Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli

Menikahi Gadis Bisu Dan Tuli
Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Siska ingin menahan agar Raul tak meminum jus itu namun dia justru khawatir jika Raul akan curiga.


Di menit pertama racun itu belum bereaksi, karena memang Raul hanya meneguk sedikit saja. Hingga akhirnya Raul mulai menyantap satu sendok makanan barulah dia mengalami reaksi.


Raul sempat memejamkan mata sedikit lama karena merasakan pusing yang berlebihan di kepalanya hingga akhirnya perutnya mengalami mual yang sangat hebat dan tanpa bisa dia kendalikan dia memuntahkan isi perutnya di sertai busa.


Tubuh tumbang ke lantai dan mulai sedikit kejang. Dan saat itulah Siska panik lalu berteriak.


"Tolong, tolong"


Lea yang sedang membersihkan kamar mandi terkejut mendengar teriakan itu. Dengan terburu buru dia berlari mencari asal suara.


Lea pun tak kalah terkejut tatkala melihat tubuh Raul sudah tergeletak di lantai dengan busa yang keluar dari mulutnya. Segera Lea berlari keluar mencari pak supir yang sedang membersihkan halaman.


Tak butuh waktu lama mereka segera membawa Raul ke Rumah Sakit.


Aura kecemasan yang hebat muncul di wajah Lea melihat keadaan Raul. Begitu juga dengan Siska, namun kecemasan yang Siska rasakan berbeda dengan Lea.


Wanita jahat itu cemas karena takut jika aksi jahatnya terbongkar. Atau mungkin jika sampai Raul beneran akan mati sebelum dia mendapatkan hartanya.


Benar benar wanita berhati iblis.


Namun senyum tipisnya tiba tiba muncul di sela sela kecemasannya.


Sepuluh menit kemudian mereka tiba di Rumah Sakit dan Raul segera mendapat pertolongan medis setibanya di IGD.

__ADS_1


"Mohon menunggu di luar, kami akan menangani pasien" ucap seorang perawat.


Pintu ruang penanganan di tutup.


Kini di luar ruangan itu menyisakan segelintir orang yang berjalan mondar mandir merasa panik dengan keadaan Raul. Terutama Lea, istrinya.


Setelah menunggu sekitar dua puluh menit, pintu penanganan itu terbuka dan keluarlah seorang berjubah putih dari dalam.


"Bagaimana dok?" Siska segera menyambar dengan pertanyaan.


"Syukurlah, pasien terselamatkan. Untung saja segera mendapat penanganan, karena jika terlambat mungkin racun itu akan menjalar ke tubuhnya. Kalau boleh tahu , bagaimana pasien bisa keracunan?" tanya balik sang Dokter.


"Saya juga kurang paham Dok, mungkin pembantu kami melakukan keteledoran" jawab Siska dengan memasang wajah sendu sambil menoleh ke arah Lea.


Seketika Lea mendongakkan kepala karena merasa Siska telah menuduhnya. Namun ketiak dia hendak membela diri, Dokter lebih dulu bersuara.


Degh,


Lea semakin terkoyak hatinya tatkala mendengar Siska yang dengan percaya dirinya mengambil alih statusnya sebagai seorang istri di hadapan Dokter dan melimpahkan kesalahan kepada dirinya.


" Apa saya boleh melihat suami saya Dok?" tanya Siska.


"Kami akan memindahkan nya ke ruang perawatan, jadi temui saja dia di sana dan silahkan lakukan administrasi" jawab sang Dokter.


"Baik Dok."

__ADS_1


Usai bercakap cakap dengan Dokter tersebut, Siska menghampiri Lea dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Kamu urus administrasinya, aku yakin Raul memberikanmu uang. Aku tidak mau mengeluarkan sepeser uang yang sudah Raul berikan padaku untuk pengobatannya. Mengerti?"


Dengan menghela nafas panjang Lea mengiyakan perintah Siska.


Lea keluar menghampiri pak sopir dan memintanya untuk mengantarnya pulang ke rumah karena saat berangkat Lea tidak membawa sepeser uang.


Lea memegang uang bukan karena Raul sudah memberikan sebagian hak asetnya, melainkan uang belanja yang Raul berikan tiap bulan masih sisa banyak selama hampir satu tahun.


Usai menyiapkan biaya dan juga pakaian ganti untuk suaminya, Lea bergegas kembali ke Rumah Sakit dan menyelesaikan administrasinya.


Namun ketika hendak masuk ke ruang perawatan, dari balik pintu Lea mendengar sebuah percakapan.


"Tidak, Lea tidak mungkin melakukannya" tukas Raul.


"Lalu siapa? yang tinggal di rumah hanya kita bertiga, jika kamu tidak curiga Lea yang meracuni mu, apa itu artinya kamu menuduhku?" tanya Siska balik.


"Aku tidak menuduh mu tapi juga tidak menuduh Lea, aku tidak tahu siapa pelakunya !" bentak Raul.


"Aku tidak tahu sampai kapan kamu akan selalu membelanya ? Kamu sekarang berubah !" suara Siska tak kalah keras.


"Aku tidak membelanya, tapi rasanya sangat tidak mungkin Lea melakukannya karena dia tidak pernah melawan sekalipun kita berbuat seenaknya!" Raul masih tetap dengan nada tinggi.


"Bodoh kamu ! Justru karena dia diam ,dia memendam dendam dan sakit hati lalu menyerang kamu secara diam diam!" Siska terus meracuni pikiran Raul hingga sejenak pria itu terkecoh dengan ucapan wanita simpanannya tersebut.

__ADS_1


Sementara tubuh Lea terasa lemas bersandar di tembok dengan air mata yang mulai mengalir, tak henti dia beristighfar memohon ampun dan pertolongan kepada Allah atas masalah baru yang dia hadapi saat ini.


__ADS_2