aku jika aku lancang. Seharusnya aku tidak seenaknya bertanya kepadamu."


tukas Raul.


"Aku mencintaimu,"


"Aku tidak salah dengar?" tanya Raul.


Lea menggeleng lalu menunduk dengan senyum malu.


"Terima kasih, terima kasih sudah membalas cintaku," jawab Raul.


"Tapi aku minta maaf, aku masih bisa menjalankan kewajibanku seutuhnya sebagai seorang istri. Aku butuh waktu," sahut Lea.


"Iya, aku mengerti." tutur Raul.

__ADS_1


"Cintai aku karena Allah, pasti kamu tidak akan pernah lelah mencintaiku. Namun jika kamu mencintaiku hanya karena nafsu, maka kamu akan cepat berpaling jika mendapatkan yang sesuai keinginanmu," ucapan Lea benar benar menyadarkan suaminya.


Selama ini dia mencintai wanita hanya karena nafsu dan itu lah sebab mengapa dia mudah berganti pasangan serta mudah melupakan.


Keesokan harinya.


Kondisi Lea sudah membaik, dia membantu Raul membereskan barang yang akan dia bawa pulang. Hingga beberapa menit kemudian, Abah Jefri datang untuk menjemput Lea.


"Apa semua sudah siap?" tanya beliau.


"Sudah Bah, tinggal menunggu Dokternya saja," jawab Lea.


"Bah, bolehkah saya bertanya sesuatu?" ucap Raul.


"Silahkan," jawab Abah Jefri datar.


"Jika Lea berada di rumah Abah, apa aku di perbolehkan untuk menemuinya sebagai seorang tamu?" tanya Raul.


Abah Jefri menghela nafas panjang, lalu mengatakan sesuatu.


"Boleh, kamu boleh menemui istrimu kapan saja,"


Hati Raul merasa bahagia mendengar ucapan sang mertua.

__ADS_1


__ADS_2